Laporan Keuangan Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) untuk tigak bulan pertama di tahun 2025 mengalami kerugian sebesar USD 9,21 juta .
Pada tahun 2024, perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD 1,75 juta, naik 25% dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,39 juta. Laba kotor juga meningkat menjadi USD 569,56 ribu dari USD 458,77 ribu pada 2023. Namun demikian, perusahaan masih menanggung rugi bersih sebesar USD 12,72 juta, naik dibanding rugi bersih USD 6,84 juta pada 2023. Adapun di tahun 2022, perusahaan belum membukukan pendapatan dan mencatatkan kerugian sebesar USD 11,33 juta.
Jika dibandingkan berdasarkan periode berjalan, kinerja kuartal I-2025 terlihat melemah. Perseroan tidak membukukan pendapatan sama sekali, sementara pada periode yang sama 2024 berhasil mencatat USD 539,63 ribu. Akibatnya, rugi bersih kuartal I-2025 membengkak menjadi USD 9,21 juta, lebih dalam dibanding rugi USD 4,18 juta pada kuartal I-2024.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa meski Merdeka Gold Resources berhasil meningkatkan pendapatan sejak 2023, tingginya beban usaha dan biaya keuangan membuat perusahaan masih berada pada posisi rugi bersih. Periode kuartal I-2025 juga mengindikasikan tantangan besar untuk mempertahankan konsistensi produksi dan pendapatan agar kinerja keuangan dapat berbalik positif di masa depan.
Laporan Keuangan Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) 2025
1. Data Utama
Periode 3 bulan :
-
2025: Pendapatan = $0, Laba kotor = $0, Rugi bersih = ($9,212,000)
-
2024: Pendapatan = $539,631 → Laba kotor = $59,659 → Rugi bersih = ($4,178,670)
Tahunan:
-
2024: Pendapatan = $1,749,657 → Laba kotor = $569,560 → Rugi bersih = ($12,720,167)
-
2023: Pendapatan = $1,394,298 → Laba kotor = $458,770 → Rugi bersih = ($6,836,952)
-
2022: Pendapatan = $0 → Laba kotor = $0 → Rugi bersih = ($11,334,522)
2. Pertumbuhan Tahunan
-
Pendapatan: naik dari $0 (2022) → $1,394,298 (2023) → $1,749,657 (2024), menunjukkan ekspansi usaha nyata.
-
Laba kotor: sejalan dengan pendapatan, naik ke $569,560 (2024).
-
Rugi bersih: fluktuatif. Tahun 2022 rugi besar ($11,334,522), 2023 sedikit membaik ($6,836,952), namun 2024 kembali melebar ($12,720,167).
3. Perbandingan Periode Berjalan
-
Q1 2024 mencatat pendapatan $539,631 dan rugi bersih ($4,178,670).
-
Q1 2025 tidak ada pendapatan dan rugi membengkak jadi ($9,212,385).
→ Ini menunjukkan Q1 2025 lebih buruk dibanding Q1 2024, karena pendapatan hilang sementara beban tetap tinggi.
4. Kesimpulan Analisis
-
Tren jangka panjang (2022–2024): Pendapatan tumbuh signifikan sejak 2023, namun perusahaan belum mampu membalikkan rugi bersih akibat beban usaha dan keuangan yang tinggi.
-
Profitabilitas: Laba kotor positif, tetapi tidak cukup menutup biaya operasional & keuangan, sehingga selalu rugi bersih.
-
Periode berjalan (Q1 2025): Kondisi menurun dibanding Q1 2024, karena nihil pendapatan namun beban operasional masih besar.
-
Outlook: Perusahaan menunjukkan potensi dari kenaikan pendapatan (2023–2024), namun tantangan besar adalah mengendalikan biaya dan mencapai skala produksi stabil agar tidak kembali rugi besar seperti Q1 2025.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) mencatat kenaikan liabilitas signifikan hingga kuartal I-2025, seiring kebutuhan pembiayaan ekspansi proyek tambang.
Liabilitas
Total liabilitas per 31 Maret 2025 mencapai $280,0 juta, naik 9,3% dibanding akhir 2024 yang sebesar $256,7 juta. Angka ini juga melonjak 61,4% dari $173,5 juta pada 2023, serta lebih dari lima kali lipat dibanding $44,6 juta pada tahun 2022.
Liabilitas jangka pendek tercatat $77,9 juta pada Maret 2025, naik 39% dari $56,0 juta di akhir 2024. Kenaikan terutama berasal dari utang usaha sebesar $7,65 juta (turun 27% dari $10,47 juta pada 2024) dan beban yang masih harus dibayar $56,96 juta (naik 49% dari $37,26 juta).
Liabilitas jangka panjang juga meningkat menjadi $202,1 juta, naik tipis 0,7% dari $200,6 juta di 2024. Porsi terbesar berasal dari pinjaman pihak berelasi sebesar $173,7 juta yang relatif stabil dibanding akhir tahun lalu.
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi $263,3 juta pada Maret 2025, merosot 3,5% dari $272,9 juta di 2024. Penurunan ini terutama akibat akumulasi rugi yang semakin dalam, tercatat ($43 juta) pada Maret 2025 dari ($34 juta) di akhir 2024.
Baca Juga: 20 Saham Dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Jika dibandingkan dengan 2023 yang sebesar $155 juta, ekuitas sebenarnya melonjak 68,9%, dan bahkan jauh di atas 2022 yang hanya $166,3 juta. Namun tren jangka pendek menunjukkan adanya tekanan akibat kerugian berjalan.
Total Liabilitas dan Ekuitas
Total liabilitas dan ekuitas per 31 Maret 2025 mencapai $543,3 juta, naik 11,4% dari $487,7 juta di akhir 2024. Kenaikan ini sejalan dengan ekspansi aset, meski diiringi peningkatan kewajiban yang cukup tinggi.
Kesimpulan
Struktur keuangan Merdeka Gold Resources menunjukkan ekspansi yang agresif dengan liabilitas yang melonjak lebih dari 500% sejak 2022. Meskipun ekuitas tumbuh dibanding dua tahun lalu, tren kuartal I-2025 mengindikasikan tekanan dari kerugian akumulatif. Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset dan kemampuan menghasilkan arus kas untuk menjaga struktur modal tetap sehat.
1. Data Utama (USD ‘000)
Total Aset
-
31 Maret 2025: 543.309
-
31 Des 2024: 487.721
-
31 Des 2023: 308.666
-
31 Des 2022: 210.948
Aset Lancar
-
31 Maret 2025: 25.392
-
31 Des 2024: 71.444
-
31 Des 2023: 19.684
-
31 Des 2022: 10.527
Aset Tidak Lancar
-
31 Maret 2025: 517.917
-
31 Des 2024: 416.277
-
31 Des 2023: 288.982
-
31 Des 2022: 200.421
2. Pertumbuhan Aset
-
Total aset meningkat tajam dari USD 210,9 juta (2022) → USD 308,7 juta (2023) → USD 487,7 juta (2024) → USD 543,3 juta (Maret 2025).
-
Kenaikan terutama disumbang oleh aset tidak lancar (property, equipment, dan eksplorasi), mencerminkan ekspansi proyek.
-
Aset lancar fluktuatif, naik signifikan di 2024 (71,4 juta) lalu turun lagi di Maret 2025 (25,4 juta), menunjukkan penggunaan kas untuk operasional/investasi.
3. Likuiditas
-
Kas & bank: naik dari USD 5,6 juta (2022) → 12,4 juta (2023) → melonjak 67,3 juta (2024) → turun drastis ke 19,7 juta (Maret 2025).
-
Penurunan kas Q1-2025 menandakan intensitas penggunaan dana untuk proyek atau beban usaha.
-
Persediaan konsisten ada (2024: 572 ribu → Maret 2025: 509 ribu), tapi relatif kecil dibanding total aset.
4. Kesimpulan Neraca
-
Aset perusahaan tumbuh agresif seiring ekspansi proyek pertambangan dan investasi di aset tetap/eksplorasi.
-
Kas fluktuatif tajam, menunjukkan kebutuhan modal kerja tinggi dan potensi ketergantungan pada pendanaan eksternal.
-
Aset tidak lancar mendominasi, artinya mayoritas dana tertanam di proyek jangka panjang, sementara aset lancar relatif rendah → risiko likuiditas harus dikelola ketat.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0 Comments
Posting Komentar