Laporan Keuangan COCO Semester I 2025: Aset Turun dan Kerugian Membengkak

 


Mediasaham.com, Jakarta – Emiten produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO), mencatat kinerja keuangan yang menurun signifikan pada paruh pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2025, perusahaan membukukan rugi bersih Rp82,53 miliar, melonjak 153,9% dibandingkan rugi bersih Rp32,47 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Pendapatan bersih COCO tercatat sebesar Rp73,15 miliar, turun 8,9% dibandingkan Rp80,34 miliar pada Juni 2024. Namun Laba bruto perusahaan meroket menjadi Rp3,61 miliarnaik 359,3% dibanding laba bruto tahun lalu yang hanya Rp785 juta.

Baca JugaKamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

Kenaikan laba bruto ini menandakan efisiensi di sektor produksi, meskipun secara keseluruhan beban operasional masih menekan kinerja.

Beban Operasional Membengkak

Beban umum dan administrasi meningkat 25,8% menjadi Rp14,76 miliar dari Rp11,73 miliar, sementara beban penjualan turun 22,6% menjadi Rp2,43 miliar. Namun, pos “beban operasi lain-lain” melonjak drastis menjadi Rp59,13 miliar dari hanya Rp50,53 juta pada 2024, menjadi penyebab utama kerugian besar di semester ini.

Posisi Keuangan Melemah

Total aset COCO turun 13,7% menjadi Rp379,6 miliar dibanding Rp439,8 miliar pada akhir 2024. Aset lancar juga turun 14,4% menjadi Rp194,3 miliar, terutama akibat penurunan kas dan setara kas hingga -47,6% (dari Rp2,54 miliar menjadi Rp1,33 miliar) serta turunnya piutang usaha -33,3%.

Baca JugaKamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

Aset tetap juga menyusut -15% menjadi Rp153,7 miliar dari Rp180,7 miliar di akhir tahun lalu.

Liabilitas Meningkat, Ekuitas Tergerus

Liabilitas COCO mengalami kenaikan 6,2% menjadi Rp363,01 miliar, sementara ekuitas turun tajam -83,1% menjadi hanya Rp16,58 miliar dari Rp98,07 miliar pada akhir 2024.

Baca Juga20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Penurunan ekuitas ini terutama dipicu oleh akumulasi rugi tahun berjalan yang besar, di mana saldo laba negatif (defisit) meningkat dari Rp71,68 miliar menjadi Rp154,21 miliar, alias membengkak 115,2%.

Arus Kas Operasi Mulai Pulih

Meski rugi besar, arus kas operasi COCO berbalik positif menjadi Rp364 juta, membaik dibanding arus kas negatif Rp39,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini didorong oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan hingga 29,7% menjadi Rp98,99 miliar.

Namun, kas bersih perusahaan masih menurun -47,6% menjadi Rp1,33 miliar, mencerminkan tekanan likuiditas yang belum pulih sepenuhnya.

Ringkasan Kinerja Utama COCO (Juni 2025 vs Juni 2024)

Pos Keuangan Juni 2025 Juni 2024 Perubahan (%)
Penjualan Neto Rp73,15 miliar Rp80,34 miliar -8,9%
Laba Bruto Rp3,61 miliar Rp0,79 miliar +359,3%
Rugi Bersih Rp82,53 miliar Rp32,48 miliar +153,9%
Total Aset Rp379,6 miliar Rp439,8 miliar* -13,7%
Total Liabilitas Rp363,0 miliar Rp341,7 miliar* +6,2%
Ekuitas Rp16,6 miliar Rp98,1 miliar* -83,1%
Kas dan Bank Rp1,33 miliar Rp2,54 miliar* -47,6%
(*dibanding 31 Desember 2024)

Secara keseluruhan, kinerja COCO pada semester I 2025 menunjukkan tekanan berat baik dari sisi laba maupun posisi keuangan. Meski pendapatan hanya turun moderat, lonjakan besar pada beban lain-lain dan kerugian operasional membuat perusahaan mencatatkan rugi bersih tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham