Mediasaham.com - Dividen PTBA dari tahun ke tahun selalu dibagikan ke investor. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dikenal rutin membagikan dividen, tetapi nilainya bergerak mengikuti siklus harga batubara. Berikut ringkasan data dividen PTBA dari 2003 sampai 2025 dan analisis tren utama untuk investor.
Dividen PTBA dari Tahun ke Tahun — Data & Analisis (2003–2025)
Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa PTBA rutin membagikan dividen ke investor tiap tahun dan belum pernah tidak membagikan dividen. Dividen PTBA sejak 2003 hingga tahun 2025 yang sudah dibagikan berjumlah Rp 8.450,79 dan bila dihitung kenaikan rata-rata tahunan sebesar ±9,89% per tahun.
Tabel Perubahan Dividen PTBA (2003–2025)
| Tahun | Dividen (Rp) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| 2003 | 41,75 | - |
| 2004 | 63,8 | 52,80% |
| 2005 | 87,475 | 37,10% |
| 2006 | 101,353 | 15,90% |
| 2007 | 105,39 | 3,96% |
| 2008 | 164,97 | 56,50% |
| 2009 | 437,8 | 165,40% |
| 2010 | 533,4 | 21,90% |
| 2011 | 559,83 | 4,90% |
| 2012 | 700,48 | 25,10% |
| 2013 | 720,75 | 2,90% |
| 2014 | 461,97 | -35,90% |
| 2015 | 324,57 | -29,70% |
| 2016 | 289,73 | -10,70% |
| 2017 | 285,5 | -1,50% |
| 2018 | 318,521 | 11,60% |
| 2019 | 339,631 | 6,60% |
| 2020 | 326,46459 | -3,90% |
| 2021 | 74,69439 | -77,10% |
| 2022 | 688,515 | 821% |
| 2023 | 1.094,05005 | 59% |
| 2024 | 397,712 | -63,60% |
| 2025 | 332,437 | -16,40% |
Analisis Kenaikan Dividen PTBA dari Tahun ke Tahun
Berikut adalah analisa tren kenaikan dividen per lembar saham PTBA dari tahun 2003 hingga 2025
Periode 2003–2009: Pertumbuhan Pesat
- Dari Rp 41,75 (2003) menjadi Rp 437,8 (2009).
- Lonjakan terbesar terjadi pada 2009 (+165,4%) ketika harga komoditas batu bara melonjak.
Periode 2010–2013: Stabil di Level Tinggi
- Dividen PTBA berada di kisaran Rp 500–700 per lembar.
- Peningkatan paling stabil terlihat pada 2012 dengan kenaikan 25,1%.
Periode 2014–2017: Penurunan Bertahap
- Dividen turun signifikan pada 2014 (−35,9%) dan berlanjut hingga 2017.
- Hal ini sejalan dengan melemahnya sektor pertambangan global.
Periode 2018–2020: Pemulihan Ringan
- Dividen kembali naik tipis, stabil di kisaran Rp 300-an per lembar.
- Menunjukkan strategi konservatif PTBA di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Tahun 2021: Penurunan Ekstrem
- Dividen anjlok 77,1% menjadi hanya Rp 74,69.
- Pandemi COVID-19 dan tekanan sektor batubara jadi penyebab utama.
Periode 2022–2023: Lonjakan Spektakuler
- Tahun 2022 dividen naik 821% ke Rp 688 per lembar.
- Puncaknya di 2023, PTBA membagikan dividen Rp 1.094 per lembar, tertinggi sepanjang sejarah.
Tahun 2024–2025: Koreksi
- Tahun 2024 dividen anjlok −63,6% menjadi Rp 397,7.
- Tahun 2025 kembali turun ke Rp 332,4 (−16,4%).
- Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga batubara dunia.
Tips untuk Investor
- Periksa arus kas operasi dan payout ratio sebelum mengandalkan dividen.
- Pertimbangkan siklus harga batubara dalam membuat proyeksi dividen.
- Gunakan data historis ini sebagai acuan, bukan jaminan dividen masa depan.
Kesimpulan
Riwayat dividen PTBA menunjukkan pola siklus naik-turun yang kuat, sesuai kondisi harga batu bara di pasar global. Saat batu bara booming (2009, 2022–2023), dividen melonjak drastis. Saat harga batu bara global turun (2014–2017, 2021, 2024–2025), dividen juga terkoreksi signifikan. Bagi pemburu dividen, PTBA adalah saham siklikal: bisa sangat menguntungkan di fase naik, tetapi berisiko saat fase turun.
Baca Juga: 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Disclaimer: Informasi hanya untuk edukasi, bukan rekomendasi investasi. Analisis ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca untuk membeli atau menjual.
Penulis: Adit Saputra - Mediasaham Research
0 Comments
Posting Komentar