Mediasaham.com, Jakarta – Tekanan jual dari investor asing terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) masih berlanjut pada awal Oktober 2025. Berdasarkan data perdagangan hingga 6 Oktober 2025, investor asing mencatatkan net sell sebesar 6,21 juta lot selama tujuh hari perdagangan terakhir.
Data perdagangan menunjukkan bahwa aksi jual asing paling besar terjadi pada 2 Oktober 2025, dengan net sell mencapai 2,43 juta lot. Pada hari tersebut, volume pembelian asing tercatat 722.606 lot, sedangkan penjualan mencapai 3.162.021 lot.
Berikut rincian pergerakan transaksi asing BBRI:
| Tanggal | Foreign Buy | Foreign Sell | Net Buy |
|---|---|---|---|
| 2025/10/06 | 429.325 | 1.161.145 | -731.820 |
| 2025/10/03 | 611.557 | 1.535.339 | -923.782 |
| 2025/10/02 | 722.606 | 3.162.021 | -2.439.415 |
| 2025/10/01 | 619.502 | 1.778.547 | -1.159.045 |
| 2025/09/30 | 1.029.420 | 1.625.201 | -595.781 |
| 2025/09/29 | 604.840 | 826.266 | -221.426 |
| 2025/09/26 | 865.299 | 1.006.640 | -141.341 |
Secara total, dalam rentang waktu 26 September–6 Oktober 2025, investor asing mencatat net sell kumulatif sebesar 6.212.610 lot atau sekitar 6,21 juta lot. Aksi jual asing yang cukup masif ini turut menekan harga saham BBRI.
Baca Juga: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Saham Tertinggi
Pada perdagangan Senin (6/10/2025), saham BBRI ditutup melemah 0,81% ke level 3.660 per saham, dengan harga penutupan sebelumnya di 3.690. Volume transaksi tercatat mencapai 1,9 juta lot.
Sentimen Tekanan Jual
Analis pasar menilai tekanan jual asing terhadap saham perbankan, termasuk BBRI, disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli panjang pada Oktober, serta ketidakpastian arah suku bunga global. Investor asing cenderung bersikap hati-hati menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga: 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia
Selain itu, nilai tukar rupiah yang bergerak melemah terhadap dolar AS juga berpotensi mendorong aliran dana asing keluar dari pasar saham domestik, terutama pada sektor keuangan yang sensitif terhadap likuiditas global.
Sumber data: BEI (BBRI Foreign Volume, 26 Sep–6 Okt 2025)
.jpg)
0 Comments
Posting Komentar