Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

trading saham

Bagi investor pemula, memahami istilah saham adalah langkah awal yang sangat penting sebelum mulai bertransaksi di pasar modal. Dunia saham memiliki banyak istilah, baik resmi yang digunakan di laporan keuangan maupun istilah gaul yang sering dipakai di komunitas investor. Artikel ini merangkum istilah saham dari A sampai Z, agar kamu lebih mudah memahami percakapan antar investor dan membaca analisis pasar.

Mengapa Harus Memahami Istilah Saham?

Pasar saham punya bahasa sendiri. Jika tidak menguasainya, investor pemula bisa kesulitan mengikuti perkembangan berita atau bahkan salah mengambil keputusan investasi. Dengan memahami istilah saham, kamu akan lebih percaya diri dalam menganalisis dan memilih strategi yang tepat.

belajar saham untuk pemula
Kamus Istilah Saham A–Z Wajib Diketahui Investor Pemula

A

  • Akuisisi: Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain dengan membeli sebagian besar sahamnya.

  • Annual Report: Laporan tahunan perusahaan berisi laporan keuangan, kinerja, dan rencana bisnis.

  • ARA (Auto Rejection Atas): Batas maksimal kenaikan harga saham harian.

  • ARB (Auto Rejection Bawah): Batas maksimal penurunan harga saham harian.

  • Average Down: Strategi membeli lagi di harga lebih rendah untuk menurunkan rata-rata beli.

  • Average Up: Strategi membeli lagi di harga lebih tinggi karena yakin tren masih naik.

B

  • Bandar: Pihak besar (individu/institusi) yang diduga bisa menggerakkan harga saham.

  • Bearish: Kondisi pasar sedang turun.

  • Blue Chip: Saham dari perusahaan besar, fundamental kuat, rutin bagi dividen.

  • Breakout: Harga saham menembus level support/resistance penting.

  • Bullish: Kondisi pasar sedang naik.

  • Bagholder (gaul): Investor yang masih pegang saham rugi parah (nyangkut).

C

  • Capital Gain: Keuntungan jual saham di harga lebih tinggi.

  • Capital Loss: Kerugian jual saham di harga lebih rendah.

  • Cut Loss: Menjual saham dalam kondisi rugi untuk mencegah kerugian lebih besar.

  • Cuan (gaul): Istilah populer untuk keuntungan dari saham.

D

  • Delisting: Penghapusan saham dari bursa sehingga tidak bisa diperdagangkan.

  • Dividen: Bagian laba yang dibagikan ke pemegang saham.

  • Dividend Payout Ratio: Persentase laba bersih yang dibagikan sebagai dividen.

  • Dividend Yield: Rasio dividen tahunan terhadap harga saham.

  • Diskon (gaul): Saham yang dianggap murah dibanding valuasi.

E

  • Emiten: Perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa.

  • EPS (Earnings Per Share): Laba bersih per saham.

  • Euforia (gaul): Optimisme berlebihan di pasar.

F

  • Fraksi Harga: Perubahan minimum harga saham sesuai aturan BEI.

  • FOMO (Fear of Missing Out) (gaul): Rasa takut ketinggalan tren sehingga ikut beli.

G

  • Go Public: Perusahaan menawarkan sahamnya ke publik melalui IPO.

  • Go Private: Perusahaan publik kembali menjadi perusahaan tertutup.

  • Growth Stock: Saham perusahaan yang berpotensi tumbuh di atas rata-rata.

  • Gocap (gaul): Harga saham Rp50/lembar, batas bawah di BEI.

  • Gorengan (gaul): Saham kecil dengan harga mudah digerakkan, berisiko tinggi.

H

  • HAKA (Hajar Kanan) (gaul): Beli saham langsung di harga offer tertinggi.

  • HAKI (Hajar Kiri) (gaul): Jual saham langsung di harga bid terendah.

  • HMETD: Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue).

I

  • IHSG: Indeks Harga Saham Gabungan, mengukur seluruh saham di BEI.

  • IPO (Initial Public Offering): Penawaran umum perdana saham perusahaan.

J

  • JATS: Jakarta Automated Trading System, sistem perdagangan otomatis di BEI.

K

  • Kapitalisasi Pasar: Nilai total saham beredar (harga × jumlah saham).

  • Kerek Harga (gaul): Upaya mendorong harga saham naik, biasanya oleh bandar.

  • Korek Api (gaul): Saham yang cepat naik lalu langsung jatuh.

  • Kustodian: Lembaga penyimpan dan pengaman aset investasi.

L

  • Listing: Proses pencatatan saham di bursa.

  • Lot: Satuan perdagangan saham (1 lot = 100 lembar).

trading saham
M

  • Manajer Investasi: Pihak yang mengelola portofolio efek/reksa dana.

  • Middle Cap: Saham lapis dua, kapitalisasi menengah.

  • Small Cap: Saham lapis tiga, kapitalisasi kecil, rentan dimanipulasi.

N

  • Nyangkut (gaul): Terjebak di saham yang harganya turun jauh di bawah harga beli.

P

  • Perusahaan Sekuritas: Perusahaan perantara resmi jual-beli saham.

  • Profit Taking (gaul): Menjual saham untuk merealisasikan keuntungan.

R

  • Receh (Saham Receh) (gaul): Saham dengan harga sangat murah.

  • RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham): Forum resmi pemegang saham untuk bahas kebijakan perusahaan.

S

  • Saham Blue Chip: Saham lapis satu, fundamental kuat.

  • Saham Middle Cap: Saham lapis dua, cukup baik tapi bukan pemimpin pasar.

  • Saham Small Cap: Saham lapis tiga, kapitalisasi rendah.

  • Saham Gorengan (gaul): Saham volatil dengan fundamental lemah.

  • Stock Split: Pemecahan harga saham agar lebih terjangkau.

  • Suspend: Penghentian sementara perdagangan saham oleh bursa.

  • Swing Trading: Strategi trading jangka pendek (harian/mingguan).

  • Saham Sakit (gaul): Saham perusahaan dengan kondisi fundamental buruk.

  • Sideways/Tidur (gaul): Kondisi saham stagnan, tidak bergerak signifikan.

T

  • Terbang/Roket (gaul): Harga saham melonjak drastis.

  • Terkoreksi (gaul): Harga saham turun setelah naik tinggi.

  • Turun Mesin (gaul): Saham yang dulu aktif, kini tidak bergerak.

W

  • Window Dressing: Fenomena kenaikan harga saham menjelang akhir tahun.


Kesimpulan

Memahami istilah saham adalah langkah penting untuk menjadi investor cerdas. Baik istilah resmi maupun gaul sama-sama sering digunakan. Dengan memahami istilah-istilah ini, investor pemula bisa lebih percaya diri dalam membuat keputusan investasi.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham