Mediasaham.com – Bank BUKU 4 adalah bank yang memiliki modal inti / ekuitas di atas Rp30.000.000.000.000 atau tiga puluh triliun rupiah. Jadi sebenarnya Bank BUKU itu apa?
Bank BUKU singkatan dari Bank Umum berdasarkan Kegiatan
Usaha (BUKU). OJK menetapkan klasifikasi bank dalam 4 jenis BUKU yaitu: Bank
BUKU 4, BUKU 3, BUKU 2 dan BUKU 1. Perbedaan masing-masing tiap Bank BUKU
terletak pada modalnya.
Bank BUKU 4 pada awalnya hanya diisi bank BUMN seperti BRI,
Mandiri, BNI dan beberapa bank swasta seperti Bank BCA dan CIMB Niaga, Bank
Panin dan Bank Danamon.
Namun pada tahun 2021 hingga tahun 2024 terus bertambah seperti Bank BTPN, Bank Permata, BSI,Bank SMBC Indonesia dan Bank OCBC INSP. Jadi, Bank BUKU 4 sampai tahun 2025 sudah ada 11 bank. Berikut daftar bank BUKU 4:
|
Bank BUKU 4 |
Modal inti / Ekuitas |
|
Bank BRI |
Rp 322 triliun |
|
Bank Mandiri |
Rp 298 triliun |
|
Bank BCA |
Rp 262 triliun |
|
Bank BNI |
Rp 135 triliun |
|
Bank Danamon |
Rp 69 triliun |
|
Bank CIMB Niaga |
Rp 54 triliun |
|
Bank Panin |
Rp 47 triliun |
|
BSI |
Rp 47 triliun |
|
Bank Permata |
Rp 43 triliun |
|
Bank |
Rp 42 triliun |
|
Bank OCBC NISP |
Rp 41 triliun |
Daftar Bank BUKU 4 Tahun 2025 di Indonesia:
1. Bank BRI
Bank BRI adalah bank milik pemerintah. Pemerintah
memiliki saham sebesar 53,19% di BRI sisanya 46,81% dimiliki oleh masyarakat
(investor ritel dan institusi). BRI menjadi bank terbesar di Indonesia dari
segi modal yang dimiliki.
Bank BRI awalnya berdiri pada tahun 1895 di Purwokerto
dan terus berkembang menjadi bank terbesar di Indonesia. Bank BRI menempati
urutan pertama Bank BUKU 4 dengan modal inti / ekuitas sebesar Rp 322 triliun.
Baca Juga: Dividen Bank BRI dari Tahun ke Tahun
Bank BRI satu-satunya bank yang fokus memberikan kredit
ke UMKM. Tidak heran kalau Bank BRI menjadi raja penyaluran kredit ke UMKM.
Bank BRI pun menguasi 60% penyaluran kredit ke UMKM di Indonesia.
Pada akhir tahun 2025 Bank BRI memiliki ±180 juta nasabah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Tidak heran kalau Bank BRI sangat mudah di temukan di pelosok desa di Indonesia.
2. Bank Mandiri
Bank Mandiri adalah bank terbesar dari segi aset di
Indonesia. Bank Mandiri di tahun 2025 memiliki total aset sebesar Rp2.514,68 triliun.
Bank Mandiri mengalahkan rivalnya Bank BRI yang memiliki aset Rp2.106,37 triliun. Bank Mandiri kini menduduki pringkat nomor dua bank BUKU 4 dengan modal inti sebesar Rp 298 triliun.
3. Bank BCA
Bank BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia. BCA satu-satunya bank swasta yang mampu bersaing dengan Bank BUMN.
Bank BCA menempati posisi kedua sebagai pemilik modal terbesar di Indonesia. Modal inti BCA hingga 2025 mencapai Rp 262 triliun. Berbeda sedikit dengan rivalnya Bank Mandiri.
Bank BCA juga menjadi bank swasta terbesar dari segi aset. Aset Bank BCA mencapai
Bank BCA berdiri pada tahun 1957 dan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2000. Saham Bank BCA diperjual belikan di BEI dengan kode BBCA.
Baca Juga:
Bank BCA adalah bank terbesar di Bursa Efek Indonesia. BCA memiliki nilai kapitalisasi pasar di BEI sebesar Rp 985 triliun per September 2025.
Nilai kapitalisasi Bank BCA jauh mengalahkan Bank BRI dan Mandiri. Kapitalisasi Bank BRI hanya Rp 608 trilin dan Mandiri Rp 437 triliun.
Baca Juga: 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Bank BCA terus berkembang lebih baju. Bahkan kini BCA sudah memiliki anak perusahaan yang khusus bergerak di Bank Digital yaitu Bank BCA Digital.
BCA Digital dikenal masyarakat dengan aplikasi blu. Lewat Blu, nasabah bisa buka rekening secara online dari ponsel tanpa harus pergi lagi ke kantor Bank BCA Digital.
4. Bank BNI
Bank BNI adalah bank BUMN nomor tiga terbesar di
Indonesia. BNI
menduduki peringkat 4 daftar bank BUKU 4 di Indonesia. Awalnya Bank BNI masih
berhasil diurutan tiga, namun digeser oleh Bank BCA.
Bank
BNI hingga saat ini memiliki modal inti sebesar Rp 135 triliun. Jauh di bawah
saudaranya Bank BRI dan Mandiri.
Dari
segi aset BNI memiliki total aset sebesar Rp1.201,65 triliun. Tetap jauh di bawah
BRI dan Mandiri.
Sebenarnya
Bank BNI dengan Bank Mandiri memiliki kemiripan dari segi target bisnis.
Keduanya sama-sama bergerak menyalurkan kredit ke sektor korporasi.
Sebenarnya
kedua bank ini sangat cocok dilebur menjadi satu agar lebih kuat dan kokoh.
Seperti yang sudah dilakukan pada Bank BRI Syariah, BNI Syariah dan Mandiri
Syariah yang dilebur menjadi satu jadi Bank Syariah Indonesia.
5. Bank Danamon
Bank Danamon Indonesia adalah bank swasta yang masuk urutan lima daftar Bank BUKU 4. Bank Danamon setelah bergabung dengan Bank BNP membuat modal inti Bank Danamon meningkat. Modal inti Bank Danamon mencapai Rp 69 triliun. Mendapati posisi kedua bank swasta terbesar.
Bank Danamon juga dikenal sebagai bank digital dengan layanan aplikasi DBank. Lewat aplikasi DBank kini buka rekening bisa online tanpa harus datang lagi ke kantor Bank Danamon.
6. Bank CIMB Niaga
Bank CIMB Niaga sudah lama masuk bank BUKU 4, tetapi
posisinya tergeser ke urutan enam. Bank CIMB Niaga memiliki ekuitas sebesar Rp 54 triliun. Aset Bank CIMB Niaga sebesar Rp 358 triliun.
Bank CIMB Niaga juga dikenal sebagai saham yang royal
membagikan dividen ke investor tiap tahun. Dividen Bank CIMB Niaga tahun 2025 mencapai Rp 3,9 triliun.
7. Bank Panin
Bank Pan Indonesia adalah bank swasta terbesar ke empat di Indonesia. Bank Panin masuk daftar bank BUKU 4 dengan modal inti sebesar Rp 47 triliun. Bank Panin hingga saat ini memiliki total aset mencapai Rp 329 triliun.
Di kalangan investor pasar saham Indonesia. Bank Panin dikenal sebagai bank yang tidak pernah membagikan dividen ke pemagang saham. Meskipun bank ini selalu mencatatkan laba bersih tiap tahun, tetapi Bank Panin tidak pernah membagikan dividen ke pemegang saham.
8. Bank BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk adalah bank syariah terbesar di Indonesia dan satu-satunya bank syariah yang masuk BUKU 4. Hingga 30 Juni 2025, BSI mencatatkan modal inti sebesar Rp47,82 triliun dan total aset sebesar Rp400,57 triliun. BSI berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air.
9. Bank Permata
Bank Permata adalah bank swasta yang menduduki posisi sembilan di jajaran bank BUKU 4. Bank Permata memiliki modal inti sebesar Rp 43 triliun.
Bank Permata pada tahun 2021 melakukan penambahan modal lewat right issue dengan harga right sebesar Rp 1.347 per lembar saham. Lewat right issue ini modal inti Bank Permata pun meningkat.
10. Bank SMBC
Bank SMBC adalah bank swasta yang sudah masuk bank BUKU 4 sejak tahun 2020. Bank SMBC masuk ke jajaran bank BUKU 4 setelah merger /
bergabung BTPN dengan Bank Sumitomo. Penggabungan kedua bank ini membuat modal inti
Bank SMBC meningkat. Di tahun 2025 Bank SMBC memiliki modal inti sebesar Rp 42 triliun.
Baca Juga: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Bank SMBC juga masuk jajaran bank digital dengan produknya Jenius. Jenius adalah salah satu bank digital yang sudah lama di Indonesia. Pembukaan rekening di Jenius bisa dilakukan oneline dari ponsel.
11. Bank OCBC NISP
Bank OCBC NISP Tbk (IDX: NISP) adalah bank BUKU 4 yang
menduduki posisi terakhir jajaran bank BUKU 4 dengan modal inti Rp 41 triliun. Bank
OCBC NISP memiliki aset Rp 296 triliun.
Bank OCBC INSP juga dikenal sebagai bank digital dengan
produk ONE Mobile. ONE Mobile salah satu bank digital di Indonesia yang baru
ada sejak tahun 2019.
ONE Mobile menawarkan tabungan dalam berbagai jenis mata uang asing. Pembukaan rekeningnya juga bisa dilakukan secara onelin lewat ponsel.
Bank BUKU 4
Bank BUKU 4 adalah jajaran bank yang memiliki keuntungan
lebih dibandingkan bank BUKU 3, 2 dan BUKU 1. Bank BUKU 4 bisa berekspansi
hingga ke seluruh dunia. Layanan dan cakupan bisnisnya Bank BUKU 4 juga lebih
besar dibandingkan yang lain.
Bank BUKU 4 terbesar di Indonesia tahun 2025 yaitu Bank
BRI. Selanjutnya diikuti oleh Bank Mandiri dan BCA . Sementara Bank BUKU 4
terkecil yaitu Bank Permata.
0 Comments
Posting Komentar