20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia masih didominasi perusahaan-perusahaan besar dari sektor perbankan, teknologi, energi, pertambangan, telekomunikasi, hingga properti.

Namun, susunan saham dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Agustus 2026 menunjukkan perubahan yang cukup menarik.

Bank Central Asia (BBCA) berada di posisi teratas dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp790,22 triliun. Di bawahnya terdapat Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan Rp487,64 triliun dan DCI Indonesia (DCII) dengan Rp476,99 triliun.

Saham Terbesar di Indonesia
Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Sementara itu, beberapa saham yang sebelumnya berada di posisi teratas mengalami perubahan peringkat. Bayan Resources (BYAN) memiliki kapitalisasi pasar Rp469,17 triliun, sedangkan Barito Renewables Energy (BREN) berada di posisi kelima dengan Rp444,17 triliun.

Data ini menunjukkan bahwa perusahaan perbankan masih memiliki bobot besar di pasar saham Indonesia. Namun, perusahaan energi, pertambangan, dan terutama infrastruktur digital seperti data center juga memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar.

Daftar 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Berikut daftar 20 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia berdasarkan data Agustus 2026.

No

Kode

Nama Perusahaan

Kapitalisasi Pasar

1

BBCA

Bank Central Asia Tbk.

Rp790,22 triliun

2

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Rp487,64 triliun

3

DCII

DCI Indonesia Tbk.

Rp476,99 triliun

4

BYAN

Bayan Resources Tbk.

Rp469,17 triliun

5

BREN

Barito Renewables Energy Tbk.

Rp444,17 triliun

6

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Rp390,85 triliun

7

AMMN

Amman Mineral Internasional Tbk.

Rp314,00 triliun

8

MORA

Mora Telematika Indonesia Tbk.

Rp265,15 triliun

9

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Rp257,56 triliun

10

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Rp213,83 triliun

11

ASII

Astra International Tbk.

Rp194,32 triliun

12

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

Rp169,13 triliun

13

SRAJ

Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Rp167,67 triliun

14

BRPT

Barito Pacific Tbk.

Rp167,34 triliun

15

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Rp142,53 triliun

16

EMAS

Merdeka Gold Resources Tbk.

Rp141,42 triliun

17

DNET

Indoritel Makmur Internasional Tbk.

Rp141,13 triliun

18

SMMA

Sinarmas Multiartha Tbk.

Rp127,83 triliun

19

MPRO

Maha Properti Indonesia Tbk.

Rp121,55 triliun

20

BRMS

Bumi Resources Minerals Tbk.

Rp106,34 triliun

Catatan: nilai kapitalisasi pasar pada tabel merupakan data Agustus 2026. Kapitalisasi pasar dapat berubah setiap hari mengikuti perubahan harga saham dan jumlah saham beredar.

 Baca Juga: 91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI

Trading saham BBCA

BBCA Jadi Saham dengan Market Cap Terbesar

Bank Central Asia (BBCA) menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam daftar ini.

Market cap BBCA pada Agustus 2026 mencapai sekitar Rp790,22 triliun.

Angka tersebut membuat BBCA berada cukup jauh di atas BBRI yang memiliki kapitalisasi pasar Rp487,64 triliun.

Posisi BBCA juga menunjukkan besarnya nilai pasar perusahaan perbankan swasta tersebut dibandingkan emiten lain di BEI.

BBRI Berada di Posisi Kedua

BBRI menempati posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp487,64 triliun.

Bank Rakyat Indonesia memiliki bisnis yang kuat di segmen mikro dan UMKM. Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BBRI juga menjadi salah satu saham yang banyak diperhatikan investor di BEI.

Dengan market cap hampir Rp488 triliun, BBRI masih menjadi salah satu perusahaan dengan nilai pasar terbesar di Indonesia.

DCII Masuk Tiga Besar

Hal yang menarik dari daftar Agustus 2026 adalah posisi DCI Indonesia (DCII).

Perusahaan yang bergerak di bidang pusat data atau data center tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp476,99 triliun.

DCII bahkan berada di posisi ketiga, mengungguli sejumlah perusahaan besar yang sudah lama menjadi bagian dari pasar modal Indonesia.

Posisi tersebut memperlihatkan besarnya valuasi pasar terhadap bisnis infrastruktur digital.

Data center menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi digital karena perusahaan teknologi, layanan cloud, aplikasi, artificial intelligence (AI), e-commerce, perbankan digital, dan berbagai layanan online membutuhkan infrastruktur pusat data.

Namun, tingginya kapitalisasi pasar juga perlu dilihat bersama kinerja bisnis, laba, arus kas, utang, valuasi, dan prospek perusahaan.

BYAN dan BREN Masuk Lima Besar

Dua perusahaan non-perbankan lainnya yang berada di lima besar adalah Bayan Resources (BYAN) dan Barito Renewables Energy (BREN).

BYAN memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp469,17 triliun, sedangkan BREN mencapai Rp444,17 triliun.

BYAN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara.

Sementara BREN memiliki bisnis yang berkaitan dengan energi terbarukan, terutama panas bumi melalui kelompok usahanya.

Keduanya menunjukkan bahwa sektor energi dan sumber daya alam masih memiliki posisi sangat besar di pasar modal Indonesia.

Bank Mandiri Menempati Posisi Keenam

Bank Mandiri (BMRI) berada di posisi keenam dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp390,85 triliun.

Dengan demikian, tiga bank besar yang masuk 10 besar dalam daftar ini adalah:

  • BBCA: Rp790,22 triliun
  • BBRI: Rp487,64 triliun
  • BMRI: Rp390,85 triliun

Bank Negara Indonesia (BBNI) juga masuk daftar 20 besar dengan market cap sekitar Rp142,53 triliun.

Jika digabungkan, keempat bank tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp1.811,25 triliun.

Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya peran perusahaan perbankan dalam pasar saham Indonesia.

AMMN Masuk 10 Besar

Amman Mineral Internasional (AMMN) berada di posisi ketujuh dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp314,00 triliun.

AMMN merupakan perusahaan yang bergerak dalam pertambangan mineral, terutama tembaga dan emas.

Sektor mineral menjadi semakin diperhatikan karena Indonesia memiliki sumber daya mineral penting dan pemerintah terus mendorong pengembangan industri hilir.

Namun, kapitalisasi pasar tidak sama dengan nilai aset atau nilai buku perusahaan. Market cap merupakan nilai pasar saham berdasarkan harga saham dan jumlah saham yang beredar.

MORA dan TLKM Perkuat Sektor Infrastruktur Digital

Di posisi kedelapan terdapat Mora Telematika Indonesia (MORA) dengan market cap Rp265,15 triliun.

Kemudian Telkom Indonesia (TLKM) berada di posisi kesembilan dengan Rp257,56 triliun.

Keduanya memperlihatkan besarnya nilai pasar perusahaan yang memiliki bisnis infrastruktur telekomunikasi dan digital.

MORA bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, sedangkan Telkom memiliki bisnis yang lebih luas, termasuk layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital.

Menariknya, MORA dan DCII sama-sama berada di kelompok atas daftar, meskipun model bisnis keduanya berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa tema infrastruktur digital tidak hanya berkaitan dengan perusahaan aplikasi atau software, tetapi juga membutuhkan infrastruktur fisik seperti jaringan telekomunikasi dan pusat data.

DSSA, ASII dan TPIA

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) berada di posisi ke-10 dengan kapitalisasi pasar Rp213,83 triliun.

Berikutnya ada Astra International (ASII) dengan Rp194,32 triliun dan Chandra Asri Pacific (TPIA) dengan Rp169,13 triliun.

ASII memiliki bisnis yang terdiversifikasi di berbagai sektor, termasuk otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis, infrastruktur dan teknologi.

Sementara TPIA bergerak di sektor petrokimia.

Kehadiran kedua perusahaan tersebut menunjukkan bahwa daftar perusahaan dengan market cap terbesar tidak hanya berisi bank dan perusahaan komoditas.

SRAJ dan BRPT Masuk 15 Besar

Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) berada di posisi ke-13 dengan kapitalisasi pasar Rp167,67 triliun.

Sementara Barito Pacific (BRPT) berada satu tingkat di bawahnya dengan Rp167,34 triliun.

Menariknya, selisih kapitalisasi pasar SRAJ dan BRPT dalam data ini sangat tipis, hanya sekitar Rp335 miliar.

BBNI dan EMAS

Bank Negara Indonesia (BBNI) berada di posisi ke-15 dengan market cap Rp142,53 triliun.

Sementara Merdeka Gold Resources (EMAS) berada di posisi ke-16 dengan Rp141,42 triliun.

Keduanya hanya memiliki selisih kapitalisasi pasar sekitar Rp1,11 triliun.

EMAS merupakan salah satu emiten yang memberikan warna berbeda dalam daftar ini karena bergerak di sektor pertambangan emas.

DNET, SMMA, MPRO dan BRMS

Empat perusahaan terakhir dalam daftar 20 besar adalah:

  • DNET: Rp141,13 triliun
  • SMMA: Rp127,83 triliun
  • MPRO: Rp121,55 triliun
  • BRMS: Rp106,34 triliun

DNET merupakan perusahaan investasi yang memiliki kepentingan pada sejumlah bisnis, sementara SMMA merupakan perusahaan holding dengan portofolio usaha yang beragam.

MPRO bergerak di sektor properti, sedangkan BRMS memiliki bisnis di sektor pertambangan mineral.

Dengan demikian, daftar 20 besar ini mencakup perusahaan dari berbagai industri.


Seorang investor sedang memperhatikan saham di layar ponsel


Apa Itu Kapitalisasi Pasar Saham?

Kapitalisasi pasar atau market capitalization adalah nilai pasar seluruh saham perusahaan yang beredar.

Rumus sederhananya adalah:

Kapitalisasi Pasar = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar

Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki 10 miliar saham beredar.

Jika harga sahamnya Rp1.000 per lembar, maka:

10 miliar × Rp1.000 = Rp10 triliun

Jadi kapitalisasi pasar perusahaan tersebut adalah Rp10 triliun.

OJK juga menggunakan konsep nilai pasar saham beredar dalam definisi kapitalisasi pasar.

Mengapa Kapitalisasi Pasar Penting?

Kapitalisasi pasar banyak digunakan untuk melihat ukuran perusahaan menurut penilaian pasar saham.

Semakin besar kapitalisasi pasar, semakin besar pula nilai pasar perusahaan tersebut berdasarkan harga sahamnya.

Namun, investor perlu memahami bahwa market cap bukan berarti nilai aset perusahaan.

Perusahaan dengan aset besar belum tentu memiliki market cap lebih besar daripada perusahaan lain.

Sebaliknya, perusahaan dengan aset yang relatif lebih kecil dapat memiliki market cap tinggi apabila pasar memberikan valuasi yang tinggi terhadap sahamnya.

Market Cap Bisa Berubah Setiap Hari

Kapitalisasi pasar bukan angka yang tetap.

Jika harga saham naik, market cap biasanya ikut meningkat.

Sebaliknya, jika harga saham turun, kapitalisasi pasar juga ikut turun, dengan asumsi jumlah saham beredar tidak berubah.

Contohnya, sebuah perusahaan memiliki 10 miliar saham.

Ketika harga saham Rp1.000:

Market cap = Rp10 triliun

Jika harga naik menjadi Rp1.200:

Market cap = Rp12 triliun

Jadi kenaikan harga saham 20% menyebabkan kapitalisasi pasar naik 20%, dengan asumsi jumlah saham beredar tetap.

Karena itu, posisi perusahaan dalam daftar saham dengan market cap terbesar dapat berubah dari waktu ke waktu.

Lima Saham Terbesar Menguasai Hampir Separuh Nilai Top 20

Jika seluruh kapitalisasi pasar 20 saham dalam daftar ini dijumlahkan, nilainya sekitar Rp5.588,84 triliun.

Lima saham terbesar terdiri dari:

  1. BBCA
  2. BBRI
  3. DCII
  4. BYAN
  5. BREN

Total kapitalisasi kelimanya mencapai sekitar Rp2.668,19 triliun.

Artinya, sekitar 47,7% dari total kapitalisasi 20 saham tersebut berasal dari lima perusahaan teratas.

Ini menunjukkan bahwa meskipun daftar berisi 20 perusahaan, nilai pasarnya cukup terkonsentrasi pada sejumlah emiten terbesar.

Sektor Apa yang Mendominasi Saham Kapitalisasi Terbesar?

Jika dilihat dari daftar tersebut, perusahaan dengan market cap besar berasal dari beberapa kelompok industri.

Perbankan

Perbankan diwakili oleh:

  • BBCA
  • BBRI
  • BMRI
  • BBNI

Keempat bank tersebut memiliki total market cap sekitar Rp1.811,25 triliun.

Energi dan Pertambangan

Kelompok energi dan pertambangan mencakup sejumlah nama besar seperti:

  • BYAN
  • BREN
  • AMMN
  • DSSA
  • BRPT
  • EMAS
  • BRMS

Besarnya kapitalisasi sejumlah perusahaan tersebut menunjukkan bahwa sektor energi dan sumber daya alam masih memiliki peran besar dalam pasar saham Indonesia.

Teknologi dan Infrastruktur Digital

Kelompok ini terutama diwakili:

  • DCII
  • MORA
  • TLKM

DCII menjadi nama yang paling menonjol karena berada di posisi ketiga dalam daftar.

Industri dan Konglomerasi

Ada pula perusahaan dengan bisnis yang terdiversifikasi seperti:

  • ASII
  • TPIA
  • SMMA
  • DNET

Properti dan Kesehatan

Sektor lainnya juga masuk melalui:

  • MPRO
  • SRAJ

Artinya, saham dengan kapitalisasi pasar besar tersebar di berbagai industri, meskipun bobotnya berbeda-beda.


Analisa Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Apakah Market Cap Besar Berarti Saham Lebih Aman?

Tidak otomatis.

Ini penting untuk dipahami investor.

Perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar memang memiliki nilai pasar yang besar dan sering memiliki bisnis yang sudah berkembang. Namun, hal tersebut tidak berarti harga sahamnya tidak bisa turun.

Harga saham tetap dapat mengalami penurunan akibat perubahan laba, prospek bisnis, kondisi ekonomi, suku bunga, sentimen pasar, aksi korporasi, maupun faktor lainnya.

OJK mendefinisikan risiko investasi sebagai kemungkinan terjadinya kerugian, termasuk akibat perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah, dan kegagalan usaha.

Bahkan pada kondisi pasar yang volatil, investor tetap menghadapi risiko penurunan nilai portofolio. OJK Institute pada Agustus 2026 juga menyoroti pentingnya penyusunan portofolio dan manajemen risiko menghadapi volatilitas pasar.

Jadi, market cap besar bukan jaminan harga saham akan selalu naik.

Apakah Market Cap Menentukan Masuk LQ45 atau IDX30?

Tidak sesederhana itu.

Kapitalisasi pasar memang menjadi salah satu parameter yang digunakan dalam berbagai indeks saham, tetapi bukan satu-satunya faktor.

OJK menjelaskan bahwa review indeks MSCI, misalnya, mempertimbangkan sejumlah parameter seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham.

Karena itu, investor sebaiknya tidak menganggap:

"Market cap besar = pasti masuk semua indeks utama."

Setiap indeks memiliki metodologi dan kriteria masing-masing.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Daftar 20 Saham Terbesar?

Daftar Agustus 2026 menunjukkan beberapa hal menarik.

Pertama, perbankan masih sangat kuat. BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI tetap berada dalam jajaran perusahaan dengan nilai pasar terbesar.

Kedua, energi dan pertambangan tetap memiliki bobot besar melalui BYAN, BREN, AMMN, DSSA, BRPT, EMAS dan BRMS.

Ketiga, infrastruktur digital semakin penting. DCII, MORA dan TLKM berada di posisi tinggi dalam daftar.

Keempat, posisi perusahaan dapat berubah cukup cepat karena market cap mengikuti harga saham.

Karena itu, daftar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar sebaiknya dipandang sebagai foto kondisi pasar pada periode tertentu, bukan daftar permanen.


Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia

Kesimpulan

20 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia pada Agustus 2026 menunjukkan pasar saham Indonesia yang diisi oleh berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, pertambangan, teknologi, telekomunikasi, industri, kesehatan hingga properti.

BBCA berada di posisi pertama dengan kapitalisasi pasar Rp790,22 triliun, disusul BBRI Rp487,64 triliun dan DCII Rp476,99 triliun.

Menariknya, DCII berhasil berada di posisi ketiga dalam daftar ini. Di bawahnya terdapat BYAN, BREN, BMRI dan AMMN.

Dari sisi konsentrasi, lima saham terbesar memiliki total kapitalisasi sekitar Rp2.668,19 triliun, atau sekitar 47,7% dari total kapitalisasi 20 saham dalam daftar.

Meski demikian, kapitalisasi pasar sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memilih saham.

Market cap menunjukkan seberapa besar nilai pasar sebuah perusahaan, bukan jaminan bahwa saham tersebut akan naik atau selalu lebih aman.

Investor tetap perlu melihat kinerja keuangan, valuasi, prospek bisnis, utang, arus kas, likuiditas saham, serta risiko yang melekat pada masing-masing perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

 Baca Juga: Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

FAQ Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Apa saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia pada Agustus 2026?

Berdasarkan data Agustus 2026 yang digunakan dalam artikel ini, BBCA atau Bank Central Asia Tbk. berada di posisi pertama dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp790,22 triliun.

Apa saham terbesar kedua di Indonesia?

BBRI atau Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp487,64 triliun.

Apa saham teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam daftar ini?

DCII atau DCI Indonesia Tbk. berada di posisi ketiga secara keseluruhan dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp476,99 triliun. Perusahaan bergerak dalam bisnis pusat data.

Apa rumus kapitalisasi pasar?

Rumus sederhananya adalah:

Market Cap = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar.

Apakah saham dengan market cap besar pasti aman?

Tidak. Kapitalisasi pasar hanya menunjukkan nilai pasar perusahaan berdasarkan harga saham dan jumlah saham beredar. Harga saham tetap dapat turun dan investor tetap menghadapi risiko investasi.

Apakah daftar saham market cap terbesar bisa berubah?

Bisa. Harga saham berubah setiap hari sehingga kapitalisasi pasar juga dapat berubah. Perubahan jumlah saham beredar akibat aksi korporasi juga dapat memengaruhi market cap.

Apakah saham dengan market cap terbesar pasti masuk LQ45 atau IDX30?

Tidak otomatis. Setiap indeks memiliki metodologi dan kriteria tersendiri. Kapitalisasi pasar dapat menjadi salah satu faktor, tetapi ada parameter lain seperti likuiditas dan free float pada indeks tertentu.


* Upadate September 2026. Data diambil dari Bursa Efek Indonesia.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham