Asing Borong BBCA Rp303 Miliar saat IHSG Rebound, Ini 10 Saham yang Dibeli Asing

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA  – Investor asing terpantau mengoleksi sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi tujuan utama pembelian asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp303 miliar.

Menara BCA
Bank BCA. Adit Saputra/Mediasaham.com

Selain BBCA, investor asing juga membukukan net buy pada saham perbankan, telekomunikasi, otomotif, hingga pertambangan mineral. Beberapa saham yang masuk daftar buruan antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Berdasarkan data perdagangan, berikut 10 saham dengan nilai net buy investor asing terbesar pada Kamis (5/11/2026):

10 Saham Paling Banyak Dibeli Asing

No. Kode Saham Nama Emiten Net Buy Asing
1 BBCA Bank Central Asia Rp303 miliar
2 TLKM Telkom Indonesia Rp87 miliar
3 ASII Astra International Rp84 miliar
4 AMMN Amman Mineral Internasional Rp62 miliar
5 MDKA Merdeka Copper Gold Rp31 miliar
6 BUVA Bukit Uluwatu Villa Rp28 miliar
7 SINI Singaraja Putra Rp24 miliar
8 DEWA Darma Henwa Rp21 miliar
9 BRMS Bumi Resources Minerals Rp20 miliar
10 BBNI Bank Negara Indonesia Rp17 miliar

Dari daftar tersebut, BBCA mencatatkan nilai pembelian bersih yang jauh lebih besar dibandingkan saham lainnya. Nilai net buy BBCA mencapai Rp303 miliar, atau lebih dari tiga kali lipat pembelian bersih TLKM yang berada di posisi kedua sebesar Rp87 miliar.

Jika dijumlahkan, nilai net buy pada 10 saham tersebut mencapai sekitar Rp677 miliar.

BBCA Pimpin Aksi Borong Asing

Saham BBCA menjadi yang paling banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan Kamis. Nilai pembelian bersih sebesar Rp303 miliar menunjukkan bahwa saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut menjadi salah satu tujuan utama aliran dana asing di tengah penguatan IHSG.

Di posisi berikutnya, TLKM mencatatkan net buy Rp87 miliar, disusul ASII sebesar Rp84 miliar. Kedua saham tersebut memperlihatkan bahwa minat beli asing tidak hanya terkonsentrasi pada sektor perbankan, tetapi juga menjangkau sektor telekomunikasi dan otomotif.

Sementara itu, saham sektor pertambangan mineral turut masuk dalam daftar pembelian asing. AMMN mencatatkan net buy Rp62 miliar, MDKA Rp31 miliar, DEWA Rp21 miliar, dan BRMS Rp20 miliar.

Selain saham-saham berkapitalisasi besar, investor asing juga mengoleksi BUVA sebesar Rp28 miliar dan SINI sebesar Rp24 miliar.

Baca:

  1. Market Cap BBCA Anjlok Rp385 Triliun, Nilai Saham Djarum Turun Rp211 Triliun
  2. IPO Saham ANDA Dibuka 5 November 2026, Tawarkan 1,67 Miliar Saham di Harga Rp158–Rp189
  3. Saham SMAR Bagi Dividen Interim Rp 1,4 Triliun dan Yield  7,75%, Cek Jadwal Lengkapnya! 
  4. Foreign Sell TLKM Tembus Rp3,98 Triliun, Asing Net Sell Rp1,33 Triliun Selama 8 Hari
  5. BIKE Alih Bisnis Jadi Holding Energi & Data Center dan Siapkan Investasi Rp5,6 Triliun, Bagaimana Prospeknya?

IHSG Menguat 2,25%, tetapi Asing Masih Net Sell

Aksi beli pada sejumlah saham tersebut terjadi ketika IHSG mencatatkan penguatan signifikan. Pada perdagangan Kamis (5/11/2026), IHSG ditutup naik 110,49 poin atau 2,25% ke level 5.030,26.

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 4.995,45 hingga 5.072,05. Penguatan tersebut membawa IHSG kembali berada di atas level psikologis 5.000 setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup di posisi 4.919,77.

Namun, pembelian pada 10 saham tersebut belum mencerminkan pembalikan arus dana asing secara keseluruhan. Investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp65,53 miliar di seluruh pasar.

Dengan demikian, meskipun terdapat pembelian bersih yang cukup besar pada saham-saham tertentu, investor asing secara agregat masih berada dalam posisi jual bersih pada perdagangan hari tersebut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    RESEARCH

    • Memuat artikel...

    Belajar Saham

      KONTEN PREMIUM

      • Memuat artikel...

      DIVIDEN