Sengit! Broker AS Saling Sikut Berburu Saham IPO Anthropic untuk Nasabah Ritel

MEDIASAHAM.COM — Persaingan antar-perusahaan sekuritas ritel semakin memanas dalam memperebutkan alokasi saham initial public offering (IPO) dari raksasa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Anthropic PBC. Robinhood Markets Inc. menjadi salah satu broker yang berada di barisan depan untuk memperjuangkan porsi saham yang lebih besar bagi para investor ritel.

Anthropic

Melansir dari Bloomberg, Chief Financial Officer (CFO) Robinhood, Shiv Verma, mengungkapkan bahwa pihaknya menampung seluruh permintaan jatah saham IPO dari para nasabah ritel untuk kemudian diteruskan kepada perusahaan yang akan melantai di bursa serta penjamin emisi (underwriter).

Dalam pembaruan prospektus IPO pada Senin lalu, Anthropic—perusahaan pengembang chatbot Claude—memasukkan nama Robinhood sebagai salah satu pialang yang akan menawarkan sahamnya kepada investor ritel.

"Ini adalah pertarungan sengit di lapangan (food fight). Jadi kami akan biarkan besarnya permintaan dari nasabah kami yang berbicara, lalu membiarkan perusahaan menentukan alokasinya," ujar Verma dalam wawancara bersama Bloomberg Television pada Senin (3/11).

Daya Tawar Investor Ritel di Pasar Saham

Verma menegaskan bahwa investor ritel kini bukan lagi pemain pelengkap, melainkan kekuatan utama di pasar modal yang berkontribusi sekitar 20% hingga 25% dari total transaksi pasar saham. Oleh karena itu, ia mendesak perusahaan yang akan melantai di bursa untuk memberikan porsi alokasi yang lebih layak.

Persaingan ketat antar-broker ritel untuk mengamankan jatah IPO bukan pertama kali terjadi. Pada aksi korporasi SpaceX Juni lalu, Robinhood bersama pesaingnya seperti Charles Schwab Corp., Fidelity Investments, SoFi Technologies Inc., dan ETrade (Morgan Stanley) juga saling berburu alokasi saham agar nasabah ritel mereka tidak tertinggal dari investor institusi.

Baca:

Saat SpaceX go public, perusahaan milik Elon Musk tersebut mengalokasikan sekitar 15% hingga 20% sahamnya untuk investor ritel. Sebagai perbandingan, Robinhood sendiri menyisihkan 20% sahamnya khusus untuk investor ritel saat menggelar IPO beberapa tahun lalu.

"Hal yang ingin kami pastikan adalah agar perusahaan-perusahaan memahami bahwa investor ritel ada di sini dan menjadi kekuatan yang permanen. Mengingat mereka menguasai 20% hingga 25% pasar saham, mereka selayaknya dipertimbangkan untuk mendapat alokasi yang besar," tegas Verma.

Prospek IPO Raksasa Anthropic

Anthropic sebelumnya telah resmi mendaftarkan berkas IPO pada 26 Oktober lalu dan dijadwalkan melantai di bursa sebelum libur Thanksgiving di AS pada akhir bulan ini. Mega-IPO ini diprediksi menjadi salah satu yang terbesar tahun ini.

Dalam dokumen pendaftaran terbarunya, pengembang AI bersaing ketat dengan OpenAI ini juga mengungkapkan rencana investasi fantastis, dengan komitmen belanja modal (capital expenditure) mencapai lebih dari US$ 895 miliar  (16,25 kuadriliun rupiah) untuk beberapa tahun ke depan.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham