Sektor Teknologi Melemah dan Minyak Anjlok 8%, Bursa Asia Diprediksi Terkoreksi
Mediasaham.com, Jakarta — Bursa saham teknologi di Asia diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Sentimen negatif ini terseret oleh aksi jual mendalam pada saham-saham perusahaan semikonduktor di Amerika Serikat, serta dibayangi oleh penurunan tajam harga minyak dunia yang dipicu oleh sinyal kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Iran.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Korea Selatan—yang memiliki eksposur tinggi terhadap sektor teknologi—mengindikasikan pelemahan. Sebaliknya, kontrak berjangka Australia justru bergerak menguat. Di Wall Street, indeks yang mengukur kinerja saham semikonduktor memperpanjang koreksi hingga tiga hari berturut-turut dengan penurunan mencapai 12%. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 terkoreksi 10% dari level tertingginya dan memasuki fase koreksi teknikal, diikuti oleh indeks S&P 500 yang melemah 0,5%.
![]() |
| Ilustrasi Analisis Data Harga Pasar. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Sentimen Pasar China dan Kinerja Emiten Global
Di kawasan Asia, perhatian investor turut tertuju pada pasar saham China. People’s Bank of China (PBOC) menyatakan komitmennya untuk mendorong lembaga keuangan agar lebih maksimal memanfaatkan instrumen pendukung pasar saham serta mengoptimalkan ketentuan penggunaannya guna memperkuat stabilitas pasar.






.webp)
.jpg)