IHSG Naik 5,65 Persen ke 5.278,888, Saham Bank Jadi Penggerak Utama

Mediasaham.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.278,888, naik 282,279 poin atau 5,65% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 4.996,609.

Kenaikan IHSG tersebut menjadi salah satu pergerakan paling mencolok di pasar saham Indonesia pada perdagangan hari itu. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat berada pada level tertinggi 5.278,888 dan terendah 4.980,163.

Dengan penguatan tersebut, pasar saham Indonesia mencatat kenaikan yang terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup besar. Total volume perdagangan saham mencapai sekitar 54,85 miliar saham, dengan nilai transaksi saham sekitar Rp26,47 triliun dan frekuensi perdagangan sekitar 2,47 juta kali.

IDX Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

IHSG Naik 282 Poin dalam Sehari

Penguatan IHSG pada perdagangan 20 Oktober 2026 mencapai 5,65%. Jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya, IHSG bertambah 282,279 poin dalam satu sesi perdagangan.

Indikator Nilai
IHSG sebelumnya 4.996,609
IHSG hari ini 5.278,888
Perubahan +282,279 poin
Persentase +5,65%
Level tertinggi 5.278,888
Level terendah 4.980,163

Baca:

  1. Apa Itu Trading? Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Keuntungan dan Risikonya
  2. Apa Itu Saham? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya
  3. Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
  4. Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya
  5. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan 

Saham Bank Memimpin Penguatan

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi bagian dari saham yang mencatat penguatan pada perdagangan 20 Oktober 2026.

BBRI menjadi salah satu pemimpin penguatan dengan kenaikan harga sebesar 9,84%. Sementara itu, BBCA naik 7,88%, BMRI menguat 9,82%, BBNI naik 8,78%, dan ASII meningkat 8,96%.

Selain saham perbankan, TLKM juga menguat cukup signifikan dengan kenaikan 16,38%. BRPT naik 20,08%, sedangkan TPIA meningkat 13,33%.

Saham Perubahan Hari Ini Perubahan YTD
BBRI+9,84%+36,82%
BBCA+7,88%+34,60%
BMRI+9,82%+26,30%
BBNI+8,78%+8,55%
TLKM+16,38%+26,70%
ASII+8,96%+15,00%
BRPT+20,08%+14,00%
TPIA+13,33%+7,61%

Transaksi Saham Mencapai Rp26,47 Triliun

Aktivitas perdagangan saham juga cukup tinggi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai sekitar 54,85 miliar saham. Sementara nilai transaksi seluruh saham tercatat sekitar Rp26,47 triliun.

Data BEI mencatat transaksi saham di pasar reguler sekitar Rp25,25 triliun, sedangkan transaksi di pasar negosiasi mencapai sekitar Rp1,23 triliun.

BBCA Menjadi Saham dengan Nilai Transaksi Terbesar

Dari sisi nilai transaksi berdasarkan saham, BBCA menjadi saham dengan nilai perdagangan terbesar. Nilai transaksi BBCA mencapai sekitar Rp6,004 triliun atau 22,68% dari total nilai perdagangan saham.

Di bawah BBCA terdapat BBRI dengan nilai transaksi sekitar Rp1,880 triliun, BMRI Rp1,428 triliun dan TLKM Rp1,338 triliun.

Saham Nilai Transaksi Porsi
BBCARp6,004 triliun22,68%
BBRIRp1,880 triliun7,10%
BMRIRp1,428 triliun5,39%
TLKMRp1,338 triliun5,05%
BUMIRp967 miliar3,65%

Investor Asing Justru Net Sell Rp2,19 Triliun

Meskipun IHSG melonjak 5,65%, investor asing tidak mencatat pembelian bersih. Data BEI menunjukkan investor asing justru melakukan net sell atau jual bersih sebesar Rp2.192,99 miliar, setara sekitar Rp2,19 triliun.

Secara year to date (YTD), posisi net sell investor asing bahkan mencapai sekitar Rp92,11 triliun.

Artinya, kenaikan IHSG pada 20 Oktober 2026 berlangsung ketika investor asing secara keseluruhan masih mencatat tekanan jual bersih. Penguatan indeks pada hari tersebut lebih menunjukkan kuatnya kenaikan harga sejumlah saham di pasar meskipun dana asing secara neto masih keluar.

Transaksi Asing Hari Ini YTD
Net Foreign Net Sell Rp2,19 triliun Net Sell Rp92,11 triliun

Sektor Saham Kompak Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Data indeks sektoral BEI menunjukkan seluruh sektor yang tercantum dalam statistik perdagangan tersebut berada di zona positif.

Sektor transportasi dan logistik menguat 8,55%, sektor basic materials naik 6,62%, infrastruktur meningkat 5,60%, properti dan real estate naik 5,19%, sedangkan sektor keuangan menguat 5,07%.

Sektor Perubahan YTD
Transportasi & Logistik+8,55%-19,68%
Basic Materials+6,62%-31,31%
Infrastruktur+5,60%-48,01%
Properti & Real Estate+5,19%-40,84%
Keuangan+5,07%-22,02%
Energi+4,39%-41,97%

Kesimpulan

Perdagangan saham Indonesia pada 20 Oktober 2026 ditandai dengan lonjakan IHSG sebesar 5,65% ke level 5.278,888. Penguatan terjadi secara luas di berbagai sektor dan didukung kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, BMRI dan TLKM.

Namun, kenaikan IHSG tersebut belum diikuti arus dana asing yang positif. Investor asing masih mencatat jual bersih Rp2,19 triliun pada hari tersebut. Secara YTD, net sell asing mencapai sekitar Rp92,11 triliun.

Baca:

  1. Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026
  2. Rp194 Triliun Obligasi Pemerintah Jatuh Tempo Akhir 2026, Seri Mana Terbesar?
  3. Laporan Keuangan Waskita Karya (WKST) 9 Bulan 2026: Pendapatan Naik, Rugi Bersih Masih Rp3,26 Triliun
  4. Kinerja Darma Henwa (DEWA) 2026: Laba Naik 114,5% hingga September
  5. Asing Jual Bersih Rp3,19 Triliun di BEI, IHSG Anjlok 14,91% dan Saham Big Caps Tertekan

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, 20 Oktober 2026.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham