Tinjauan Operasi ITMG 2026: Produksi, Strip Ratio, dan Prospek ke Depan

Tinjauan Operasi ITMG 2026: Produksi, Strip Ratio, dan Prospek ke Depan

Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih menghadapi dinamika bisnis batu bara pada 2026. Produksi batu bara pada semester I 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan produksi tersebut belum membuat kinerja keuangan perusahaan ikut melemah.

Sebaliknya, ITMG masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada semester I 2026.

kinerja itmg 2026
Tinjauan operasi ITMG 2026. Sumber Paparan Publik ITMG

Berdasarkan Paparan Publik ITMG pada 9 September 2026, produksi batu bara ITMG mencapai 9,9 juta ton sepanjang semester I 2026, turun 5% dibandingkan 10,4 juta ton pada semester I 2025.

Di sisi lain, penjualan batu bara mencapai 12,3 juta ton, naik 5% secara tahunan. Pendapatan juga meningkat 9% menjadi sekitar US$1 miliar, sementara laba bersih naik 17% menjadi US$110 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja ITMG tidak hanya ditentukan oleh jumlah batu bara yang diproduksi. Harga jual batu bara, biaya produksi, kualitas batu bara, serta efisiensi operasional juga menjadi faktor penting.

Produksi Batu Bara ITMG Semester I 2026

Produksi menjadi salah satu indikator utama untuk melihat kondisi operasi perusahaan tambang.

Pada semester I 2026, ITMG memproduksi 9,9 juta ton batu bara. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan produksi 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PeriodeProduksi Batu Bara
Semester I 202510,4 juta ton
Semester I 20269,9 juta ton
Pertumbuhan-5%

Meskipun produksi turun, ITMG masih menargetkan produksi sepanjang 2026 sebesar 22,0 juta hingga 22,9 juta ton.

Untuk kuartal III 2026, perusahaan menargetkan produksi sekitar 5,9 juta ton.

Artinya, semester II 2026 akan menjadi periode penting untuk melihat kemampuan ITMG mengejar target produksi tahunannya.

Baca: Histori Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun, Lengkap Analisis Dividend Yield

ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk): Profil, Harga Saham, Dividen dan Laporan Keuangan

ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk): Profil, Harga Saham, Dividen dan Laporan Keuangan

Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di sektor energi, khususnya industri pertambangan dan produksi batu bara.

ITMG tercatat di BEI dengan kode saham ITMG pada 18 Desember 2007. Saham perusahaan masuk dalam Papan Utama BEI.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ITMG memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak dalam pertambangan batu bara, pengangkutan dan perdagangan batu bara, energi alternatif, perdagangan energi, hingga jasa penunjang kegiatan pertambangan.

Profil Indo Tambangraya Megah Tbk
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Foto Annual Report 2025 ITM


Profil Singkat ITMG

Berikut profil PT Indo Tambangraya Megah Tbk:

KeteranganInformasi
Nama PerusahaanPT Indo Tambangraya Megah Tbk
Kode SahamITMG
Tanggal Pencatatan18 Desember 2007
Papan PencatatanUtama
SektorEnergi
SubsektorMinyak, Gas & Batu Bara
IndustriBatu Bara
SubindustriProduksi Batu Bara
Bidang UsahaPertambangan Batu Bara
Biro Administrasi EfekPT Datindo Entrycom
Telepon021-2932 8100
Fax021-2932 7999
Alamat KantorPondok Indah Office Tower III, 3rd Floor, Jl. Sultan Iskandar Muda Pondok Indah Kav. V-TA, Jakarta Selatan 12310

Sejarah Pencatatan Saham ITMG

PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2007 dengan kode saham ITMG.

Sejak tercatat di BEI, saham ITMG masuk dalam Papan Utama.

Berdasarkan klasifikasi BEI yang tercantum pada data profil perusahaan, ITMG berada di sektor Energi, subsektor Minyak, Gas & Batu Bara, dengan industri Batu Bara dan subindustri Produksi Batu Bara.

Rangkuman Pasar Saham Per 29 September 2026: IHSG Turun, Asing Net Sell, 10 Top Loser dan Gainer

Rangkuman Pasar Saham Per 29 September 2026: IHSG Turun, Asing Net Sell, 10 Top Loser dan Gainer

Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. IHSG turun 26,159 poin atau 0,43% ke level 6.121,700, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.147,859.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.013,079-6.150,552. Pelemahan indeks berlangsung di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai ratusan miliar rupiah.

IDX Daily Statistics
IDX Daily Statistics, Selasa, 29 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.co

Transaksi Saham Hari Ini Rp13,22 Triliun

Berdasarkan IDX Daily Statistics, total volume perdagangan saham pada 29 September 2026 mencapai 36,13 miliar saham.

Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp13,22 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,79 juta kali.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.758 triliun.

Jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan harian sepanjang 2026, aktivitas perdagangan hari ini relatif lebih rendah.

Rata-rata harian sepanjang tahun berjalan tercatat sebesar 39,02 miliar saham, dengan rata-rata nilai transaksi Rp20,89 triliun dan frekuensi sekitar 1,21 juta kali.

Dengan demikian, nilai transaksi 29 September berada sekitar 36,7% di bawah rata-rata harian YTD.

Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko

Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko

Short selling di BEI adalah transaksi saham dengan cara menjual saham yang belum dimiliki, karena saham tersebut terlebih dahulu dipinjam. Setelah itu, saham dibeli kembali untuk dikembalikan kepada pihak yang meminjamkan.

Sederhananya, short selling adalah menjual lebih dulu, kemudian membeli kembali.

Kalau harga saham turun, transaksi ini bisa menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, kalau harga saham naik, investor bisa mengalami kerugian karena harus membeli kembali saham tersebut dengan harga yang lebih mahal.

Short Selling
Ilustrasi cara kerja short selling. Adit Saputra / Mediasaham.com

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan kembali transaksi short selling secara bertahap mulai 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, terdapat lima saham yang masuk dalam daftar, yaitu ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu short selling, cara kerja short selling di BEI, syarat short selling, modal yang dibutuhkan, risiko short selling, serta contoh transaksi short selling menggunakan saham BBCA.

IHSG Longsor 1,51% dan Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026

IHSG Longsor 1,51% dan Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Berdasarkan statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.147,859, turun 94,033 poin atau 1,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.241,892.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.227,899. Namun, indeks kemudian bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 6.140,342 sebelum ditutup di 6.147,859.

Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas investor asing. BEI mencatat net sell asing sebesar Rp1,13 triliun pada perdagangan hari ini.

Asing Net Sell
Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

 10 Saham Paling Cuan Sepekan: FORU Melejit 133,72%

10 Saham Paling Cuan Sepekan: FORU Melejit 133,72%

JAKARTA, Mediasaham.com — Sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 21–25 September 2026.

Berdasarkan statistik mingguan BEI, FORU menjadi saham dengan kenaikan harga terbesar dalam daftar top gainers.

Harga FORU tercatat naik dari Rp154 menjadi Rp360 per saham. Dengan demikian, saham tersebut mengalami kenaikan Rp205 atau 133,72% dalam sepekan.

Selain FORU, sejumlah saham lainnya juga membukukan kenaikan lebih dari 50%.

 IHSG Anjlok 3,09% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

IHSG Anjlok 3,09% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

JAKARTA, Mediasaham.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 21–25 September 2026.

Berdasarkan data IDX Weekly Statistics yang diterbitkan BEI, IHSG ditutup di level 6.241,892 pada Jumat (25/9/2026). Angka tersebut turun 199,267 poin atau 3,09% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 6.441,159.

Tekanan juga terlihat dari pergerakan IHSG selama sepekan. IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.451,332, sedangkan level terendah berada di 6.231,833.

Berita IDX
IDX Weekly Statistics


Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah, Lengkap Terbaru September 2026

Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah, Lengkap Terbaru September 2026

Bagi investor pemula, saham dengan harga di bawah Rp100 per lembar sering menjadi perhatian karena terlihat lebih terjangkau dibandingkan saham dengan harga ribuan atau puluhan ribu rupiah.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki cukup banyak saham yang diperdagangkan pada kisaran harga di bawah Rp100. Berdasarkan data per September 2026 yang digunakan dalam daftar ini, terdapat 100 saham dengan harga di bawah Rp100 per saham, mulai dari Rp51 hingga Rp99.

Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah
Daftar Harga Saham di Bawah 100 Rupiah. Radit M. Pase

Namun, perlu dipahami bahwa harga saham yang rendah tidak selalu berarti valuasinya murah. Untuk mengetahui apakah sebuah saham benar-benar murah atau mahal, investor tetap perlu melihat kapitalisasi pasar, kinerja keuangan, laba, utang, prospek bisnis, likuiditas perdagangan, dan faktor fundamental lainnya.

Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun, Lengkap Analisis Dividend Yield

Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun, Lengkap Analisis Dividend Yield

Dividen ITMG dari tahun ke tahun menjadi salah satu informasi yang menarik bagi investor yang mencari saham dengan riwayat pembagian dividen. ITMG atau PT Indo Tambangraya Megah Tbk merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Besarnya dividen ITMG dapat berubah setiap tahun. Bahkan, dalam beberapa tahun ITMG membagikan dividen lebih dari satu kali dalam setahun.

Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun
Dividen ITMG dari tahun ke tahun. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Berikut riwayat dividen saham ITMG berdasarkan tanggal ex-dividen, lengkap dengan dividen per saham, harga penutupan saham dan dividend yield.

66 Daftar Saham Sektor Industri di BEI

66 Daftar Saham Sektor Industri di BEI

Sektor industri merupakan salah satu kelompok saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dalam kelompok ini memiliki kegiatan usaha yang beragam, mulai dari produk industri, peralatan, kabel, keramik, bahan bangunan, jasa pendukung industri, hingga berbagai produk manufaktur dan perdagangan yang berkaitan dengan kegiatan industri.

Saham Sektor Industri di BEI
Saham sektor industri di BEI. Radit M. Pase

Berikut daftar lengkapnya berdasarkan kode saham dan nama perusahaan per September 2026.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham