Saham Gorengan: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

saham gorengan

Mediasaham.com
- Saham gorengan adalah istilah populer di pasar saham Indonesia untuk menyebut sebuah saham dengan pergerakan harga yang tidak wajar karena dimainkan oleh pihak tertentu seperti bandar atau spekulan.

Harga saham gorengan tiba-tiba naik tinggi dalam waktu singkat tanpa alasan fundamental yang jelas. Hanya hitungan hari bahkan hitungan beberapa jam.

Analogi sederhananya: seperti makanan gorengan — renyah dan menggoda di luar, tapi isinya bisa saja pedas sekali sehingga bikin sakit perut.

1. Apa Itu Saham Gorengan?

Saham gorengan adalah saham yang harganya sengaja “digoreng” oleh pelaku pasar agar terlihat menarik. Mereka membeli saham dalam jumlah besar, menaikkan harga, lalu menjualnya kepada investor ritel yang terlambat masuk.

Baca Juga: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Akibatnya, banyak investor pemula yang tergiur keuntungan cepat namun akhirnya terjebak di harga puncak atau harga atas.

2. Ciri-Ciri Saham Gorengan

Berikut tanda-tanda saham gorengan yang perlu kamu waspadai:

a. Pergerakan Harga Tidak Masuk Akal

Harga bisa naik puluhan persen hanya dalam hitungan hari tanpa berita positif atau laporan keuangan yang mendukung. Bahkan bisa ARA hanya hitungan hari atau bahkan tidak sampai 1 hari.

b. Volume Transaksi Tiba-Tiba Melejit

Saham yang biasanya sepi diperdagangkan tiba-tiba ramai. Volume transaksi meningkat tahjam. Ini bisa jadi sinyal bahwa ada pihak yang sedang “menggoreng” harga saham tersebut. Pihak tersebut biasanya bandar yang hendak mengambil keuntungan dari saham yang digoreng sendiri.

c. Emiten Kecil dan Kurang Dikenal

Kebanyakan saham gorengan berasal dari perusahaan kecil (second liner atau third liner) dengan kapitalisasi pasar rendah. Dengan nilai kapitalisasi rendah, saham jadi mudah untuk digoreng karena tidak butuh modal besar untuk menaikkan dan menurunkan harganya.

d. Tidak Didukung Fundamental

Jika dicek laporan keuangannya, perusahaan sering kali mencatat rugi atau laba sangat kecil, namun harga sahamnya tiba-tiba melonjak tajam, tanpa ada alasan yang penting dari perusahaannya.

e. Ramai di Forum dan Media Sosial

Waspadai saham yang tiba-tiba viral atau banyak direkomendasikan di forum investasi tanpa data yang jelas. Ini biasanya pihak yang ingin menggoreng saham tersebut sedang menyebarkan informasi, agar orang-orang tertarik beli saham tersebut.

3. Risiko Membeli Saham Gorengan

  • Harga bisa anjlok drastis ketika bandar keluar dari saham tersebut.
  • Likuiditas rendah, sulit menjual saham saat harga jatuh.
  • Kenaikan harga tanpa dasar, hanya spekulasi belaka.
  • Potensi rugi besar, bahkan hingga 50% lebih dari harga puncak.

4. Contoh Kasus Saham Gorengan di Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara rutin memperingatkan investor terhadap saham dengan pergerakan tidak wajar. Umumnya saham tersebut memiliki kapitalisasi kecil dan harga yang melonjak cepat tanpa alasan bisnis yang kuat. Dalam beberapa minggu, harga kembali turun ke titik awal.

5. Cara Menghindari Saham Gorengan

  • 🔍 Cek fundamental perusahaan melalui laporan keuangan resmi.
  • 📊 Gunakan analisis teknikal untuk melihat volume dan pola harga tidak normal.
  • 📰 Ikuti berita dari sumber terpercaya, bukan rumor forum.
  • 🚫 Hindari FOMO, jangan ikut-ikutan beli hanya karena harga sedang naik.

Kesimpulan

Saham gorengan memang menggoda, tapi berisiko tinggi. Kenaikan harga yang cepat sering kali tidak bertahan lama. Sebagai investor cerdas, fokuslah pada saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek jangka panjang. Hindari tergoda euforia pasar dan selalu lakukan riset sebelum membeli saham apa pun.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham