PT Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026

Mediasaham.com, Jakarta — PT Artha Mahiya Investama Tbk (IDX: AIMS) membukukan pendapatan Rp928 juta hingga 30 September 2026. Pendapatan tersebut turun dibandingkan periode sembilan bulan pertama 2025 yang mencapai Rp1,28 miliar.

Berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain yang tidak diaudit, perseroan mencatat rugi bersih Rp706,03 juta pada sembilan bulan 2026, meningkat dibandingkan rugi bersih Rp172,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Logo PT Artha Mahiya Investama (AIMS)

Pendapatan Turun 27,43%

Pendapatan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) turun Rp350,75 juta atau sekitar 27,43% dari Rp1,28 miliar pada Januari-September 2025 menjadi Rp928 juta pada Januari-September 2026.

Perseroan tidak mencatat beban pokok pendapatan pada kedua periode, sehingga laba kotor tercatat sama dengan pendapatan, yakni Rp928 juta pada 2026 dan Rp1,28 miliar pada 2025.

Uraian9M 20269M 2025Perubahan
PendapatanRp928,00 jutaRp1,28 miliar-27,43%
Beban pokok pendapatan---
Laba kotorRp928,00 jutaRp1,28 miliar-27,43%
Beban umum dan administrasiRp1,63 miliarRp1,45 miliar+12,52%
Lain-lainRp4,93 jutaRp3,62 juta+36,23%
Rugi sebelum pajakRp706,03 jutaRp172,62 juta+309,02%
Rugi bersihRp706,03 jutaRp172,62 juta+309,02%

Beban Umum dan Administrasi Naik

Beban umum dan administrasi tercatat Rp1,63 miliar hingga September 2026, naik Rp181,35 juta atau 12,52% dibandingkan Rp1,45 miliar pada periode yang sama 2025.

Selain itu, pos lain-lain tercatat sebesar Rp4,93 juta, meningkat dari Rp3,62 juta pada tahun sebelumnya.

Kombinasi pendapatan yang turun dan beban umum serta administrasi yang meningkat membuat rugi sebelum pajak naik menjadi Rp706,03 juta dari Rp172,62 juta.

Rugi Bersih Naik Lebih dari 300%

Rugi bersih periode berjalan PT Artha Mahiya Investama Tbk mencapai Rp706,03 juta pada sembilan bulan 2026. Nilai tersebut meningkat Rp533,41 juta atau sekitar 309,02% dibandingkan rugi Rp172,62 juta pada sembilan bulan 2025.

Perseroan tidak mencatat beban pajak penghasilan kini maupun tangguhan pada kedua periode. Dengan demikian, rugi sebelum pajak dan rugi bersih memiliki nilai yang sama.

Rugi bersih per saham meningkat dari Rp0,78 per saham menjadi Rp3,21 per saham.

Aset Naik Menjadi Rp4,43 Miliar

Per 30 September 2026, total aset PT Artha Mahiya Investama Tbk mencapai Rp4,43 miliar, naik Rp139,05 juta atau 3,24% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp4,29 miliar.

Aset lancar meningkat dari Rp159,92 juta menjadi Rp302,14 juta. Kenaikan tersebut terutama tercermin pada piutang usaha yang pada September 2026 tercatat Rp83,52 juta, sementara pada akhir 2025 belum terdapat saldo pada pos tersebut.

Uang muka juga meningkat dari Rp6,26 juta menjadi Rp86,26 juta. Sementara itu, kas dan bank turun dari Rp64,40 juta menjadi Rp24,53 juta.

Posisi Keuangan30 Sep 202631 Des 2025Perubahan
Kas dan bankRp24,53 jutaRp64,40 juta-61,91%
Piutang usahaRp83,52 juta--
Pajak dibayar di mukaRp107,82 jutaRp89,26 juta+20,78%
Uang mukaRp86,26 jutaRp6,26 juta+1.280,00%
Total aset lancarRp302,14 jutaRp159,92 juta+88,91%
Total aset tidak lancarRp4,13 miliarRp4,13 miliar-0,08%
Total asetRp4,43 miliarRp4,29 miliar+3,24%

Liabilitas Meningkat Rp845 Juta

Total liabilitas pada 30 September 2026 tercatat Rp4,39 miliar, naik Rp845,08 juta atau 23,85% dari Rp3,54 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas jangka pendek meningkat menjadi Rp2,60 miliar dari Rp2,39 miliar. Utang pajak naik menjadi Rp1,57 miliar dari Rp1,44 miliar, sedangkan beban akrual meningkat menjadi Rp1,03 miliar dari Rp955,33 juta.

Liabilitas jangka panjang berupa utang lain-lain kepada pihak berelasi mencapai Rp1,79 miliar, naik dari Rp1,15 miliar pada akhir 2025.

Liabilitas dan Ekuitas30 Sep 202631 Des 2025
Liabilitas jangka pendekRp2,60 miliarRp2,39 miliar
Liabilitas jangka panjangRp1,79 miliarRp1,15 miliar
Total liabilitasRp4,39 miliarRp3,54 miliar
Jumlah ekuitasRp43,34 jutaRp749,37 juta
Total liabilitas dan ekuitasRp4,43 miliarRp4,29 miliar

Ekuitas Turun Menjadi Rp43,34 Juta

Jumlah ekuitas perseroan turun Rp706,03 juta atau 94,21%, dari Rp749,37 juta pada 31 Desember 2025 menjadi Rp43,34 juta pada 30 September 2026.

Modal saham tetap Rp11 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 220 juta saham. Tambahan modal disetor juga tetap Rp4,27 miliar.

Penurunan ekuitas terutama tercermin pada saldo laba yang belum dicadangkan. Defisit saldo laba meningkat dari Rp14,66 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp15,37 miliar pada September 2026.

Arus Kas Operasi Negatif Rp678,45 Juta

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp678,45 juta hingga September 2026, lebih besar dibandingkan arus kas keluar Rp101,86 juta pada periode yang sama 2025.

Penerimaan kas dari pelanggan tercatat Rp844,48 juta, turun dari Rp1,17 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, pembayaran kepada karyawan dan beban usaha mencapai Rp1,52 miliar, naik dari Rp1,21 miliar.

Perseroan tidak mencatat arus kas dari aktivitas investasi pada kedua periode karena tidak terdapat penambahan aset tetap.

Arus Kas9M 20269M 2025
Penerimaan kas dari pelangganRp844,48 jutaRp1,17 miliar
Pembayaran karyawan dan beban usahaRp1,52 miliarRp1,21 miliar
Pembayaran pajak penghasilan-Rp52,49 juta
Aktivitas operasi(Rp678,45 juta)(Rp101,86 juta)
Aktivitas investasi--
Penambahan pinjaman pihak berelasiRp638,58 jutaRp448,90 juta
Aktivitas pendanaanRp638,58 jutaRp448,90 juta
Penurunan bersih kas dan bank(Rp39,87 juta)Rp347,04 juta
Kas dan bank akhir periodeRp24,53 jutaRp355,70 juta

Pinjaman Pihak Berelasi Rp638,58 Juta

Arus kas dari aktivitas pendanaan pada sembilan bulan 2026 berasal dari penambahan pinjaman pihak berelasi sebesar Rp638,58 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, tambahan pinjaman pihak berelasi tercatat Rp448,90 juta.

Setelah memperhitungkan arus kas operasi dan pendanaan, kas dan bank turun Rp39,87 juta selama sembilan bulan 2026. Saldo kas dan bank pada akhir periode menjadi Rp24,53 juta, dibandingkan Rp64,40 juta pada akhir 2025.

Baca Laporan Keuangan Emiten:

  1. MAHA Perluas Sinergi Bisnis, Suntik Modal Rp15,75 Miliar ke Mandiri Karya Maritim
  2. Laporan Keuangan Waskita Karya (WKST) 9 Bulan 2026: Pendapatan Naik, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
  3. Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026: Laba Naik 114,5% hingga September
  4. Laporan Keuangan AXIO Q3 2026: Pendapatan Tumbuh 24,21%, Laba Naik 73,66%
  5. Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
  6. Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun
  7. Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026
  8. Laporan Keuangan PTPP September 2026: Laba yang Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Meroket Jadi Rp259,97 Miliar

Ringkasan Kinerja September 2026

Indikator9M 2026 / Sep 20269M 2025 / Des 2025
PendapatanRp928,00 jutaRp1,28 miliar
Rugi bersihRp706,03 jutaRp172,62 juta
Rugi per sahamRp3,21Rp0,78
Total asetRp4,43 miliarRp4,29 miliar
Total liabilitasRp4,39 miliarRp3,54 miliar
Total ekuitasRp43,34 jutaRp749,37 juta
Kas dan bankRp24,53 jutaRp64,40 juta

PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mencatat pendapatan Rp928 juta hingga September 2026, turun 27,43% secara tahunan. Pada periode yang sama, rugi bersih meningkat menjadi Rp706,03 juta dari Rp172,62 juta. Per 30 September 2026, total aset tercatat Rp4,43 miliar, total liabilitas Rp4,39 miliar, dan ekuitas Rp43,34 juta.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham