ICBP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, EPS Diproyeksikan Naik Jadi Rp321

JAKARTA, Mediasaham.com – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyiapkan dana maksimal Rp750 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 26 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Rencana buyback ICBP disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan di Jakarta pada 23 Oktober 2026. Pembelian kembali saham tersebut dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan.

Selain itu, rencana tersebut mengacu pada Surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tanggal 9 September 2026 mengenai Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan.

Indomilk salah satu produk yang dijual oleh Indofood CBP Sukses Makmur. Dok/ICBP

ICBP Siapkan Dana Buyback Rp750 Miliar

Dalam keterbukaan informasi, ICBP menyatakan akan menggunakan dana yang berasal dari kas internal perseroan untuk melaksanakan rencana pembelian kembali saham.

Nilai maksimum dana yang disiapkan mencapai Rp750.000.000.000 atau Rp750 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan dan biaya lainnya yang terkait dengan rencana buyback.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak lebih dari 20% dari modal disetor perseroan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan free float yang berlaku.

Dengan demikian, nilai Rp750 miliar merupakan batas maksimum dana yang disiapkan ICBP untuk aksi korporasi tersebut, sedangkan realisasi pembelian saham dapat bergantung pada kondisi perdagangan selama periode buyback.

Jadwal Buyback Saham ICBP

ICBP menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia mengenai rencana pembelian kembali saham pada 23 Oktober 2026.

Sementara itu, periode pelaksanaan pembelian kembali saham melalui Bursa ditetapkan mulai 26 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026.

Keterangan Tanggal
Penyampaian keterbukaan informasi kepada OJK dan BEI 23 Oktober 2026
Periode pelaksanaan buyback 26 Oktober–31 Desember 2026

Rencana pembelian kembali saham ICBP akan berakhir apabila periode pelaksanaan telah berakhir atau jumlah maksimum pembelian sebesar Rp750 miliar telah tercapai, mana yang terjadi lebih dahulu.

Buyback ICBP Dilaksanakan Melalui Bursa

ICBP akan melaksanakan pembelian kembali saham melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Perseroan akan menunjuk satu anggota Bursa untuk melaksanakan transaksi buyback tersebut.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan menyatakan bahwa volume transaksi pelaksanaan rencana pembelian kembali saham dalam satu hari bursa tidak dibatasi.

Sementara itu, pembelian saham akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku.

Total Aset ICBP Secara Proforma Menjadi Rp143,24 Triliun

Penggunaan kas internal untuk buyback akan memberikan dampak terhadap posisi aset dan ekuitas ICBP. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp143.985.924 juta.

Dengan asumsi penggunaan dana maksimal Rp750 miliar untuk pembelian kembali saham, total aset ICBP secara proforma menjadi Rp143.235.924 juta.

Sementara itu, total ekuitas yang sebelumnya sebesar Rp75.272.636 juta secara proforma menjadi Rp74.522.636 juta.

Uraian Sebelum Buyback Dampak Setelah Buyback
Total Aset Rp143.985.924 juta (Rp750.000 juta) Rp143.235.924 juta
Total Ekuitas Rp75.272.636 juta (Rp750.000 juta) Rp74.522.636 juta
Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Rp3.702.564 juta - Rp3.702.564 juta
Laba Bersih per Lembar Saham Rp317 Rp4 Rp321

EPS ICBP Diproyeksikan Naik dari Rp317 Menjadi Rp321

Salah satu dampak dari rencana buyback ICBP adalah peningkatan laba bersih per lembar saham atau earnings per share (EPS) secara proforma.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp3.702.564 juta.

Dalam skenario pembelian kembali saham dengan nilai maksimum Rp750 miliar, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tidak berubah dan tetap sebesar Rp3.702.564 juta.

Namun, akibat berkurangnya jumlah saham yang beredar setelah pembelian kembali, laba bersih per saham secara proforma meningkat dari Rp317 menjadi Rp321 per saham.

Dengan demikian, berdasarkan perhitungan proforma yang disampaikan perseroan, terdapat peningkatan EPS sebesar Rp4 per saham.

Perseroan mencatat biaya transaksi, biaya perantara perdagangan dan biaya lainnya tidak dimasukkan dalam perhitungan proforma karena tidak berdampak signifikan terhadap laba perseroan.

ICBP Tidak Memperkirakan Pendapatan Menurun

Manajemen ICBP menyatakan pelaksanaan rencana pembelian kembali saham tidak akan menyebabkan penurunan pendapatan perseroan ataupun memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha.

Perseroan juga menyatakan telah memiliki tingkat permodalan dan arus kas yang memadai untuk mendukung inisiatif serta kegiatan usaha.

Dalam analisis manajemen, pelaksanaan buyback akan menyebabkan pengalihan aset yang sebelumnya berupa kas menjadi saham treasuri. Meski demikian, aksi tersebut diperkirakan tidak berdampak negatif terhadap posisi keuangan perseroan.

Buyback ICBP di Tengah Dinamika Pasar Saham

Rencana buyback ICBP menjadi salah satu aksi korporasi emiten yang berlangsung menjelang akhir 2026. Sebelumnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimum Rp750 miliar.

Baca juga: Indofood Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026

Selain INDF dan ICBP, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) juga menyiapkan aksi buyback dengan nilai maksimum Rp750 miliar. Rencana buyback LSIP juga dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Ketiga aksi korporasi tersebut berlangsung di tengah dinamika perdagangan saham domestik. Pada periode 19–23 Oktober 2026, IHSG menguat 4,90 persen dan naik ke level 5.439.

Namun, aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan jual. Net sell asing di BEI mencapai Rp6,67 triliun selama periode 19–23 Oktober 2026.

Tekanan jual asing juga sebelumnya tercermin pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Asing tercatat melakukan jual bersih Rp3,19 triliun di BEI, sementara IHSG mengalami tekanan dan sejumlah saham big caps ikut tertekan.

Investor Perlu Mencermati Realisasi Buyback

Rencana pembelian kembali saham tidak secara otomatis berarti seluruh dana maksimal Rp750 miliar akan direalisasikan. Nilai tersebut merupakan batas maksimum yang disiapkan perseroan.

Oleh karena itu, investor perlu memantau realisasi transaksi selama periode buyback, termasuk jumlah saham yang telah dibeli kembali dan nilai transaksi yang telah digunakan.

Selain aksi korporasi, perkembangan harga saham ICBP juga akan dipengaruhi kondisi pasar, kinerja keuangan perseroan, sentimen investor serta perkembangan industri makanan dan minuman.

Pergerakan saham di BEI sendiri menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup besar antar emiten. Pada perdagangan sepekan, TRUK menjadi salah satu top gainer dengan kenaikan 87,11 persen, sedangkan ALDO tercatat sebagai salah satu top loser dengan penurunan 29,92 persen.

Pembatasan Transaksi Saham ICBP

Dalam periode pelaksanaan buyback, terdapat sejumlah pihak yang dilarang melakukan transaksi atas saham perseroan.

Pihak tersebut meliputi komisaris, direktur, pegawai dan pemegang saham utama perseroan. Larangan juga berlaku bagi orang perseorangan yang karena kedudukan, profesi atau hubungan usaha dengan perseroan memungkinkan memperoleh informasi orang dalam.

Pihak yang dalam enam bulan terakhir tidak lagi menjadi pihak sebagaimana dimaksud dalam kategori tersebut juga dilarang melakukan transaksi atas saham perseroan selama periode buyback atau pada hari yang sama dengan penjualan saham hasil pelaksanaan buyback melalui Bursa.

Buyback ICBP Berakhir Jika Rp750 Miliar Tercapai

Pelaksanaan buyback ICBP akan berlangsung hingga 31 Desember 2026. Namun, periode tersebut dapat berakhir lebih awal apabila jumlah maksimum pembelian sebesar Rp750 miliar telah tercapai.

Manajemen menegaskan bahwa perseroan memiliki permodalan dan arus kas yang memadai untuk mendukung kegiatan usaha. Pelaksanaan buyback juga diperkirakan tidak menyebabkan penurunan pendapatan maupun memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional perseroan.

Dari sisi proforma, aksi tersebut membuat laba bersih per saham meningkat dari Rp317 menjadi Rp321. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap sebesar Rp3.702.564 juta.

Informasi Perseroan

Keterbukaan informasi mengenai rencana buyback ICBP diterbitkan di Jakarta pada 23 Oktober 2026.

Pemegang saham yang membutuhkan informasi tambahan dapat menghubungi Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Sudirman Plaza, Indofood Tower Lantai 25, Jalan Jendral Sudirman Kav. 76-78, Jakarta 12910, Indonesia.

Perseroan dapat dihubungi melalui telepon +62 (21) 5795 8822, faksimili +62 (21) 5793 7373, atau email corporate.secretary@icbp.indofood.co.id.

Baca:

  1. Indofood Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
  2. LSIP Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Dimulai 26 Oktober 2026
  3. IHSG Menguat 4,90 Persen Periode 19-23 Oktober 2026, Naik ke Level 5.439
  4. Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
  5. Net Sell Asing BEI Capai Rp6,67 Triliun Periode 19-23 Oktober 2026
  6. Asing Jual Bersih Rp3,19 Triliun di BEI, IHSG Anjlok 14,91% dan Saham Big Caps Tertekan
  7. Top Gainer dan Top Loser BEI Sepekan: TRUK Naik 87,11 Persen, ALDO Anjlok 29,92 Persen

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan keterbukaan informasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tanggal 23 Oktober 2026. Informasi ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham