Cara Jual Beli Saham di Bursa Efek Indonesia untuk Pemula

Cara membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebenarnya cukup mudah. Saat ini, pembelian saham dapat dilakukan melalui aplikasi perusahaan sekuritas yang sudah menyediakan layanan perdagangan saham secara online.

Namun, sebelum membeli saham, investor harus memahami beberapa hal penting, mulai dari memilih perusahaan sekuritas, membuka Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN), menyetor modal, memilih saham, menentukan jumlah lot, memasukkan harga beli, hingga memastikan transaksi berhasil.

Bagi pemula, prosesnya dapat digambarkan secara sederhana:

Pilih sekuritas → buka rekening → dapatkan RDN → setor dana → pilih saham → masukkan order beli → order matched → saham masuk ke portofolio.

BEI
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

BEI menjelaskan bahwa investor melakukan transaksi saham melalui aplikasi perusahaan sekuritas. Saat membeli, investor memasukkan harga beli dan jumlah lot, kemudian pesanan masuk ke sistem perdagangan dan menunggu kecocokan dengan penjual.

Apa Itu Bursa Efek Indonesia?

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat berlangsungnya perdagangan efek di pasar modal Indonesia, termasuk saham yang tercatat di bursa.

Sederhananya, bayangkan BEI seperti sebuah pasar.
Tetapi yang diperjualbelikan bukan sayur, buah, atau pakaian.
Yang diperdagangkan adalah instrumen pasar modal, termasuk saham.

Investor tidak datang langsung ke gedung BEI untuk membeli saham.
Investor biasanya menggunakan perusahaan sekuritas sebagai perantara untuk memasukkan pesanan beli atau jual ke sistem perdagangan bursa.

Karena itu, seseorang tidak bisa membeli saham secara langsung dari BEI seperti membeli barang di toko.

Apakah Bisa Membeli Saham Langsung di BEI?

Tidak.

Investor membeli dan menjual saham melalui perusahaan sekuritas atau Perusahaan Efek yang memiliki izin sesuai ketentuan.

BEI mengingatkan calon investor untuk memperhatikan izin operasional perusahaan tempat membeli produk investasi.

Jadi, alurnya bukan:
Investor → BEI → beli saham

Tetapi secara sederhana:
Investor → Perusahaan Sekuritas → Sistem Perdagangan BEI → Transaksi Saham

Aplikasi sekuritas menjadi alat yang digunakan investor untuk memasukkan order.

Apa yang Harus Disiapkan untuk Membeli Saham?

Sebelum membeli saham, pemula perlu menyiapkan beberapa hal.

1. Identitas diri

Untuk membuka rekening investasi, calon investor harus memberikan data dan dokumen sesuai persyaratan perusahaan sekuritas.

2. Rekening Efek

Rekening Efek digunakan untuk mencatat kepemilikan efek dan transaksi investor.

3. Rekening Dana Nasabah

RDN merupakan rekening dana atas nama investor yang digunakan untuk menampung dana sebelum dan sesudah transaksi saham. BEI menjelaskan bahwa RDN dibuka oleh perusahaan sekuritas dan dananya dipisahkan dari rekening perusahaan sekuritas.

4. Aplikasi trading

Aplikasi tersebut digunakan untuk melihat harga saham, memasukkan order beli dan jual, melihat portofolio, serta memantau transaksi.

5. Modal

Investor harus menyetor dana ke RDN sebelum melakukan pembelian saham.

Apa Itu Rekening Efek?

Rekening Efek adalah rekening yang digunakan untuk mencatat posisi dan kepemilikan efek investor.

Ketika Anda membeli saham, saham tersebut tercatat sebagai kepemilikan investor.

Rekening ini berbeda dengan rekening tabungan biasa.
Rekening tabungan digunakan untuk menyimpan uang.
Sedangkan Rekening Efek digunakan dalam kegiatan transaksi dan pencatatan efek di pasar modal.

OJK memiliki pedoman mengenai pembukaan Rekening Efek Nasabah dan RDN secara elektronik melalui perusahaan efek.

Apa Itu RDN?

RDN adalah Rekening Dana Nasabah.
RDN digunakan untuk menyimpan dana investor yang akan digunakan untuk transaksi saham.

Contoh sederhananya:
Anda memiliki rekening bank pribadi.
Anda kemudian membuka rekening saham pada perusahaan sekuritas.
Perusahaan sekuritas membantu membuka RDN untuk Anda.

Kemudian:
Bank pribadi → transfer → RDN → beli saham

Ketika Anda menjual saham:
Saham dijual → hasil transaksi → dana masuk ke RDN

BEI menjelaskan bahwa RDN dibuat atas nama investor dan digunakan untuk memisahkan dana investor dari dana perusahaan sekuritas.

Apakah Membuka Rekening Saham Harus Datang ke Kantor Sekuritas?

Tidak selalu.

Banyak perusahaan sekuritas menyediakan proses pembukaan rekening secara elektronik.

OJK memang telah memiliki pedoman pembukaan Rekening Efek Nasabah dan RDN secara elektronik melalui perusahaan efek.


Biasanya calon investor mengisi data melalui aplikasi, melakukan verifikasi identitas, kemudian menunggu proses pembukaan rekening selesai.

Prosedur dan dokumen yang diminta dapat berbeda antara perusahaan sekuritas.

Cara Memilih Perusahaan Sekuritas

Sebelum membeli saham, pilih perusahaan sekuritas yang sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • legalitas perusahaan;
  • biaya transaksi beli;
  • biaya transaksi jual;
  • kualitas aplikasi;
  • kestabilan aplikasi;
  • kemudahan deposit;
  • kemudahan penarikan dana;
  • fitur chart;
  • data harga saham;
  • layanan pelanggan;
  • pilihan bank RDN;
  • fitur keamanan.

Jangan hanya memilih sekuritas karena memiliki promosi besar.
Yang lebih penting adalah memastikan perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang memiliki izin dan menyediakan layanan yang sesuai kebutuhan.

Baca: 92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal Resmi di Indonesia

BEI juga mengingatkan investor untuk memastikan pihak yang memperdagangkan produk investasi memiliki izin atau lisensi dari regulator.

Baca: Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula

Cara Membuka Rekening Saham

Secara umum, langkahnya seperti berikut.

  1. Pilih perusahaan sekuritas — Pilih perusahaan sekuritas yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Download aplikasi — Gunakan aplikasi resmi perusahaan sekuritas.
  3. Daftar akun — Masukkan data yang diminta.
  4. Siapkan dokumen — Dokumen yang dibutuhkan bergantung pada ketentuan perusahaan sekuritas.
  5. Lakukan verifikasi — Ikuti proses verifikasi identitas sesuai instruksi.
  6. Tunggu rekening aktif — Setelah proses selesai, investor akan memperoleh akses ke rekening dan aplikasi trading.
  7. RDN dibuat — RDN digunakan sebagai rekening dana untuk kebutuhan transaksi saham.

Setelah Rekening Aktif, Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah rekening saham aktif, langkah berikutnya adalah menyetorkan uang ke RDN.

Misalnya Anda ingin mulai dengan modal Rp1 juta.
Anda melakukan transfer:
Rp1.000.000 → RDN

Setelah dana masuk dan tersedia untuk transaksi, Anda dapat menggunakan aplikasi sekuritas untuk membeli saham.

modal saham
Modal beli saham berupa uang pecahan Rp100000, dan Rp50000,. Adit Saputra/Mediasaham.com

Berapa Modal untuk Membeli Saham?

Tidak ada satu jumlah modal yang wajib sama untuk semua investor.

Modal bergantung pada harga saham yang ingin dibeli dan jumlah lot.

Di Indonesia, 1 lot saham = 100 lembar saham.

Rumus sederhananya:
Modal 1 lot = harga saham × 100

Contoh saham dengan harga Rp1.000.
Maka:
Rp1.000 × 100 = Rp100.000

Jadi secara nilai saham, satu lot membutuhkan sekitar Rp100.000 sebelum biaya transaksi.

Jika membeli 10 lot:
Rp100.000 × 10 = Rp1.000.000
Belum termasuk biaya transaksi.

Cara Membeli Saham di Aplikasi Sekuritas

Setelah dana tersedia, sekarang masuk ke bagian yang paling penting.

Secara umum langkah pembelian saham adalah:
Login → cari kode saham → pilih Buy → masukkan harga → masukkan jumlah lot → kirim order → tunggu match.

Tampilan setiap aplikasi sekuritas bisa berbeda, tetapi konsep dasarnya sama.

Langkah 1: Login ke Aplikasi Trading

Buka aplikasi resmi perusahaan sekuritas yang Anda gunakan.
Kemudian masuk menggunakan akun yang sudah dibuat.

Jangan memberikan:

  • username;
  • password;
  • PIN;
  • kode OTP;

kepada orang lain.

BEI mengingatkan investor untuk menjaga kerahasiaan username, password, dan PIN pada aplikasi online trading serta memastikan investor memiliki akses penuh terhadap rekeningnya.

Baca: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia

Langkah 2: Cari Kode Saham

Setiap saham yang tercatat di BEI memiliki kode saham.

Contohnya:

  • BBCA
  • BBRI
  • BMRI
  • TLKM
  • ASII

Untuk membeli saham, investor mencari kode saham tersebut di aplikasi.
Misalnya Anda ingin membeli saham dengan kode BBCA.
Masukkan BBCA pada kolom pencarian.

Langkah 3: Lihat Harga Saham

Setelah memilih saham, Anda akan melihat informasi harga.

Biasanya aplikasi menampilkan:

  • harga terakhir;
  • bid;
  • offer;
  • volume;
  • perubahan harga;
  • grafik;
  • dan informasi lainnya.

Salah satu bagian yang paling penting bagi pemula adalah memahami bid dan offer.

Apa Itu Bid dan Offer?

Bid adalah harga yang ingin dibayar oleh pembeli.
Offer atau ask adalah harga yang ditawarkan oleh penjual.

Contoh:

Bid Offer
Rp1.000 Rp1.005
Rp995 Rp1.010
Rp990 Rp1.015

Dalam contoh tersebut:
Pembeli menawarkan Rp1.000.
Penjual menawarkan Rp1.005.

Jika Anda ingin membeli pada Rp1.000, order Anda harus menunggu penjual yang bersedia menjual pada harga tersebut.

Jika Anda ingin langsung membeli dari offer yang tersedia, Anda memasukkan order pada harga offer yang tersedia, sesuai kondisi pasar.

BEI menjelaskan bahwa transaksi terjadi ketika order beli dan jual mendapatkan kecocokan atau match.

Langkah 4: Tentukan Harga Beli

Setelah menentukan saham, Anda harus memasukkan harga beli.

Misalnya harga yang ingin dibeli adalah:
Rp1.000

Anda memasukkan harga tersebut ke kolom harga beli.

Tetapi perlu dipahami bahwa memasukkan harga beli belum tentu berarti saham langsung terbeli.
Order harus mendapatkan lawan transaksi.

Langkah 5: Tentukan Jumlah Lot

Selanjutnya tentukan jumlah saham yang ingin dibeli.

Misalnya:
10 lot

Karena:
1 lot = 100 saham
maka:
10 lot = 1.000 saham

Jika harga saham Rp1.000:
Rp1.000 × 1.000 = Rp1.000.000

Jadi nilai transaksi sekitar Rp1 juta sebelum biaya transaksi.

saham bbri
Seorang trader sedang membeli saham BBRI. Foto Adit Saputra / Mediasaham.com

Langkah 6: Tekan Buy

Setelah memastikan:

  • kode saham;
  • harga;
  • jumlah lot;

Anda dapat mengirim order beli.

Biasanya aplikasi akan meminta konfirmasi.
Periksa kembali sebelum mengirim order.

Kesalahan memasukkan angka dapat menyebabkan pembelian berbeda dari yang direncanakan.

Langkah 7: Tunggu Order Match

Setelah order dikirim, ada dua kemungkinan utama:

Matched
Artinya order beli mendapatkan penjual yang sesuai sehingga transaksi terjadi.

Open/Waiting
Artinya order masih menunggu mendapatkan lawan transaksi yang sesuai.

BEI menjelaskan bahwa pesanan beli masuk ke sistem perdagangan dan menunggu cocok dengan penjual.

Contoh Cara Membeli Saham Rp1 Juta

Misalnya Anda memiliki dana:
Rp1.000.000

Anda ingin membeli saham dengan harga:
Rp1.000

Karena 1 lot = 100 saham:
Rp1.000 × 100 = Rp100.000

Dengan dana Rp1 juta, secara nilai transaksi Anda dapat membeli maksimal sekitar:
10 lot
atau:
1.000 saham

Namun Anda tetap perlu memperhitungkan biaya transaksi.

Jika ingin lebih aman untuk belajar, Anda tidak harus menggunakan seluruh dana.

Misalnya hanya membeli:
5 lot

Maka:
5 × 100 = 500 saham

Nilai transaksi:
500 × Rp1.000 = Rp500.000

Sisa dana tetap berada di RDN.

Apakah Membeli Saham Harus 1 Lot?

Ya, untuk transaksi saham di pasar reguler, pembelian dilakukan dalam satuan lot.

Di Indonesia:
1 lot = 100 saham.

Artinya jika harga saham Rp500, maka nilai satu lot:
Rp500 × 100 = Rp50.000

Jika harga saham Rp10.000:
Rp10.000 × 100 = Rp1.000.000

Karena itu, kebutuhan modal sangat bergantung pada harga saham.

Apa yang Terjadi Setelah Saham Berhasil Dibeli?

Setelah transaksi berhasil, saham tersebut akan tercatat dalam portofolio investor sesuai mekanisme penyelesaian transaksi.

Anda dapat melihat:

  • kode saham;
  • jumlah lot;
  • jumlah saham;
  • harga rata-rata;
  • harga terakhir;
  • keuntungan atau kerugian berjalan.

Contohnya:
BBCA — 5 lot
Harga rata-rata: Rp10.000
Jumlah saham: 500 saham
Nilai pembelian: Rp5.000.000

Jika harga kemudian menjadi Rp10.500, nilai saham secara sederhana menjadi:
Rp5.250.000

Perbedaan tersebut merupakan keuntungan yang masih berjalan dan belum menjadi keuntungan terealisasi sampai saham dijual.

Bagaimana Cara Menjual Saham?

Cara menjual saham hampir sama dengan membeli.
Bedanya, Anda memilih menu Sell.

Alurnya:
Pilih saham → Sell → masukkan harga jual → masukkan jumlah lot → kirim order → tunggu match.

Misalnya memiliki:
10 lot saham

Anda dapat memasukkan order jual sebanyak 10 lot.

Jika ada pembeli yang cocok dengan harga jual Anda, transaksi akan terjadi.

BEI menjelaskan bahwa ketika menjual, investor menentukan harga dan jumlah lot, kemudian order menunggu pembeli yang sesuai.

Contoh Jual Saham untuk Mendapatkan Keuntungan

Misalnya:
Harga beli = Rp1.000
Jumlah = 10 lot
Jumlah saham = 1.000 saham

Nilai beli:
Rp1.000 × 1.000 = Rp1.000.000

Kemudian harga naik menjadi Rp1.100.
Anda menjual seluruh saham.

Nilai jual kotor:
Rp1.100 × 1.000 = Rp1.100.000

Keuntungan kotor:
Rp1.100.000 - Rp1.000.000 = Rp100.000

Keuntungan bersih harus memperhitungkan biaya transaksi yang berlaku.

Bagaimana Jika Harga Saham Turun?

Misalnya:
Harga beli = Rp1.000
Kemudian harga turun menjadi Rp900.

Jika masih memegang saham tersebut, secara sederhana terdapat penurunan nilai:
Rp1.000 - Rp900 = Rp100 per saham

Jika memiliki 1.000 saham:
Rp100 × 1.000 = Rp100.000

Artinya terdapat kerugian yang belum terealisasi sekitar Rp100.000 sebelum memperhitungkan biaya transaksi.

Karena itu, jangan membeli saham hanya karena ingin mencoba aplikasi.
Sebelum membeli, tentukan alasan pembelian dan risiko yang sanggup diterima.

Apakah Bisa Membeli Saham dengan Rp100 Ribu?

Bisa untuk saham tertentu.

Misalnya saham memiliki harga Rp1.000 per lembar.
Satu lot:
Rp1.000 × 100 = Rp100.000

Namun masih ada biaya transaksi.
Jadi dana yang tersedia sebaiknya sedikit lebih besar dari nilai pembelian.

Selain itu, tidak semua saham bisa dibeli dengan Rp100 ribu karena harga setiap saham berbeda.

Apakah Bisa Membeli Saham Setiap Hari?

Bisa melakukan transaksi setiap hari bursa selama memiliki dana dan memenuhi ketentuan perdagangan.

Namun bukan berarti investor harus membeli saham setiap hari.
Tidak melakukan transaksi juga merupakan keputusan.

Pemula justru sebaiknya tidak memaksakan diri melakukan transaksi setiap hari hanya agar terlihat aktif.

Kapan Waktu yang Tepat Membeli Saham?

Tidak ada satu waktu yang pasti selalu menjadi waktu terbaik untuk membeli saham.

Harga saham bergerak berdasarkan permintaan dan penawaran.

Karena itu, sebelum membeli, investor perlu menentukan:

  • tujuan;
  • harga yang dianggap menarik;
  • kondisi perusahaan;
  • tren harga;
  • risiko;
  • strategi;
  • batas kerugian.

Jika melakukan trading, analisis teknikal dapat digunakan untuk mencari area entry.
Jika melakukan investasi jangka panjang, analisis fundamental dapat lebih banyak digunakan untuk menilai bisnis dan kondisi perusahaan.

Apakah Pemula Sebaiknya Membeli Saham Murah?

Belum tentu.

Saham dengan harga Rp100 bukan berarti lebih murah daripada saham Rp5.000.

Harga per lembar tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan apakah suatu perusahaan murah atau mahal.

Investor juga perlu memperhatikan:

  • kinerja perusahaan;
  • laba;
  • utang;
  • prospek bisnis;
  • valuasi;
  • kapitalisasi pasar;
  • jumlah saham beredar;
  • likuiditas;
  • kondisi industri.

Apakah Membeli Saham Aman?

Membeli saham melalui perusahaan sekuritas yang berizin merupakan mekanisme resmi di pasar modal.

Namun harga saham tetap memiliki risiko.
Harga dapat naik maupun turun.

Jadi ada dua hal berbeda:
Keamanan mekanisme transaksi dan risiko investasi.

Menggunakan perusahaan sekuritas yang legal tidak berarti harga saham pasti naik.
Investor tetap dapat mengalami kerugian akibat penurunan harga.

Cara Memastikan Uang Tidak Salah Transfer

Ini sangat penting bagi pemula.

Ketika melakukan deposit, pastikan dana ditransfer ke RDN atas nama sendiri sesuai informasi resmi dari perusahaan sekuritas.

Jangan sembarangan mentransfer uang kepada:

  • rekening pribadi orang lain;
  • rekening admin yang tidak jelas;
  • rekening yang dikirim melalui chat tidak resmi;
  • pihak yang menjanjikan keuntungan pasti.

BEI secara khusus mengingatkan investor untuk memastikan tujuan transfer adalah RDN atas nama investor sendiri dan tidak memberikan akses username, password, atau PIN kepada orang lain.

Berapa Biaya Membeli Saham?

Ketika membeli saham, investor perlu memperhitungkan biaya transaksi.

Komponen dan besarnya biaya dapat berbeda sesuai perusahaan sekuritas dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, sebelum melakukan transaksi, periksa:

  • fee beli;
  • fee jual;
  • pungutan;
  • pajak yang berlaku;
  • biaya lain jika ada.

Jangan menghitung keuntungan hanya dari:
Harga jual - harga beli

Tetapi gunakan:
Keuntungan bersih = nilai jual - nilai beli - biaya transaksi

Kesalahan pemula saat membeli saham. Adit Saputra/Mediasaham.com

Kesalahan Pemula Saat Membeli Saham

  1. Membeli karena ikut teman
    Teman bisa memberikan informasi, tetapi keputusan investasi tetap harus dilakukan berdasarkan analisis dan kondisi keuangan sendiri.
  2. Menggunakan seluruh modal
    Jika saham turun, seluruh modal dapat ikut mengalami penurunan nilai.
  3. Tidak memahami bid dan offer
    Akibatnya investor tidak memahami mengapa order belum match.
  4. Salah memasukkan harga
    Pastikan kembali harga dan jumlah lot sebelum mengirim order.
  5. Membeli karena saham sedang viral
    Saham yang ramai belum tentu sesuai dengan profil risiko Anda.
  6. Tidak menghitung biaya
    Keuntungan kotor tidak sama dengan keuntungan bersih.
  7. Menyerahkan akun kepada orang lain
    Jangan memberikan username, password, PIN, atau OTP kepada pihak lain.
  8. Menganggap saham pasti naik
    Saham selalu memiliki risiko penurunan harga.

Checklist Sebelum Membeli Saham

Sebelum menekan tombol Buy, pastikan:

  • Perusahaan sekuritas memiliki izin yang sesuai.
  • Rekening Efek sudah aktif.
  • RDN sudah aktif.
  • Dana sudah tersedia.
  • Kode saham sudah benar.
  • Sudah memahami bisnis perusahaan.
  • Sudah mengetahui harga saham.
  • Sudah menentukan jumlah lot.
  • Sudah memperhitungkan biaya transaksi.
  • Sudah mengetahui alasan membeli.
  • Sudah menentukan risiko.
  • Sudah memeriksa kembali harga dan jumlah lot sebelum menekan Buy.

Alur Cara Membeli Saham di BEI

Agar mudah diingat, prosesnya adalah:

  1. Pilih sekuritas
  2. Buka Rekening Efek dan RDN
  3. Aktifkan akun
  4. Transfer dana ke RDN
  5. Buka aplikasi trading
  6. Cari kode saham
  7. Analisis saham
  8. Tentukan harga beli
  9. Tentukan jumlah lot
  10. Masukkan order Buy
  11. Tunggu order Match
  12. Saham masuk portofolio

Inilah gambaran sederhana bagaimana investor membeli saham melalui pasar modal Indonesia.

Kesimpulan

Cara membeli saham di Bursa Efek Indonesia dapat dilakukan secara online melalui perusahaan sekuritas.

Investor tidak membeli saham langsung dari gedung BEI. Investor menggunakan aplikasi perusahaan sekuritas untuk memasukkan order ke sistem perdagangan bursa.

Langkahnya dimulai dari memilih sekuritas, membuka Rekening Efek dan RDN, menyetor dana, memilih saham, menentukan harga dan jumlah lot, lalu memasukkan order beli.

Hal terpenting bagi pemula adalah jangan terburu-buru membeli hanya karena memiliki uang di RDN.

Sebelum menekan tombol Buy, pahami terlebih dahulu:
saham apa yang dibeli, mengapa dibeli, pada harga berapa, berapa jumlahnya, berapa risikonya, dan kapan harus menjual.

Dengan memahami proses tersebut, pemula tidak hanya tahu cara membeli saham, tetapi juga memahami apa yang sebenarnya terjadi setelah tombol Buy ditekan.

FAQ Cara Membeli Saham di Bursa Efek Indonesia

Apakah bisa membeli saham langsung di BEI?

Tidak. Investor melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas yang menjadi perantara dalam perdagangan saham.

Apa yang harus dimiliki untuk membeli saham?

Investor membutuhkan Rekening Efek, RDN, akun pada perusahaan sekuritas, aplikasi trading, dan dana untuk melakukan transaksi.

Berapa minimal pembelian saham?

Di pasar reguler, saham diperdagangkan dalam satuan lot. Satu lot terdiri dari 100 lembar saham.

Apakah bisa membeli saham dengan Rp100 ribu?

Bisa untuk saham tertentu yang harga satu lotnya sekitar Rp100 ribu, tetapi perlu memperhitungkan biaya transaksi.

Apakah membeli saham harus menggunakan aplikasi?

Investor membutuhkan sarana dari perusahaan sekuritas untuk memasukkan order. Saat ini banyak perusahaan sekuritas menyediakan aplikasi perdagangan saham secara online.

Apa itu RDN?

RDN adalah Rekening Dana Nasabah, yaitu rekening atas nama investor yang digunakan untuk menampung dana sebelum dan sesudah transaksi saham.

Apakah uang di RDN sama dengan uang di rekening bank biasa?

RDN digunakan secara khusus untuk kebutuhan transaksi pasar modal dan terpisah dari rekening perusahaan sekuritas.

Mengapa order beli saham belum berhasil?

Order belum berhasil atau belum match karena belum mendapatkan penjual yang sesuai dengan harga dan jumlah yang dipesan.

Apa perbedaan bid dan offer?

Bid adalah harga yang diajukan pembeli, sedangkan offer adalah harga yang diajukan penjual.

Apakah saham yang sudah dibeli bisa langsung dijual?

Saham dapat dijual melalui mekanisme perdagangan setelah kepemilikan dan penyelesaian transaksi memungkinkan sesuai ketentuan pasar.

Apakah membeli saham pasti untung?

Tidak. Harga saham dapat naik maupun turun. Investor dapat memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian.

Apakah aman membeli saham melalui sekuritas?

Gunakan perusahaan sekuritas yang memiliki izin sesuai ketentuan regulator. Namun legalitas sekuritas tidak membuat harga saham bebas dari risiko.

Apakah pemula boleh membeli saham?

Boleh. Namun sebaiknya mulai dengan jumlah yang sesuai kemampuan finansial dan pahami risiko sebelum melakukan transaksi.

 Seri Belajar Saham

  1.  Apa Itu Trading? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Keuntungan dan Risikonya
  2. Apa Itu Saham? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya
  3. Cara Trading Saham untuk Pemula: Dari Nol Sampai Paham Strateginya
  4. Cara Jual Beli Saham di Bursa Efek Indonesia untuk Pemula
  5. Cara Membaca Candlestick Saham: Panduan Lengkap untuk Pemula
  6. Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
  7. Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya
  8. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Pemula

Disclaimer: Artikel ini bertujuan sebagai informasi edukasi dan bukan perintah jual atau beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Redaksi Mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi pembaca.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham