66 Daftar Saham Sektor Industri di BEI

66 Daftar Saham Sektor Industri di BEI

Sektor industri merupakan salah satu kelompok saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dalam kelompok ini memiliki kegiatan usaha yang beragam, mulai dari produk industri, peralatan, kabel, keramik, bahan bangunan, jasa pendukung industri, hingga berbagai produk manufaktur dan perdagangan yang berkaitan dengan kegiatan industri.

Saham Sektor Industri di BEI
Saham sektor industri di BEI. Radit M. Pase

Berikut daftar lengkapnya berdasarkan kode saham dan nama perusahaan per September 2026.

Daftar Harga Saham di Bawah Rp40, Lengkap dengan Kode dan Harga

Daftar Harga Saham di Bawah Rp40, Lengkap dengan Kode dan Harga

Daftar saham di bawah Rp40 menjadi salah satu informasi yang banyak dicari investor, terutama mereka yang sedang mencari saham dengan harga nominal rendah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham dengan harga Rp1, Rp5, Rp10, Rp20, hingga di bawah Rp40 memang terlihat terjangkau. Namun, investor perlu memahami bahwa harga saham yang murah secara nominal belum tentu berarti saham tersebut murah secara valuasi.

harga saham di bawah gocap
Harga saham di bawah 40 rupiah. Adit Saputra / Mediasaham.com

Misalnya, saham dengan harga Rp10 belum tentu lebih murah dibandingkan saham dengan harga Rp1.000. Untuk mengetahui apakah suatu saham benar-benar murah atau mahal, investor perlu melihat faktor lain seperti kapitalisasi pasar, laba perusahaan, jumlah saham beredar, valuasi, kondisi keuangan, dan prospek bisnis.

Dalam artikel ini, kami menyajikan daftar saham di bawah Rp40 berdasarkan data harga yang digunakan dalam artikel ini.

50 Dividen Saham Terbesar 2026

50 Dividen Saham Terbesar 2026

Bisa mendapat dividen saham terbesar adalah keingin setiap investor. Dividen menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor ketika memilih saham untuk investasi jangka panjang. Selain melihat kinerja perusahaan dan prospek bisnis, besarnya dividen per saham juga dapat menjadi pertimbangan bagi investor yang mengejar pendapatan dari portofolio saham.

Pada tahun 2026, terdapat sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membagikan dividen dengan nilai cukup besar jika dihitung berdasarkan dividen per lembar saham.

dividen saham terbesar per lembar 2026
Dividen saham terbesar 2026. Mediasaham.com

Saham UNIC menempati posisi pertama dengan total dividen sebesar Rp1.447 per saham. Berikutnya ada UNTR dengan Rp1.096 per saham dan ITMG sebesar Rp992 per saham.

Menariknya, tidak semua perusahaan dalam daftar membagikan dividen hanya satu kali. Beberapa saham tercatat melakukan pembagian dividen interim dan final sebanyak dua hingga tiga kali di tahun 2026.

50 Dividen Saham Terbesar Per Lembar Tahun 2026

NoSahamTotal Dividen
Per Lembar (Rp)
Jumlah
Bagi Dividen
1UNIC1.447,001x
2UNTR1.096,001x
3ITMG992,001x
4MKPI950,001x
5GGRM800,001x
6ADMF630,001x
7BSSR613,542x
8RDTX588,002x
9BMRI542,953x
10DUTI480,001x
11INTP468,001x
12CTBN465,001x
13AADI463,321x
14MLBI371,001x
15CITA351,001x
16BBNI349,411x
17AALI335,001x
18BBCA326,003x
19ASII292,001x
20INDF290,001x
21TGKA285,001x
22SMAR279,001x
23MERK275,001x
24BYAN267,281x
25ICBP265,001x
26PANS250,001x
27LPPF250,001x
28GEMS237,951x
29TLKM223,161x
30ASGR211,001x
31ANTM209,981x
32BBRI209,001x
33BRAM200,001x
34MCOL200,001x
35CMRY200,002x
36SGRO193,001x
37DLTA181,001x
38CPIN180,001x
39GHON178,001x
40MEGA171,941x
41CLPI170,511x
42AUTO170,001x
43MPMX170,001x
44BIRD166,001x
45PRDA162,681x
46BNGA161,771x
47JSMR156,221x
48TEBE156,001x
49TAPG151,002x
50CEKA150,001x


Baca Juga: Jadwal Pembagian Dividen 2026

UNIC Menjadi Saham dengan Dividen Terbesar Per Lembar

Berdasarkan data tersebut, UNIC berada di urutan teratas dalam daftar dividen saham terbesar per lembar tahun 2026. Total dividen yang tercatat mencapai Rp1.447 per saham dengan satu kali pembagian dividen.

Posisi berikutnya ditempati UNTR dengan total dividen Rp1.096 per saham. Sementara itu, ITMG berada di urutan ketiga dengan Rp992 per saham.

Dengan demikian, tiga emiten teratas dalam daftar ini semuanya memberikan dividen lebih dari Rp900 per lembar saham.

Empat besar berikutnya adalah MKPI dengan Rp950, GGRG dengan Rp800, ADMF dengan Rp630, dan BSSR dengan Rp613,54 per saham.


Daftar Saham dengan Dividen di Atas Rp500 Per Lembar

Jika daftar tersebut dipersempit menjadi perusahaan yang memberikan dividen lebih dari Rp500 per lembar, terdapat sembilan saham:

  1. UNIC — Rp1.447
  2. UNTR — Rp1.096
  3. ITMG — Rp992
  4. MKPI — Rp950
  5. GGRM — Rp800
  6. ADMF — Rp630
  7. BSSR — Rp613,54
  8. RDTX — Rp588
  9. BMRI — Rp542,95

Kelompok ini menunjukkan bahwa nilai dividen per lembar yang tinggi tidak hanya berasal dari satu sektor industri. Daftar tersebut mencakup perusahaan dari sektor yang berbeda, sehingga investor tetap perlu melihat karakteristik bisnis masing-masing emiten.

Baca Juga: Dividen INDF dari Tahun ke Tahun: Rekam Jejak & Peluang


Saham yang Membagikan Dividen Lebih dari Satu Kali

Besarnya dividen per saham bukan satu-satunya hal yang menarik dari data tersebut. Beberapa emiten juga tercatat membagikan dividen lebih dari satu kali.

Dalam daftar 50 saham tersebut, terdapat lima saham yang tercatat melakukan pembagian dividen sebanyak dua kali atau lebih, yaitu:

Saham

Jumlah Bagi Dividen

Total Dividen per Saham

BMRI

3x

Rp542,95

BBCA

3x

Rp326,00

BSSR

2x

Rp613,54

RDTX

2x

Rp588,00

CMRY

2x

Rp200,00

TAPG

2x

Rp151,00

Perlu diperhatikan bahwa jumlah pembagian dividen tidak sama dengan besarnya dividen per saham. Perusahaan yang membayar dividen beberapa kali dalam setahun belum tentu memiliki total dividen per saham yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang membayar satu kali.

Baca Juga: Dividen PTBA dari Tahun ke Tahun


Saham Bank Dividen Terbesar

Beberapa saham sektor perbankan juga masuk dalam daftar 50 dividen saham terbesar per lembar.

Di antaranya:

  • BMRI — Rp542,95 per saham
  • BBNI — Rp349,41 per saham
  • BBCA — Rp326,00 per saham
  • BBRI — Rp209,00 per saham
  • MEGA — Rp171,94 per saham
  • BNGA — Rp161,77 per saham

BMRI menjadi saham bank dengan total dividen per saham terbesar dalam daftar berdasarkan data yang digunakan, yaitu Rp542,95 per saham.

BBNI dan BBCA kemudian berada di posisi berikutnya dengan masing-masing Rp349,41 dan Rp326 per saham.


Saham Konsumer Dividen Besar

Sejumlah emiten sektor barang konsumen juga tercatat memberikan dividen per saham yang cukup tinggi.

Beberapa di antaranya adalah:

  • GGRM — Rp800
  • MLBI — Rp371
  • INDF — Rp290
  • TGKA — Rp285
  • ICBP — Rp265
  • CMRY — Rp200
  • DLTA — Rp181
  • CEKA — Rp150

GGRM menjadi salah satu perusahaan dengan nominal dividen per saham paling besar dalam keseluruhan daftar, yaitu Rp800 per saham.


Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham Dividen?

Investor sebaiknya tidak hanya melihat nominal dividen. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Konsistensi pembayaran dividen

Perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen selama beberapa tahun memiliki pola pembayaran yang berbeda dengan perusahaan yang baru membagikan dividen dalam jumlah besar satu kali.

2. Dividend payout ratio

Dividend payout ratio menunjukkan bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Rasio ini dapat membantu melihat hubungan antara laba perusahaan dan dividen yang dibayarkan.

3. Pertumbuhan laba

Dividen pada akhirnya berkaitan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan arus kas. Karena itu, kinerja bisnis tetap penting diperhatikan.

4. Harga saham

Nominal dividen yang tinggi tidak otomatis berarti dividend yield juga tinggi. Harga saham menjadi komponen penting dalam menghitung yield.

5. Jadwal cum date dan pembayaran

Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan jadwal resmi pembagian dividen, termasuk cum date, ex date, recording date, dan payment date.


Kesimpulan

Dari daftar 50 dividen saham terbesar per lembar tahun 2026, UNIC menjadi saham dengan dividen terbesar per lembar tahun 2026, dengan total dividen sebesar Rp1.447 per saham.

Posisi berikutnya adalah UNTR sebesar Rp1.096, ITMG Rp992, MKPI Rp950, dan GGRM Rp800 per saham.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

Daftar Saham Harga 50 Rupiah: Update September 2026

Daftar Saham Harga 50 Rupiah: Update September 2026

Mediasaham.com — Saham harga Rp50 atau yang sering disebut saham gocap. Saham gocap sering menjadi perbincangan investor ritel karena harganya sudah mentok dan terkadang tidak ada transaksi.

Secara nominal harga saham gocap kelihatannya “murah banget”. Tapi murah belum tentu cuan—yang penting ngerti dulu kondisi dan potensi tiap sahamnya.

harga saham gocap
Ilustrasi. Harga saham 50 rupiah. Adit Saputra / Mediasaham.com

Secara umum, saham gocap adalah saham yang sudah mentok di batas bawah harga perdagangan BEI. Saham gocap biasanya punya masalah fundamental, seperti kinerja perusahaan yang menurun, beban utang tinggi, atau bisnis yang tidak lagi berkembang. Intinya saham-saham gocap seringkali disebut saham "bermasalah" oleh investor ritel.

Bahkan investor-investor sering kali mengalami yang namanya “nyangkut” karane harga sahamnya tidak bergerak-gerak dari harga gocap. Atau tidak ada transaksi jual beli karena tidak ada peminatnya.

Daftar Saham IPO 2025 yang Naik dan Turun Saat Listing Hari Pertama

Daftar Saham IPO 2025 yang Naik dan Turun Saat Listing Hari Pertama

Daftar saham IPO 2025 yang naik dan turun saat listing memberikan gambaran penting bagi investor yang ingin membeli saham IPO.

Dari 26 saham IPO tahun 2025, kami menganalisis sebanyak 22 saham mengalami kenaikan pada hari pertama perdagangan, 3 saham mengalami penurunan, sementara 1 saham tidak mengalami perubahan dari harga IPO.

Daftar Saham IPO 2025 yang Naik dan Turun
Daftar saham IPO 2025 yang naik dan turun saat listing hari pertama di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com

Selain melihat emiten yang mencatat kenaikan dan penurunan, data ini juga kami kelompokkan berdasarkan penjamin emisi efek (underwriter). Dengan demikian, pembaca dapat melihat sekuritas mana saja yang terlibat dalam IPO dengan saham yang naik maupun turun pada hari pertama.

Mengenal Reksa Dana: Jenis, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya

Mengenal Reksa Dana: Jenis, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya

Reksa dana menjadi salah satu pilihan investasi yang cukup mudah dipahami oleh investor pemula. Alasannya sederhana: investor tidak perlu memilih dan membeli sendiri saham, obligasi, atau instrumen pasar uang satu per satu.

Dada uang dari banyak investor dikumpulkan dalam satu wadah, kemudian dikelola oleh Manajer Investasi untuk ditempatkan ke berbagai instrumen sesuai kebijakan investasi reksa dana tersebut.

Namun, reksa dana bukan hanya satu jenis.

Ada reksa dana yang sebagian besar dananya ditempatkan pada saham. Ada yang berfokus pada obligasi. Ada yang menempatkan dana pada instrumen pasar uang. Ada pula yang menggabungkan beberapa jenis aset.

Karena itu, memahami jenis reksa dana menjadi langkah penting sebelum seseorang mulai berinvestasi.

Sebab, dua produk reksa dana sama-sama bernama "reksa dana", tetapi tingkat risiko, tujuan investasi, dan pergerakan nilainya dapat berbeda jauh.

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update September 2026)

Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update September 2026)

Jadwal Dividen 2026 sudah diterbitkan setiap saham di BEI. Ada rutusan saham yang sudah membagikan dividen ke investor sepanjang tahun 2026.

Bagi investor saham, Tahun 2026 menjadi momen krusial untuk menangkap peluang passive income. Mengetahui Jadwal Dividen 2026 lebih awal memungkinkan Anda mengatur modal dan menghindari risiko membeli di harga yang sudah terlalu tinggi saat mendekati tanggal Cum Date.
 
dividen 2026
Jadwal dividen 2026

Cara Membeli Saham IPO untuk Pemula: Pengertian, Tahapan Bookbuilding, Offering, Penjatahan, Refund, dan Cara Pesan Saham di e-IPO

Cara Membeli Saham IPO untuk Pemula: Pengertian, Tahapan Bookbuilding, Offering, Penjatahan, Refund, dan Cara Pesan Saham di e-IPO

Membeli saham perusahaan sebelum resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdengar menarik. Investor bisa mendapatkan saham pada saat perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham.

Namun, bagi investor pemula, proses IPO sering terasa membingungkan.

Ada istilah bookbuilding, offering, penjatahan, pooling, fixed allotment, RDN, SID, sampai refund. Belum lagi investor harus mengetahui kapan harus memasukkan pesanan dan apa yang harus dilakukan jika harga final IPO ternyata berbeda dari harga saat bookbuilding.

Sebenarnya, prosesnya tidak serumit yang dibayangkan.

Secara sederhana, investor dapat membayangkan IPO seperti perusahaan yang sedang membuka kesempatan kepada masyarakat untuk membeli sahamnya sebelum saham tersebut mulai diperdagangkan di BEI.

cara memesan ipo online
Ilustrasi cara memesan ipo lewat online dari website e-ipo. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Di Indonesia, proses pemesanan saham IPO untuk investor ritel dapat dilakukan melalui sistem e-IPO (Electronic Indonesia Public Offering). Sistem ini digunakan untuk mendukung proses penawaran umum saham kepada masyarakat di pasar perdana. Setelah proses IPO selesai dan saham tercatat di bursa, saham tersebut kemudian dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Artikel ini membahas proses tersebut dari awal sampai akhir, lengkap dengan contoh perhitungan sederhana.

ARA Saham IPO 2026: Berapa Persen dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

ARA Saham IPO 2026: Berapa Persen dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

ARA saham IPO merupakan salah satu istilah penting yang perlu dipahami investor, terutama bagi Anda yang baru mulai membeli saham perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketika sebuah saham baru tercatat di Bursa, harganya bisa bergerak cukup cepat. Tidak sedikit saham IPO yang langsung mengalami Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.

Namun, perlu diketahui bahwa batas ARA saham IPO tidak selalu 35%. Besarnya batas kenaikan harga bergantung pada harga saham dan papan pencatatannya.

ara saham ipo
ARA Saham IPO di Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru: Pendidikan, Karier dan Kebijakan

Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru: Pendidikan, Karier dan Kebijakan

MediaSaham.com – Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil Nazara bukan nama baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Dengan latar belakang akademisi dan pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal, Suahasil memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam pengelolaan kebijakan ekonomi dan keuangan negara.


Suahasil Nazara
Suahasil Nazara resmi menjabat Menteri Keuangan Republik Indonesia pada September 2026


Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham