Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?

Obligasi negara dan sukuk negara merupakan instrumen surat berharga yang diterbitkan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara. Setiap seri memiliki karakteristik, nilai yang beredar, serta tanggal jatuh tempo yang berbeda.

Bagi investor, informasi mengenai daftar obligasi negara yang beredar penting untuk mengetahui jenis surat utang pemerintah, nilai nominal yang masih beredar hingga jadwal jatuh tempo masing-masing seri.

Total obligasi pemerintah jatuh tempo 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang digunakan dalam artikel ini, terdapat 21 seri obligasi negara dan sukuk yang tercatat akan jatuh tempo pada Oktober hingga Desember 2026.

Jika seluruh nilai yang beredar dari 21 seri tersebut dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp194,43 triliun.

Daftar Obligasi Negara dan Sukuk yang Jatuh Tempo 2026

Berikut daftar obligasi negara dan sukuk yang diurutkan berdasarkan tanggal jatuh tempo, mulai dari yang paling awal.

No Kode Nama Nilai Beredar Jatuh Tempo
1 SPN12261008 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12261008 Rp9,750 triliun 8 Oktober 2026
2 VR0047 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0047 Rp11,550 triliun 12 Oktober 2026
3 SPNS12102026 Surat Perbendaharaan Negara Syariah Seri SPNS12102026 Rp8,000 triliun 12 Oktober 2026
4 ORI024T3 Obligasi Negara Ritel Seri ORI024T3 Rp11,863 triliun 15 Oktober 2026
5 SPN01261017 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN01261017 Rp1,000 triliun 17 Oktober 2026
6 SPN03261021 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03261021 Rp1,000 triliun 21 Oktober 2026
7 SPNS24102026 Surat Perbendaharaan Negara Syariah Seri SPNS24102026 Rp0,600 triliun 24 Oktober 2026
8 VR0051 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0051 Rp5,718 triliun 26 Oktober 2026
9 SPN01261031 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN01261031 Rp2,050 triliun 31 Oktober 2026
10 SPN12261105 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12261105 Rp8,250 triliun 5 November 2026
11 PBS021 Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS021 Rp13,185 triliun 15 November 2026
12 VR0055 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0055 Rp4,370 triliun 16 November 2026
13 VR0059 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0059 Rp6,750 triliun 23 November 2026
14 SPNS23112026 Surat Perbendaharaan Negara Syariah Seri SPNS23112026 Rp18,050 triliun 23 November 2026
15 VR0066 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0066 Rp14,500 triliun 2 Desember 2026
16 SPN12261203 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12261203 Rp6,000 triliun 3 Desember 2026
17 VR0063 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0063 Rp25,743 triliun 14 Desember 2026
18 SPNS16122026 Surat Perbendaharaan Negara Syariah Seri SPNS16122026 Rp1,000 triliun 16 Desember 2026
19 SPN03261216 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03261216 Rp1,000 triliun 16 Desember 2026
20 VR0070 Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0070 Rp40,000 triliun 30 Desember 2026
21 SPN03261230 Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN03261230 Rp4,050 triliun 30 Desember 2026

Catatan: nilai pada tabel merupakan nilai yang beredar untuk masing-masing seri berdasarkan data dari BEI.

Baca:

  1. Apa Itu Trading? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Keuntungan dan Risikonya
  2. Apa Itu Saham? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya
  3. Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
  4. Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya
  5. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan 

Total Nilai Obligasi Negara yang Jatuh Tempo pada 2026

Dari 21 seri yang tercantum dalam data, total nilai surat utang dan sukuk negara yang jatuh tempo pada Oktober hingga Desember 2026 mencapai sekitar Rp194,43 triliun.

Jika dikelompokkan berdasarkan bulan jatuh tempo, rinciannya adalah sebagai berikut.

Bulan Jumlah Seri Total Nilai Beredar
Oktober 2026 9 seri Rp51,530 triliun
November 2026 5 seri Rp50,605 triliun
Desember 2026 7 seri Rp92,293 triliun
Total 21 seri Rp194,428 triliun

Angka tersebut merupakan hasil penjumlahan nilai beredar dari seluruh seri yang terdapat dalam data BEI yang digunakan dalam artikel ini.

Dengan nilai sekitar Rp92,293 triliun, Desember 2026 menjadi bulan dengan nilai jatuh tempo terbesar. Nilainya jauh lebih besar dibandingkan Oktober dan November.

Obligasi Negara Jatuh Tempo Oktober 2026

Pada Oktober 2026 terdapat sembilan seri obligasi negara dan sukuk yang mencapai jatuh tempo. Jika nilai seluruh seri tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar Rp51,530 triliun.

Seri pertama yang jatuh tempo adalah SPN12261008 pada 8 Oktober 2026 dengan nilai beredar Rp9,75 triliun.

Pada 12 Oktober terdapat dua instrumen yang jatuh tempo, yaitu VR0047 sebesar Rp11,55 triliun dan SPNS12102026 sebesar Rp8 triliun.

Selanjutnya, ORI024T3 jatuh tempo pada 15 Oktober dengan nilai Rp11,863 triliun.

Seri lainnya adalah SPN01261017 pada 17 Oktober, SPN03261021 pada 21 Oktober, SPNS24102026 pada 24 Oktober, VR0051 pada 26 Oktober, serta SPN01261031 pada 31 Oktober 2026.

Dengan demikian, Oktober memiliki jumlah seri jatuh tempo terbanyak kedua setelah Desember jika dibandingkan dengan periode dalam data tersebut.

Obligasi Negara Jatuh Tempo November 2026

Pada November 2026 terdapat lima seri yang jatuh tempo dengan total nilai beredar sekitar Rp50,605 triliun.

Seri pertama adalah SPN12261105 yang jatuh tempo pada 5 November 2026 dengan nilai Rp8,25 triliun.

Kemudian PBS021 jatuh tempo pada 15 November dengan nilai beredar Rp13,185 triliun.

Sehari berikutnya, VR0055 jatuh tempo dengan nilai Rp4,37 triliun.

Pada 23 November terdapat dua seri yang jatuh tempo, yaitu VR0059 dengan nilai Rp6,75 triliun dan SPNS23112026 dengan nilai Rp18,05 triliun.

SPNS23112026 menjadi seri dengan nilai beredar terbesar yang jatuh tempo pada November dalam daftar tersebut.

Obligasi Negara Jatuh Tempo Desember 2026

Desember menjadi bulan dengan nilai jatuh tempo terbesar dalam data yang digunakan.

Terdapat tujuh seri dengan total nilai beredar sekitar Rp92,293 triliun.

VR0066 menjadi salah satu seri yang jatuh tempo paling awal pada Desember, yaitu 2 Desember 2026 dengan nilai Rp14,5 triliun.

Sehari kemudian, SPN12261203 jatuh tempo dengan nilai Rp6 triliun.

Selanjutnya, VR0063 jatuh tempo pada 14 Desember dengan nilai Rp25,743 triliun.

Pada 16 Desember terdapat dua seri, yakni SPNS16122026 dan SPN03261216 yang masing-masing memiliki nilai beredar Rp1 triliun.

Pada 30 Desember, VR0070 jatuh tempo dengan nilai beredar Rp40 triliun. Pada tanggal yang sama, SPN03261230 juga jatuh tempo dengan nilai Rp4,05 triliun.

Besarnya nilai VR0070 membuat akhir Desember menjadi salah satu periode dengan nilai jatuh tempo terbesar dalam daftar ini.

Obligasi Negara dengan Nilai Beredar Terbesar

Jika seluruh seri diurutkan berdasarkan nilai yang beredar, VR0070 menjadi seri dengan nilai terbesar.

Berikut 10 seri dengan nilai beredar terbesar dalam daftar:

  1. VR0070 — Rp40 triliun
  2. VR0063 — Rp25,743 triliun
  3. SPNS23112026 — Rp18,05 triliun
  4. VR0066 — Rp14,5 triliun
  5. PBS021 — Rp13,185 triliun
  6. ORI024T3 — Rp11,863 triliun
  7. VR0047 — Rp11,55 triliun
  8. SPN12261008 — Rp9,75 triliun
  9. SPN12261105 — Rp8,25 triliun
  10. SPNS12102026 — Rp8 triliun

VR0070 sendiri memiliki nilai beredar Rp40 triliun atau menjadi instrumen dengan nilai terbesar di antara 21 seri dalam data.

Apa Itu Obligasi Negara?

Obligasi negara adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Melalui penerbitan surat utang, pemerintah memperoleh sumber pembiayaan yang kemudian digunakan untuk kebutuhan pembiayaan negara sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Obligasi negara memiliki berbagai seri dengan karakteristik berbeda. Perbedaan tersebut dapat mencakup tenor, tingkat kupon, mekanisme perdagangan, jenis investor, serta tanggal jatuh tempo.

Karena itu, investor perlu memperhatikan kode seri ketika mencari informasi mengenai suatu obligasi negara.

Apa Itu Sukuk Negara?

Sukuk negara merupakan surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.

Sukuk memiliki struktur yang berbeda dengan obligasi konvensional karena penerbitannya menggunakan prinsip syariah dan memiliki struktur aset dasar sesuai dengan ketentuan penerbitannya.

Dalam daftar tersebut terdapat beberapa seri sukuk negara, antara lain PBS021 serta beberapa seri SPNS.

PBS merupakan salah satu jenis seri Surat Berharga Syariah Negara, sedangkan SPNS merupakan Surat Perbendaharaan Negara Syariah.

Perbedaan SPN, SPNS, ORI dan VR

Investor yang baru mengenal pasar surat utang mungkin akan menemukan banyak kode berbeda ketika melihat daftar obligasi negara.

SPN merupakan singkatan dari Surat Perbendaharaan Negara. Instrumen ini termasuk surat utang negara dengan tenor pendek.

SPNS merupakan Surat Perbendaharaan Negara Syariah. Instrumen ini menggunakan prinsip syariah.

ORI merupakan Obligasi Negara Ritel. Sesuai namanya, ORI merupakan salah satu jenis obligasi negara yang ditujukan untuk investor ritel. Dalam daftar tersebut terdapat ORI024T3.

Sementara itu, kode VR digunakan pada seri Obligasi Negara Republik Indonesia dengan karakteristik variable rate, yaitu tingkat kupon yang bersifat mengambang sesuai ketentuan instrumennya.

Memahami kode tersebut membantu investor mengenali jenis surat berharga yang sedang dilihat.

Apa Arti Jatuh Tempo Obligasi?

Jatuh tempo adalah tanggal berakhirnya kewajiban berdasarkan ketentuan suatu surat utang.

Bagi investor yang memegang obligasi hingga jatuh tempo, tanggal tersebut menjadi informasi penting karena berkaitan dengan pembayaran kembali pokok sesuai ketentuan instrumen.

Jatuh tempo juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kewajiban pemerintah sebagai penerbit surat utang.

Karena itu, daftar obligasi yang akan jatuh tempo dapat digunakan sebagai salah satu informasi untuk melihat jadwal kewajiban pembayaran surat utang pemerintah.

Mengapa Investor Perlu Mengetahui Jatuh Tempo Obligasi Negara?

Informasi mengenai jatuh tempo obligasi negara tidak hanya berguna bagi investor yang telah memiliki surat utang.

Investor saham juga dapat memantau pasar surat utang karena pasar obligasi merupakan bagian penting dari pasar keuangan.

Bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio, pemahaman terhadap obligasi negara juga dapat membantu mengenali pilihan investasi selain saham.

Namun, investor perlu memeriksa prospektus, ketentuan penerbitan dan informasi resmi masing-masing seri sebelum mengambil keputusan investasi.

Nilai beredar juga tidak boleh disamakan dengan nilai seluruh utang pemerintah Indonesia. Angka yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan penjumlahan nilai dari 21 seri yang tercantum dalam data BEI yang digunakan, bukan keseluruhan utang pemerintah yang jatuh tempo sepanjang tahun 2026.

Kesimpulan

Daftar obligasi negara dan sukuk yang jatuh tempo pada Oktober hingga Desember 2026 menunjukkan terdapat 21 seri dengan total nilai beredar sekitar Rp194,43 triliun berdasarkan data yang digunakan.

Oktober mencatat sembilan seri dengan total nilai sekitar Rp51,530 triliun. November memiliki lima seri dengan total Rp50,605 triliun, sedangkan Desember memiliki tujuh seri dengan total Rp92,293 triliun.

Dengan demikian, Desember 2026 menjadi bulan dengan nilai jatuh tempo terbesar dalam daftar tersebut.

Seri dengan nilai beredar terbesar adalah VR0070 sebesar Rp40 triliun, disusul VR0063 sebesar Rp25,743 triliun dan SPNS23112026 sebesar Rp18,05 triliun.

Bagi investor, memahami kode seri, nilai beredar dan tanggal jatuh tempo dapat membantu mengenali karakteristik pasar surat utang pemerintah serta menjadi bagian dari pemahaman yang lebih luas mengenai pasar keuangan Indonesia.

Data bersumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham