![]() |
| Dividen BBNI 2026 Rp349 Per Lembar. Radit M. Pase / Mediasaham.com |
MEDIASAHAM.COM, Jakarta – Bank BNI (BBNI) akan membagikan dividen sebesar Rp349,41 per lembar pada tanggal 7 April 2026. Keputusan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026. Bank pelat merah ini akan membagikan dividen dengan total sebesar Rp13,02 triliun dari laba bersih tahun lalu.
Angka tersebut setara dengan 65% dari total laba bersih Perseroan tahun buku 2025. Laba bersih BBNI yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat mencapai Rp20,04 triliun per 31 Desember 2025.
Jumlah Dividen Per Lembar dan Estimasi Dividen Yield
Setiap pemegang satu lembar saham BBNI akan menerima dividen tunai sebesar Rp349,4133654.
Berdasarkan harga saham BBNI pada perdagangan 12 Maret 2026 yang berada di level Rp4.300, maka estimasi dividend yield yang didapatkan investor adalah sekitar 8,12%. Angka ini jauh mengalahkan bunga deposito bank umum.
Jadwal Pembagian Dividen BBNI 2026
| Keterangan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi) | 17 Maret 2026 |
| Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi) | 25 Maret 2026 |
| Cum Dividen (Pasar Tunai) | 26 Maret 2026 |
| Ex Dividen (Pasar Tunai) | 27 Maret 2026 |
| Recording Date (Daftar Pemegang Saham) | 26 Maret 2026 |
| Tanggal Pembayaran Dividen Tunai | 07 April 2026 |
Baca: Jadwal Dividen 2026: Kalender Lengkap & Cara Hitung Yield (Update)
Tata Cara dan Ketentuan Pajak
Dividen akan ditransfer langsung ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pemegang saham melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Berikut adalah ringkasan aturan pajaknya:
- Wajib Pajak Badan Dalam Negeri: Bebas pajak (bukan objek pajak).
- Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (WPOP): Bebas pajak asalkan dividen tersebut diinvestasikan kembali di wilayah Indonesia sesuai ketentuan berlaku. Jika tidak diinvestasikan, dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku dan wajib disetor sendiri.
- Wajib Pajak Luar Negeri: Dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%, kecuali dapat menunjukkan dokumen DGT/SKD untuk mendapatkan tarif berdasarkan P3B (Tax Treaty).
Kinerja Keuangan BBNI
Keputusan pembagian dividen ini didukung oleh struktur permodalan yang kuat. Per 31 Desember 2025, BBNI mencatatkan total ekuitas sebesar Rp176,33 triliun dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp7,01 triliun.
Langkah BBNI memberikan payout ratio sebesar 65% ini menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang sahamnya di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

0 Comments
Posting Komentar