Saham Gorengan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

Saham Gorengan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

saham gorengan

Mediasaham.com
- Saham gorengan adalah istilah populer di pasar saham Indonesia untuk menyebut sebuah saham dengan pergerakan harga yang tidak wajar karena dimainkan oleh pihak tertentu seperti bandar atau spekulan.

Harga saham gorengan tiba-tiba naik tinggi dalam waktu singkat tanpa alasan fundamental yang jelas. Hanya hitungan hari bahkan hitungan beberapa jam.

Analogi sederhananya: seperti makanan gorengan — renyah dan menggoda di luar, tapi isinya bisa saja pedas sekali sehingga bikin sakit perut.

1. Apa Itu Saham Gorengan?

Saham gorengan adalah saham yang harganya sengaja “digoreng” oleh pelaku pasar agar terlihat menarik. Mereka membeli saham dalam jumlah besar, menaikkan harga, lalu menjualnya kepada investor ritel yang terlambat masuk.

Baca Juga: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Akibatnya, banyak investor pemula yang tergiur keuntungan cepat namun akhirnya terjebak di harga puncak atau harga atas.

Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula

Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula

broker saham

Mediasaham.com - Broker Saham Terbaik di Indonesia. Ingin mulai investasi saham tapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak orang yang ingin mencoba peruntungan di pasar saham, tapi masih belum tahu apa itu broker saham dan bagaimana cara memilih broker saham terbaik dan aman.

Memilih broker yang tepat adalah langkah pertama dan paling penting sebelum kamu bisa beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kalau salah pilih, bisa-bisa transaksi kamu terganggu atau bahkan uangmu tidak aman.

Risiko Bermain Saham Online yang Wajib Diketahui Pemula

Risiko Bermain Saham Online yang Wajib Diketahui Pemula

Risiko Bermain Saham Online yang Wajib Diketahui Pemula

saham online

Mediasaham.com - Resiko bermain saham online. Investasi saham online kini semakin populer karena mudah, praktis, dan bisa dilakukan lewat ponsel. Namun di balik potensi keuntungannya yang besar, risiko bermain saham online juga perlu dipahami dengan baik agar tidak menimbulkan kerugian.

Artikel ini akan membahas berbagai risiko yang perlu diwaspadai — termasuk dari sisi ekonomi, psikologis, hingga sosial budaya. Berikut resiko bermain saham online yang wajib diketahui para pemula:

Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor

Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor

volume trading saham

Volume trading saham menjadi salah satu indikator penting yang sering digunakan oleh trader dan investor dalam menganalisis pergerakan harga saham. Volume tidak hanya menunjukkan seberapa banyak saham diperjualbelikan, tetapi juga mencerminkan kekuatan dan arah pergerakan harga saham itu sendiri.

Dalam dunia pasar modal, memahami arti volume trading bisa membantu kita mengetahui kapan saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Jadi volume trading bisa kita gunakan sebagai alat bantu menentukan pilihan di pasar saham.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian volume trading, fungsi, cara membacanya, hingga strategi penggunaannya untuk analisis teknikal dan keputusan investasi yang lebih akurat.

Apa yang Dimaksud Volume Trading?

Volume trading saham adalah jumlah total lembar saham yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu, biasanya dalam satu hari bursa. Volume ini mencakup semua transaksi jual dan beli yang terjadi, baik oleh investor lokal maupun asing.

Contohnya, jika saham BBRI mencatat volume 2 juta lot dalam sehari, berarti sebanyak 200 juta lembar saham berpindah tangan antara penjual dan pembeli di hari tersebut (karena 1 lot = 100 lembar).

Baca Juga10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi

Volume memberikan gambaran tentang seberapa aktif saham tersebut diperdagangkan. Saham dengan volume tinggi cenderung memiliki likuiditas yang baik, sedangkan saham dengan volume rendah lebih berisiko karena sulit dijual kembali dengan cepat.

Fungsi Volume Trading Saham dalam Analisis Saham

Volume bukan sekadar angka statistik. Bagi investor cerdas, data ini adalah petunjuk arah pergerakan saham. Berikut beberapa fungsi utama volume trading saham:

1. Mengukur kekuatan tren: Jika harga naik disertai volume besar, tren naik tersebut dianggap kuat. Sebaliknya, jika harga naik dengan volume kecil, kenaikannya bisa bersifat sementara.

2. Menunjukkan minat pasar: Volume tinggi menandakan minat besar terhadap saham tersebut.

3. Mengonfirmasi sinyal teknikal: Banyak indikator teknikal seperti Moving Average atau Breakout yang menjadi lebih valid jika didukung oleh kenaikan volume.

4. Mendeteksi potensi pembalikan arah: Ketika terjadi lonjakan volume di puncak tren, sering kali itu menjadi tanda bahwa tren akan segera berbalik arah.

Cara Membaca Volume Trading Saham di Grafik

Di aplikasi trading milik sekuritas, volume trading saham biasanya ditampilkan dalam bentuk histogram batang di bagian bawah grafik harga. Setiap batang mewakili total volume perdagangan per hari.

Berikut panduan sederhana dalam membaca volume trading:

  • Volume naik bersamaan dengan harga naik: Tren bullish kuat.
  • Volume turun saat harga naik: Tren mulai melemah.
  • Volume naik saat harga turun: Tekanan jual meningkat, potensi koreksi.
  • Volume turun saat harga turun: Penurunan mulai kehilangan momentum, potensi rebound.

Selain total volume, beberapa trader juga memperhatikan foreign volume (aktivitas beli-jual investor asing). Misalnya, pada data saham BBRI minggu pertama Oktober 2025, asing mencatatkan net sell hingga 6,2 juta lot. Angka itu menandakan tekanan jual cukup besar dari investor global.

Hubungan Antara Volume dan Harga Saham

Hubungan antara volume dan harga sering kali digunakan untuk memprediksi arah pasar. Secara umum, ada tiga kondisi utama:

  1. Harga naik + volume meningkat: sinyal kuat bahwa pasar sedang dalam tren naik (bullish).
  2. Harga turun + volume meningkat: sinyal tekanan jual tinggi, potensi bearish berlanjut.
  3. Harga bergerak datar + volume menurun: pasar sedang konsolidasi, menunggu katalis baru.

Trader biasanya menunggu breakout volume, yaitu saat volume melonjak drastis menembus rata-rata beberapa hari sebelumnya. Breakout ini sering menjadi pertanda dimulainya tren besar baru.

Strategi Menggunakan Volume dalam Trading Saham

1. Volume Breakout Strategy

Strategi ini digunakan untuk mendeteksi momen ketika saham menembus level resistansi disertai dengan dukungan volume besar. Jika volume tinggi, muncul secara bersamaan dengan kenaikan harga, sinyal beli (buy signal) dianggap valid.

2. Volume Divergence

Terjadi ketika pergerakan harga dan volume tidak searah. Misalnya, harga naik tetapi volume menurun — ini bisa menjadi sinyal peringatan bahwa tren naik mulai melemah dan koreksi mungkin segera terjadi.

3. Volume Spike (Lonjakan Volume)

Lonjakan volume mendadak sering menandakan adanya aktivitas besar dari pelaku pasar institusional. Trader jangka pendek dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengambil posisi cepat sebelum tren berlanjut.

4. On-Balance Volume (OBV)

Indikator OBV digunakan untuk mengukur aliran uang ke dalam atau keluar dari suatu saham berdasarkan volume harian.

Contoh Kasus: Volume Saham BBRI

Untuk menggambarkan penerapan analisis volume, ambil contoh saham BBRI pada awal Oktober 2025. Berdasarkan data perdagangan, asing mencatatkan net sell hingga 6,21 juta lot selama 26 September–6 Oktober. Meski harga sempat stabil di kisaran Rp3.660–3.690, tekanan jual asing yang tinggi memperlihatkan adanya potensi koreksi jangka pendek.

Baca Juga20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi peluang akumulasi ketika harga turun, terutama jika volume jual mulai menurun dan muncul sinyal pembalikan arah.

Tips Membaca Volume untuk Investor

  • Perhatikan volume rata-rata 5–10 hari terakhir untuk mendeteksi anomali pergerakan.
  • Gabungkan analisis volume dengan indikator teknikal lain seperti MACD atau RSI.
  • Amati juga data foreign net buy/sell karena investor asing sering menjadi penggerak utama saham big cap seperti BBRI, BBCA, atau BMRI.
  • Jangan hanya melihat volume besar, tapi perhatikan arah harga yang menyertai.

Kesimpulan

Volume trading saham adalah elemen penting yang memberikan wawasan mendalam tentang kekuatan pasar dan arah pergerakan harga saham. Dengan memahami cara membaca volume, investor bisa mengambil keputusan lebih rasional, menghindari jebakan false breakout, dan memanfaatkan momen ketika tren baru mulai terbentuk.

Baik untuk trader harian maupun investor jangka panjang, analisis volume selalu menjadi kunci dalam strategi sukses di pasar saham. Gunakan data volume bersama analisis teknikal lainnya agar keputusan investasi kamu semakin tajam dan terukur.

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

cara investasi saham untuk pemula

Mediasaham.com – Cara Investasi Saham untuk Pemula. Investasi saham sering kali terdengar menakutkan bagi pemula. Bayangkan saja, Anda mendengar cerita tentang orang yang bangkrut dan jatuh miskin karena saham. Sehingga hati kamu langsung ciut dan takut untuk memulai.

Namun di sisi lain, mungkin kamu juga mendengar ada yang berhasil dari investasi saham bahkan menjadi kaya dari saham. Mendengar ini, hati Anda jadi senang dan ingin tahu lebih dalam tentang cara investasi saham yang baik dan benar.

Investasi saham bukanlah main judi, seperti yang dipikirkan orang-orang. Investasi saham adalah salah satu cara cerdas untuk membangun kekayaan jangka Panjang. Yang penting Anda melakukannya dengan pengetahuan yang tepat dan benar.

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan


Pengertian Saham

Apa itu saham? Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan atas sebagian kecil perusahaan. Ketika Anda membeli saham sebuah perusahaan, seperti Astra atau Bank BCA, Anda menjadi pemilik kecil dari bisnis tersebut.

Jika perusahaan terus berkembang dan memperoleh laba tiap tahun, nilai saham Anda juga akan naik, dan Anda bisa untung. Selain itu, perusahaan yang berhasil mendapat laba tiap tahun biasanya membagikan dividen ke pemegang saham.

Mengapa saham cocok untuk pemula? Pertama, saham bisa memberikan return (keuntungan) yang lebih tinggi daripada tabungan bank seperti deposito. Di Indonesia, suku bunga tabungan deposito biasanya hanya 2-4% per tahun, sementara saham historis bisa memberikan 7-10% atau lebih dalam jangka panjang.

Kedua, dengan kemajuan teknologi saat ini, investasi saham sangat mudah dikerjakan melalui aplikasi ponsel. Anda tidak perlu modal besar; mulai dari Rp100 ribu saja sudah bisa.

Tapi, ingat, investasi saham ada risikonya. Harga saham bisa naik turun karena berbagai factor seperti ekonomi, politik, atau berita dari perusahaan itu sendiri. Namun, dengan belajar yang benar, risiko ini bisa dikelola.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi Langkah cara investasi saham mulai dari nol. Kita akan bahas dasar-dasar, strategi, dan tips menghindari kesalahan. Tujuannya? Membuat Anda bisa lebih paham dan percaya diri untuk memulai perjalanan investasi saham Anda.

Di Indonesia, pasar saham diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada ribuan saham yang terdaftar, dari perusahaan besar seperti BCA hingga perusahaan kecil. Hingga tahun 2025 ada 956 perusahaan yang sahamnya bisa Kamu pilih untuk diinvestasikan.

belajar saham pemula

Pahami Dasar-Dasar Saham Sebelum Mulai Investasi

Sebelum membeli saham pertama Anda, penting memahami fondasi. Bayangkan saham seperti potongan kue dari sebuah perusahaan. Semakin besar perusahaan, semakin banyak potongannya.

Jenis-Jenis Saham?

Ada dua jenis utama saham: saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa memiliki hak suara pada rapat pemegang saham, serta berhak mendapatkan dividen saat perusaan bagi laba.

Saham Preferen (preferred stock) adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dengan hak yang lebih tinggi atas aset dan laba perusahaan dibanding pemegang saham biasa. Saham preferen lebih stabil, prioritas dividen, tapi jarang di Indonesia baik untuk pemula.

Saham juga ada yang dibagi berdasarkan jumlah nilai perusahaan itu sendiri di BEI.

Saham Lapis 1

Saham lapis satu pada umumnya adalah saham-saham Blue Chip. Saham Blue Chip adalah perusahaan-perusahaan besar yang nilai kapitalisasinya di atas Rp 10 triliun. Perusahaan ini tergolong stabil, dan terpercaya. Harga sahamnya juga tergolong stabil dan rutin bagi dividen. Contoh: Saham Bank BRI, BCA, INDF dll.

Saham Lapis 2

Saham lapis 2 adalah perusahaan menengah dengan nilai kapitalisasi berkisar dari Rp 500 miliar -  Rp 10 triliun. Harga saham lapis 2 cenderung naik dan turun.

Kinerja perusahaan saham lapis dua juga beragam, ada yang mencetak laba dan ada juga yang rugi.

Saham Lapis 3

Saham lapis 3 adalah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar dibawah Rp 500 miliar. Harga saham lapis tiga biasanya lebih murah. Saham ini juga mudah dimainkan oleh bandar untuk membuat harga sahamnya naik dan turun. Sehingga berisiko tinggi dan tidak disarankan untuk pemula.

Bagaimana Pasar Saham Bekerja?

Pasar saham adalah tempat jual beli saham, seperti BEI di Jakarta. Harga saham ditentukan oleh supply and demand. Jika banyak orang ingin beli (demand tinggi), harga naik. Sebaliknya, jika banyak yang jual, harga turun.

Indeks saham seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengukur performa keseluruhan pasar saham di BEI. Jika IHSG naik, artinya pasar sedang bagus. Bagi pemula bisa memantau nilai IHSG di Yahoo Finance atau Media TV.

Pelajari Istilah Penting Dalam Saham

Di pasar saham ada begitu banyak istilah-istilah yang digunakan. Bagi pemula wajib untuk membiasakan diri dengan istilah-istilah dalam investasi saham. Mulailah mempelajari istilah yang sering Kamu dengar. Berikut beberapa contoh istilah dalam dunia saham.

  • Dividen: Keuntungan tahunan dari perusahaan yang dibagikan ke investor.
  • Capital Gain: Untung dari selisih harga beli dan jual.
  • Capital Loss: Rugi dari selisih harga beli dan jual
  • Cuan: Seseorang yang dapat untung dari jual saham
  • IPO (Initial Public Offering): Saat perusahaan pertama kali jual saham ke publik.
  • Broker: Perusahaan yang membantu kita untuk bertransaksi jual beli saham lewat aplikasi yang disediakan oleh broker itu sendiri. Contoh Mandiri Sekuritas atau BCA Sekuritas.

Pelajari lebih banyak lagi istilah-istilah saham agar tidak bingung saat membaca berita saham. Kamu bisa cek di sini, Kamus Istilah Saham A-Z.

investasi saham
Cara Memulai Investasi Saham

1. Tentukan Tujuan Investasi Saham Anda

Investasi saham bukan soal cepat kaya, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih baik. Langkah pertama adalah tentukan tujuan. Tanya diri sendiri: "Saya investasi saham untuk apa tujuannya?" 

Misalnya:

  • Jangka Pendek (1-3 tahun): Beli rumah atau liburan.
  • Jangka Menengah (3-5 tahun): Pendidikan anak.
  • Jangka Panjang (5+ tahun): Pensiun. Fokus saham blue chip untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Gunakan rumus sederhana: Hitung berapa yang dibutuhkan. Jika target Rp500 juta dalam 5 tahun ke depan dengan return 8% per tahun, maka berapa yang harus kamu investasikan setiap bulannya.

2. Evaluasi Kondisi Keuangan

Evaluasi kondisi keuangan kamu. Pastikan punya dana darurat (3-6 bulan gaji) di tabungan, lunasi utang berbunga tinggi, baru investasi. Aturan emas: Hanya investasikan uang yang siap hilang, karena saham berisiko.

Investasikan uang dingin di saham. Artinya uang tersebut menganggur dan tidak kamu gunakan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan. Jangan sekali-kali memakai uang kebutuhan sehari-hari.

Buat rencana: Alokasikan 10-20% pendapatan bulanan untuk investasi. Misal gaji Rp10 juta, sisihkan Rp1-2 juta. Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar.

Dengan tujuan jelas, Anda akan lebih disiplin. Apabila tujuan kamu investasi jangka panjang, kamu bisa mencontoh Warren Buffett, investor legendaris. Mulai dari kecil dan fokus jangka panjang.

3. Tingkatkan Pengetahuanmu tentang Saham

Pengetahuan adalah senjata utama investor pemula. Jangan asal ikut tips teman, apalagi telan mentah-mentah. Belajar sendiri dari berbagai sumber jauh lebih baik dan menguntungkan.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan memperdalam pengetahuan tentang investasi saham.

Sumber Belajar Gratis

  • Dari website: Seperti BEI punya program "Sahamku" untuk pemula, lengkap dengan webinar gratis.
  • YouTube; kamu bisa belajar dari youtube dan pilih chenel yang sesuai dengan kamu. Namun jangan terjebak dengan chenel yang menjual mimpi.
  • Belajar dari buku-buku saham
  • Kamu juga bisa membaca dari portal Mediasaham ini. Kamu bisa memilih topik Belajar Saham

Sisihkan waktu untuk belajar saham. Misalnya 1-2 jam seminggu untuk belajar.

4. Analisis Saham yang Ingin Dibeli

Sebelum membeli saham, penting untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Analisa saham yang ingin kamu beli. Mulailah dengan hal dasar seperti melihat laporan keuangan.

Belajar baca laporan keuangan: Kamu bisa memulai dengan melihat nilai sebuah saham, apakah mahal atau murah. 

Saham bisa dinilai dari rasio PER dan PVB.

PER (Price to Earnings) adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham. PER yang bernilai 1-10 dianggab harga sahamnya lebih murah dibanding PER di atas 10.

PVB (price to book velue) adalah perbandinga harga saham dengan nilai buku. Semakin kecil nilai PVB sebuah perusahaan berarti harga sahamnya semakin murah dan sebaliknya.

5. Buka Akun di Broker Saham

Broker saham adalah perantara yang menghubungkan kita untuk bertransaksi di pasar saham Indonesia atau di Bursa Efek Indonesia. Tanpa broker saham kita tidak bisa membeli saham secara langsung.

Broker saham sering juga disebut dengan sekuritas. Pilih lah broker saham terpercaya dan sudah terdaftar resmi di OJK dan BEI. 

Kriteria singkat Memilih Broker Saham Terpercaya

  • Biaya Broker: Pilih broker saham yang memberikan potongan komisi yang rendah. Namun pada umumnya komisi broker saham berkisar 0,15-0,25%.
  • Aplikasi Saham Mudah: Pilih sekuritas yang aplikasi trading sahamnya gampang digunakna.
  • Layanan customer service 24/7
  • Deposit Kecil: Pilih broker saham yang deposit awal kecil. Beberapa sekuritas hanya mulai dari 100 ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Pilih yang sesuai dengan keuangan kamu. Kalau hanya untuk belajar, pilih yang keci

Cara Membuka Akun Saham

  1. Download aplikasi saham dari sekuritas yang suda kamu pilih.
  2. Daftar dengan KTP, NPWP (opsional untuk pajak), dan email.
  3. Verifikasi via video call atau e-KTP.
  4. Transfer dana awal via bank.
  5. Akun aktif dalam 1-3 hari.

Pada saat pendaftaran, agen dari sekuritas akan membantu semua proses dari awal sampai akhir. Untuk itu pilih sekuritas yang pelayanannya bagus dan ramah. Hindari memilih broker saham yang tidak terpercaya.

6. Setor Dana Awal ke RDN (Rekening Dana Investor)

Setor dana awal kamu ke RDN. Tentukan berapa modal awal yang ingin kamu setor untuk membeli saham. Setelah itu kamu bisa mulai membeli saham.

Contoh kamu ingin membeli saham BBCA 1 lot dengan harga per lembar Rp 5000,. Minimal pembelia saham yaitu 1 lot atau 100 lembar saham.

Jadi apabila kamu ingin beli 1 lot saham BBCA, maka kamu butuh 500 ribu rupiah. Di pasar saham, harga saham sangat beragam mulai dari harga 100 rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Bahkan yang di bawah 100 rupiah juga banyak, namun kamu perlu untuk menganalisanya dulu. Sebab harga saham di bawah 100 seringkali perusahannya rugi.

7. Pantau Saham dan Kelola Risiko

Saham tentu memiliki resiko. Saham bisa naik hitungan jam, hari, minggu. Saham juga bisa turun hitungan jam, hari dan minggu. 

Naik turunnya saham adalah hal yang wajar. Namun ada yang tidak wajar yaitu kadang saham bisa naik dan turun sampai 20%. Untuk itu perlu memahami resiko yang ada.

Penyebab saham bisa turun banyak biasanya karena datangnya info yang bersifat negatif dengan saham itu. Perusahaan tersebut rugi dan lain sebagainya. Bisa juga disebabkan oleh kondisi ekonomi nasioanl dan dunia. Seperti contoh saat pandemi covid.

Hindari Kesalahan Umum Para Pemula

Berikut beberapa kesalahan umum yang dilakukan para pemula dalam berinvestasi saham:
1. Tidak punya tujuan investasi
2. Beli karena ikut-ikutan atau FOMO
3. Panik saat harga naik dan turun
4. Asal beli, tidak melakukan analisis
5. Memakai uang sehari-hari atau uang keperluan dapur, sekolah, kuliah dll
6. Mekakai uang pinjaman atau mengutang
7. Tidak sabaran dan ingin cepat kaya


Kesimpulan

Investasi saham adalah langkah cerdas untuk membangun kekayaan jangka panjang, bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Bagi pemula, memahami cara investasi saham untuk pemula sangat penting agar tidak salah langkah. Dengan pengetahuan yang benar, disiplin, dan strategi yang tepat, siapa pun bisa mulai investasi saham dengan modal kecil.

Sebelum memulai, penting untuk menetapkan tujuan investasi, memahami risiko, serta mempelajari dasar-dasar analisis saham agar tidak salah dalam memilih saham. Mulailah dari modal kecil  untuk belajar dan gunakan uang dingin (nganggur).

Kunci sukses dalam investasi saham jangka panjang adalah belajar terus, disiplin, dan sabar menghadapi fluktuasi pasar. Dengan konsistensi dan pengetahuan yang cukup, investasi saham bisa menjadi jalan menuju kebebasan finansial dan masa depan yang lebih aman.

Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

trading saham

Bagi investor pemula, memahami istilah saham adalah langkah awal yang sangat penting sebelum mulai bertransaksi di pasar modal. Dunia saham memiliki banyak istilah, baik resmi yang digunakan di laporan keuangan maupun istilah gaul yang sering dipakai di komunitas investor. Artikel ini merangkum istilah saham dari A sampai Z, agar kamu lebih mudah memahami percakapan antar investor dan membaca analisis pasar.

Mengapa Harus Memahami Istilah Saham?

Pasar saham punya bahasa sendiri. Jika tidak menguasainya, investor pemula bisa kesulitan mengikuti perkembangan berita atau bahkan salah mengambil keputusan investasi. Dengan memahami istilah saham, kamu akan lebih percaya diri dalam menganalisis dan memilih strategi yang tepat.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham