Mediasaham.com – Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) kembali membukukan kinerja positif sepanjang delapan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan Bank BCA untuk periode 8 bulan pertama 2025, laba bersih BCA per 31 Agustus 2025 tercatat Rp39,06 triliun, naik 8,5 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,99 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat
menjadi Rp53,12 triliun, naik 5,1 % dibanding Agustus 2024 sebesar Rp50,55
triliun. Pendapatan bunga BCA mencapai Rp61,38 triliun, tumbuh 5,3 % dari tahun
lalu Rp58,27 triliun. Beban bunga juga naik 7,0 % menjadi Rp8,27 triliun, namun
efisiensi pendanaan lewat dominasi dana murah tetap menjaga margin bunga.
Baca:
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
3. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
4. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)
Di luar bunga, pendapatan non-bunga BCA juga mencatat pertumbuhan signifikan. Pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi meningkat 7,6 % menjadi Rp12,61 triliun. Lonjakan besar terlihat pada pendapatan dividen yang naik hampir dua kali lipat, dari Rp1,11 triliun menjadi Rp2,20 triliun. Pendapatan lainnya juga naik hampir 99 %, sementara keuntungan dari transaksi derivatif melonjak 128,8 %. Namun, beban impairment (cadangan kerugian penurunan nilai aset) ikut naik tajam 106,8 % menjadi Rp2,66 triliun.
Di sisi laba operasional, BCA berhasil membukukan Rp48,06 triliun, naik
8,3 % dari Rp44,38 triliun tahun lalu. Setelah pajak penghasilan sebesar Rp8,81
triliun, laba bersih periode berjalan mencapai Rp39,06 triliun. Secara total,
laba komprehensif BCA melonjak 12,7 % menjadi Rp40,44 triliun, berbalik arah
dari tahun lalu yang mencatat penghasilan komprehensif lain negatif Rp107
miliar.
Baca:
1. Daftar Saham di Bursa Efek Indonesia: Kode Saham, Tanggal IPO dan Papan Pencatatan
2. 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO
3. Bank-Bank Tercatat di Papan Utama BEI, Ini 29 Daftar Emiten dan Kodenya
4. 91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI
Dari sisi aset, BCA memiliki total asets sebesar Rp1.476 triliun. Penyaluran kredit
dan pembiayaan mendominasi dengan nilai Rp920,87 triliun atau 62,4 % dari total
aset. Sementara surat berharga yang dimiliki tercatat Rp401,05 triliun.
Likuiditas tetap terjaga dengan kas dan penempatan pada Bank Indonesia serta
bank lain mencapai Rp73 triliun.
Adapun ekuitas BCA per Agustus 2025 mencapai Rp262,45 triliun. Posisi
permodalan yang kuat ini memberikan ruang ekspansi bisnis di tengah potensi
penyaluran kredit baru. Hingga akhir Agustus, kewajiban komitmen BCA tercatat
Rp470,75 triliun, terutama dari fasilitas kredit yang belum ditarik senilai
Rp439,32 triliun. Angka ini menjadi indikasi peluang pertumbuhan kredit di masa
depan.
Baca: Daftar Bank Buku 4 di Indonesia
Secara
keseluruhan, kinerja BCA di delapan bulan pertama tahun 2025 menunjukkan
kombinasi yang kuat antara efisiensi pendanaan, besarnya basis dana murah,
serta kontribusi pendapatan non-bunga.
Baca Juga: 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Kinerja ini semakin menunjukkan dominasi BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. Serta mempertegas posisinya sebagai emiten perbankan dengan kinerja paling solid di Tanah Air.
Perbandingan Kinerja Bank BCA Agustus 2025 vs Agustus 2024
1. Pendapatan dan Beban Bunga
- Pendapatan
bunga: Rp61,38 triliun (2025) vs Rp58,27 triliun (2024) → naik 5,3%
- Beban
bunga: Rp8,27 triliun vs Rp7,73 triliun → naik 7,0%
- Pendapatan
bunga bersih: Rp53,12 triliun vs Rp50,55 triliun → naik
5,1%
2. Pendapatan Non-Bunga
- Keuntungan
nilai wajar aset keuangan: Rp633 miliar vs Rp187 miliar → naik 238%
- Keuntungan
penjualan aset keuangan: Rp1,06 triliun vs Rp1,16 triliun → turun 8,8%
- Transaksi
derivatif/forward: Rp831 miliar vs Rp363 miliar → naik 128,8%
- Penjabaran
valas: Rp32 miliar vs Rp360 miliar → turun 91,0%
- Pendapatan
dividen: Rp2,20 triliun vs Rp1,11 triliun → naik 97,7%
- Pendapatan
fee & komisi: Rp12,61 triliun vs Rp11,73 triliun → naik
7,6%
- Pendapatan
lainnya: Rp893 miliar vs Rp449 miliar → naik 98,8%
3. Beban Operasional
- Kerugian
penurunan nilai aset (impairment): Rp2,66 triliun vs Rp1,29
triliun → naik 106,8%
- Beban
tenaga kerja: Rp10,73 triliun vs Rp10,58 triliun → naik
1,4%
- Beban
promosi: Rp680 miliar vs Rp655 miliar → naik 3,9%
- Beban
lainnya: Rp9,25 triliun vs Rp9,01 triliun → naik 2,7%
4. Laba
- Laba
operasional: Rp48,06 triliun vs Rp44,38 triliun → naik
8,3%
- Laba
sebelum pajak: Rp47,87 triliun vs Rp44,23 triliun → naik
8,2%
- Pajak
penghasilan: Rp8,81 triliun vs Rp8,24 triliun → naik 6,9%
- Laba bersih periode berjalan: Rp39,06 triliun vs Rp35,99 triliun → naik 8,5%
0 Comments
Posting Komentar