Volume trading saham menjadi salah satu indikator penting yang sering digunakan oleh trader dan investor dalam menganalisis pergerakan harga saham. Volume tidak hanya menunjukkan seberapa banyak saham diperjualbelikan, tetapi juga mencerminkan kekuatan dan arah pergerakan harga saham itu sendiri.
Dalam dunia pasar modal, memahami arti volume trading bisa membantu kita mengetahui kapan saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Jadi volume trading bisa kita gunakan sebagai alat bantu menentukan pilihan di pasar saham.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian volume trading, fungsi, cara membacanya, hingga strategi penggunaannya untuk analisis teknikal dan keputusan investasi yang lebih akurat.
Apa yang Dimaksud Volume Trading?
Volume trading saham adalah jumlah total lembar saham yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu, biasanya dalam satu hari bursa. Volume ini mencakup semua transaksi jual dan beli yang terjadi, baik oleh investor lokal maupun asing.
Contohnya, jika saham BBRI mencatat volume 2 juta lot dalam sehari, berarti sebanyak 200 juta lembar saham berpindah tangan antara penjual dan pembeli di hari tersebut (karena 1 lot = 100 lembar).
Baca Juga: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Volume memberikan gambaran tentang seberapa aktif saham tersebut diperdagangkan. Saham dengan volume tinggi cenderung memiliki likuiditas yang baik, sedangkan saham dengan volume rendah lebih berisiko karena sulit dijual kembali dengan cepat.
Fungsi Volume Trading Saham dalam Analisis Saham
Volume bukan sekadar angka statistik. Bagi investor cerdas, data ini adalah petunjuk arah pergerakan saham. Berikut beberapa fungsi utama volume trading saham:
1. Mengukur kekuatan tren: Jika harga naik disertai volume besar, tren naik tersebut dianggap kuat. Sebaliknya, jika harga naik dengan volume kecil, kenaikannya bisa bersifat sementara.
2. Menunjukkan minat pasar: Volume tinggi menandakan minat besar terhadap saham tersebut.
3. Mengonfirmasi sinyal teknikal: Banyak indikator teknikal seperti Moving Average atau Breakout yang menjadi lebih valid jika didukung oleh kenaikan volume.
4. Mendeteksi potensi pembalikan arah: Ketika terjadi lonjakan volume di puncak tren, sering kali itu menjadi tanda bahwa tren akan segera berbalik arah.
Cara Membaca Volume Trading Saham di Grafik
Di aplikasi trading milik sekuritas, volume trading saham biasanya ditampilkan dalam bentuk histogram batang di bagian bawah grafik harga. Setiap batang mewakili total volume perdagangan per hari.
Berikut panduan sederhana dalam membaca volume trading:
- Volume naik bersamaan dengan harga naik: Tren bullish kuat.
- Volume turun saat harga naik: Tren mulai melemah.
- Volume naik saat harga turun: Tekanan jual meningkat, potensi koreksi.
- Volume turun saat harga turun: Penurunan mulai kehilangan momentum, potensi rebound.
Selain total volume, beberapa trader juga memperhatikan foreign volume (aktivitas beli-jual investor asing). Misalnya, pada data saham BBRI minggu pertama Oktober 2025, asing mencatatkan net sell hingga 6,2 juta lot. Angka itu menandakan tekanan jual cukup besar dari investor global.
Hubungan Antara Volume dan Harga Saham
Hubungan antara volume dan harga sering kali digunakan untuk memprediksi arah pasar. Secara umum, ada tiga kondisi utama:
- Harga naik + volume meningkat: sinyal kuat bahwa pasar sedang dalam tren naik (bullish).
- Harga turun + volume meningkat: sinyal tekanan jual tinggi, potensi bearish berlanjut.
- Harga bergerak datar + volume menurun: pasar sedang konsolidasi, menunggu katalis baru.
Trader biasanya menunggu breakout volume, yaitu saat volume melonjak drastis menembus rata-rata beberapa hari sebelumnya. Breakout ini sering menjadi pertanda dimulainya tren besar baru.
Strategi Menggunakan Volume dalam Trading Saham
1. Volume Breakout Strategy
Strategi ini digunakan untuk mendeteksi momen ketika saham menembus level resistansi disertai dengan dukungan volume besar. Jika volume tinggi, muncul secara bersamaan dengan kenaikan harga, sinyal beli (buy signal) dianggap valid.
2. Volume Divergence
Terjadi ketika pergerakan harga dan volume tidak searah. Misalnya, harga naik tetapi volume menurun — ini bisa menjadi sinyal peringatan bahwa tren naik mulai melemah dan koreksi mungkin segera terjadi.
3. Volume Spike (Lonjakan Volume)
Lonjakan volume mendadak sering menandakan adanya aktivitas besar dari pelaku pasar institusional. Trader jangka pendek dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengambil posisi cepat sebelum tren berlanjut.
4. On-Balance Volume (OBV)
Indikator OBV digunakan untuk mengukur aliran uang ke dalam atau keluar dari suatu saham berdasarkan volume harian.
Contoh Kasus: Volume Saham BBRI
Untuk menggambarkan penerapan analisis volume, ambil contoh saham BBRI pada awal Oktober 2025. Berdasarkan data perdagangan, asing mencatatkan net sell hingga 6,21 juta lot selama 26 September–6 Oktober. Meski harga sempat stabil di kisaran Rp3.660–3.690, tekanan jual asing yang tinggi memperlihatkan adanya potensi koreksi jangka pendek.
Baca Juga: 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi peluang akumulasi ketika harga turun, terutama jika volume jual mulai menurun dan muncul sinyal pembalikan arah.
Tips Membaca Volume untuk Investor
- Perhatikan volume rata-rata 5–10 hari terakhir untuk mendeteksi anomali pergerakan.
- Gabungkan analisis volume dengan indikator teknikal lain seperti MACD atau RSI.
- Amati juga data foreign net buy/sell karena investor asing sering menjadi penggerak utama saham big cap seperti BBRI, BBCA, atau BMRI.
- Jangan hanya melihat volume besar, tapi perhatikan arah harga yang menyertai.
Kesimpulan
Volume trading saham adalah elemen penting yang memberikan wawasan mendalam tentang kekuatan pasar dan arah pergerakan harga saham. Dengan memahami cara membaca volume, investor bisa mengambil keputusan lebih rasional, menghindari jebakan false breakout, dan memanfaatkan momen ketika tren baru mulai terbentuk.
Baik untuk trader harian maupun investor jangka panjang, analisis volume selalu menjadi kunci dalam strategi sukses di pasar saham. Gunakan data volume bersama analisis teknikal lainnya agar keputusan investasi kamu semakin tajam dan terukur.