MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Kamis (5/11/2026) dengan catatan gemilang. IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 110,49 poin atau naik 2,25% ke level 5.030,26.
![]() |
| Bursa Efek Indonesia/IDX |
Sepanjang sesi
perdagangan, pergerakan indeks terpantau sangat perkasa di zona hijau tanpa
menyentuh area merah sama sekali. IHSG sempatmencapai level tertinggi harian di
5.072,05 sebelum akhirnya ditutup di atas level psikologis 5.000.
Aktivitas perdagangan
di bursa terpantau marak dengan total volume mencapai 22,21 miliar saham dan
nilai transaksi menembus kisaran Rp 9,06 triliun hingga Rp 9,68 triliun.
Sebanyak 440 saham tercatat menguat, 178 saham melemah, dan 99 saham stagnan.
Seluruh Sektor Menghijau, Sektor Barang Baku & Teknologi Jadi Motor Utama
Penguatan IHSG hari
ini bersifat merata (bullish) dengan seluruh indeks sektoral parkir
di zona hijau. Sektor barang baku (basic materials) menjadi penopang
terbesar dengan lonjakan 3,78%, diikuti sektor perindustrian yang naik 2,81%,
serta sektor barang konsumen non-siklikal yang menguat 2,43%. Di sisi lain,
sektor teknologi juga mencatat dorongan kuat dengan kenaikan 4,60%.
Sejumlah saham top
gainers jajaran indeks LQ45 dan emiten banger memimpin jalannya
bursa:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Melesat memimpin LQ45 dengan kenaikan
15,76% ke level Rp 2.130.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Menguat 8,28%.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Naik 8,05%.
Selain itu, terdapat
enam saham yang sukses menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan
lonjakan harga 24% hingga 34%, di antaranya saham BAJA, BELL, MKNT, AGAR, YUPI,
dan AIMS.
Sebaliknya, jajaran top
losers LQ45 yang menekan pergerakan indeks di antaranya PT Barito Pacific
Tbk (BRPT) yang merosot 6,77%, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun
3,53%, serta PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melemah 3,21%.
Baca:
- IPO Saham ANDA Dibuka 5 November 2026, Tawarkan 1,67 Miliar Saham di Harga Rp158–Rp189
- Saham SMAR Bagi Dividen Interim Rp 1,4 Triliun dan Yield 7,75%, Cek Jadwal Lengkapnya!
- Foreign Sell TLKM Tembus Rp3,98 Triliun, Asing Net Sell Rp1,33 Triliun Selama 8 Hari
- BIKE Alih Bisnis Jadi Holding Energi & Data Center dan Siapkan Investasi Rp5,6 Triliun, Bagaimana Prospeknya?
- Suntik Dana Rp 16,94 Triliun dan Siapkan Dividen Tambahan, Saham ULTJ Terancam Dilusi 43,11%
Sentimen Global: Pemilu AS, Data Tenaga Kerja, hingga Anjloknya Harga Minyak
Kinerja pasar keuangan
domestik turut mendapat angin segar dari berbagai perkembangan sentimen global
yang menjadi sorotan pelaku pasar:
- Kekalahan Partai Republik di Pemilu Paruh
Waktu AS: Partai Demokrat
berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS dalam pemilu paruh waktu (midterm
elections). Kemenangan ini dipicu oleh gelombang kemarahan publik
terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, khususnya perang AS-Iran yang
memperburuk inflasi dan biaya hidup. Hasil ini diproyeksikan menciptakan
kebuntuan politik di Washington dalam dua tahun ke depan.
- Harga Minyak Ambruk Lebih dari 8%: Peralihan kekuasaan di Kongres AS membuat
investor menilai tekanan terhadap Trump untuk mengakhiri perang AS-Israel
melawan Iran semakin besar. Akibatnya, harga minyak mentah dunia anjlok
lebih dari 8% ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Minyak Brent
merosot 8,7% ke US$ 94,62 per barel, sementara WTI jatuh 8,3% ke US$ 88,12
per barel.
- Penyusutan Defisit Perdagangan & Data
Tenaga Kerja AS: Defisit
perdagangan AS menyusut tipis ke US$ 105 miliar pada September 2026
ditopang lonjakan ekspor 1,9% (tertinggi dalam 5 bulan). Sementara itu,
sektor swasta AS mencatat penambahan 86.000 tenaga kerja pada Oktober,
melampaui ekspektasi pasar dan menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di
tengah dinamika global.
Dari dalam negeri, fokus investor saat ini beralih mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 serta arah kebijakan stabilisasi pasar modal yang tengah digencarkan oleh otoritas.

0 Comments
Posting Komentar