MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor emas (kode HS 7108) Indonesia sepanjang bulan September 2026 mencapai 442,7 kilogram (kg) dengan total nilai transaksi mencapai US$ 55,3 juta (setara Rp 1,003 triliun berdasarkan kurs tengah BI Rp 18.138/US$ tanggal 2 November 2026).
![]() |
| Emas batangan berat 1 kg yang dijual di pasaran. Steve Bidmead / Pixabay |
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa asal negara pengimpor emas ke Indonesia cenderung bervariasi setiap bulannya. Khusus pada September 2026, wilayah Asia Timur, yakni Hong Kong, tampil sebagai pemasok emas terbesar bagi Indonesia.
“Hong Kong nilainya mencapai US$ 22,44 juta [Rp 407,01 miliar] dengan total volume mencapai 160 kilogram,” ujar Ateng dalam rilis resmi BPS, Senin (2/11/2026).
Selain Hong Kong, Indonesia juga mengimpor emas dari Uni Emirat Arab (UEA) dengan volume 101 kg bernilai US$ 14,55 juta (setara Rp 263,90 miliar). Pemasok terbesar berikutnya adalah Jepang dengan pengiriman 67,87 kg senilai US$ 6,77 juta (setara Rp 122,79 miliar).
Kinerja Impor Nasional Naik 18,41% yoy
Secara keseluruhan, BPS melaporkan total nilai impor Indonesia pada September 2026 mencapai US$ 24,23 miliar (setara Rp 439,48 triliun). Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 18,41% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh lonjakan impor non-migas dengan andil pertumbuhan mencapai 15,33%,” kata Ateng.
Meski tumbuh secara tahunan, realisasi pertumbuhan impor ini sedikit berada di bawah konsensus proyeksi para analis yang sebelumnya memperkirakan kenaikan impor hingga 21% yoy.
Secara rinci, komponen impor Indonesia pada September 2026 terdiri dari:
- Impor Migas: US$ 3,27 miliar (setara Rp 59,31 triliun), melonjak 23,94% yoy dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar US$ 2,64 miliar (setara Rp 47,88 triliun).
- Impor Non-Migas: US$ 20,96 miliar (setara Rp 380,17 triliun), tumbuh 17,59% secara yoy.
- Kuasai 44,55% Pangsa Pasar, China, AS, dan India Jadi Mesin Utama Ekspor Non-Migas RI hingga Kuartal III-2026
- IHSG Awal November Menguat 0,79% ke Level 5.096 dan Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp112,47 miliar
- Kredit BCA Tembus Rp1.039 Triliun, NPL Naik: Bagaimana Kualitas Kredit BBCA?
- Sektor Teknologi Melemah dan Minyak Anjlok 8%, Bursa Asia Diprediksi Terkoreksi
- Binance Diretas US$6 Miliar, Korut Buka Suara Bantah Tudingan FBI
Ringkasan Konversi Nilai Impor (Kurs BI Rp 18.138/US$)
| Komoditas / Sektor | Nilai (US$) | Nilai (Rupiah) | Volume |
|---|---|---|---|
| Total Impor Emas (HS 7108) | US$ 55,30 juta | Rp 1.003,03 miliar (Rp 1,003 triliun) |
442,70 kg |
| Impor Emas dari Hong Kong | US$ 22,44 juta | Rp 407,01 miliar | 160,00 kg |
| Impor Emas dari UEA | US$ 14,55 juta | Rp 263,90 miliar | 101,00 kg |
| Impor Emas dari Jepang | US$ 6,77 juta | Rp 122,79 miliar | 67,87 kg |
| Total Impor Nasional | US$ 24,23 miliar | Rp 439,48 triliun | — |
| Impor Migas | US$ 3,27 miliar | Rp 59,31 triliun | — |
| Impor Non-Migas | US$ 20,96 miliar | Rp 380,17 triliun | — |

0 Comments
Posting Komentar