Mediasaham.com — PT Haloni Jane Tbk (HALO) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp20,52 miliar pada sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Capaian tersebut melonjak 160,18% dibandingkan laba Rp7,88 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Pertumbuhan laba tersebut terjadi meski penjualan perusahaan hanya meningkat tipis. Perbaikan terutama ditopang oleh penurunan beban pokok penjualan serta berkurangnya beban lainnya.
![]() |
| Salah satu produk PT Haloni Jane Tbk. Sumber foto: halonijane.co.id |
Penjualan HALO Naik Tipis 0,45%
HALO mencatat penjualan sebesar Rp158,71 miliar hingga September 2026. Angka tersebut naik tipis 0,45% dibandingkan penjualan Rp157,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban pokok penjualan turun cukup signifikan menjadi Rp119,23 miliar dari Rp133,60 miliar.
Penurunan beban pokok penjualan sebesar 10,76% tersebut membuat laba bruto HALO meningkat menjadi Rp39,48 miliar, dibandingkan Rp24,39 miliar pada sembilan bulan 2025.
Dengan demikian, laba bruto perusahaan tumbuh sekitar 61,86%.
| Pos | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Penjualan | Rp158,71 miliar | Rp157,99 miliar | +0,45% |
| Beban pokok penjualan | Rp119,23 miliar | Rp133,60 miliar | -10,76% |
| Laba bruto | Rp39,48 miliar | Rp24,39 miliar | +61,86% |
Laba Usaha HALO Naik 109,73%
Kinerja operasional HALO juga membaik sepanjang sembilan bulan 2026.
Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp15,44 miliar dari Rp12,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau naik sekitar 19,38%.
Meski demikian, kenaikan beban operasional tersebut masih dapat diimbangi oleh pertumbuhan laba bruto.
HALO mencatat laba usaha Rp24,04 miliar hingga September 2026, meningkat 109,73% dibandingkan laba usaha Rp11,46 miliar pada sembilan bulan 2025.
Margin laba usaha juga meningkat dari sekitar 7,26% menjadi 15,15% terhadap penjualan.
Laba Sebelum Pajak Melonjak 163,83%
Selain pertumbuhan laba usaha, kinerja HALO mendapat dukungan dari pendapatan lainnya yang meningkat signifikan.
Pendapatan lainnya tercatat Rp3,16 miliar, naik dari Rp743,48 juta pada periode yang sama 2025.
Sementara itu, beban lainnya turun tajam menjadi Rp133,55 juta dari Rp1,95 miliar.
Kombinasi tersebut mendorong laba sebelum pajak HALO mencapai Rp27,07 miliar, naik 163,83% dari Rp10,26 miliar pada sembilan bulan 2025.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp6,55 miliar, HALO membukukan laba periode berjalan Rp20,52 miliar.
| Pos | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Laba usaha | Rp24,04 miliar | Rp11,46 miliar | +109,73% |
| Laba sebelum pajak | Rp27,07 miliar | Rp10,26 miliar | +163,83% |
| Laba periode berjalan | Rp20,52 miliar | Rp7,88 miliar | +160,18% |
Margin Laba Bersih HALO Naik Menjadi 12,93%
Peningkatan laba yang jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan penjualan membuat profitabilitas HALO mengalami perbaikan.
Margin laba bruto meningkat dari sekitar 15,44% pada sembilan bulan 2025 menjadi 24,88% pada periode yang sama 2026.
Margin laba usaha naik dari 7,26% menjadi 15,15%. Sementara margin laba bersih meningkat dari sekitar 4,99% menjadi 12,93%.
Artinya, dari setiap Rp100 penjualan yang dibukukan HALO hingga September 2026, sekitar Rp12,93 menjadi laba bersih, dibandingkan sekitar Rp4,99 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Total Aset HALO Tumbuh 12,55%
Dari sisi neraca, total aset HALO per 30 September 2026 mencapai Rp335,87 miliar. Angka tersebut meningkat 12,55% dibandingkan Rp298,43 miliar pada 31 Desember 2025.
Aset lancar menjadi pendorong utama pertumbuhan. Nilainya mencapai Rp210,71 miliar, naik 24,51% dari Rp169,23 miliar pada akhir 2025.
Kas dan bank meningkat signifikan menjadi Rp58,05 miliar dari Rp29,96 miliar. Dengan demikian, kas perusahaan bertambah sekitar 93,76% dalam sembilan bulan.
Persediaan juga meningkat menjadi Rp94,33 miliar dari Rp82,42 miliar, atau tumbuh sekitar 14,46%.
Sementara itu, aset tidak lancar turun menjadi Rp125,16 miliar dari Rp129,20 miliar.
Liabilitas HALO Turun 7,25%
Total liabilitas HALO pada akhir September 2026 tercatat Rp78,40 miliar, turun 7,25% dibandingkan Rp84,53 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp37,64 miliar dari Rp43,61 miliar. Penurunan antara lain berasal dari utang usaha pihak berelasi dan pihak ketiga.
Utang usaha pihak berelasi turun dari Rp12,69 miliar menjadi Rp6,07 miliar, sedangkan utang usaha pihak ketiga turun dari Rp12,06 miliar menjadi Rp8,03 miliar.
Liabilitas jangka panjang juga turun tipis menjadi Rp40,76 miliar dari Rp40,92 miliar.
| Posisi Keuangan | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Total aset | Rp335,87 miliar | Rp298,43 miliar | +12,55% |
| Liabilitas jangka pendek | Rp37,64 miliar | Rp43,61 miliar | -13,69% |
| Liabilitas jangka panjang | Rp40,76 miliar | Rp40,92 miliar | -0,39% |
| Total liabilitas | Rp78,40 miliar | Rp84,53 miliar | -7,25% |
| Total ekuitas | Rp257,47 miliar | Rp213,90 miliar | +20,37% |
Ekuitas HALO Naik 20,37%
Total ekuitas HALO meningkat menjadi Rp257,47 miliar per 30 September 2026 dari Rp213,90 miliar pada akhir 2025.
Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan modal saham dan tambahan modal disetor.
Modal saham tercatat Rp60,79 miliar, naik dari Rp59,25 miliar. Tambahan modal disetor juga meningkat menjadi Rp158,44 miliar dari Rp136,93 miliar.
Defisit perusahaan menyempit menjadi Rp15,15 miliar dari Rp35,67 miliar pada akhir 2025.
Surplus revaluasi bersih tetap sebesar Rp53,38 miliar.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- MAHA Perluas Sinergi Bisnis, Suntik Modal Rp15,75 Miliar ke Mandiri Karya Maritim
- Laporan Keuangan Waskita Karya (WKST) 9 Bulan 2026: Pendapatan Naik, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
- Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026: Laba Naik 114,5% hingga September
- Laporan Keuangan AXIO Q3 2026: Pendapatan Tumbuh 24,21%, Laba Naik 73,66%
- Laporan Keuangan BPFI Q3 2026: Laba Bersih Melonjak 88%
- Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 15,57% Menjadi Rp2,51 Triliun
- Artha Mahiya Investama (AIMS) Rugi Rp706 Juta hingga September 2026
- Laporan Keuangan PTPP September 2026: Laba yang Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Meroket Jadi Rp259,97 Miliar
- Laporan Keuangan PJAA September 2026: Laba Bersih Anjlok 56,5% Jadi Rp25,3 Miliar
- Laba Haloni Jane Tbk (HALO) Melejit 160% Per September 2026
Arus Kas Operasi HALO Tetap Positif
HALO membukukan kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp9,22 miliar hingga September 2026. Nilai tersebut turun 7,44% dibandingkan Rp9,96 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Penerimaan dari pelanggan meningkat menjadi Rp166,46 miliar dari Rp157,29 miliar.
Pembayaran kepada pemasok turun tipis menjadi Rp120,55 miliar dari Rp121,01 miliar. Sementara pembayaran kepada karyawan meningkat menjadi Rp24,43 miliar dari Rp23,46 miliar.
Pembayaran pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp6,93 miliar dari Rp2,88 miliar.
Arus Kas Investasi Masih Negatif
Aktivitas investasi HALO menggunakan kas bersih Rp3,97 miliar hingga September 2026, dibandingkan Rp2,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan menerima Rp80 juta dari penjualan aset tetap, tetapi mengeluarkan Rp4,05 miliar untuk memperoleh aset tetap.
Selain itu, HALO mengeluarkan Rp571 juta untuk perolehan aset takberwujud.
Arus Kas Pendanaan Berbalik Positif
Perubahan terbesar terlihat pada aktivitas pendanaan. HALO mencatat kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp22,84 miliar, berbalik positif dari penggunaan kas Rp1,07 miliar pada sembilan bulan 2025.
Arus kas pendanaan terutama berasal dari kenaikan tambahan modal disetor melalui pelaksanaan waran sebesar Rp21,51 miliar dan kenaikan modal saham melalui pelaksanaan waran sebesar Rp1,54 miliar.
Di sisi lain, perusahaan membayar utang pembiayaan konsumen sebesar Rp208,66 juta.
Kas dan Bank HALO Naik 93,76%
Secara keseluruhan, HALO mencatat kenaikan kas dan bank sebesar Rp28,09 miliar sepanjang sembilan bulan 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, kas dan bank hanya meningkat Rp6,03 miliar.
Dengan posisi kas dan bank awal periode Rp29,96 miliar, saldo kas dan bank HALO per 30 September 2026 mencapai Rp58,05 miliar.
Ringkasan Kinerja HALO September 2026
Kinerja PT Haloni Jane Tbk hingga September 2026 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan. Penjualan hanya tumbuh 0,45%, tetapi laba bruto naik 61,86%, laba usaha meningkat 109,73%, dan laba bersih melonjak 160,18% menjadi Rp20,52 miliar.
Dari sisi neraca, total aset tumbuh 12,55% menjadi Rp335,87 miliar, sementara total liabilitas turun 7,25% menjadi Rp78,40 miliar. Ekuitas meningkat 20,37% menjadi Rp257,47 miliar.
Arus kas operasi tetap positif Rp9,22 miliar, sedangkan aktivitas pendanaan memberikan tambahan kas Rp22,84 miliar. Kondisi tersebut turut mendorong kas dan bank perusahaan meningkat menjadi Rp58,05 miliar pada akhir September 2026.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments
Posting Komentar