Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan bursa Indonesia
Seseorang sedang memperhatikan papan bursa. Adit Saputra / Mediasaham.com

Pengertian Papan Pencatatan Saham di BEI

Papan pencatatan saham adalah sistem klasifikasi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengelompokkan perusahaan tercatat (emiten) berdasarkan ukuran, kinerja, serta karakteristik bisnisnya.

Tujuan utama papan pencatatan adalah agar BEI dapat memantau dan membedakan jenis perusahaan yang sudah terdaftar, sekaligus membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai. Cek di sini daftar perusahaan yang terdaftar di BEI.

EXCL Bagikan Dividen Rp2,89 Triliun, Setara Rp159 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya

EXCL Bagikan Dividen Rp2,89 Triliun, Setara Rp159 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya

dividen excl 2025
Ilustrasi Nilai dividen saham yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Mediasaham.com, Jakarta — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (IDX: EXCL) resmi menetapkan pembagian dividen final tambahan sebesar Rp159 per saham, dengan total nilai mencapai Rp2,89 triliun. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada Jumat, 21 November 2025.

Baca: BTPN Syariah Bagikan Dividen Interim 2025 Sebesar Rp39,5 per Saham

Dividen tersebut berasal dari penggunaan sebagian saldo laba belum dicadangkan per 31 Desember 2024, dengan rasio pembagian mencapai 30,6% dari total laba ditahan. Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmen EXCL untuk terus menjaga konsistensi imbal hasil bagi pemegang saham.

KDTN Umumkan Negosiasi Pengambilalihan dengan Ruby Mining Hongkong, Begini Dampaknya bagi Investor

KDTN Umumkan Negosiasi Pengambilalihan dengan Ruby Mining Hongkong, Begini Dampaknya bagi Investor

rapat
Ilustrasi. Jajaran direksi sedang mengadakan rapat terbatas. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Jakarta, Mediasaham.com — PT Puri Sentul Permai Tbk (IDX: KDTN) resmi membuka informasi material terkait dimulainya proses negosiasi pengambilalihan oleh calon investor asing, Ruby Mining (Hongkong) Limited. Pengumuman ini dirilis pada 21 November 2025 di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai kewajiban keterbukaan informasi berdasarkan POJK 31/2015 dan POJK 9/2018.

Baca: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia

Emiten yang bergerak di sektor akomodasi, perhotelan, dan restoran itu menyampaikan bahwa tiga pemegang saham pengendali — PT Putra Sakti Mandiri, PT Cahaya Sakti Investindo Sukses Tbk, dan PT Intan Perdana Sukses — telah memulai proses negosiasi dengan Ruby Mining sebagai calon investor strategis. Ketiganya menguasai sekitar 86% saham KDTN.

Reksadana Terbaik 2025: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik

Reksadana Terbaik 2025: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik

Media saham
Ilustrasi. Seorang investor sedang membeli Reksadana dari ponsel. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Apa Itu Reksadana dan Mengapa Populer di 2025

Reksadana adalah wadah investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk dibelikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Tahun 2025 menjadi masa keemasan bagi reksadana di Indonesia berkat:

  • Peningkatan literasi keuangan masyarakat.

  • Kemudahan akses digital lewat aplikasi investasi.

  • Kinerja pasar modal yang stabil dan penurunan suku bunga acuan.

Dengan nominal mulai Rp10.000, siapa pun kini bisa berinvestasi tanpa perlu keahlian analisis mendalam.

23 Saham Bagi Dividen November 2025, Cek Dividen Tertinggi dan Jadwal Pembagiannya!

23 Saham Bagi Dividen November 2025, Cek Dividen Tertinggi dan Jadwal Pembagiannya!

contoh pasif income

Mediasaham.com
 — Sebanyak 21 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) siap membagikan dividen interim pada November 2025, dengan nilai dividen tertinggi berasal dari saham ITMG sebesar Rp738 per saham.

Bulan ini menjadi periode yang menarik bagi investor pencari dividen, mengingat sejumlah emiten besar dan sektor beragam — mulai dari energi, farmasi, petrokimia, hingga teknologi — ikut serta dalam pembagian laba kepada pemegang sahamnya.

DGWG Bagikan Dividen Interim Rp8,5 per Saham, Cek Jadwal dan Syarat Pajaknya

DGWG Bagikan Dividen Interim Rp8,5 per Saham, Cek Jadwal dan Syarat Pajaknya

dividen saham
Ilustrasi. Nilai dividen yang terus bertambah seiring waktu. Adit / Mediasaham.com

Jakarta, Mediasaham.com — PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar, atau setara Rp8,5 per saham, kepada para pemegang saham. Pembayaran akan dilakukan pada 19 Desember 2025, berdasarkan keputusan rapat Direksi dan Komisaris pada 17 November 2025.

Baca: 21 Saham ini Bagi Dividen November 2025, Cek Jadwal Pembagiannya!

Keputusan pembagian dividen ini disampaikan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 19 November 2025. Dengan total saham beredar sebanyak 5,88 miliar lembar, manajemen menyatakan bahwa distribusi dividen dilakukan untuk memberikan imbal hasil kepada investor di tengah kinerja operasional perusahaan yang terus berkembang.

Dividen Interim Adaro Indonesia (AADI) 2025 Senilai Rp4,18 Triliun atau Rp 538,08 Per Saham

Dividen Interim Adaro Indonesia (AADI) 2025 Senilai Rp4,18 Triliun atau Rp 538,08 Per Saham

AADI

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan langkah korporasi penting dengan membagikan dividen tunai interim sebesar US$250.000.000 (dua ratus lima puluh juta dolar Amerika Serikat). Pembagian ini berasal dari laba bersih periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025, menandai komitmen perusahaan dalam menjaga nilai tambah bagi para pemegang saham.

Dengan jumlah saham beredar mencapai 7.786.891.760 lembar, nilai dividen ini setara dengan sekitar US$0,0321 per lembar saham atau bila dikonversi ke Rupiah berdasarkan nilai kurs  Bank Indonesia per 19 November 2025 senilai Rp16.760,-/AS$ (enam belas ribu tujuh ratus enam puluh rupiah per dolar Amerika Serikat).

Dengan demikian jumlah keseluruhan dividen tunai interim yang akan dibagikan Perseroan dalam mata uang Rupiah adalah sebesar Rp4.189.970.718.221,- (empat triliun seratus delapan puluh sembilan miliar sembilan ratus tujuh puluh juta tujuh ratus delapan belas ribu dua ratus dua puluh satu rupiah) atau sebesar Rp538,08 per lembar saham.

Baca: 21 Saham ini Bagi Dividen November 2025, Cek Jadwal Pembagiannya!

Langkah ini menegaskan posisi AADI sebagai salah satu emiten tambang batubara terkemuka di Indonesia yang tetap menjaga profitabilitas tinggi di tengah dinamika pasar global.

BTPN Syariah Bagikan Dividen Interim 2025 Sebesar Rp39,5 per Saham

BTPN Syariah Bagikan Dividen Interim 2025 Sebesar Rp39,5 per Saham

Dividen saham btps
Ilustrasi. Nilai dividen yang terus bertumbuh seiring wakut. Nattanan23 / Pixabay

Mediasaham.com,Jakarta — PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) kembali memberi kabar positif bagi para pemegang saham. Perseroan resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp39,5 per saham, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025.

Baca: 21 Saham Bagi Dividen November 2025, Cek Dividen Tertinggi dan Jadwal Pembagiannya!

Keputusan ini ditetapkan melalui Circular Resolution Direksi No. 011/CIR/DIR/XI/2025 tanggal 10 November 2025, serta disetujui Dewan Komisaris melalui No. 011/CIR/DEKOM/XI/2025 pada 17 November 2025.

IHSG Naik 0,53% ke 8.406,  Asing Net Buy Besar Rp1,67 Triliun 19/11/2025

IHSG Naik 0,53% ke 8.406, Asing Net Buy Besar Rp1,67 Triliun 19/11/2025

IHSG
Ilustrasi. Seorang Investor sedang menatap grafik sebauh saham di layar komputer. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Jakarta, Mediasaham.com
— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 19 November 2025, dengan kenaikan 0,53% ke level 8.406,577. Penguatan indeks didukung sentimen positif dari saham-saham big caps serta masuknya dana asing dalam jumlah besar.

Pada perdagangan 19/11/2025, IHSG bergerak di rentang 8.375—8.426, dengan total transaksi mencapai 44,6 miliar saham dan nilai perdagangan Rp30 triliun. Aktivitas pasar tercatat tinggi dengan frekuensi mencapai 2,22 juta kali.


Asing Masuk Besar: Net Buy Rp1,67 Triliun

Investor asing mencatat net buy Rp1,67 triliun, atau sekitar USD 100 juta, menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG. Namun secara year-to-date (YTD), asing masih membukukan net sell Rp31,8 triliun.

Baca: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)

Komposisi transaksi hari ini masih didominasi investor domestik, namun aliran dana asing menjadi katalis positif di tengah volatilitas global.


Saham Pendorong IHSG

Beberapa saham berkapitalisasi besar (top leaders) yang mendorong IHSG antara lain:

  • BBCA (+0.89%) kontribusi +7,01 poin

  • AMMN (+2.78%) kontribusi +5,55 poin

  • BMRI (+1.25%) kontribusi +4,95 poin

  • BBRI (+0.76%) kontribusi +4,89 poin

  • COIN (+9.48%) kontribusi +4,57 poin

Sementara saham yang menjadi penekan IHSG (laggards) antara lain:

  • TPIA (-4.00%) kontribusi -6,45 poin

  • BRPT (-2.23%) kontribusi -4,75 poin

  • GOTO (-1.64%) kontribusi -2,05 poin


Top Gainers & Losers

Top Gainers:

  • TIFA +25,00%

  • BUKK +24,75%

  • FMII +24,71%

  • SGRO +19,92%

  • LIFE +19,82%

Top Losers:

  • JATI -14,94%

  • PURI -14,91%

  • KONI -14,75%

  • TMPO -11,56%

  • ESTA -10,37%


Saham Teraktif

Berdasarkan volume perdagangan:

  1. BUMI – 14,16 miliar saham

  2. GOTO – 4,01 miliar saham

  3. BKSL – 1,85 miliar saham

  4. DEWA – 1,84 miliar saham

  5. SGRO – 1,22 miliar saham

Berdasarkan nilai transaksi:

  1. SGRO – Rp9,63 triliun

  2. BUMI – Rp3,25 triliun

  3. BBCA – Rp1,61 triliun


Kinerja Indeks Sektoral

Hampir seluruh sektor menguat, dipimpin oleh:

  • Energi +1,54%

  • Konsumsi Non-Siklikal +1,09%

  • Infrastruktur +1,04%

Namun sektor Teknologi melemah signifikan -0,91%, terkena aksi ambil untung setelah reli panjang YTD yang telah naik lebih dari 151%.


IHSG Masih Salah Satu Terkuat di ASEAN

Dibandingkan negara-negara ASEAN, IHSG menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik:

  • IHSG +18,74% (YTD)

  • Singapura +18,95%

  • Vietnam +31,03% (terkuat)

  • Filipina dan Thailand masih mencatatkan pelemahan YTD

Posisi IHSG berada di peringkat 3 ASEAN dan peringkat 17 global berdasarkan return YTD.


Kesimpulan: Sentimen Masih Positif

Masuknya dana asing dan penguatan saham perbankan membuat pasar bergerak stabil ke zona hijau. Selama IHSG bertahan di atas level support 8.300, peluang melanjutkan penguatan tetap terbuka.

Sumber data: Laporan Statistik Bursa Efek Indonesia

IHSG Terkoreksi 0,65%, Investor Asing Catat Net Buy Rp281 Miliar, Cek Rangkuman Perdagangan 18 November 2025

IHSG Terkoreksi 0,65%, Investor Asing Catat Net Buy Rp281 Miliar, Cek Rangkuman Perdagangan 18 November 2025

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com


Mediasaham.com, Jakarta – Berdasarkan data IDX Daily Statistics – 18 November 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,65% ke level 8.361,93, tertekan aksi ambil untung pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.341 – 8.442.

Baca: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025 (Data Resmi BEI)

Meskipun koreksi terjadi, investor asing justru mencatatkan net buy sebesar Rp281 miliar, memberikan sentimen positif di tengah volatilitas pasar.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham