Mediasaham.com - Pasar saham Indonesia semakin menarik diamati sepanjang tahun 2025. Daftar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia tidak lagi dikuasai oleh sektor perbankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi sekarang, perusahaan di bidang energi ramah lingkungan, teknologi, dan pertambangan mineral penting mulai naik ke puncak daftar.
20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Berdasarkan
data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per Agustus 2025, PT
Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kini jadi saham terbesar dengan
nilai pasar lebih dari Rp1.200 triliun. BREN berhasil menggeser Bank
Central Asia Tbk (BBCA), yang selama ini selalu nomor satu.
Tak kalah menarik, sektor teknologi juga tumbuh kencang. DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan yang fokus pada pusat data (data center), sudah masuk tiga besar saham terbesar di Indonesia. Ini membuktikan bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital seperti server untuk cloud dan AI semakin penting. Selain itu semua orang butuh data yang aman dan cepat seperti untuk layanan e-commerce dan hal ini tentu saja membutuhkan dukungan dari perusahaan data center.
Baca Juga: 91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI
Meskipun demikian, sektor perbankan masih jadi pondasi utama di pasar saham Indonesia. Bank besar seperti BBCA, Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) tetap bertahan di 10 saham teratas dengan nilai pasar triliunan rupiah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga semakin kuat, membuktikan bahwa perbankan berbasis syariah punya peran besar dalam keuangan inklusif di Indonesia.
Apa Itu Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar?
Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah saham dari perusahaan Tbk yang memiliki nilai total pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) dihitung dengan rumus sederhana:
👉 Market Cap = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar
Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 10 miliar lembar saham beredar dengan harga Rp1.000 per lembar, maka kapitalisasi pasarnya adalah Rp10 triliun.
Kenapa Kapitalisasi Pasar Penting?
-
Mengukur besar nilai sebauh perusahaan
Market cap sering digunakan untuk melihat seberapa besar nilai sebuah perusahaan dibanding kompetitornya. Semakin besar market cap, semakin besar pula perusahaan tersebut dinilai oleh pasar. -
Menunjukkan kepercayaan investor
Perusahaan dengan market cap besar biasanya dianggap lebih stabil, punya fundamental kuat, dan dipercaya mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi. -
Menjadi acuan indeks pasar
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan market cap terbesar sering masuk indeks populer seperti LQ45 dan IDX30, sehingga lebih banyak diperdagangkan oleh investor institusi.
Daftar 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Berikut daftar 20 saham terbesar di Indonesia. Ranking ini diambil dari data IDX.co.id per Agustus 2025.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp1.207 triliun
🔹 Sektor: Energi Terbarukan
🔹 Perusahaan energi terbarukan terbesar di Indonesia, fokus pada pembangkit listrik berbasis panas bumi. Jadi pemimpin transisi energi nasional.Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp985 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BCA adalah bank swasta terbesar dengan basis nasabah ritel dan digital banking yang sangat kuat.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) – Rp812 triliun
🔹 Sektor: Teknologi (Data Center)
🔹 Pioneer pusat data di Indonesia, mendukung ekosistem digital dan cloud computing nasional.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp764 triliun
🔹 Sektor: Energi & Infrastruktur
🔹 Bergerak di bidang energi listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur dengan diversifikasi bisnis yang kuat.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp714 triliun
🔹 Sektor: Petrokimia
🔹 Produsen petrokimia terbesar di Indonesia, penyedia bahan baku industri plastik dan kimia.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp608 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BUMN terbesar, unggul di segmen mikro, UMKM, dan jaringan cabang terluas.PT Bayan Resources Tbk (BYAN) – Rp605 triliun
🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
🔹 Salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia, ekspor ke pasar internasional.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp569 triliun
🔹 Sektor: Pertambangan Mineral
🔹 Mengelola tambang Batu Hijau, produsen emas dan tembaga, serta membangun smelter tembaga strategis.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp437 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BUMN terbesar berdasarkan aset, fokus pada layanan korporasi, ritel, dan digital banking.PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp310 triliun
🔹 Sektor: Telekomunikasi
🔹 Pemimpin pasar telekomunikasi, mengoperasikan layanan seluler, broadband, hingga infrastruktur digital.PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) – Rp257 triliun
🔹 Sektor: Properti & Real Estate
🔹 Developer proyek superblok PIK 2, salah satu kawasan paling premium di Jabodetabek.PT Astra International Tbk (ASII) – Rp223 triliun
🔹 Sektor: Konglomerat (Multi-sektor)
🔹 Konglomerat dengan bisnis otomotif, alat berat, jasa keuangan, agribisnis, dan teknologi.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp205 triliun
🔹 Sektor: Energi & Petrokimia
🔹 Holding besar di bidang energi, petrokimia, serta induk perusahaan energi terbarukan BREN.PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) – Rp185 triliun
🔹 Sektor: Investasi Infrastruktur
🔹 Bergerak di sektor investasi strategis, terutama pada energi, air, pelabuhan dan penyimpanan dan logistik.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp175 triliun
🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
🔹 Perusahaan batubara yang sedang naik daun, ekspansi produksi dan diversifikasi pasar.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp162 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BUMN tertua, fokus pada pembiayaan korporasi, ritel, dan ekspansi global.PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) – Rp149 triliun
🔹 Sektor: Teknologi
🔹 Penyedia solusi IT dan digital transformation, bagian dari grup Lippo.PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) – Rp139 triliun
🔹 Sektor: Holding Investasi / Ritel
🔹 Memiliki portofolio saham strategis di Indomaret, Fast Food Indonesia (KFC), dan bisnis telekomunikasi.PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) – Rp124 triliun
🔹 Sektor: Perbankan Syariah
🔹 Bank syariah terbesar di Indonesia hasil merger bank syariah BUMN, pemimpin industri keuangan syariah nasional.PT Bank Permata Tbk (BNLI) – Rp114 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank dengan layanan ritel dan korporasi, dimiliki oleh Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.
Baca:
1. Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
2. 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO
3. Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya
Analisis Tren Saham Terbesar di Indonesia
1. Dominasi Sektor Energi
- BREN (Rp1.207 triliun) menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, menyalip bank besar seperti BBCA. Menunjukkan tren kuat ke arah energi terbarukan seiring transisi energi global dan dorongan regulasi.
- Namun, BYAN (Rp605 triliun) dan CUAN (Rp175 triliun) membuktikan sektor batubara masih kuat berkat tingginya permintaan energi global.
- AMMN (Rp569 triliun) memperlihatkan momentum sektor tambang mineral (emas & tembaga) yang makin dilirik investor, terutama sebagai komoditas transisi energi.
2. Sektor Perbankan Tetap Pilar Utama
- BBCA (Rp985 triliun), BBRI (Rp608 triliun), BMRI (Rp437 triliun), dan BBNI (Rp162 triliun) konsisten di 10 besar.
- Kehadiran BRIS (Rp124 triliun) menegaskan tumbuhnya bank syariah sebagai kekuatan baru.
- Total kapitalisasi sektor perbankan sebesar Rp2.306 triliun .
3. Kebangkitan Teknologi & Infrastruktur Digital
- DCII (Rp812 triliun) melonjak sebagai salah satu top 3 terbesar, bukti permintaan pusat data (data center) sangat tinggi.
- MLPT (Rp149 triliun) dan DNET (Rp139 triliun) juga naik berkat tren digitalisasi.
- TLKM (Rp310 triliun) tetap kokoh sebagai backbone telekomunikasi nasional.
4. Properti Premium Mulai Menggeser
- PANI (Rp257 triliun) melonjak masuk ke Top 20 berkat proyek PIK 2 yang jadi kawasan premium baru.
- Tren properti masih selektif, fokus ke mega township & high-end property ketimbang residensial massal.
5. Konglomerasi dan Holding Energi
- ASII (Rp223 triliun) masih bertahan sebagai konglomerat otomotif & multi-sektor, meskipun posisinya turun akibat lonjakan sektor energi dan digital.
- BRPT (Rp205 triliun) dan CDIA (Rp185 triliun) memperlihatkan pentingnya peran holding investment di sektor energi & infrastruktur.
Kesimpulan
Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah saham perusahaan yang memiliki nilai paling besar di bursa saham. Nilai ini dihitung dari harga saham dikali jumlah saham beredar, sehingga mencerminkan seberapa besar perusahaan tersebut dinilai oleh pasar.
Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
Saham-saham dengan market cap besar biasanya disebut juga sebagai big cap. Perusahaan kategori ini umumnya sudah mapan, stabil, dan punya posisi penting di industrinya. Karena itulah, saham big cap sering dijadikan barometer utama pergerak IHSG dan banyak dipilih investor jangka panjang.
Baca Juga: Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
Alasannya sederhana, karena saham kapitalisasi besar cenderung lebih likuid (mudah diperdagangkan) dan dianggap lebih aman dibanding saham menengah atau kecil.




0 Comments
Posting Komentar