Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun
JAKARTA, Mediasaham.com – Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba bersih (entitas induk) meroket 171% Jadi Rp 5,97 Triliun.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membuktikan ketangguhan operasionalnya dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2025, perusahaan berhasil mengoptimalkan seluruh lini bisnis untuk mencetak laba yang impresif bagi para pemangku kepentingan.
I. Laporan Laba Rugi: Penjualan dan Keuntungan Melonjak Tajam
ANTAM berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat, didorong oleh volume penjualan yang masif:
- Penjualan Bersih: Mencapai Rp72,02 triliun, melonjak 66,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp43,20 triliun.
- Laba Kotor: Tercatat sebesar Rp10,98 triliun, naik tajam 167,7% secara tahunan (YoY).
- Laba Bersih: ANTAM sukses membukukan laba periode berjalan sebesar Rp6,61 triliun, meningkat drastis 196,6% dari posisi Rp2,22 triliun pada September 2024.
- Earning Per Share (EPS): Laba bersih per saham melonjak menjadi Rp248,62 dari sebelumnya Rp91,60.
Poin Penting: Segmen Logam Mulia dan Pemurnian menyumbang kontribusi terbesar dengan nilai penjualan Rp58,90 triliun, membuktikan dominasi ANTAM di pasar emas domestik.
![]() |
| Laporan Keuangan ANTM Q3 2025, Laba Bersih Per Saham 248,62. Sumber data dari laporan keuangan perseroan yang diolah oleh Tim Mediasaham.com |
| Indikator (Dalam Jutaan Rupiah) |
30 Sept 2025 | 30 Sept 2024 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Penjualan Bersih | 72.028.124 | 43.201.125 | 66,73% |
| Beban Pokok Penjualan | (61.043.970) | (39.097.924) | 56,13% |
| Laba Kotor | 10.984.154 | 4.103.201 | 167,70% |
| Beban Usaha | (3.096.441) | (2.239.383) | 38,27% |
| Laba Usaha | 7.887.713 | 1.863.818 | 323,20% |
| Laba Bersih (Entitas Induk) | 5.974.579 | 2.201.262 | 171,41% |
Detail Segmen Operasi: Mengulas Performa Unit Bisnis
Manajemen Antam membagi operasionalnya ke dalam tiga segmen utama: Logam Mulia dan Pemurnian, Nikel, serta Bauksit dan Alumina. Berikut adalah analisis mendalam tiap segmen:
1. Segmen Logam Mulia dan Pemurnian (Emas & Perak)
Segmen ini tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar. [cite_start]Penjualan produk emas melonjak tajam dari Rp35,70 triliun pada Q3 2024 menjadi Rp58,67 triliun pada Q3 2025. Kenaikan ini didorong oleh volume penjualan yang kuat serta tren harga emas global yang terus menguat sebagai aset lindung nilai.
2. Segmen Nikel (Bijih Nikel & Feronikel)
Performa segmen nikel menunjukkan dinamika yang menarik. [cite_start]Penjualan Bijih Nikel tumbuh signifikan mencapai Rp9,52 triliun, naik tajam dari Rp3,50 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengompensasi penurunan penjualan Feronikel yang tercatat sebesar Rp1,62 triliun akibat fluktuasi harga nikel global yang menantang.
3. Segmen Bauksit dan Alumina
Unit bisnis Bauksit dan Alumina juga menunjukkan tren positif. [cite_start]Penjualan Alumina tercatat sebesar Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,11 triliun.Sementara itu, penjualan bijih bauksit mengalami lonjakan luar biasa dari hanya Rp48,4 miliar menjadi Rp588,5 miliar pada Q3 2025. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi hilirisasi dan penetapan pasar baru untuk bauksit.
II. Laporan Posisi Keuangan (Neraca): Struktur Modal Semakin Kokoh
Kesehatan finansial ANTAM tercermin dari pertumbuhan aset dan manajemen liabilitas yang terukur:
- Total Aset: Meningkat menjadi Rp48,07 triliun (naik dari Rp44,52 triliun pada akhir 2024).
- Aset Lancar: Terdapat kenaikan signifikan pada Kas dan Setara Kas yang mencapai Rp9,26 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dari posisi Desember 2024.
- Total Liabilitas: Tercatat sebesar Rp12,87 triliun, dengan adanya pinjaman bank jangka panjang baru senilai Rp2,90 triliun untuk mendukung rencana ekspansi.
- Ekuitas: Tumbuh menjadi Rp35,19 triliun, didorong oleh akumulasi Saldo Laba yang mencapai Rp16,82 triliun.
Poin Penting: Likuiditas perusahaan berada pada level yang sangat aman, memberikan fleksibilitas tinggi bagi manajemen untuk melakukan investasi strategis atau pembagian dividen.
III. Laporan Arus Kas dan Kinerja Operasional
Manajemen arus kas yang efisien menjadi kunci keberlanjutan bisnis ANTAM. Keberhasilan operasional tercermin dalam arus kas perusahaan. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat surplus Rp4,02 triliun, berbalik positif secara signifikan dari posisi defisit Rp172,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp9,26 triliun per 30 September 2025 memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mendanai proyek strategis tanpa ketergantungan tinggi pada utang eksternal.
Investasi Strategis: Perusahaan terus memperkuat posisi di sektor hilirisasi nikel, tercermin dari peningkatan nilai Investasi pada Entitas Asosiasi menjadi Rp8,74 triliun.
Kesimpulan untuk Investor
Kinerja ANTAM hingga September 2025 menunjukkan fundamental yang sangat solid. Lonjakan laba bersih hingga hampir tiga kali lipat dan posisi kas yang melimpah (Rp9,26 triliun) menjadi sinyal positif bahwa perusahaan mampu menavigasi volatilitas harga komoditas global dengan sangat baik. Bagi investor, efisiensi operasional dan pertumbuhan laba per saham (EPS) yang signifikan menjadikan saham ANTM memiliki daya tarik investasi yang kuat di sektor pertambangan saat ini.
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Interim PT Aneka Tambang Tbk per 30 September 2025.












.jpg)






