JAKARTA — Aktivitas investor asing menjadi salah satu sorotan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Oktober 2026.
Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatat net sell Rp241,86 miliar atau sekitar US$13,48 juta pada perdagangan hari tersebut.
Tekanan jual investor asing berlangsung bersamaan dengan pelemahan IHSG sebesar 1,02 persen ke level 6.009,502.
| Ilustrasi IHSG Hari Ini. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun
Jika melihat kinerja secara year to date, aktivitas jual bersih investor asing tercatat jauh lebih besar.
BEI mencatat akumulasi net sell investor asing sebesar Rp81,28 triliun atau sekitar US$4,53 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sepanjang periode YTD yang tercantum dalam statistik BEI, nilai penjualan bersih investor asing masih lebih besar dibandingkan pembelian bersihnya.
Baca: Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor
IHSG Ditutup di Level 6.009
Pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup di level 6.009,502.
Indeks turun 61,636 poin atau 1,02 persen dari posisi sebelumnya di 6.071,138.
IHSG sempat bergerak pada level tertinggi 6.095,234 dan level terendah 5.973,163.
Nilai Transaksi Saham Rp11,05 Triliun
Di tengah tekanan indeks, aktivitas perdagangan saham tetap tinggi.
Total volume transaksi saham mencapai 32,038 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,052 triliun.
Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,571 juta kali.
Sebagai pembanding, rata-rata harian sepanjang tahun berjalan tercatat sebesar 38,919 miliar saham untuk volume dan Rp20,792 triliun untuk nilai transaksi.
Baca: Risiko Bermain Saham Online yang Wajib Diketahui Pemula
TLKM dan BBCA Jadi Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar
Dari daftar saham berdasarkan nilai perdagangan, TLKM mencatat nilai transaksi terbesar, yakni sekitar Rp749 miliar.
BBCA berada di posisi berikutnya dengan Rp737 miliar, kemudian BMRI Rp521 miliar dan BBRI Rp425 miliar.
DSSA, ASII, CUAN, BUMI, PTRO, dan GOTO juga masuk dalam daftar 10 saham dengan nilai transaksi terbesar.
BBRI Pimpin Frekuensi Transaksi
Jika dilihat berdasarkan frekuensi transaksi, BBRI menjadi saham dengan aktivitas tertinggi, mencapai 38.482 transaksi.
BUMI menyusul dengan 36.586 transaksi, sedangkan SMLE tercatat 31.336 transaksi.
TLKM mencatat 28.855 transaksi, CUAN 25.603 transaksi, EPAC 25.261 transaksi, dan BBCA 24.588 transaksi.
Baca: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
Saham GOTO Catat Volume Terbesar
GOTO menjadi saham dengan volume transaksi terbesar pada perdagangan 1 Oktober 2026.
Volume perdagangan GOTO mencapai 9,182 miliar saham, setara dengan 28,66 persen dari volume transaksi saham.
BUMI berada di posisi kedua dengan 1,971 miliar saham atau 6,15 persen.
Di bawahnya terdapat BNBR, WMPP, BTEK, COCO, BULL, EPAC, ELTY, dan CUAN.
Saham yang Menjadi Penekan IHSG
Dalam statistik BEI, GOTO menjadi saham dengan kontribusi penurunan IHSG terbesar pada hari tersebut.
GOTO tercatat turun 12,50 persen dan memberikan kontribusi penurunan IHSG sebesar 7,40 poin.
Sementara BBCA turun 1,23 persen dengan kontribusi -6,84 poin, BRMS turun 6,78 persen dengan kontribusi -6,68 poin, dan BBRI turun 1,27 persen dengan kontribusi -5,90 poin.
Baca: Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
Saham yang Menjadi Penopang IHSG
Di sisi lain, sejumlah saham memberikan kontribusi positif terhadap IHSG.
DSSA mencatat kenaikan 4,67 persen dengan kontribusi +4,77 poin terhadap IHSG.
CASA naik 4,72 persen dengan kontribusi +3,78 poin, VKTR naik 4,43 persen dengan kontribusi +1,87 poin, dan ENRG naik 4,44 persen dengan kontribusi +1,47 poin.
Kesimpulan
Investor asing mencatat net sell Rp241,86 miliar pada perdagangan BEI 1 Oktober 2026. Pada saat yang sama, IHSG turun 1,02 persen ke 6.009,502.
Aktivitas perdagangan tetap ramai dengan nilai transaksi saham Rp11,05 triliun. GOTO menjadi saham dengan volume terbesar, TLKM mencatat nilai transaksi terbesar, sedangkan BBRI memimpin dari sisi frekuensi transaksi.
Baca: Mengenal Reksa Dana: Jenis, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
Sumber data: Indonesia Stock Exchange (IDX), IDX Daily Statistics, Trading Day 177, Thursday, 01 October 2026
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
0 Comments
Posting Komentar