IHSG Naik 0,94 Persen ke 5.328, Nilai Transaksi Saham Capai Rp17,72 Triliun

JAKARTA, Mediasaham.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 21 Oktober 2026. IHSG ditutup di level 5.328,360, naik 49,472 poin atau 0,94 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.278,888.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.328,360 dan terendah 5.185,360 sepanjang perdagangan.

Penguatan tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi saham yang mencapai Rp17,72 triliun. Total volume perdagangan saham tercatat sebanyak 32,85 miliar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,82 juta kali.

IDX Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

Nilai Transaksi Saham BEI Capai Rp17,72 Triliun

Aktivitas perdagangan saham di BEI pada 21 Oktober 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp17,723 triliun. Angka tersebut mencakup transaksi saham di pasar reguler, tunai, dan negosiasi sesuai cakupan statistik BEI.

Volume perdagangan mencapai 32,854 miliar saham, sedangkan frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.817.072 kali.

Jika dibandingkan dengan rata-rata harian sepanjang tahun berjalan, nilai transaksi pada hari tersebut masih berada di bawah rata-rata YTD sebesar Rp20,544 triliun. Volume perdagangan juga lebih rendah dibandingkan rata-rata harian sebesar 39,699 miliar saham.

Kapitalisasi Pasar BEI Tercatat Rp9.379 Triliun

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp9.379 triliun pada 21 Oktober 2026. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG yang telah disesuaikan dengan free float tercatat sebesar Rp2.309 triliun.

Kapitalisasi pasar menggambarkan nilai keseluruhan saham berdasarkan harga pasar dan jumlah saham yang menjadi dasar perhitungan. Perubahan harga saham dapat memengaruhi besaran kapitalisasi pasar dari waktu ke waktu.

Baca:

  1. Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026
  2. Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
  3. Laporan Keuangan Waskita Karya (WKST) 9 Bulan 2026: Pendapatan Naik, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
  4. Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026: Laba Naik 114,5% hingga September
  5. Asing Jual Bersih Rp3,19 Triliun di BEI, IHSG Anjlok 14,91% dan Saham Big Caps Tertekan

Investor Asing Catat Net Buy Rp12,49 Miliar

Aktivitas investor asing turut menjadi perhatian dalam perdagangan saham hari ini. Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatat pembelian bersih atau net buy sebesar Rp12,49 miliar pada perdagangan 21 Oktober 2026.

Namun, jika dilihat secara kumulatif sejak awal tahun, posisi investor asing masih mencatat penjualan bersih atau net sell sebesar Rp92,09 triliun.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa transaksi bersih investor asing dalam satu hari tidak selalu mencerminkan arah transaksi mereka secara kumulatif sepanjang tahun. Data harian dan data YTD perlu dibaca berdasarkan periodenya masing-masing.

BBCA Pimpin Nilai Transaksi Saham

Dari sisi nilai perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada 21 Oktober 2026. Nilai perdagangan BBCA tercatat sekitar Rp2,49 triliun, setara 14,05 persen dari total nilai transaksi saham.

Di posisi berikutnya terdapat saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi sekitar Rp1,40 triliun dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp1,21 triliun.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat nilai transaksi sekitar Rp802 miliar. Selanjutnya, SINI mencatat Rp617 miliar dan CARE sekitar Rp546 miliar.

Besarnya nilai transaksi menunjukkan tingginya nilai dana yang berpindah tangan pada saham-saham tersebut. Namun, nilai transaksi yang tinggi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa harga saham akan terus naik.

BBRI Menjadi Saham dengan Frekuensi Transaksi Tertinggi

Berdasarkan frekuensi transaksi, BBRI menempati posisi teratas dengan 73.550 transaksi atau sekitar 4,05 persen dari total frekuensi perdagangan saham.

BBCA berada di posisi kedua dengan 67.459 transaksi, diikuti BMRI sebanyak 54.365 transaksi. BUMI dan TLKM masing-masing mencatat 41.606 dan 41.028 transaksi.

Data frekuensi menggambarkan jumlah transaksi yang terjadi, bukan jumlah investor yang melakukan perdagangan. Satu investor dapat melakukan beberapa transaksi dalam satu hari.

Sektor Saham Bergerak Beragam

Penguatan IHSG tidak diikuti oleh seluruh sektor saham. Berdasarkan indeks sektoral BEI, sektor kesehatan mencatat kenaikan harian sebesar 3,35 persen, sedangkan sektor properti dan real estat menguat 1,77 persen.

Sektor infrastruktur naik 1,47 persen dan sektor barang konsumen nonprimer menguat 1,44 persen. Sektor keuangan naik 0,71 persen, sementara sektor teknologi justru terkoreksi 1,12 persen.

Perbedaan kinerja sektoral menunjukkan bahwa pergerakan saham pada hari tersebut berlangsung tidak merata. Kinerja IHSG merupakan hasil pergerakan saham-saham yang menjadi bagian dari indeks, sehingga penguatan indeks tidak berarti seluruh saham mengalami kenaikan.

Kesimpulan: IHSG Menguat di Tengah Net Sell Asing YTD

IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,360 pada perdagangan BEI, Rabu, 21 Oktober 2026. Nilai transaksi saham mencapai Rp17,72 triliun dengan volume 32,85 miliar saham.

Investor asing mencatat net buy Rp12,49 miliar pada hari tersebut. Namun, secara kumulatif sejak awal tahun, investor asing masih membukukan net sell Rp92,09 triliun.

BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, sedangkan BBRI memimpin berdasarkan frekuensi transaksi. Dari sisi sektoral, kesehatan menguat paling tinggi, sementara teknologi mengalami penurunan.

Sumber: Bursa Efek Indonesia, IDX Daily Statistics, 21 Oktober 2026.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham