PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat perbaikan kinerja keuangan hingga 30 September 2026. Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian yang belum diaudit, pendapatan perseroan mencapai Rp5,10 triliun, naik sekitar 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba yang lebih signifikan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp513,08 miliar, meningkat sekitar 114,5% dibandingkan Rp239,14 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
![]() |
| Mining dumpt truck. Sumber foto Darma Henwa |
Kinerja Keuangan Darma Henwa hingga September 2026
Berikut ringkasan laporan laba rugi konsolidasian PT Darma Henwa Tbk untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 30 September 2025.
| Pos Keuangan | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp5,102 triliun | Rp4,650 triliun | +9,71% |
| Laba bruto | Rp1,035 triliun | Rp673,15 miliar | +53,72% |
| Laba sebelum pajak | Rp659,90 miliar | Rp333,02 miliar | +98,16% |
| Laba periode berjalan | Rp513,06 miliar | Rp239,17 miliar | +114,52% |
| Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp513,08 miliar | Rp239,14 miliar | +114,55% |
| Laba per saham dasar | Rp13,10 | Rp6,34 | +106,62% |
Pendapatan DEWA Naik 9,7%
Pendapatan Darma Henwa pada sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp5,102 triliun. Angka tersebut meningkat 9,71% dibandingkan pendapatan Rp4,650 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Kenaikan pendapatan menjadi salah satu penopang perbaikan kinerja perseroan. Namun, pertumbuhan laba tercatat jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan.
Laba Bruto Darma Henwa Tumbuh 53,7%
Laba bruto DEWA mencapai Rp1,035 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp673,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto meningkat sekitar 53,72%.
Margin laba bruto juga membaik. Berdasarkan angka laporan keuangan, margin laba bruto meningkat dari sekitar 14,48% pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi sekitar 20,28% pada periode yang sama 2026.
Artinya, peningkatan laba bruto jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik peningkatan laba bersih perseroan.
Laba Sebelum Pajak Hampir Naik Dua Kali Lipat
Laba sebelum pajak Darma Henwa mencapai Rp659,90 miliar pada sembilan bulan 2026. Angka tersebut meningkat 98,16% dari Rp333,02 miliar pada periode yang sama 2025.
Margin laba sebelum pajak meningkat dari sekitar 7,16% menjadi 12,93%. Perbaikan margin ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perseroan menghasilkan laba dari pendapatannya sebelum memperhitungkan pajak penghasilan.
Laba DEWA Naik 114,5%
Laba periode berjalan Darma Henwa mencapai Rp513,06 miliar hingga September 2026, naik 114,52% dibandingkan Rp239,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp513,08 miliar, dibandingkan Rp239,14 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhannya mencapai sekitar 114,55%.
Dengan demikian, pertumbuhan laba DEWA hingga September 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan yang sebesar 9,71%.
Faktor yang Mendorong Kinerja DEWA
Berdasarkan laporan keuangan, terdapat sejumlah perubahan penting pada struktur laba rugi Darma Henwa hingga September 2026.
1. Peningkatan laba bruto
Laba bruto meningkat dari Rp673,15 miliar menjadi Rp1,035 triliun. Kenaikan tersebut mencerminkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
2. Beban keuangan meningkat
Di sisi lain, beban keuangan meningkat menjadi Rp319,43 miliar dari Rp177,98 miliar pada periode yang sama 2025. Artinya, beban keuangan naik sekitar 79,48%.
Kenaikan beban keuangan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena dapat menekan laba apabila tren peningkatan biaya pendanaan berlanjut.
3. Beban umum dan administrasi meningkat
Beban umum dan administrasi mencapai Rp322,35 miliar, meningkat dari Rp181,71 miliar pada periode yang sama 2025.
4. Pos lain-lain memberikan kontribusi positif
Pos lain-lain bersih tercatat positif Rp260,20 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp19,86 miliar pada periode yang sama 2025. Perubahan ini turut berkontribusi terhadap peningkatan laba sebelum pajak.
Aset Darma Henwa Tumbuh 8,4%
Total aset DEWA per 30 September 2026 mencapai Rp18,137 triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8,38% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp16,735 triliun.
| Pos Neraca | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total aset | Rp18,137 triliun | Rp16,735 triliun | +8,38% |
| Total liabilitas | Rp9,867 triliun | Rp8,144 triliun | +21,16% |
| Total ekuitas | Rp8,270 triliun | Rp8,591 triliun | -3,74% |
| Kas dan setara kas | Rp744,93 miliar | Rp1,591 triliun | -53,17% |
Kas DEWA Turun 53,2%
Kas dan setara kas Darma Henwa per 30 September 2026 tercatat Rp744,93 miliar. Angka ini turun sekitar 53,17% dibandingkan Rp1,591 triliun pada akhir 2025.
Penurunan kas perlu menjadi perhatian ketika membaca kinerja perusahaan secara menyeluruh. Meskipun laba meningkat signifikan, posisi kas justru mengalami penurunan cukup besar dalam periode sembilan bulan.
Liabilitas Darma Henwa Naik 21,2%
Total liabilitas DEWA per 30 September 2026 mencapai Rp9,867 triliun, naik 21,16% dibandingkan Rp8,144 triliun pada akhir 2025.
Kenaikan liabilitas terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek. Total liabilitas lancar mencapai Rp5,073 triliun, meningkat 61,62% dari Rp3,139 triliun pada akhir 2025.
Salah satu perubahan terbesar berasal dari bagian pinjaman bank yang jatuh tempo dalam jangka pendek, yang meningkat menjadi Rp2,269 triliun dari Rp835,49 miliar.
Total Pinjaman Bank DEWA Naik 32,1%
Jika pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang digabungkan, total pinjaman bank Darma Henwa per 30 September 2026 mencapai sekitar Rp4,575 triliun.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 32,09% dibandingkan total pinjaman bank pada akhir 2025 yang sebesar Rp3,471 triliun.
| Pinjaman Bank | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 |
|---|---|---|
| Bagian lancar pinjaman bank | Rp2,269 triliun | Rp835,49 miliar |
| Pinjaman bank jangka panjang | Rp2,306 triliun | Rp2,636 triliun |
| Total pinjaman bank | Rp4,575 triliun | Rp3,471 triliun |
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun total pinjaman bank meningkat, komposisinya berubah cukup signifikan karena bagian pinjaman yang jatuh tempo dalam jangka pendek meningkat tajam.
Ekuitas DEWA Turun 3,7%
Total ekuitas Darma Henwa per 30 September 2026 tercatat Rp8,270 triliun, turun sekitar 3,74% dari Rp8,591 triliun pada akhir 2025.
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp8,255 triliun. Sementara itu, kepentingan nonpengendali sebesar Rp15,24 miliar.
Salah satu komponen yang berubah cukup besar adalah treasury shares. Saham treasuri tercatat negatif Rp951,71 miliar per 30 September 2026, dibandingkan negatif Rp160,29 miliar pada akhir 2025.
Laba Per Saham DEWA Naik
Laba per saham dasar Darma Henwa mencapai Rp13,10 per 1.000 saham pada sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat dari Rp6,34 per 1.000 saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan laba per saham sejalan dengan pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang mencapai sekitar 114,55%.
Kesimpulan Kinerja Darma Henwa 2026
Kinerja Darma Henwa hingga September 2026 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang cukup signifikan. Pendapatan tumbuh 9,71% menjadi Rp5,102 triliun, sementara laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 114,55% menjadi Rp513,08 miliar.
Margin laba bruto meningkat dari sekitar 14,48% menjadi 20,28%, sedangkan margin laba sebelum pajak naik dari sekitar 7,16% menjadi 12,93%.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan beberapa aspek neraca. Kas dan setara kas turun 53,17%, total liabilitas naik 21,16%, liabilitas lancar meningkat 61,62%, dan total pinjaman bank naik sekitar 32,09% dibandingkan akhir 2025.
Dengan demikian, peningkatan laba DEWA hingga September 2026 perlu dilihat bersamaan dengan perkembangan arus kas, utang, dan struktur permodalan perseroan sebelum investor mengambil keputusan investasi.
Baca:
- Transformasi 2.0 Darma Henwa (DEWA): Laba Naik 1000% & Proyek Emas
- Analisis Strategis Merger Moratelindo (MORA) dan MyRepublic (EMR): Panduan Lengkap bagi Investor
- MAHA Perluas Sinergi Bisnis, Suntik Modal Rp15,75 Miliar ke Mandiri Karya Maritim
- Laporan Keuangan Waskita Karya (WKST) 9 Bulan 2026: Pendapatan Naik, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
- Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026: Laba Naik 114,5% hingga September
FAQ Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026
Berapa pendapatan Darma Henwa hingga September 2026?
Pendapatan PT Darma Henwa Tbk mencapai Rp5,102 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik 9,71% dibandingkan Rp4,650 triliun pada periode yang sama 2025.
Berapa laba Darma Henwa hingga September 2026?
Laba periode berjalan DEWA mencapai Rp513,06 miliar. Sementara laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp513,08 miliar.
Berapa kenaikan laba DEWA pada 2026?
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sekitar 114,55% dibandingkan periode yang sama 2025.
Berapa total aset Darma Henwa pada September 2026?
Total aset DEWA per 30 September 2026 mencapai Rp18,137 triliun, meningkat sekitar 8,38% dibandingkan akhir 2025.
Berapa total utang bank Darma Henwa?
Total pinjaman bank, yang terdiri dari bagian lancar dan jangka panjang, mencapai sekitar Rp4,575 triliun per 30 September 2026.
Apakah kas Darma Henwa meningkat?
Tidak. Kas dan setara kas DEWA turun dari Rp1,591 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp744,93 miliar per 30 September 2026.
Berapa laba per saham DEWA?
Laba per saham dasar DEWA tercatat Rp13,10 per 1.000 saham pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan Rp6,34 pada periode yang sama 2025.
Sumber Data: Artikel ini menggunakan laporan keuangan interim konsolidasian PT Darma Henwa Tbk dan entitas anak per 30 September 2026 yang belum diaudit, termasuk data pembanding 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, serta laporan laba rugi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 30 September 2025.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments
Posting Komentar