Dividen SIDO dari Tahun ke Tahun: Histori & Tren 5 Tahun

Dividen SIDO dari Tahun ke Tahun: Histori & Tren 5 Tahun

Mediasaham.com —PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) merupakan salah satu emiten defensif di Bursa Efek Indonesia yang dikenal konsisten membagikan dividen. Bagi investor yang menerapkan strategi dividend investing, melacak dividen SIDO dari tahun ke tahun menjadi indikator penting untuk menilai komitmen perusahaan terhadap shareholder return dan stabilitas arus kas.

Histori dividen SIDO dari tahu ke tahun

Histori Dividen SIDO dari Tahun ke Tahun

Berikut adalah rincian histori pembagian dividen tunai per saham SIDO beserta jadwal cum dividen dan tanggal pembayarannya sejak 2014 hingga 2026:

No. Tahun Dividen
per Saham
Cum Dividen Tanggal
Pembayaran
12026Rp10,002 November 202620 November 2026
22026Rp15,0017 April 20267 Mei 2026
32025Rp22,0010 November 202520 November 2025
42025Rp21,0014 Mei 202526 Mei 2025
52024Rp18,004 November 202420 November 2024
62024Rp18,0027 Mei 20246 Juni 2024
72023Rp12,6031 Oktober 202320 November 2023
82023Rp23,006 April 202328 April 2023
92022Rp13,507 November 202218 November 2022
102022Rp22,707 April 202228 April 2022
112021Rp15,3013 Agustus 202127 Agustus 2021
122021Rp18,909 April 202129 April 2021
132020Rp12,502 November 202018 November 2020
142020Rp27,0017 April 20205 Mei 2020
152019Rp22,0031 Oktober 201920 November 2019
162019Rp21,0018 April 20192 Mei 2019
172018Rp15,001 November 201828 November 2018
182018Rp29,007 Juni 20184 Juli 2018
192017Rp26,0026 Mei 201716 Juni 2017
202016Rp25,0025 Mei 201617 Juni 2016
212015Rp24,0021 Mei 201512 Juni 2015
222014Rp27,0019 Mei 20149 Juni 2014

Stock split 1:2 pada tanggal 14 September 2020

Binance Diretas US$6 Miliar, Korut Buka Suara Bantah Tudingan FBI

Binance Diretas US$6 Miliar, Korut Buka Suara Bantah Tudingan FBI

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Pemerintah Korea Utara (Korut) secara tegas membantah tuduhan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang menyebut pihaknya berada di balik peretasan bursa kripto Binance. Insiden peretasan senilai lebih dari US$6 miliar (sekitar Rp108 triliun) tersebut tercatat sebagai pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah.

Ilustrasi Binance Diretas US$6 Miliar

Bantahan resmi tersebut disampaikan oleh Kim Yo Jong, adik perempuan dari Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un, melalui pernyataan resmi kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) pada Selasa (3/11/2026).

Kim Yo Jong menilai tuduhan yang dilayangkan AS sebagai retorika yang tidak masuk akal. Menurutnya, pernyataan AS yang seolah mengarahkan seluruh kejahatan siber global kepada pihak Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) merupakan bentuk provokasi politik yang serius.

Jadwal Dividen BWPT 2026: Eagle High Plantations (BWPT) Bagikan Dividen Interim

Jadwal Dividen BWPT 2026: Eagle High Plantations (BWPT) Bagikan Dividen Interim

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Emiten perkebunan kelapa sawit ini memutuskan untuk membagikan dividen tunai interim dengan total nilai mencapai Rp31.122.368.200, atau setara dengan Rp1 per saham.

IDEA
Ilustrasi pembagian dividen / Pixabay

Berdasarkan keterbukaan informasi, keputusan pembagian dividen interim ini didasarkan pada Keputusan Direksi sebagai Pengganti Rapat Direksi yang telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 30 Oktober 2026.

Jadwal Dividen SSMS 2026: Sumbermas Tebar Dividen Interim Rp52,49 per Saham, Yield 4,69%

Jadwal Dividen SSMS 2026: Sumbermas Tebar Dividen Interim Rp52,49 per Saham, Yield 4,69%

Mediasaham.com, Jakarta — PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, emiten perkebunan kelapa sawit ini menyiapkan dividen tunai interim sebesar Rp52,49 per saham.

dividen saham
Ilustrasi pembagian dividen. Adit Saputra / Mediasaham.com

Keputusan pembagian dividen ini telah memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris yang berlaku efektif pada 29 Oktober 2026. Nilai dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan.

Impor Emas RI Tembus 442,7 Kg per September 2026, Hong Kong Jadi Pemasok Terbesar

Impor Emas RI Tembus 442,7 Kg per September 2026, Hong Kong Jadi Pemasok Terbesar

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor emas (kode HS 7108) Indonesia sepanjang bulan September 2026 mencapai 442,7 kilogram (kg) dengan total nilai transaksi mencapai US$ 55,3 juta (setara Rp 1,003 triliun berdasarkan kurs tengah BI Rp 18.138/US$ tanggal 2 November 2026).

Harga emas saat ini
Emas batangan berat 1 kg yang dijual di pasaran. Steve Bidmead / Pixabay

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa asal negara pengimpor emas ke Indonesia cenderung bervariasi setiap bulannya. Khusus pada September 2026, wilayah Asia Timur, yakni Hong Kong, tampil sebagai pemasok emas terbesar bagi Indonesia.

“Hong Kong nilainya mencapai US$ 22,44 juta [Rp 407,01 miliar] dengan total volume mencapai 160 kilogram,” ujar Ateng dalam rilis resmi BPS, Senin (2/11/2026).

Selain Hong Kong, Indonesia juga mengimpor emas dari Uni Emirat Arab (UEA) dengan volume 101 kg bernilai US$ 14,55 juta (setara Rp 263,90 miliar). Pemasok terbesar berikutnya adalah Jepang dengan pengiriman 67,87 kg senilai US$ 6,77 juta (setara Rp 122,79 miliar).

Sektor Teknologi Melemah dan Minyak Anjlok 8%, Bursa Asia Diprediksi Terkoreksi

Sektor Teknologi Melemah dan Minyak Anjlok 8%, Bursa Asia Diprediksi Terkoreksi

Mediasaham.com, Jakarta — Bursa saham teknologi di Asia diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Sentimen negatif ini terseret oleh aksi jual mendalam pada saham-saham perusahaan semikonduktor di Amerika Serikat, serta dibayangi oleh penurunan tajam harga minyak dunia yang dipicu oleh sinyal kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Iran.

Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Korea Selatan—yang memiliki eksposur tinggi terhadap sektor teknologi—mengindikasikan pelemahan. Sebaliknya, kontrak berjangka Australia justru bergerak menguat. Di Wall Street, indeks yang mengukur kinerja saham semikonduktor memperpanjang koreksi hingga tiga hari berturut-turut dengan penurunan mencapai 12%. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 terkoreksi 10% dari level tertingginya dan memasuki fase koreksi teknikal, diikuti oleh indeks S&P 500 yang melemah 0,5%.

Ilustrasi Analisis Data Harga Pasar. Adit Saputra / Mediasaham.com

Sentimen Pasar China dan Kinerja Emiten Global

Di kawasan Asia, perhatian investor turut tertuju pada pasar saham China. People’s Bank of China (PBOC) menyatakan komitmennya untuk mendorong lembaga keuangan agar lebih maksimal memanfaatkan instrumen pendukung pasar saham serta mengoptimalkan ketentuan penggunaannya guna memperkuat stabilitas pasar.

Jadwal Dividen MEDC 2026: Medco Energi Tebar Dividen Interim USD 30 Juta (Setara Rp544 Miliar)

Jadwal Dividen MEDC 2026: Medco Energi Tebar Dividen Interim USD 30 Juta (Setara Rp544 Miliar)

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Emiten migas terkemuka ini menyiapkan total alokasi dividen interim sebesar USD 30.000.000 (tiga puluh juta Dolar Amerika Serikat).

Berdasarkan acuan Kurs Tengah Bank Indonesia terbaru (per awal November 2026 di level Rp18.138 per USD), nilai total dividen interim MEDC tersebut setara dengan kurang lebih Rp544,14 miliar.

Anjungan lepas pantai. Dok. Medco Energi Internasional Tbk

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, keputusan pembagian dividen ini didasarkan pada Keputusan Edaran di Luar Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tertanggal 29 Oktober 2026. Aksi korporasi ini merujuk pada Pasal 72 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) serta Anggaran Dasar Perseroan. Adapun saham yang dikuasai kembali oleh perseroan (saham treasuri) tidak berhak atas dividen interim ini.

Kuasai 44,55% Pangsa Pasar, China, AS, dan India Jadi Mesin Utama Ekspor Non-Migas RI hingga Kuartal III-2026

Kuasai 44,55% Pangsa Pasar, China, AS, dan India Jadi Mesin Utama Ekspor Non-Migas RI hingga Kuartal III-2026

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa China, Amerika Serikat (AS), dan India masih kokoh mempertahankan posisinya sebagai tiga negara tujuan utama ekspor non-migas Indonesia sepanjang periode Januari hingga September 2026. Ketiga negara tersebut menyumbang porsi dominan terhadap total pengiriman produk non-migas nasional.

“Nilai ekspor pada ketiga negara tersebut memberikan andil atau share sebesar 44,55% dari total ekspor non-migas Indonesia pada kondisi Januari sampai dengan September tahun 2026,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rilis resmi BPS, Senin (2/11/2026).

Ilustrasi Alur Ekspor non-migas Indonesia. Adit Saputra/Mediasaham.com

Berikut rincian kinerja ekspor non-migas Indonesia ke tiga negara destinasi utama tersebut:

1. China: Destinasi Terbesar Didominasi Besi-Baja dan Nikel

China masih menempati peringkat pertama sebagai tujuan utama ekspor non-migas Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai 25,52%. Nilai ekspor non-migas RI ke Tiongkok tercatat menyentuh US$ 54,17 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2026.

Kinerja ekspor ke Negeri Tirai Bambu ini ditopang oleh komoditas unggulan berikut:

IHSG Awal November Menguat 0,79% ke Level 5.096 dan Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp112,47 miliar

IHSG Awal November Menguat 0,79% ke Level 5.096 dan Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp112,47 miliar

MEDIASAHAM.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 2 November 2026. IHSG naik 39,780 poin atau 0,79% ke level 5.096,830, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.057,050.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 4.981,519 hingga 5.125,739. Penguatan indeks terjadi di tengah aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan volume mencapai 34,648 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,42 triliun.

IDX Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

Investor Asing Masih Catat Net Sell

Aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan jual. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp112,47 miliar.

Dengan demikian, akumulasi penjualan bersih investor asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp98,03 triliun.

Kredit BCA Tembus Rp1.039 Triliun, NPL Naik: Bagaimana Kualitas Kredit BBCA?

Kredit BCA Tembus Rp1.039 Triliun, NPL Naik: Bagaimana Kualitas Kredit BBCA?

MEDIASAHAM.COM – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus mencatatkan pertumbuhan kredit hingga September 2026. Total kredit yang diberikan BCA mencapai Rp1.039,44 triliun, meningkat dibandingkan Rp970,23 triliun pada akhir Desember 2025.

Pertumbuhan kredit BCA terutama ditopang oleh ekspansi kredit produktif. Kredit modal kerja dan kredit investasi menjadi dua segmen yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan portofolio pembiayaan bank.

Namun, pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Kredit Stage 3 meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan total kredit, sehingga perkembangan kualitas aset BCA menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan investor.

Di sisi lain, BCA masih memiliki bantalan cadangan kerugian penurunan nilai atau CKPN yang besar. Total CKPN mencapai Rp30,90 triliun per September 2026.

Menara BCA
Bank BCA. Adit Saputra/Mediasaham.com

Kredit BCA Tumbuh 7,13% Menjadi Rp1.039 Triliun

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, total kredit bruto BCA mencapai Rp1.039,44 triliun.

Jumlah tersebut meningkat Rp69,21 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp970,23 triliun. Dengan demikian, kredit BCA tumbuh sekitar 7,13% sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham