Suntik Dana Rp 16,94 Triliun dan Siapkan Dividen Tambahan, Saham ULTJ Terancam Dilusi 43,11%

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (IDX: ULTJ) berencana menggelar aksi korporasi besar berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Emiten produsen susu olahan ini membidik dana segar maksimal sebesar Rp 16,94 triliun.

Susu Ultra Milk merupakan produl Ultrajaya (ULTJ). Adit Saputra/Mediasaham.com

Melalui aksi ini, ULTJ akan melepas sebanyak-banyaknya 7,88 miliar saham baru bernilai nominal Rp 50 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham.

Rasio rights issue yang disodorkan adalah 15.200 : 11.517, yang artinya setiap pemilik 15.200 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham berhak atas 11.517 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk menebus 1 saham baru.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi Perseroan, sekitar 86,01% dana hasil rights issue—atau senilai Rp 14,57 triliun—bakal dialokasikan untuk mengambil alih 100% modal ditempatkan dan disetor penuh PT Frisian Flag Indonesia (FFI) sebanyak 24.440 lembar saham melalui mekanisme penyertaan modal (inbreng).

Sedangkan sisa dana dari penyetoran tunai akan digunakan Perseroan sebagai modal kerja, termasuk pemenuhan beban bahan baku langsung, upah langsung, pemeliharaan dan perbaikan, hingga beban listrik.

Restrukturisasi Pemegang Saham & Masuknya Pengendali Baru

Aksi rights issue ini diiringi dengan skema pengalihan HMETD secara besar-besaran oleh keluarga pengendali lama ULTJ kepada calon pemegang saham baru:

  • Sabana Prawirawidjaja (SPW) selaku pemegang saham utama dan pengendali (menguasai 5,53 miliar saham atau 53,17%) akan mengalihkan seluruh hak HMETD-nya kepada FrieslandCampina International Holding B.V (FCIH).
  • PT Prawirawidjaja Prakarsa (PPP) yang memiliki 2,47 miliar saham (23,78%) berhak atas 1,87 miliar HMETD. PPP akan mengalihkan 1,14 miliar HMETD ke Blue Waves Group Ventures Pte Ltd (BWG), 388,14 juta HMETD ke FCIH, dan 338,83 juta HMETD ke Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).
  • Samudera Prawirawidjaja (SAP) (pemilik 375 juta saham) bersama pemegang saham individu lainnya seperti Suhendra Prawirawidjaja (SUP), Nila S (NIS), dan Lili Melati (LIM) juga akan mengalihkan seluruh HMETD mereka kepada FCIH.

Melalui skema transaksi ini, konsortium investor baru yakni FCIH, BWG, dan BWI akan mengeksekusi sebanyak 6,77 miliar HMETD yang setara dengan 100% saham disetor FFI.

Implikasinya, FCIH sebagai induk usaha Frisian Flag akan resmi menjadi pengendali baru ULTJ. Transaksi akuisisi ini tercatat mencapai 178,24% dari ekuitas Perseroan per 31 Juli 2026, sehingga tergolong sebagai transaksi material yang wajib memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Potensi Dilusi hingga 43,11% dan Rencana Dividen Tambahan

Manajemen ULTJ menilai pengambilalihan FFI merupakan langkah strategis untuk mempertemukan kapabilitas dua raksasa industri susu di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperluas portofolio produk, memperkuat kapabilitas operasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Perseroan telah menjadwalkan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham.

Bagi pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue ini, potensi dilusi kepemilikan saham tercatat maksimal sebesar 43,11%.

Selain meminta izin rights issue dan akuisisi, RUPSLB tersebut juga akan membahas perubahan susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, serta meminta persetujuan penggunaan sebagian saldo laba ditahan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final.

Baca:

  1. Terseret Isu Manipulasi Indeks MSCI, Barito Renewables (BREN) Buka Suara dan Bantah Tudingan Pompa Saham
  2. Market Cap BBCA Anjlok Rp385 Triliun, Nilai Saham Djarum Turun Rp211 Triliun
  3.  Foreign Sell TLKM Tembus Rp3,98 Triliun, Asing Net Sell Rp1,33 Triliun Selama 8 Hari
  4. Lahan Industri Laris Manis Diserbu Investor Tiongkok, Pendapatan KIJA Meroket di Kuartal III
  5. Pimpin Pasar Cat Nasional, Avian Brands (AVIA) Amankan Penetapan KPPU Demi Jaga Jaringan Distribusi

Rangkuman Utama Aksi Korporasi (Right Issue ULTJ)

  • Jumlah Saham Baru: Maksimal 7.878.669.985 lembar saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham.
  • Harga Pelaksanaan: Rp2.150 per saham.
  • Rasio HMETD: 15.200 : 11.517 (Setiap pemilik 15.200 saham lama berhak atas 11.517 HMETD, di mana 1 HMETD dapat menebus 1 saham baru).
  • RUPSLB: Dijadwalkan pada 6 November 2026.
  • Potensi Dilusi: Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi HMETD miliknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan saham maksimum sebesar 43,11%.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham