10 Saham Paling Cuan dan Buntung Hari Ini (05/11/2026), BAJA Melonjak 34,72%, BSWD Anjlok 6,94%

Mediasaham.com, JAKARTA – Sejumlah saham mencatatkan pergerakan harga yang cukup signifikan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11/2026). Saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menjadi pemimpin penguatan atau top gainer setelah harganya melonjak 34,72%.

Sebaliknya, saham BSWD menempati posisi teratas daftar saham paling buntung atau top loser setelah terkoreksi 6,94% dalam perdagangan hari ini.

saham rugi
Saham paling cuan dan saham paling buntung. Adit Saputra/Mediasaham.com

Berdasarkan data statistik perdagangan BEI, harga saham BAJA meningkat dari Rp144 menjadi Rp194 per saham. Kenaikan sebesar Rp50 tersebut menjadikan BAJA sebagai saham dengan persentase penguatan tertinggi dalam daftar 10 saham top gainers.

Di posisi kedua terdapat saham BELL yang naik 34,55%, dari Rp55 menjadi Rp74 per saham. Selanjutnya, saham MKNT menguat 33,33% dari Rp24 menjadi Rp32 per saham.

Saham UVCR juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 32,48% ke level Rp208. Sementara itu, MSKY naik 25,93% menjadi Rp34 per saham.

Daftar 10 Saham Paling Cuan Hari Ini

Berikut daftar 10 saham dengan kenaikan harga tertinggi pada perdagangan Kamis, 5 November 2026, berdasarkan statistik BEI.

Kode Saham Harga Sebelumnya Harga Penutupan Perubahan
BAJA Rp144 Rp194 +34,72%
BELL Rp55 Rp74 +34,55%
MKNT Rp24 Rp32 +33,33%
UVCR Rp157 Rp208 +32,48%
MSKY Rp27 Rp34 +25,93%
AGAR Rp1.000 Rp1.250 +25,00%
YUPI Rp910 Rp1.135 +24,73%
AIMS Rp755 Rp940 +24,50%
UANG Rp1.540 Rp1.895 +23,05%
BAIK Rp153 Rp187 +22,22%

Dari daftar tersebut, seluruh saham mencatatkan kenaikan lebih dari 22%. BAJA, BELL, MKNT, dan UVCR menjadi empat saham dengan penguatan di atas 30%.

Baca: Saham ARA & ARB Hari Ini (04/11/2026): BOBA ARA 34,59%, KREN Jadi Top Loser

10 Saham Paling Buntung Hari Ini

Di sisi lain, tekanan jual masih terjadi pada sejumlah saham. BSWD menjadi saham dengan penurunan harga paling dalam pada perdagangan hari ini.

Harga BSWD turun 6,94% dari Rp9.000 menjadi Rp8.375 per saham. Penurunan ini menempatkannya di urutan pertama daftar saham top losers BEI.

Selanjutnya, saham PTSP melemah 6,86% dari Rp2.040 menjadi Rp1.900 per saham. Saham SMLE menyusul dengan penurunan 6,84% dari Rp190 menjadi Rp177.

Saham TCPI juga mengalami koreksi 6,81% ke level Rp1.505, sedangkan MORA turun 6,79% menjadi Rp1.715 per saham.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan harga terbesar pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Kode Saham Harga Sebelumnya Harga Penutupan Perubahan
BSWD Rp9.000 Rp8.375 -6,94%
PTSP Rp2.040 Rp1.900 -6,86%
SMLE Rp190 Rp177 -6,84%
TCPI Rp1.615 Rp1.505 -6,81%
MORA Rp1.840 Rp1.715 -6,79%
BLUE Rp1.770 Rp1.650 -6,78%
RSCH Rp354 Rp330 -6,78%
MMIX Rp665 Rp620 -6,77%
PTSN Rp298 Rp278 -6,71%
SONA Rp2.240 Rp2.090 -6,70%

IHSG Menguat 2,25%, Saham Top Gainer Mendominasi Perhatian

Menariknya, penguatan saham-saham tersebut berlangsung ketika IHSG juga mencatatkan kenaikan signifikan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026), IHSG menguat 110,494 poin atau 2,25% ke level 5.030,261. Indeks bergerak dalam rentang 4.995,455 hingga 5.072,053 sepanjang perdagangan.

Total volume transaksi saham mencapai 22,46 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp9,98 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,31 juta kali.

Baca:

  1. Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko
  2. Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya
  3. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Pemula
  4. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia
  5. 92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal Resmi di Indonesia

Dari sisi aktivitas perdagangan, BUMI menjadi saham dengan volume transaksi terbesar mencapai 2,61 miliar saham. Sementara berdasarkan nilai transaksi, BBCA memimpin dengan nilai Rp848 miliar.

Kenaikan IHSG dan lonjakan sejumlah saham individual menunjukkan adanya peluang pergerakan harga yang cukup besar di pasar saham. Namun, investor tetap perlu memperhatikan likuiditas, fundamental emiten, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX Daily Statistics, Kamis, 5 November 2026.

Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      RESEARCH

      • Memuat artikel...

      Dividen Saham