![]() |
| Ilustrasi Dividen yield terbesar 2025. Radit M. Pase / Mediasaham.com |
Mediasaham.com – Data tahun 2025 menunjukkan bahwa banyak saham Indonesia memberikan dividend yield di atas 8%, bahkan terbesar mencapai lebih dari 20%.
Saham dividen yield tinggi menjadi primadona karena menawarkan imbal hasil yang lebih pasti dibandingkan mengandalkan kenaikan harga saham. Banyak investor mulai menyadari bahwa portofolio yang sehat tidak hanya berisi saham bertumbuh, tetapi juga saham yang rajin membagikan dividen dengan yield menarik.
Dividend Yield yang tinggi memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan return tahunan yang menarik, bahkan bisa mengalahkan deposito atau obligasi. Oleh karena itu, memahami Saham Dividen Yield Tertinggi 2025 menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi dengan aman, stabil, dan menguntungkan.
Mengapa Dividend Yield Penting dalam Strategi Investasi Saham?
Dividend yield adalah metrik yang menunjukkan berapa besar dividen yang Anda terima dibandingkan harga saham saat ini. Rumusnya:
Dividend Yield = Dividen per Saham / Harga Saham × 100%
Semakin tinggi dividend yield, semakin besar imbal hasil pasif yang Anda terima. Bagi investor defensif atau mereka yang mencari pendapatan rutin, dividend yield adalah parameter utama dalam memilih saham.
Namun, perlu dipahami:
-
Yield yang terlalu tinggi harus dianalisis sumbernya (apakah karena dividen besar atau harga saham turun).
-
Tidak semua saham dengan yield tinggi aman untuk jangka panjang.
-
Kualitas fundamental tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Dengan pemahaman ini, mari kita masuk ke daftar lengkapnya.
Daftar Saham Dividen Yield Terbesar 2025
Berikut saham dengan Dividend Yield tertinggi pada tahun 2025.
| Rank | Kode | Perusahaan | Dividend Yield |
|---|---|---|---|
| 1 | DMAS | Puradelta Lestari Tbk | 22,14% |
| 2 | LPPF | Matahari Department Store | 17,80% |
| 3 | CFIN | Clipan Finance Indonesia | 15,43% |
| 4 | ADRO | Adaro Energy Indonesia | 15,03% |
| 5 | PTBA | Bukit Asam Tbk | 14,52% |
| 6 | SKRN | Superkrane Mitra Utama | 14,17% |
| 7 | TPMA | Trans Power Marine | 14,16% |
| 8 | RALS | Ramayana Lestari Sentosa | 13,82% |
| 9 | GEMS | Golden Energy Mines | 13,79% |
| 10 | ITMG | Indo Tambangraya Megah | 13,62% |
| 11 | BSSR | Baramulti Suksessarana | 12,87% |
| 12 | MPMX | Mitra Pinasthika Mustika | 12,50% |
| 13 | PBID | Panca Budi Idaman | 11,22% |
| 14 | SPTO | Surya Pertiwi | 10,85% |
| 15 | BJBR | Bank BJB | 10,72% |
| 16 | GHON | Gihon Telekomunikasi Indonesia | 10,53% |
| 17 | AMAG | Asuransi Multi Artha Guna | 10,42% |
| 18 | PSSI | IMC Pelita Logistik | 10,40% |
| 19 | BJTM | Bank Jatim | 10,13% |
| 20 | PANS | Panin Sekuritas | 10,10% |
| 21 | LPIN | Multi Prima Sejahtera | 10,00% |
| 22 | ROTI | Nippon Indosari | 9,99% |
| 23 | POWR | Cikarang Listrindo | 9,69% |
| 24 | PGAS | Perusahaan Gas Negara | 9,74% |
| 25 | BMRI | Bank Mandiri | 9,59% |
| 26 | MLBI | Multi Bintang Indonesia | 9,55% |
| 27 | HEXA | Hexindo Adiperkasa | 9,51% |
| 28 | BBRI | Bank BRI | 9,36% |
| 29 | JAYA | Armada Berjaya Trans | 9,35% |
| 30 | KCGI | Resource Alam Indonesia | 9,18% |
| 31 | CLPI | Colorpak Indonesia | 9,16% |
| 32 | BNGA | Bank CIMB Niaga | 8,82% |
| 33 | BBNI | Bank BNI | 8,68% |
| 34 | PANR | Panorama Sentrawisata | 8,45% |
| 35 | DLTA | Delta Djakarta | 8,43% |
| 36 | MAHA | Mandiri Herindo Adiperkasa | 8,39% |
| 37 | MAIN | Malindo Feedmill | 8,33% |
| 38 | AMOR | Ashmore Asset Management | 8,33% |
| 39 | BRAM | Indo Kordsa | 8,32% |
| 40 | MSTI | Mastersystem Infotama | 8,25% |
| 41 | AKRA | AKR Corporindo | 8,20% |
| 42 | ACES | Ace Hardware Indonesia | 8,14% |
| 43 | SMSM | Selamat Sempurna | 8,14% |
| 44 | MARK | Mark Dynamics Indonesia | 8,14% |
| 45 | ASDM | Asuransi Dayin Mitra | 8,13% |
| 46 | ADMF | Adira Finance | 8,10% |
| 47 | TOTO | Surya Toto Indonesia | 8,09% |
| 48 | KDSI | Kedawung Setia Industrial | 8,04% |
Analisis 10 Saham Dividen Tertinggi 2025
1. DMAS – Puradelta Lestari (Yield 22,14%)
DMAS mempertahankan posisinya sebagai raja dividen 2025 berkat penjualan lahan industri yang kuat serta neraca keuangan yang sangat sehat.
Kelebihan:
✔ Kas besar
✔ Tidak memiliki utang
✔ Penjualan kawasan industri stabil setiap tahun
Risiko:
– Pendapatan tidak recurring
– Bergantung pada penjualan lahan (fluktuatif)
2. LPPF – Matahari Dept Store (Yield 17,80%)
LPPF konsisten membagikan dividen besar sejak pandemi berakhir.
Kelebihan:
✔ Marjin tinggi
✔ Arus kas kuat
Risiko:
– Persaingan e-commerce meningkat dan pembagian dividen tiap tahun tidak stabil
3. CFIN – Clipan Finance (Yield 15,43%)
Perusahaan pembiayaan dengan fokus kredit mobil dan heavy equipment.
Kelebihan:
✔Rasio kecukupan modal kuat
✔ ROE tinggi
Risiko:
– Pembiayaan sensitif pada kondisi makro dan pembagian dividen tidak rutin setiap tahun.
4–10: Saham Energi & Tambang Mendominasi
ADRO, PTBA, GEMS, ITMG berada di daftar atas karena tingginya harga komoditas global.
Kelebihan umum:
✔ Laba jumbo
✔ Cashflow kuat
✔ Komitmen dividen tinggi
Risiko:
– Harga batu bara & energi sangat fluktuatif
Perbandingan Berdasarkan Sektor
1. Sektor Tambang – Dividen Paling Besar
Termasuk: ADRO, PTBA, ITMG, BSSR, GEMS
Sektor ini menyumbang Dividend Yield terbesar. Namun dividen tergantug pada harga komoditas di pasar global.
2. Sektor Perbankan – Dividen Stabil & Konsisten
BBRI, BMRI, BJBR, BJTM
Perbankan merupakan sektor paling aman untuk dividen jangka panjang.
3. Consumer Goods – Dividen Bertumbuh
ROTI, MLBI, DLTA
Sektor konsumer cocok untuk investor yang mencari stabilitas.
4. Logistik & Industri – Yield Menarik
TPMA, PSSI, SKRN
Sektor ini diuntungkan oleh pertumbuhan logistik domestik.
Faktor yang Membuat Dividend Yield Menjadi Sangat Tinggi
Dividend Yield yang besar bisa berasal dari:
1. Dividen yang besar
Biasanya terjadi karena:
-
laba tinggi
-
perusahaan efisien
-
beban rendah
-
cashflow operasi besar
2. Harga saham turun
Harga turun → Yield otomatis naik
Tetapi investor perlu menjaga diri dari jebakan dividend trap.
Cara Memilih Saham Dividen yang Aman untuk 2026
Berikut 7 kriteria terpenting:
1. Dividend Payout Ratio (DPR) ideal 30-70%
Jika tiba-tiba DPR 100%, waspada: tidak berkelanjutan. Kecuali saham tersebut rutin membagikan dividen dengan DPR di atas 90%.
2. Arus kas operasi positif
Dividen dari utang = tanda bahaya.
3. Pertumbuhan EPS stabil
Dividen hanya sehat jika laba tumbuh.
4. ROE tinggi (di atas 12%)
5. DER rendah dan utang terkendali
6. Rekam jejak dividen minimal 5 tahun
7. Valuasi wajar
Jangan membeli saham dividen dalam kondisi overvalued.
Rekomendasi Saham Dividen Terbaik 2025
Berikut rangkuman terbaik berdasarkan kategori:
Dividen Jumbo:
-
DMAS
-
ADRO
-
ITMG
-
PTBA (Cek histori dividen PTBA di sini)
Dividen stabil jangka panjang:
-
BBRI
-
BMRI
-
BJBR
-
BJTM
Dividen dengan potensi pertumbuhan:
-
ROTI
-
POWR (Cek Histori Dividen POWR di sini)
-
DLTA
Risiko Investasi Saham Dividen
Tiga risiko utama:
1. Dividend Trap
Yield tinggi bisa membuat harga saham jatuh drastis pada saat cum deviden berakhir.
2. Siklus industri
Terutama sektor komoditas.
3. Dividend Cut
Perusahaan memangkas dividen karena laba turun.
Investor harus selalu mengecek laporan keuangan terbaru.
Strategi Meningkatkan Passive Income dari Dividen
1. Gunakan strategi "Dividend Growth Investing"
Pilih perusahaan yang dividen-nya terus naik setiap tahun.
2. Reinvestasikan dividen (DRIP)
Dividen yang dibelikan kembali akan menambah lot.
3. Diversifikasi minimal 3 saham
4. Beli saat harga murah (valuasi diskon)
FAQ Saham Dividen Yield Terbesar 2025
1. Apa itu Dividend Yield?
Dividend Yield = Dividen tahunan ÷ harga saham.
2. Apakah Dividend Yield tinggi selalu bagus?
Tidak. Bisa jadi tanda dividend trap jika harga saham jatuh.
3. Sektor apa yang paling besar dividen di 2025?
Tambang & energi.
4. Apakah bank cocok untuk dividen jangka panjang?
Ya. Stabil, besar, dan konsisten.
5. Berapa Dividend Yield yang ideal?
8% ke atas sudah sangat menarik untuk Indonesia.
6. Kapan waktu terbaik membeli saham dividen?
Saat valuasi murah
Kesimpulan: Saham Dividen Yield Terbesar 2025
Berdasarkan daftar 48 saham dengan dividen yield terbesar tahun 2025, DMAS memimpin dengan dividend yield 22,14%, menjadikannya satu-satunya saham yang mampu menembus level di atas 20%. Posisi ini menunjukkan rasio pembayaran dividen yang sangat besar dibandingkan harga sahamnya.
Baca: Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
Kelompok saham dengan yield di atas 15% masih mencakup beberapa nama besar seperti LPPF (17,80%), CFIN (15,43%), dan ADRO (15,03%), menandakan bahwa sektor ritel, pembiayaan, dan energi tetap menjadi kontributor kuat dividen 2025.
Baca: 91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI
Sementara itu, rentang 13%–14% yang dihuni oleh PTBA, SKRN, TPMA, RALS, GEMS, dan ITMG menggambarkan bahwa perusahaan di sektor batu bara, logistik, dan consumer goods mempertahankan tradisi pembagian dividen tinggi.

0 Comments
Posting Komentar