IHSG Longsor 1,51% dan Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Berdasarkan statistik perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.147,859, turun 94,033 poin atau 1,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.241,892.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.227,899. Namun, indeks kemudian bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 6.140,342 sebelum ditutup di 6.147,859.

Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas investor asing. BEI mencatat net sell asing sebesar Rp1,13 triliun pada perdagangan hari ini.

Asing Net Sell
Asing Net Sell Rp1,13 Triliun Per 28 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

Jika dihitung secara year to date (YTD), akumulasi net sell asing mencapai Rp78,65 triliun.

Data BEI menunjukkan nilai transaksi saham pada perdagangan Senin mencapai sekitar Rp12,57 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 34,70 miliar saham. Frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,63 juta kali.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sekitar Rp10.759 triliun. Kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan free float untuk IHSG berada di sekitar Rp2.678 triliun.

Saham yang Menjadi Beban IHSG

Sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat memberikan tekanan terhadap IHSG. Pada perdagangan hari ini, GOTO mengalami penurunan 14% dan tercatat sebagai saham dengan kontribusi penurunan IHSG terbesar, yakni sebesar -12,84 poin.

AMMN turun 4,03% dengan kontribusi -7,99 poin terhadap IHSG. BRMS turun 6,06% dan memberikan kontribusi -5,95 poin.

Dari kelompok saham perbankan, BMRI turun 1,47% dengan kontribusi -4,89 poin. Sementara MORA turun 5,01%, MDKA turun 4,89%, dan TLKM turun 1,66%.


Beberapa Saham Justru Menguat

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham mampu mencatat kenaikan signifikan.

TAMU menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 34,62%, dari harga sebelumnya Rp26 menjadi Rp35. BLTA naik 34,38% dari Rp32 menjadi Rp43.

MIRA, PBRX, PPRO, dan VIVA sama-sama mencatat kenaikan sebesar 33,33%.

BEI juga mencatat ANDI dan BEKS naik 31,82%, TAXI menguat 28,57%, sedangkan BTEK naik 27,27%.

Dengan demikian, perdagangan saham pada 28 September 2026 memperlihatkan tekanan yang cukup luas, meskipun masih terdapat sejumlah saham yang mampu bergerak berlawanan dengan arah IHSG.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham