Aksi Asset Recycling: PT Adhi Karya Divestasi 47,18% Saham Tol Jogja-Solo ke PT SMI Senilai Rp1,76 Triliun

Aksi Asset Recycling: PT Adhi Karya Divestasi 47,18% Saham Tol Jogja-Solo ke PT SMI Senilai Rp1,76 Triliun

Mediasaham.com, Jakarta — PT Adhi Karya (Persero) Tbk (kode saham: ADHI) secara resmi mengumumkan rencana divestasi seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

Langkah korporasi ini memiliki nilai transaksi mencapai Rp1,765 triliun dan menjadi bagian dari strategi restrukturisasi portofolio serta penyehatan keuangan perseroan.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi Fakta Material yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026, transaksi ini melibatkan pengalihan sebanyak 1.714.808 lembar saham biasa atas nama atau setara dengan 47,18% dari seluruh saham yang disetor penuh di JMJ.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) telah dilaksanakan pada 30 September 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya paling lambat 30 November 2026.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (kode saham: ADHI). Sumber foto PT Adhi Karya

Strategi Invest to Divest dan Penyehatan Keuangan BUMN Karya

Manajemen ADHI menjelaskan bahwa keputusan divestasi ini sejalan dengan penerapan strategi invest to divest.

Pada awalnya, penyertaan modal ADHI pada badan usaha jalan tol (BUJT) bertujuan untuk mengamankan porsi pekerjaan konstruksi. Setelah proyek konstruksi berjalan dan beroperasi, kepemilikan saham dilepas melalui strategi asset recycling.

Strategi tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan alokasi modal serta memfokuskan kembali sumber daya perusahaan pada bisnis utamanya (core business) di bidang konstruksi.

Langkah ini juga merupakan bentuk eksekusi dari arahan strategis PT Danantara Asset Management (DAM) dalam program integrasi dan restrukturisasi BUMN Karya.

ADHI dikelompokkan dalam Klaster 1 BUMN Karya yang diarahkan untuk melakukan penataan aset dan liabilitas guna menciptakan solvabilitas serta likuiditas yang lebih kuat.

Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?

Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?

Obligasi negara dan sukuk negara merupakan instrumen surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara. Setiap seri memiliki karakteristik, nilai yang beredar, serta tanggal jatuh tempo yang berbeda.

Bagi investor, informasi mengenai daftar obligasi negara yang beredar penting untuk mengetahui jenis surat utang pemerintah, nilai nominal yang masih beredar hingga jadwal jatuh tempo masing-masing seri.

Total obligasi pemerintah jatuh tempo 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digunakan dalam artikel ini, terdapat 21 seri obligasi negara dan sukuk yang tercatat akan jatuh tempo pada Oktober hingga Desember 2026.

Jika seluruh nilai yang beredar dari 21 seri tersebut dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp194,43 triliun.

Daftar Obligasi Negara dan Sukuk yang Jatuh Tempo 2026

Berikut daftar obligasi negara dan sukuk yang diurutkan berdasarkan tanggal jatuh tempo, mulai dari yang paling awal.

IHSG Anjlok 3,28% pada Pekan Ini, Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun

IHSG Anjlok 3,28% pada Pekan Ini, Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun

Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini, 28 September hingga 2 Oktober 2026, di zona merah. IHSG ditutup pada level 6.036,888, turun 205,004 poin atau 3,28% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.241,892.

Sepanjang pekan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.227,899 dan level terendah 5.973,163.

MARKET SUMMARY

Transaksi Saham Capai Rp63,13 Triliun

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan saham selama pekan tersebut mencapai 251,85 miliar saham.

Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp63,13 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 8,40 juta kali.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, aktivitas perdagangan mengalami peningkatan dari sisi volume dan nilai transaksi.

Rata-rata volume harian meningkat 72,51% menjadi 50,37 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian naik 5,40% menjadi Rp12,63 triliun.

Namun, rata-rata frekuensi perdagangan justru turun 7,54% menjadi sekitar 1,68 juta transaksi per hari.

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026

JAKARTA — Aktivitas investor asing menjadi salah satu sorotan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatat net sell Rp241,86 miliar atau sekitar US$13,48 juta pada perdagangan hari tersebut.

Tekanan jual investor asing berlangsung bersamaan dengan pelemahan IHSG sebesar 1,02 persen ke level 6.009,502.

Ilustrasi IHSG Hari Ini. Adit Saputra / Mediasaham.com

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun

Jika melihat kinerja secara year to date, aktivitas jual bersih investor asing tercatat jauh lebih besar.

BEI mencatat akumulasi net sell investor asing sebesar Rp81,28 triliun atau sekitar US$4,53 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sepanjang periode YTD yang tercantum dalam statistik BEI, nilai penjualan bersih investor asing masih lebih besar dibandingkan pembelian bersihnya.

Baca: Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026: IHSG Turun 0,83%, Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026: IHSG Turun 0,83%, Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Mediasaham.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan saham pada Rabu, 30 September 2026 ditutup dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ditutup di level 6.071,138, turun 50,562 poin atau 0,83% dari posisi sebelumnya 6.121,700. Level tertinggi IHSG pada perdagangan hari tersebut berada di 6.187,046, sedangkan level terendah berada di 6.071,138.

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026
Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

Data berikut merupakan rangkuman IDX Daily Statistics yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.

Perdagangan Saham BEI 30 September 2026

Indikator30 September 2026
IHSG6.071,138
Perubahan-50,562
Perubahan IHSG-0,83%
Volume saham28,294 miliar saham
Nilai transaksiRp14,030 triliun
Frekuensi1,790 juta kali
Kapitalisasi pasar BEIRp10.695 triliun
Kapitalisasi IHSGRp2.644 triliun
USD/IDR BIRp17.877

Rata-rata perdagangan harian sepanjang tahun berjalan atau YTD tercatat sebesar 38,958 miliar saham, dengan nilai transaksi rata-rata Rp20,847 triliun dan frekuensi rata-rata 1,202 juta kali.

Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,613,47 miliar atau sekitar Rp1,61 triliun pada perdagangan 30 September 2026.

Dalam denominasi dolar AS, net sell asing tercatat sebesar US$90,25 juta.

Secara kumulatif sepanjang 2026, posisi net sell asing mencapai Rp81,038,72 miliar atau sekitar Rp81,04 triliun, setara US$4,533,13 juta.

Sementara itu, market PER tercatat 12,42 kali dan market PBV sebesar 1,62 kali.

Tinjauan Operasi ITMG 2026: Produksi, Strip Ratio, dan Prospek ke Depan

Tinjauan Operasi ITMG 2026: Produksi, Strip Ratio, dan Prospek ke Depan

Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih menghadapi dinamika bisnis batu bara pada 2026. Produksi batu bara pada semester I 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan produksi tersebut belum membuat kinerja keuangan perusahaan ikut melemah.

Sebaliknya, ITMG masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada semester I 2026.

kinerja itmg 2026
Tinjauan operasi ITMG 2026. Sumber Paparan Publik ITMG

Berdasarkan Paparan Publik ITMG pada 9 September 2026, produksi batu bara ITMG mencapai 9,9 juta ton sepanjang semester I 2026, turun 5% dibandingkan 10,4 juta ton pada semester I 2025.

Di sisi lain, penjualan batu bara mencapai 12,3 juta ton, naik 5% secara tahunan. Pendapatan juga meningkat 9% menjadi sekitar US$1 miliar, sementara laba bersih naik 17% menjadi US$110 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja ITMG tidak hanya ditentukan oleh jumlah batu bara yang diproduksi. Harga jual batu bara, biaya produksi, kualitas batu bara, serta efisiensi operasional juga menjadi faktor penting.

Produksi Batu Bara ITMG Semester I 2026

Produksi menjadi salah satu indikator utama untuk melihat kondisi operasi perusahaan tambang.

Pada semester I 2026, ITMG memproduksi 9,9 juta ton batu bara. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan produksi 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PeriodeProduksi Batu Bara
Semester I 202510,4 juta ton
Semester I 20269,9 juta ton
Pertumbuhan-5%

Meskipun produksi turun, ITMG masih menargetkan produksi sepanjang 2026 sebesar 22,0 juta hingga 22,9 juta ton.

Untuk kuartal III 2026, perusahaan menargetkan produksi sekitar 5,9 juta ton.

Artinya, semester II 2026 akan menjadi periode penting untuk melihat kemampuan ITMG mengejar target produksi tahunannya.

Baca: Histori Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun, Lengkap Analisis Dividend Yield

Rangkuman Pasar Saham Per 29 September 2026: IHSG Turun, Asing Net Sell, 10 Top Loser dan Gainer

Rangkuman Pasar Saham Per 29 September 2026: IHSG Turun, Asing Net Sell, 10 Top Loser dan Gainer

Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. IHSG turun 26,159 poin atau 0,43% ke level 6.121,700, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.147,859.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.013,079-6.150,552. Pelemahan indeks berlangsung di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai ratusan miliar rupiah.

IDX Daily Statistics
IDX Daily Statistics, Selasa, 29 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.co

Transaksi Saham Hari Ini Rp13,22 Triliun

Berdasarkan IDX Daily Statistics, total volume perdagangan saham pada 29 September 2026 mencapai 36,13 miliar saham.

Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp13,22 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,79 juta kali.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.758 triliun.

Jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan harian sepanjang 2026, aktivitas perdagangan hari ini relatif lebih rendah.

Rata-rata harian sepanjang tahun berjalan tercatat sebesar 39,02 miliar saham, dengan rata-rata nilai transaksi Rp20,89 triliun dan frekuensi sekitar 1,21 juta kali.

Dengan demikian, nilai transaksi 29 September berada sekitar 36,7% di bawah rata-rata harian YTD.

IHSG Longsor 1,51% dan Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026

IHSG Longsor 1,51% dan Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Berdasarkan statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.147,859, turun 94,033 poin atau 1,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.241,892.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.227,899. Namun, indeks kemudian bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 6.140,342 sebelum ditutup di 6.147,859.

Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas investor asing. BEI mencatat net sell asing sebesar Rp1,13 triliun pada perdagangan hari ini.

Asing Net Sell
Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

 10 Saham Paling Cuan Sepekan: FORU Melejit 133,72%

10 Saham Paling Cuan Sepekan: FORU Melejit 133,72%

JAKARTA, Mediasaham.com — Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 21–25 September 2026.

Berdasarkan statistik mingguan BEI, FORU menjadi saham dengan kenaikan harga terbesar dalam daftar top gainers.

Harga FORU tercatat naik dari Rp154 menjadi Rp360 per saham. Dengan demikian, saham tersebut mengalami kenaikan Rp205 atau 133,72% dalam sepekan.

Selain FORU, sejumlah saham lainnya juga membukukan kenaikan lebih dari 50%.

 IHSG Anjlok 3,09% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

IHSG Anjlok 3,09% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

JAKARTA, Mediasaham.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 21–25 September 2026.

Berdasarkan data IDX Weekly Statistics yang diterbitkan BEI, IHSG ditutup di level 6.241,892 pada Jumat (25/9/2026). Angka tersebut turun 199,267 poin atau 3,09% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 6.441,159.

Tekanan juga terlihat dari pergerakan IHSG selama sepekan. IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.451,332, sedangkan level terendah berada di 6.231,833.

Berita IDX
IDX Weekly Statistics


Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun

Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun

Bank BRI
Kantor Pusat Bank BRI / Dokumentasi Mediasaham.com


Mediasaham.com – Laba bersih BBRI per 31 November 2025 sebesar Rp45,44 triliun, turun sebesar 9,11% dibanding 31 November 2024.

Analisis ini mencakup Neraca (Posisi Keuangan) dan Laba Rugi, dengan fokus pada pertumbuhan aset, kualitas kredit, efisiensi, dan profitabilitas.

1. Ringkasan Kinerja Bank BRI November 2025

Secara garis besar, BRI mencatatkan pertumbuhan Aset dan Kredit yang solid (naik sekitar 7%). Namun, dari sisi profitabilitas, terjadi penurunan Laba Bersih sebesar 9,11% pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban operasional non-bunga dan pencadangan kerugian (impairment), meskipun pendapatan bunga bersih (NII) masih tumbuh positif.

Negara Alihkan Saham PTPP ke Badan Pengaturan BUMN, Ini Detail Perubahan Strukturnya!

Negara Alihkan Saham PTPP ke Badan Pengaturan BUMN, Ini Detail Perubahan Strukturnya!

PTPP
Pengerjaan konstruksi gedung bertingkat. Foto: PTPP.co.id


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten konstruksi pelat merah, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), melaporkan adanya perubahan struktur kepemilikan saham Negara Republik Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemberlakuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 7 Januari 2026, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham antara Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) pada tanggal 5 Januari 2026.

Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

teh sariwangi
Secangkir Teh Sariwangi / Tokopedia


JAKARTA, Mediasaham.com – Raksasa consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), secara mengejutkan mengumumkan pelepasan salah satu aset ikoniknya. UNVR resmi menjual seluruh bisnis teh dengan merek legendaris "Sariwangi" kepada PT Savoria Kreasi Rasa.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Januari 2026, nilai transaksi pengalihan bisnis ini disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000 (Rp1,5 Triliun) di luar pajak yang berlaku.

Laba Bersih BCA November 2025 Tembus Rp52,6 Triliun di Tengah Penguatan CASA

Laba Bersih BCA November 2025 Tembus Rp52,6 Triliun di Tengah Penguatan CASA

Logo bank BCA

JAKARTA, Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan taji sebagai pemimpin pasar perbankan di Indonesia. Berdasarkan laporan posisi keuangan (individual) yang berakhir pada 30 November 2025 Laba Bersih BCA tembus Rp52,6 Triliun. BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid, baik dari sisi aset, penyaluran kredit, hingga profitabilitas.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi digitalisasi yang kuat serta manajemen risiko yang prudent di tengah dinamika ekonomi global. Berikut adalah bedah tuntas performa keuangan BCA periode November 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

Pertumbuhan Aset dan Dominasi Dana Murah (CASA)

Hingga November 2025, total aset BCA tercatat mencapai Rp1.527,2 triliun, tumbuh sebesar 7,9% (YoY) dari posisi Rp1.415,4 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar 5,19% menjadi Rp921,2 triliun dan kenaikan signifikan pada penempatan surat berharga yang mencapai Rp436,5 triliun.

Dari sisi liabilitas, kepercayaan nasabah tetap menjadi mesin utama pertumbuhan bank. Hal ini tercermin dari kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), khususnya pada komponen dana murah (CASA):

  • Giro: Tumbuh pesat menjadi Rp418,9 triliun dari sebelumnya Rp363,1 triliun.
  • Tabungan: Meningkat menjadi Rp594,2 triliun dibandingkan Rp551,7 triliun pada 2024.
  • Deposito: Mengalami sedikit penyusutan menjadi Rp186,6 triliun dari Rp194,6 triliun.
Saham RLCO ARA Berjilid - Jilid, Harga Meroket dari Rp168 ke Rp1.765 atau Terbang 950%

Saham RLCO ARA Berjilid - Jilid, Harga Meroket dari Rp168 ke Rp1.765 atau Terbang 950%

RLCO ARA Berjilid-jilid
Grafik saham RLCO terus mengalami ARA berjilid-jilid sejak IPO tanggal 8 Desember. Foto tangkapan layar Tradingview

JAKARTA, Mediasaham.com – Pasar modal Indonesia tengah dihebohkan oleh pergerakan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Sejak melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada awal Desember 2025, emiten ini terus mencatatkan sejarah dengan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) di setiap hari perdagangan.

Hingga sesi perdagangan menjelang akhir tahun, 30 Desember 2025, saham RLCO telah bertengger di level Rp1.765. Angka ini menunjukkan kenaikan fantastis lebih dari 950% dibandingkan harga perdana saat IPO yang hanya sebesar Rp168.

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru PT Indika Empat Mitra Timor

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru PT Indika Empat Mitra Timor

anak perusahaan Indika
Ilustrasi Pendirian anak perusahaan Indika Energy. Adit Saputra / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten energi raksasa, PT Indika Energy Tbk. (INDY), kembali memperkuat struktur bisnisnya melalui langkah diversifikasi. Melalui keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), INDY mengumumkan pembentukan entitas anak usaha baru bernama PT Indika Empat Mitra Timor (IEMT).

Langkah ini mempertegas komitmen grup Indika Energy untuk memperluas portofolio bisnisnya di luar sektor tambang batu bara konvensional.

Tutup Tahun 2025 dengan Gemilang, PT PP Presisi Tbk (PPRE) Kantongi Kontrak Baru Rp1,2 Triliun

Tutup Tahun 2025 dengan Gemilang, PT PP Presisi Tbk (PPRE) Kantongi Kontrak Baru Rp1,2 Triliun

mining services
Ilustrasi gambar excavator dan dump truck yang selalu digunakan di proyek PT Presisi. Radit M. Pase / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten jasa pertambangan dan konstruksi terintegrasi, PT PP Presisi Tbk (PPRE), mencatatkan prestasi membanggakan di penghujung tahun 2025. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk ini sukses mengamankan tiga kontrak baru secara konsolidasian dengan nilai total mencapai Rp1,2 triliun.

Pencapaian ini menjadi katalis positif bagi kinerja fundamental perusahaan sekaligus memperkuat posisi PPRE sebagai pemain utama di sektor mining services dan konstruksi nasional.

IHSG Ditutup Melemah Menjelang Libur Akhir Tahun, Saham BUMI Puncaki Volume Transaksi

IHSG Ditutup Melemah Menjelang Libur Akhir Tahun, Saham BUMI Puncaki Volume Transaksi

IDX Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com


JAKARTA, Mediasaham.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi pada pekan pendek menjelang libur hari raya Natal 2025. Berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 22 hingga 24 Desember 2025, IHSG ditutup pada level 8.537,911. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,83% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 8.609,551.

Sejalan dengan penurunan indeks, kapitalisasi pasar juga terkoreksi sebesar 1,17%, turun dari Rp15.788 triliun menjadi Rp15.603 triliun pada pekan ini.

OMED Hentikan Aksi Buyback Saham Lebih Awal, Begini Realisasi dan Alasannya!

OMED Hentikan Aksi Buyback Saham Lebih Awal, Begini Realisasi dan Alasannya!

Logo Saham OMED
Logo Saham OMED / Jayamas Medica Industri

SIDOARJO, Mediasaham.com – Emiten manufaktur alat kesehatan terkemuka, PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau yang dikenal dengan brand OneMed, resmi mengumumkan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) perseroan.

Pengumuman ini disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Selasa (23/12/2025), sebagai pemenuhan regulasi POJK Nomor 29 Tahun 2023. Meskipun periode buyback awalnya direncanakan berlangsung hingga 27 Juni 2026, manajemen memutuskan untuk mengakhirinya lebih cepat.

MAHA Perluas Sinergi Bisnis, Suntik Modal Rp15,75 Miliar ke Mandiri Karya Maritim

MAHA Perluas Sinergi Bisnis, Suntik Modal Rp15,75 Miliar ke Mandiri Karya Maritim

home Header
Armada PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) / mha.co.id


Mediasaham.com, Jakarta – Emiten jasa penunjang pertambangan, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA), resmi melakukan transaksi afiliasi berupa penyetoran modal ke PT Mandiri Karya Maritim (MKM). Langkah ini diambil sebagai bagian dari investasi strategis untuk memperluas sinergi bisnis di sektor maritim.

Sekretaris Perusahaan MAHA, Ivan Darwin, dalam keterbukaan informasi pada Senin (22/12/2025) menjelaskan bahwa Perseroan telah melakukan penyetoran modal dasar yang ditempatkan dan disetor pada MKM sebagai upaya mendukung pengembangan usaha.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham