Analisis Mingguan BEI (1-5 Des 2025): IHSG Naik 1.46%, Asing Borong Saham Rp2.48 Triliun
![]() |
| Ilustrasi Analisis Data Transaksi. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Daftar Isi
- Pendahuluan: IHSG Melambung Tinggi di Awal Desember
- Aktivitas Investor Asing: Net Buy Tertinggi
- Saham Paling Likuid: Nilai dan Volume Transaksi
- Indeks Sektoral dan Saham Penggerak
- Kinerja Global dan Implikasi Bagi BEI
- Indikator Valuasi dan Prospek Pasar
- Kesimpulan dan Outlook
1. Pendahuluan: IHSG Melambung Tinggi di Awal Desember
Minggu perdagangan 1-5 Desember 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan catatan positif yang signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 1.46% dibandingkan minggu sebelumnya, ditutup pada level 8,632.761. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli yang masif dari investor asing dan kinerja kuat dari beberapa indeks sektoral utama.
Meskipun IHSG menunjukkan kinerja impresif, terdapat penurunan tajam dalam likuiditas pasar. Rata-rata nilai transaksi harian anjlok 29.61% menjadi Rp21,339 miliar, dari sebelumnya Rp30,315 miliar. Penurunan rata-rata volume juga tercatat sebesar 8.12%. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG didominasi oleh pergerakan harga saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang notabene memiliki nilai transaksi yang tinggi, meskipun jumlah transaksi keseluruhan menurun.
Metrik Kunci Pasar (Minggu 1-5 Des 2025)
| Metrik | Pekan Lalu (24-28 Nov) | Pekan Ini (1-5 Des) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| IHSG (Penutupan) | 8,508.706 | 8,632.761 | 1.46% |
| Rata-Rata Nilai Harian (Miliar IDR) | 30,315 | 21,339 | -29.61% |
| Kapitalisasi Pasar (Triliun IDR) | 15,626 | 15,844 | 1.39% |
| Rata-Rata Frekuensi Harian (Ribu Kali) | 2,610 | 2,665 | 2.13% |
Kapitalisasi pasar (Market Cap) BEI juga mencatatkan kenaikan 1.39% menjadi Rp15,844 triliun, sejalan dengan kenaikan IHSG.
2. Aktivitas Investor Asing: Net Buy Tertinggi
Aksi investor asing menjadi faktor krusial yang menopang kenaikan IHSG minggu ini.
A. Dominasi Investor Domestik Menurun
Komposisi investor menunjukkan bahwa dominasi asing dalam transaksi harian menurun. Investor domestik mendominasi 72% dari total transaksi minggu ini, meningkat dari 63% pada minggu sebelumnya. Sementara itu, kontribusi investor asing turun menjadi 28% dari 37% minggu lalu.
B. Arus Modal Bersih (Net Foreign Buy)
Meskipun persentase volume transaksi asing menurun, secara nilai, investor asing mencatatkan Net Buy yang sangat signifikan sebesar Rp2,487.43 miliar atau $149.45$ juta USD pada pekan ini. Angka ini hampir tiga kali lipat dari Net Buy minggu lalu yang hanya Rp992.41 miliar ($59.03$ juta USD).
Analisis Transaksi Investor Asing (1-5 Des 2025):
- Nilai Beli Asing: Rp30,997.49 miliar.
- Nilai Jual Asing: Rp28,510.06 miliar.
- Net Buy: Rp2,487.43 miliar.
Mayoritas Net Buy ini terkonsentrasi pada saham-saham blue chip yang menjadi motor penggerak indeks, seperti yang terlihat pada daftar Index Leaders.
3. Saham Paling Likuid: Nilai dan Volume Transaksi
Saham-saham yang paling banyak ditransaksikan mencerminkan fokus investor, baik dari sisi nilai (modal besar) maupun volume (transaksi frekuensi tinggi).
A. Top 6 Berdasarkan Nilai Transaksi (Miliar IDR)
Saham dengan nilai transaksi tertinggi didominasi oleh perbankan besar dan sektor energi, menunjukkan bahwa modal besar mengalir ke sektor tersebut.
| Kode Saham | Nilai (Billion IDR) | % Total |
|---|---|---|
| BBRI | 4,745 | 4.45 |
| BUMI | 4,084 | 3.83 |
| CDIA | 3,852 | 3.61 |
| BBCA | 3,693 | 3.46 |
| DEWA | 3,667 | 3.44 |
| BKSL | 3,292 | 3.09 |
BBRI (Bank Rakyat Indonesia) memimpin di urutan pertama dengan nilai transaksi Rp4,745 miliar, diikuti oleh BUMI dan CDIA. BBCA (Bank Central Asia) menempati posisi keempat dengan Rp3,693 miliar.
B. Top 5 Berdasarkan Volume Transaksi (Juta Saham)
Sementara itu, saham dengan volume transaksi tertinggi cenderung diisi oleh saham-saham dengan harga per lembar yang relatif lebih terjangkau, menarik bagi investor ritel frekuensi tinggi.
| Kode Saham | Volume (Juta Saham) | % Total |
|---|---|---|
| BKSL | 18,925 | 8.16 |
| BUMI | 16,711 | 7.20 |
| GOTO | 13,962 | 6.02 |
| GTSI | 8,857 | 3.82 |
| DEWA | 8,219 | 3.54 |
BKSL dan BUMI mendominasi volume, menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan harian pada kedua saham tersebut.
4. Indeks Sektoral dan Saham Penggerak
Kenaikan IHSG sebesar 1.46% ditopang oleh kinerja cemerlang di beberapa sektor.
A. Sektor Paling Perkasa (Top Gainers Sector)
Sektor yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi adalah:
- Industrials: Naik drastis 11.83%.
- Consumer Cyclicals: Naik 10.07%.
- Infrastructures: Naik 9.54%.
Kinerja sektor Industrials yang melesat dapat mengindikasikan optimisme terhadap pemulihan dan peningkatan belanja modal.
B. Sektor Paling Tertekan (Top Losers Sector)
Beberapa sektor melemah tipis di tengah penguatan IHSG:
- Basic Materials: Turun -0.31%.
- Consumer Non-Cyclicals: Turun -0.17%.
- Properties & Real Estate: Turun -0.14%.
C. Top Movers IHSG (Leaders)
Saham-saham yang memberikan kontribusi poin terbesar terhadap kenaikan IHSG (Top Leaders) didominasi oleh sektor Infrastruktur dan Blue Chip.
| Kode Saham | Harga Naik (%) | Kontribusi IHSG (Poin) |
|---|---|---|
| FILM | 38.8% | 38.96 |
| MORA | 60.08% | 24.56 |
| TLKM | 5.41% | 20.71 |
| UNTR | 10.18% | 8.71 |
| ASII | 2.29% | 6.36 |
FILM (38.8% kenaikan harga) dan MORA (60.08% kenaikan harga) adalah market movers utama, dengan TLKM juga memberikan kontribusi poin yang signifikan.
D. Saham yang Menekan IHSG (Laggards)
Di sisi lain, saham yang paling menekan IHSG (Top Laggards) adalah:
- DSSA: Turun -7.16% dan menekan IHSG sebesar -28.88 poin.
- RISE: Turun -17.47% dan menekan IHSG sebesar -7.82 poin.
- BBRI: Turun tipis -0.82% dan menekan IHSG sebesar -4.89 poin.
Penurunan DSSA dan RISE, yang mencatatkan persentase kerugian terbesar, menunjukkan volatilitas tinggi pada saham-saham yang sensitif terhadap sentimen tertentu.
5. Kinerja Global dan Implikasi Bagi BEI
Kinerja BEI yang menguat 1.46% (peringkat ke-2 di ASEAN) sejalan dengan sentimen positif di pasar global.
A. Perbandingan ASEAN
Di kawasan ASEAN, IHSG berada di bawah Vietnam (VN-Index) yang memimpin dengan kenaikan 2.74%. Thailand (SET Index) juga menguat 1.36%. Namun, Filipina (PSEI Index) menjadi satu-satunya yang melemah, turun -1.21%.
B. Perbandingan Asia Pasifik dan Amerika
Pasar Asia Pasifik didominasi oleh penguatan, dipimpin oleh Korea (KOSPI Index) yang naik tajam 4.42%. Pasar-pasar besar seperti Taiwan, Hong Kong, dan Jepang juga menguat.
Di Amerika, pasar Brasil dan Kolombia menguat signifikan, sementara indeks AS Dow Jones Industrial Average naik tipis 0.28%.
Sentimen global yang cenderung risk-on, terutama di Asia, memberikan dukungan eksternal yang kuat bagi investor asing untuk meningkatkan alokasi di BEI, yang tercermin dari Net Buy yang masif.
6. Indikator Valuasi dan Prospek Pasar
Indikator valuasi pasar menunjukkan bahwa kenaikan harga saham di minggu ini sejalan dengan peningkatan Market Cap.
- Market PER: Ditutup di level 15.76 pada 5 Desember 2025, sedikit turun dari 15.82 di awal minggu.
- Market PBV: Tetap stabil di level 2.49 dari 2 Desember hingga 5 Desember.
Angka PER dan PBV yang stabil ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG naik, valuasinya relatif terjaga. Kenaikan 1.46% (IHSG) dengan likuiditas yang menurun 29.61% mengindikasikan bahwa pergerakan harga didorong oleh peningkatan permintaan selektif pada saham-saham besar yang menopang indeks, yang mampu menahan tekanan jual domestik.
Total Dana Terkumpul YTD
Total dana yang berhasil dihimpun dari pasar modal Indonesia hingga akhir minggu ini adalah Rp1,176.18 triliun. Mayoritas dana berasal dari Pasar Obligasi (Rp1,144.27 triliun), sedangkan Pasar Ekuitas menyumbang Rp31.91 triliun (termasuk Saham Rp15.21 triliun dan Rights Rp16.18 triliun).
7. Kesimpulan dan Outlook
Minggu perdagangan 1-5 Desember 2025 merupakan periode penguatan yang didominasi oleh arus modal asing yang kuat. IHSG naik impresif 1.46%, didorong oleh Net Buy asing sebesar Rp2.48 triliun dan kinerja sektor Industrials, Consumer Cyclicals, dan Infrastruktur.
Baca:
1. Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula
2. Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia
3. Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
4. Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
5. 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)
Penurunan likuiditas sebesar 29.61% harus diwaspadai, karena ini menunjukkan bahwa reli IHSG cenderung terkonsentrasi pada segelintir saham blue chip saja. Investor disarankan untuk fokus pada saham-saham yang menjadi motor net buy asing (seperti TLKM dan ASII yang masuk Top Leaders IHSG) sambil tetap mencermati stabilitas PBV dan PER pasar.
Kinerja positif indeks global dan regional memberikan sentimen yang mendukung prospek BEI di sisa akhir tahun, meskipun volatilitas dari saham-saham komoditas dan teknologi tetap perlu dicermati.
