47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

47 Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

Ada 47 saham sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar ini mencakup perusahaan teknologi yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, solusi digital, pusat data, perangkat teknologi, distribusi digital, hingga layanan berbasis internet.

Bagi investor yang sedang mencari daftar saham sektor teknologi di BEI, mengetahui kode saham dan nama perusahaan menjadi langkah awal sebelum melakukan analisis lebih lanjut.

Saham sektor teknologi di BEI
Ilustrasi daftar saham sektor tekonologi di BEI. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Beberapa saham teknologi yang cukup dikenal investor antara lain BUKA, GOTO, EMTK, DCII, EDGE, WIFI, MTDL, MSTI, GLVA dan sejumlah emiten lainnya.

Namun, tidak semua saham teknologi memiliki karakter bisnis yang sama. Ada perusahaan yang fokus pada ekosistem digital, ada yang bergerak di bidang teknologi informasi, ada pula yang menyediakan infrastruktur dan pusat data.

Berikut 47 daftar saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BEI.

Daftar Saham Sektor Teknologi di BEI 2026

No.

Kode Saham

Nama Perusahaan

Papan Pencatatan

1

UVCR

Trimegah Karya Pratama Tbk.

Pengembangan

2

BUKA

Bukalapak.com Tbk.

Ekonomi Baru

3

RUNS

Global Sukses Solusi Tbk.

Akselerasi

4

WGSH

Wira Global Solusi Tbk.

Akselerasi

5

WIRG

WIR ASIA Tbk.

Pengembangan

6

GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Pengembangan

7

AXIO

Tera Data Indonusa Tbk.

Pengembangan

8

BELI

Global Digital Niaga Tbk.

Pengembangan

9

NINE

Techno9 Indonesia Tbk.

Akselerasi

10

ELIT

Data Sinergitama Jaya Tbk.

Pengembangan

11

IRSX

Folago Global Nusantara Tbk.

Pengembangan

12

CHIP

Pelita Teknologi Global Tbk.

Akselerasi

13

TRON

Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Pengembangan

14

MENN

Menn Teknologi Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

15

AWAN

Era Digital Media Tbk.

Pengembangan

16

JATI

Informasi Teknologi Indonesia Tbk.

Pengembangan

17

CYBR

ITSEC Asia Tbk.

Pengembangan

18

IOTF

Sumber Sinergi Makmur Tbk.

Pengembangan

19

MSTI

Mastersystem Infotama Tbk.

Utama

20

TOSK

Topindo Solusi Komunika Tbk.

Pengembangan

21

MPIX

Mitra Pedagang Indonesia Tbk.

Pengembangan

22

AREA

Dunia Virtual Online Tbk.

Pengembangan

23

ATIC

Anabatic Technologies Tbk.

Pengembangan

24

EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk.

Utama

25

KREN

Quantum Clovera Investama Tbk.

Pemantauan Khusus

26

LMAS

Limas Indonesia Makmur Tbk.

Pemantauan Khusus

27

MLPT

Multipolar Technology Tbk.

Pengembangan

28

MTDL

Metrodata Electronics Tbk.

Utama

29

PTSN

Sat Nusapersada Tbk.

Pengembangan

30

SKYB

Northcliff Citranusa Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

31

KIOS

Kioson Komersial Indonesia Tbk.

Pengembangan

32

MCAS

M Cash Integrasi Tbk.

Pengembangan

33

NFCX

NFC Indonesia Tbk.

Pengembangan

34

DIVA

Distribusi Voucher Nusantara Tbk.

Pengembangan

35

LUCK

Sentral Mitra Informatika Tbk.

Pengembangan

36

ENVY

Envy Technologies Indonesia Tbk.

Pemantauan Khusus

37

HDIT

Hensel Davest Indonesia Tbk.

Utama

38

TFAS

Telefast Indonesia Tbk.

Pengembangan

39

DMMX

Digital Mediatama Maxima Tbk.

Pengembangan

40

GLVA

Galva Technologies Tbk.

Utama

41

PGJO

Bahtera Bumi Raya Tbk.

Akselerasi

42

CASH

Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.

Akselerasi

43

TECH

Indosterling Technomedia Tbk.

Pemantauan Khusus

44

WIFI

Solusi Sinergi Digital Tbk.

Pengembangan

45

DCII

DCI Indonesia Tbk.

Pengembangan

46

EDGE

Indointernet Tbk.

Pemantauan Khusus

47

ZYRX

Zyrexindo Mandiri Buana Tbk.

Pengembangan

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa Itu Saham Sektor Teknologi?

Saham sektor teknologi adalah saham perusahaan yang kegiatan usahanya masuk dalam kelompok sektor teknologi berdasarkan klasifikasi sektor yang digunakan di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan dalam sektor ini tidak selalu membuat aplikasi atau menjadi perusahaan internet. Bidangnya cukup luas.

Ada perusahaan yang menyediakan perangkat keras, layanan teknologi informasi, keamanan siber, pusat data, solusi digital, jaringan internet, distribusi produk teknologi, hingga berbagai layanan berbasis teknologi.

Karena itu, karakter setiap saham teknologi bisa sangat berbeda.

Misalnya, bisnis perusahaan yang bergerak di pusat data, tentu berbeda dengan perusahaan e-commerce atau perusahaan penyedia perangkat teknologi.

5 Saham Teknologi yang Banyak Dikenal Investor

Dari 47 saham di atas, ada beberapa nama yang cukup dikenal di pasar modal Indonesia.

1. GOTO

GoTo Gojek Tokopedia Tbk. memiliki kode saham GOTO.

GOTO dikenal sebagai perusahaan yang memiliki ekosistem bisnis digital, termasuk layanan on-demand, perdagangan elektronik, dan layanan keuangan digital.

2. BUKA

Bukalapak.com Tbk. menggunakan kode saham BUKA.

BUKA merupakan salah satu perusahaan teknologi yang dikenal luas melalui bisnis perdagangan digital.

3. EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk. memiliki kode saham EMTK.

EMTK merupakan salah satu perusahaan besar yang masuk dalam sektor teknologi dan tercatat di Papan Utama.

4. DCII

DCI Indonesia Tbk. menggunakan kode saham DCII.

Perusahaan ini bergerak di bidang pusat data atau data center, yang menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan ekonomi digital.

Semakin banyak layanan digital yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data.

5. MTDL

Metrodata Electronics Tbk. memiliki kode saham MTDL.

Metrodata dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan solusi digital.

Daftar Kode Saham Teknologi di BEI

Bagi pembaca yang hanya membutuhkan kode sahamnya, berikut daftar singkat 47 saham sektor teknologi:

UVCR, BUKA, RUNS, WGSH, WIRG, GOTO, AXIO, BELI, NINE, ELIT, IRSX, CHIP, TRON, MENN, AWAN, JATI, CYBR, IOTF, MSTI, TOSK, MPIX, AREA, ATIC, EMTK, KREN, LMAS, MLPT, MTDL, PTSN, SKYB, KIOS, MCAS, NFCX, DIVA, LUCK, ENVY, HDIT, TFAS, DMMX, GLVA, PGJO, CASH, TECH, WIFI, DCII, EDGE, dan ZYRX.

Daftar tersebut dapat digunakan sebagai referensi awal bagi investor yang ingin mencari emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia.

Saham Teknologi Berdasarkan Papan Pencatatan

Selain kode saham dan nama perusahaan, data BEI juga menunjukkan papan pencatatan masing-masing emiten.

Papan pencatatan dalam daftar tersebut terdiri dari Papan Utama, Papan Pengembangan, Papan Akselerasi, Ekonomi Baru, dan Pemantauan Khusus. Untuk mengetahui lebih dalam pengertian dari jenis-jenis papan pencatatan di BEI, bisa baca di sini Papan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: Jenis, Syarat, dan Fungsinya

Papan Utama

Beberapa saham teknologi yang tercatat di Papan Utama antara lain:

  • MSTI – Mastersystem Infotama Tbk.
  • EMTK – Elang Mahkota Teknologi Tbk.
  • MTDL – Metrodata Electronics Tbk.
  • HDIT – Hensel Davest Indonesia Tbk.
  • GLVA – Galva Technologies Tbk.

Papan Pengembangan

Sebagian besar saham dalam daftar berada di Papan Pengembangan.

Contohnya:

  • UVCR
  • WIRG
  • GOTO
  • AXIO
  • BELI
  • ELIT
  • IRSX
  • TRON
  • AWAN
  • JATI
  • CYBR
  • IOTF
  • TOSK
  • MPIX
  • AREA
  • MLPT
  • PTSN
  • KIOS
  • MCAS
  • NFCX
  • DIVA
  • LUCK
  • TFAS
  • DMMX
  • WIFI
  • DCII
  • ZYRX

Papan Akselerasi

Beberapa saham teknologi tercatat di Papan Akselerasi, yaitu:

  • RUNS
  • WGSH
  • NINE
  • CHIP
  • PGJO
  • CASH

Ekonomi Baru

Dalam data yang dihimpun, BUKA tercatat pada papan Ekonomi Baru.

Pemantauan Khusus

Sejumlah saham teknologi juga tercatat dalam Papan Pemantauan Khusus, yaitu:

  • MENN
  • KREN
  • LMAS
  • SKYB
  • ENVY
  • TECH
  • EDGE

Papan Pemantauan Khusus perlu diperhatikan investor karena penempatan saham pada papan tersebut menunjukkan adanya kondisi atau kriteria tertentu yang ditetapkan BEI.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat sektor perusahaan, tetapi juga memperhatikan status pencatatannya.

Apakah Semua Saham Teknologi Cocok untuk Investasi?

Tidak.

Meskipun sama-sama masuk sektor teknologi, kondisi setiap perusahaan bisa berbeda jauh.

Ada perusahaan yang sudah memiliki bisnis besar dan laba yang stabil. Ada pula perusahaan yang masih berada dalam tahap mengembangkan bisnis dan masih mengalami kerugian.

Karena itu, sektor teknologi tidak otomatis berarti sahamnya akan naik.

Investor tetap perlu melihat kondisi perusahaan sebelum membeli saham.

Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:

  • pertumbuhan pendapatan;
  • laba bersih;
  • arus kas;
  • jumlah utang;
  • aset dan ekuitas;
  • margin keuntungan;
  • prospek bisnis;
  • valuasi saham;
  • likuiditas perdagangan;
  • serta aksi korporasi perusahaan.

Kenapa Saham Teknologi Menarik Diperhatikan?

Sektor teknologi memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar karena penggunaan teknologi terus berkembang.

Masyarakat semakin banyak menggunakan internet, aplikasi digital, pembayaran elektronik, layanan cloud, pusat data, keamanan siber dan berbagai layanan berbasis teknologi.

Perusahaan juga semakin membutuhkan teknologi untuk menjalankan bisnis. Namun, peluang tersebut tetap harus dilihat secara realistis.

Pertumbuhan industri tidak selalu berarti semua perusahaan di dalamnya akan mendapatkan keuntungan yang sama.

Misalnya, ketika penggunaan internet meningkat, perusahaan penyedia infrastruktur digital mungkin mendapatkan manfaat. Tetapi perusahaan lain yang memiliki biaya tinggi dan belum mampu menghasilkan laba bisa menghadapi kondisi yang berbeda.

Itulah sebabnya investor perlu melihat perusahaan satu per satu, bukan hanya melihat label "sektor teknologi".

Cara Memilih Saham Teknologi untuk Dianalisis

saham teknologi
Belajar mempelajari saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Bagi investor yang baru mulai mempelajari saham teknologi, tidak perlu langsung menganalisis seluruh 47 emiten.

Mulailah dari beberapa saham.

Pertama, pilih perusahaan yang bisnisnya mudah dipahami.

Kemudian lihat laporan keuangannya.

Apakah pendapatannya tumbuh?

Apakah perusahaan menghasilkan laba?

Bagaimana kondisi utangnya?

Apakah arus kasnya sehat?

Setelah itu, baru lihat harga sahamnya.

Saham perusahaan yang bagus belum tentu menarik jika harganya sudah terlalu mahal.

Sebaliknya, saham yang harganya sudah turun banyak juga belum tentu murah.

Karena itu, harga saham dan kondisi perusahaan harus dilihat bersama-sama.

Baca: Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan

Kesimpulan

Ada 47 saham sektor teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan data yang dihimpun dari BEI.

Daftar tersebut mencakup berbagai perusahaan dengan bisnis yang berbeda, mulai dari teknologi informasi, perdagangan digital, infrastruktur digital, pusat data, perangkat teknologi, hingga layanan berbasis teknologi.

Beberapa kode saham teknologi yang cukup dikenal investor antara lain BUKA, GOTO, EMTK, MTDL, DCII, EDGE, WIFI, MSTI, dan GLVA.

Namun, investor perlu memahami bahwa masuknya sebuah perusahaan ke sektor teknologi bukan berarti saham tersebut otomatis menarik untuk dibeli.

Setiap emiten memiliki kondisi bisnis, laporan keuangan, tingkat risiko, valuasi dan prospek yang berbeda.

Karena itu, daftar 47 saham teknologi di BEI ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal untuk melakukan analisis, bukan sebagai daftar rekomendasi beli.

Sebelum membeli saham, pelajari terlebih dahulu bisnis perusahaan dan kondisi keuangannya.


Disclaimer

Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan merupakan rekomendasi pembelian atau penjualan saham tertentu. Penyebutan saham atau kode saham adalah sebagai studi kasus historis. Investasi saham mengandung risiko. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR - Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan investasi.

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026

38 Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2026

Ada 38 perusahaan sektor kesehatan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini. Dengan menjadi perusahaan publik, emiten-emiten ini tidak hanya mendapatkan akses pendanaan lebih luas, tetapi juga memperkuat transparansi dan tata kelola.

Berdasarkan data resmi yang tercatat hingga tahun 2026. Ke 38 perusahaan sektor kesehatan yang sudah melantai di BEI di kelompokkan ke berbagai papan pencatatan sesuai ketentuan OJK dan BEI. Mulai dari papan utama, pengembangan dan pemantauan khusus.


Daftar Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI
Dokter dan pasien saling bersalaman setelah selesai konsultasi kesehatan. Foto dokumentasi Mediasaham.com

Daftar saham sektor kesehatan berikut disusun lengkap dengan kode saham, tanggal IPO, jumlah lembar saham perusahaan, serta papan pencatatannya.  Sehingga mudah digunakan sebagai referensi bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Daftar Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI


1. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Kode Saham: DVLA
Tanggal IPO: 11 Nov 1994
Jumlah Saham: 1.120.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

2. Indofarma Tbk.

Kode Saham: INAF
Tanggal IPO: 17 Apr 2001
Jumlah Saham: 3.099.267.500
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

3. Kimia Farma Tbk.

Kode Saham: KAEF
Tanggal IPO: 04 Jul 2001
Jumlah Saham: 5.566.588.407
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

4. Kalbe Farma Tbk.

Kode Saham: KLBF
Tanggal IPO: 30 Jul 1991
Jumlah Saham: 46.813.391.540
Papan Pencatatan di BEI: Utama

5. Merck Tbk.

Kode Saham: MERK
Tanggal IPO: 23 Jul 1981
Jumlah Saham: 448.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

6. Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

Kode Saham: MIKA
Tanggal IPO: 24 Mar 2015
Jumlah Saham: 13.907.481.500
Papan Pencatatan di BEI: Utama

7. Pyridam Farma Tbk.

Kode Saham: PYFA
Tanggal IPO: 16 Okt 2001
Jumlah Saham: 11.236.691.910
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

8. Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

Kode Saham: SAME
Tanggal IPO: 11 Jan 2013
Jumlah Saham: 17.147.132.545
Papan Pencatatan di BEI: Utama

9. Organon Pharma Indonesia Tbk.

Kode Saham: SCPI
Tanggal IPO: 08 Jun 1990
Jumlah Saham: 3.600.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

10. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Kode Saham: SIDO
Tanggal IPO: 18 Des 2013
Jumlah Saham: 30.000.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

11. Siloam International Hospitals Tbk.

Kode Saham: SILO
Tanggal IPO: 12 Sep 2013
Jumlah Saham: 13.006.125.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

12. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Kode Saham: SRAJ
Tanggal IPO: 11 Apr 2011
Jumlah Saham: 12.238.959.990
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

13. Tempo Scan Pacific Tbk.

Kode Saham: TSPC
Tanggal IPO: 17 Jun 1994
Jumlah Saham: 4.509.864.300
Papan Pencatatan di BEI: Utama

14. Prodia Widyahusada Tbk.

Kode Saham: PRDA
Tanggal IPO: 07 Des 2016
Jumlah Saham: 937.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

15. Royal Prima Tbk.

Kode Saham: PRIM
Tanggal IPO: 15 Mei 2018
Jumlah Saham: 3.393.434.905
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

16. Medikaloka Hermina Tbk.

Kode Saham: HEAL
Tanggal IPO: 16 Mei 2018
Jumlah Saham: 15.365.950.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

17. Phapros Tbk.

Kode Saham: PEHA
Tanggal IPO: 26 Des 2018
Jumlah Saham: 840.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

18. Itama Ranoraya Tbk.

Kode Saham: IRRA
Tanggal IPO: 15 Okt 2019
Jumlah Saham: 1.600.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

19. Soho Global Health Tbk.

Kode Saham: SOHO
Tanggal IPO: 08 Sep 2020
Jumlah Saham: 12.691.682.390
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

20. Bundamedik Tbk.

Kode Saham: BMHS
Tanggal IPO: 06 Jul 2021
Jumlah Saham: 8.603.416.176
Papan Pencatatan di BEI: Utama

21. Kedoya Adyaraya Tbk.

Kode Saham: RSGK
Tanggal IPO: 08 Sep 2021
Jumlah Saham: 929.675.000
Papan Pencatatan di BEI: Pemantauan Khusus

22. Murni Sadar Tbk.

Kode Saham: MTMH
Tanggal IPO: 20 Apr 2022
Jumlah Saham: 2.068.526.950
Papan Pencatatan di BEI: Utama

23. Hetzer Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: MEDS
Tanggal IPO: 10 Agt 2022
Jumlah Saham: 1.562.500.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

24. Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Kode Saham: PRAY
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 13.959.422.300
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

25. Jayamas Medica Industri Tbk.

Kode Saham: OMED
Tanggal IPO: 08 Nov 2022
Jumlah Saham: 27.058.850.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

26. Multi Medika Internasional Tbk.

Kode Saham: MMIX
Tanggal IPO: 06 Des 2022
Jumlah Saham: 4.800.425.380
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

27. Penta Valent Tbk.

Kode Saham: PEVE
Tanggal IPO: 24 Jan 2023
Jumlah Saham: 1.765.625.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

28. Haloni Jane Tbk.

Kode Saham: HALO
Tanggal IPO: 08 Feb 2023
Jumlah Saham: 5.650.051.056
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

29. Charlie Hospital Semarang Tbk.

Kode Saham: RSCH
Tanggal IPO: 28 Agt 2023
Jumlah Saham: 2.650.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

30. Ikapharmindo Putramas Tbk.

Kode Saham: IKPM
Tanggal IPO: 08 Nov 2023
Jumlah Saham: 1.684.662.500
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

31. Maja Agung Latexindo Tbk.

Kode Saham: SURI
Tanggal IPO: 07 Des 2023
Jumlah Saham: 6.334.375.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

32. UBC Medical Indonesia Tbk.

Kode Saham: LABS
Tanggal IPO: 10 Jul 2024
Jumlah Saham: 3.950.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

33. Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk.

Kode Saham: OBAT
Tanggal IPO: 13 Jan 2025
Jumlah Saham: 607.844.489
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

34. Diastika Biotekindo Tbk.

Kode Saham: CHEK
Tanggal IPO: 10 Jul 2025
Jumlah Saham: 4.113.331.485
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

35. Medela Potentia Tbk.

Kode Saham: MDLA
Tanggal IPO: 15 Apr 2025
Jumlah Saham: 14.012.825.000
Papan Pencatatan di BEI: Utama

36. Cipta Sarana Medika Tbk.

Kode Saham: DKHH
Tanggal IPO: 08 Mei 2025
Jumlah Saham: 2.550.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

37. Metro Healthcare Indonesia Tbk.

Kode Saham: CARE
Tanggal IPO: 13 Mar 2020
Jumlah Saham: 33.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan

38. Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

Kode Saham: DGNS
Tanggal IPO: 15 Jan 2021
Jumlah Saham: 1.250.000.000
Papan Pencatatan di BEI: Pengembangan


Baca:


Gambar Health Checkup Icons
Berbagai icon daftar cek kesehatan. Adit Saputra / Mediasaham.com

Analisis Papan Pencatatan Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Dari total 38 perusahaan sektor kesehatan yang tercatat di BEI, pembagian berdasarkan papan pencatatan adalah sebagai berikut:

  • Papan Utama: 9 perusahaan
    (KLBF, MIKA, SAME, SIDO, SILO, TSPC, PRDA, BMHS, MDLA, MTMH, OMED)
    (Catatan: termasuk emiten besar dan mapan dengan kinerja stabil)

  • Papan Pengembangan: 25 perusahaan
    (DVLA, KAEF, MERK, PYFA, SRAJ, PRIM, PEHA, IRRA, SOHO, MEDS, PRAY, MMIX, PEVE, HALO, RSCH, IKPM, SURI, LABS, OBAT, CHEK, DKHH, CARE, DVLA, MERK, PYFA, PHAPROS)
    (Mayoritas perusahaan tahap menengah dan bertumbuh)

  • Papan Pemantauan Khusus: 3 perusahaan
    (INAF, SCPI, RSGK)
    (Sedang dalam pengawasan khusus BEI)

Total keseluruhan:
38 perusahaan kesehatan tercatat di BEI hingga Maret 2026.


Contoh Perusahaan Sektor Kesehatan di BEI

Beberapa contoh perusahaan kesehatan ternama yang sudah lama tercatat di BEI antara lain:

  • Kalbe Farma Tbk. (KLBF) – perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, tercatat di Papan Utama sejak 1991.

  • Kimia Farma Tbk. (KAEF) – emiten farmasi pelat merah yang berada di Papan Pengembangan.

  • Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) – operator rumah sakit swasta terkemuka di Papan Utama.

  • Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) – rumah sakit swasta modern milik Grup Lippo di Papan Utama.

  • Indofarma Tbk. (INAF) – BUMN farmasi yang kini masuk Papan Pemantauan Khusus.


Kesimpulan

Berdasarkan data hingga Maret 2026, terdapat 38 perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mayoritas dari mereka tercatat di Papan Pengembangan, yang menunjukkan bahwa sektor kesehatan di Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan aktif dan ekspansi.

Sementara itu, perusahaan besar seperti Kalbe Farma (KLBF), Siloam Hospitals (SILO), dan Mitra Keluarga (MIKA) sudah menempati Papan Utama berkat kinerja dan fundamental yang kuat.

Baca: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Papan pencatatan di BEI bukan hanya sekadar klasifikasi administratif, tetapi juga panduan penting bagi investor untuk memahami tingkat kematangan dan risiko tiap perusahaan. Dengan mengenal jenis papan ini, calon investor dapat memilih saham sektor kesehatan sesuai profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.

105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI 2026: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO

105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI 2026: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO

sektor keuangan di BEI
Gedung perusahaan dari berbagai sektor keuangan. Foto Dokumentasi Mediasaham.com 

Berdasarkan data terbaru Maret 2026, terdapat 105 emiten saham sektor keuangan BEI yang aktif diperdagangkan. Dari jumlah tersebut, 40 perusahaan tercatat di papan utama, 52 perusahaan di papan pengembangan, dan 13 perusahaan di papan pemantauan khusus.

Perusahaan besar seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mendominasi daftar saham keuangan Indonesia di papan utama.

Baca: 91 Daftar Saham Sektor Energi

Sementara Bank Amar Indonesia (AMAR) dan Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS) aktif di papan pengembangan dengan potensi pertumbuhan digital tinggi. Di sisi lain, Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) tercatat di papan pemantauan khusus karena evaluasi kinerja.

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

Saham sektor energi di Indonesia terdiri dari berbagai perusahaan yang mencakup kegiatan dari hulu hingga hilir. Mulai dari bidang pertambangan batu bara, minyak, dan gas, termasuk eksplorasi, produksi, hingga distribusinya.

Selain produsen itu, ada juga perusahaan jasa penunjang seperti transportasi, logistik, dan penyedia peralatan pertambangan maupun migas.

Sementara itu, di energi terbarukan, perusahaan fokus pada pembangkit listrik ramah lingkungan, produksi biofuel, serta komponen energi baru seperti panel surya dan turbin.


daftar saham sektor energi
Proyek pertambangan salah satu sektor energi. Dokumentasi Mediasaham.com

Perusahaan sektor energi memegang peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. sektor ini juga menjadi salah satu kontributor utama terhadap penerimaan negara melalui ekspor dan investasi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat puluhan perusahaan energi yang sahamnya aktif diperdagangkan, mulai dari perusahaan tambang batu bara, minyak dan gas, hingga penyedia jasa pendukung energi.

Saham sektor energi apa saja?

Berdasarkan data terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga tahun 2026, terdapat 91 saham sektor energi yang tercatat di BEI. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga papan pencatatan:

  1. Papan Utama: 49 saham
  2. Papan Pengembangan: 27 saham
  3. Papan Pemantauan Khusus: 15 saham

Papan Utama umumnya diisi oleh perusahaan dengan kapitalisasi besar, kinerja keuangan solid, serta tata kelola yang baik. Sementara itu, Papan Pengembangan menjadi wadah bagi perusahaan yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Baca: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Saham sektor energi yang berada di Papan Pemantauan Khusus diperuntukkan bagi emiten yang menghadapi masalah tertentu, baik dari sisi operasional maupun regulasi yang belum terpenuhi dai BEI.

Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham