Mediasaham.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 22 Oktober 2026. IHSG ditutup pada level 5.387,905, naik 59,545 poin atau 1,12% dibandingkan posisi sebelumnya di 5.328,360.
Meski indeks saham domestik menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell. Berdasarkan laporan IDX Daily Statistics tanggal 22 Oktober 2026, nilai net sell asing pada hari tersebut mencapai Rp1.486,59 miliar atau sekitar Rp1,49 triliun.
![]() |
| Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com |
IHSG Bergerak di Rentang 5.185 hingga 5.422
Dalam laporan perdagangan BEI, IHSG mencatatkan level tertinggi 5.422,587 dan level terendah 5.185,527. Indeks akhirnya ditutup pada 5.387,905, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya.
| Indikator | Data 22 Oktober 2026 |
|---|---|
| Penutupan IHSG sebelumnya | 5.328,360 |
| Penutupan IHSG hari ini | 5.387,905 |
| Perubahan IHSG | +59,545 poin |
| Persentase perubahan | +1,12% |
| Level tertinggi | 5.422,587 |
| Level terendah | 5.185,527 |
| Perubahan sepanjang tahun (YTD) | -37,69% |
Penguatan harian tersebut belum menghapus penurunan IHSG sepanjang tahun berjalan. Dalam laporan yang sama, perubahan IHSG secara year-to-date (YTD) tercatat minus 37,69%. Angka harian dan YTD menggambarkan dua periode pengukuran yang berbeda sehingga perlu dibaca secara terpisah.
Investor Asing Catat Net Sell Rp1,49 Triliun
Di tengah kenaikan IHSG, aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan jual. Data BEI mencatat net sell asing sebesar Rp1.486,59 miliar pada perdagangan 22 Oktober 2026.
Jika dikonversi menggunakan kurs referensi USD/IDR Bank Indonesia sebesar Rp18.047 yang tercantum dalam laporan BEI, nilai tersebut setara dengan sekitar US$82,37 juta. Nilai dalam dolar AS ini merupakan angka konversi yang dicantumkan dalam laporan statistik bursa.
Secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing juga masih mencatatkan net sell sebesar Rp93.580,02 miliar atau sekitar Rp93,58 triliun. Dalam satuan dolar AS, laporan BEI mencatat nilai YTD sebesar US$5.185,35 juta.
| Transaksi Investor Asing | Nilai |
|---|---|
| Net sell hari ini | Rp1.486,59 miliar |
| Net sell hari ini dalam dolar AS | US$82,37 juta |
| Net sell YTD | Rp93.580,02 miliar |
| Net sell YTD dalam dolar AS | US$5.185,35 juta |
Data tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG pada satu hari perdagangan tidak serta-merta berarti investor asing melakukan pembelian bersih. Pergerakan indeks dan transaksi bersih investor asing merupakan indikator berbeda yang perlu diperhatikan secara bersamaan.
Baca:
- Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026
- Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
- Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026: Laba Naik 114,5% hingga September
- Asing Jual Bersih Rp3,19 Triliun di BEI, IHSG Anjlok 14,91% dan Saham Big Caps Tertekan
- IHSG Menguat 1,12% ke 5.387,905, Investor Asing Net Sell Rp1,49 Triliun
Nilai Transaksi Saham Mencapai Rp16,19 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada 22 Oktober 2026 mencatat volume total 36.574.859.355 saham, nilai transaksi Rp16.185.019.738.100, serta frekuensi 2.080.344 kali. Angka ini merupakan rekapitulasi saham pada pasar reguler, tunai, dan negosiasi sebagaimana ditampilkan dalam statistik BEI.
Dalam ringkasan perdagangan, nilai transaksi saham tersebut setara dengan sekitar Rp16,19 triliun. Frekuensi yang mencapai lebih dari dua juta kali menunjukkan ramainya aktivitas transaksi selama sesi perdagangan, tetapi besarnya frekuensi saja tidak menentukan arah pergerakan harga setiap saham.
Indeks Lain Ikut Menguat
Sejumlah indeks utama lain juga mencatatkan kenaikan pada perdagangan yang sama. Indeks LQ45 naik 1,64%, IDX30 menguat 1,45%, IDX SMC Composite naik 1,20%, sedangkan IDX SMC Liquid meningkat 1,77%.
Indeks saham syariah JII tercatat naik 1,52% dan ISSI menguat 1,06%. Namun, perubahan YTD pada sejumlah indeks tersebut masih negatif berdasarkan laporan BEI.
Bagi investor, data IHSG, transaksi asing, nilai perdagangan, dan kinerja indeks lain dapat menjadi bahan evaluasi kondisi pasar. Informasi tersebut tidak dengan sendirinya menjadi rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Sumber Data: Artikel ini menggunakan laporan Bursa Efek Indonesia, IDX Daily Statistics, Kamis, 22 Oktober 2026.

0 Comments
Posting Komentar