![]() |
| Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia |
Mediasaham.com - 20 Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia.
Pasar saham Indonesia semakin menarik diamati di tahun 2026. Daftar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia tidak lagi dikuasai oleh sektor perbankan seperti dua dan tiga tahun terakhir. Tapi sekarang, perusahaan di bidang energi ramah lingkungan, teknologi, dan pertambangan mineral penting mulai naik ke puncak daftar.
20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Berdasarkan
data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per Januari 2026, PT
Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kini jadi saham terbesar dengan
nilai pasar lebih dari Rp1.281 triliun. BREN berhasil menggeser Bank
Central Asia Tbk (BBCA), yang selama ini selalu nomor satu.
Tak kalah menarik, sektor teknologi juga tumbuh kencang. DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan yang fokus pada pusat data (data center), sudah masuk tiga besar saham terbesar di Indonesia. Ini membuktikan bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital seperti server untuk cloud dan AI semakin penting. Selain itu semua orang butuh data yang aman dan cepat seperti untuk layanan e-commerce dan hal ini tentu saja membutuhkan dukungan dari perusahaan data center.
Baca Juga: 91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI
Meskipun demikian, sektor perbankan masih jadi pondasi utama di pasar saham Indonesia. Bank besar seperti BBCA, Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) tetap bertahan di 10 saham teratas dengan nilai pasar triliunan rupiah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga semakin kuat, membuktikan bahwa perbankan berbasis syariah punya peran besar dalam keuangan inklusif di Indonesia.
Apa Itu Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar?
Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah saham dari perusahaan Tbk yang memiliki nilai total pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) dihitung dengan rumus sederhana:
👉 Market Cap = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar
Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 10 miliar lembar saham beredar dengan harga Rp1.000 per lembar, maka kapitalisasi pasarnya adalah Rp10 triliun.
Kenapa Kapitalisasi Pasar Penting?
-
Mengukur besar nilai sebauh perusahaan
Market cap sering digunakan untuk melihat seberapa besar nilai sebuah perusahaan dibanding kompetitornya. Semakin besar market cap, semakin besar pula perusahaan tersebut dinilai oleh pasar. -
Menunjukkan kepercayaan investor
Perusahaan dengan market cap besar biasanya dianggap lebih stabil, punya fundamental kuat, dan dipercaya mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi. -
Menjadi acuan indeks pasar
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan market cap terbesar sering masuk indeks populer seperti LQ45 dan IDX30, sehingga lebih banyak diperdagangkan oleh investor institusi.
Daftar 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026
Berikut daftar 20 saham terbesar di Indonesia. Ranking ini diambil dari data IDX.co.id per Januari 2026.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp1.281 triliun
🔹 Sektor: Energi Terbarukan
🔹 Perusahaan energi terbarukan terbesar di Indonesia, fokus pada pembangkit listrik berbasis panas bumi. Jadi pemimpin transisi energi nasional.Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp998 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BCA adalah bank swasta terbesar dengan basis nasabah ritel dan digital banking yang sangat kuat.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp737 triliun
🔹 Sektor: Energi & Infrastruktur
🔹 Bergerak di bidang energi listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur dengan diversifikasi bisnis yang kuat.PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp610 triliun
🔹 Sektor: Petrokimia
🔹 Produsen petrokimia terbesar di Indonesia, penyedia bahan baku industri plastik dan kimia.PT Bayan Resources Tbk (BYAN) – Rp579 triliun
🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
🔹 Salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia, ekspor ke pasar internasional.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) – Rp562 triliun
🔹 Sektor: Pertambangan Mineral
🔹 Mengelola tambang Batu Hijau, produsen emas dan tembaga, serta membangun smelter tembaga strategis.PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp552 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BUMN terbesar, unggul di segmen mikro, UMKM, dan jaringan cabang terluas.PT DCI Indonesia Tbk (DCII) – Rp534 triliun
🔹 Sektor: Teknologi (Data Center)
🔹 Pioneer pusat data di Indonesia, mendukung ekosistem digital dan cloud computing nasional.PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp451 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BUMN terbesar berdasarkan aset, fokus pada layanan korporasi, ritel, dan digital banking.PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp349 triliun
🔹 Sektor: Telekomunikasi
🔹 Pemimpin pasar telekomunikasi, mengoperasikan layanan seluler, broadband, hingga infrastruktur digital.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp286 triliun
🔹 Sektor: Energi & Petrokimia
🔹 Holding besar di bidang energi, petrokimia, serta induk perusahaan energi terbarukan BREN.PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) – Rp286 triliun
🔹 Sektor: Telekomunikasi
🔹 Holding besar di bidang Infrastruktur Telekomunikasi dan Jasa Telekomunikasi KabelPT Astra International Tbk (ASII) – Rp284 triliun
🔹 Sektor: Konglomerat (Multi-sektor)
🔹 Konglomerat dengan bisnis otomotif, alat berat, jasa keuangan, agribisnis, dan teknologi.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp233 triliun
🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
🔹 Perusahaan batubara yang sedang naik daun, ekspansi produksi dan diversifikasi pasar.PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) – Rp217 triliun
🔹 Sektor: Properti & Real Estate
🔹 Developer proyek superblok PIK 2, salah satu kawasan paling premium di Jabodetabek.PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) – Rp206 triliun
🔹 Sektor: Investasi Infrastruktur
🔹 Bergerak di sektor investasi strategis, terutama pada energi, air, pelabuhan dan penyimpanan dan logistik.PT Bank Permata Tbk (BNLI) – Rp183 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank dengan layanan ritel dan korporasi, dimiliki oleh Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp155 triliun
🔹 Sektor: Perbankan
🔹 Bank BUMN tertua, fokus pada pembiayaan korporasi, ritel, dan ekspansi global.PT MD Entertainment Tbk (FILM – Rp157 triliun
🔹 Sektor: Media dan Hiburan
🔹 Hiburan dan Film.PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) – Rp129 triliun
🔹 Sektor: Holding Investasi / Ritel
🔹 Memiliki portofolio saham strategis di Indomaret, Fast Food Indonesia (KFC), dan bisnis telekomunikasi.
Baca:
1. Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
2. 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO
3. Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya
Analisis Kapitalisasi Saham Terbesar di Indonesia
1. Dominasi Sektor Energi Terbarukan & Petrokimia
Munculnya BREN di posisi puncak (Rp1.281 triliun) menandakan era baru di BEI, di mana investor memberikan valuasi sangat tinggi pada sektor Green Energy.
- Grup Barito: Melalui BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN, grup ini menguasai porsi signifikan dari total market cap Top 20. Ini menunjukkan konsentrasi kekayaan pada satu grup konglomerasi yang sangat ekspansif di sektor sumber daya alam dan energi.
- Valuasi Pertumbuhan: Saham seperti BREN dan CUAN sering kali dihargai bukan hanya dari laba saat ini, tetapi dari ekspektasi dominasi pasar energi masa depan.
2. Perbankan: “The Big Four” Tetap Menjadi Tulang Punggung
Meskipun posisi pertama bukan lagi bank, sektor perbankan tetap merupakan sektor paling stabil dan likuid di pasar modal Indonesia.
- BCA (BBCA): Masih menjadi standar emas perbankan swasta dengan market cap hampir Rp1.000 triliun. Kepercayaan investor pada manajemen dan efisiensi digital BCA tetap tak tergoyahkan.
- Bank BUMN (BBRI, BMRI, BBNI): Tetap menjadi pilar ekonomi nasional. BBRI dengan fokus UMKM dan BMRI dengan kekuatan korporasi memberikan keseimbangan bagi portofolio investor institusi.
- Kejutan BNLI: Masuknya Bank Permata (BNLI) ke jajaran elit menunjukkan keberhasilan integrasi pasca-akuisisi oleh Bangkok Bank.
3. Kebangkitan Infrastruktur Digital & Teknologi
Data ini menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia telah memasuki fase infrastruktur fisik yang solid.
- DCII & MORA: Masuknya DCI Indonesia dan Mora Telematika menunjukkan bahwa investor sangat menghargai aset “tanah digital” seperti data center dan jaringan fiber optik.
- TLKM: Telkom tetap menjadi raksasa telekomunikasi nasional, namun posisinya mulai didekati oleh perusahaan infrastruktur digital yang lebih lincah.
4. Komoditas dan Mineral Strategis
Saham-saham berbasis sumber daya alam masih sangat relevan, namun mengalami pergeseran ke arah hilirisasi.
- AMMN & BYAN: Amman Mineral (emas/tembaga) dan Bayan Resources (batubara) membuktikan bahwa komoditas tetap menjadi mesin penghasil uang terbesar, terutama dengan fokus pada proyek smelter dan hilirisasi.
Ringkasan Sektoral (Top 20)
| Sektor | Jumlah Emiten | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Perbankan | 5 | Sektor dengan fundamental paling solid dan stabil. |
| Energi & Mineral | 6 | Termasuk energi terbarukan, batubara, dan emas. Dominasi baru BEI. |
| Teknologi & Telko | 3 | Fokus pada infrastruktur digital seperti data center dan fiber optic. |
| Konglomerasi & Investasi | 4 | ASII tetap diversifikasi, sementara DNET dan CDIA fokus pada portofolio. |
| Properti & Hiburan | 2 | PANI (PIK 2) dan FILM menunjukkan kekuatan konsumsi domestik. |
Kesimpulan
Pasar modal Indonesia tahun 2026 terlihat semakin terdiversifikasi. Jika sebelumnya BEI sangat bergantung pada perbankan dan batubara, kini sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), Infrastruktur Digital, serta Media dan Hiburan mulai mengambil porsi signifikan.
Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
Namun, investor perlu mencermati bahwa beberapa emiten, khususnya di sektor energi dan teknologi, memiliki valuasi yang sangat premium. Ketahanan kapitalisasi pasar mereka sangat bergantung pada realisasi proyek strategis serta kondisi likuiditas pasar global.
Saham-saham dengan market cap besar biasanya disebut juga sebagai big cap. Perusahaan kategori ini umumnya sudah mapan, stabil, dan punya posisi penting di industrinya. Karena itulah, saham big cap sering dijadikan barometer utama pergerak IHSG dan banyak dipilih investor jangka panjang.
Baca Juga: Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
Alasannya sederhana, karena saham kapitalisasi besar cenderung lebih likuid (mudah diperdagangkan) dan dianggap lebih aman dibanding saham menengah atau kecil.




0 Comments
Posting Komentar