Jakarta, Mediasaham.com — Emiten makanan dan minuman, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (IDX: GOOD), membukukan kinerja positif pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih di tengah peningkatan biaya produksi dan tekanan pada margin laba kotor.
Pendapatan dan Laba Kotor
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit, Garudafood membukukan penjualan bersih sebesar Rp9,44 triliun per 30 September 2025, naik 6,0% dibandingkan Rp8,91 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Cek juga info mengenai Laporan Keuangan Trimitra Trans Persada (BLOG) Kuartal III 2025: Laba Bersih Meningkat 23,7%
Beban pokok penjualan tercatat Rp6,82 triliun, meningkat 7,4% dari Rp6,35 triliun pada periode sebelumnya. Dengan demikian, laba bruto tercatat sebesar Rp2,62 triliun atau naik 2,5% dari Rp2,56 triliun pada tahun lalu.
Beban penjualan naik tipis 0,6% menjadi Rp1,35 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi sedikit meningkat 0,2% menjadi Rp549,98 miliar.
Laba Usaha dan Laba Bersih
Laba sebelum pajak Garudafood tercatat sebesar Rp675,17 miliar, naik 6,4% dibandingkan Rp634,39 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp140,34 miliar, laba periode berjalan meningkat 4,6% menjadi Rp534,83 miliar dari Rp511,58 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) Kuartal III-2025: Laba Naik Hampir Tiga Kali Lipat
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp480,13 miliar, turun 4,1% dibandingkan Rp500,84 miliar pada kuartal III 2024. Nilai laba per saham (earnings per share / EPS) sebesar Rp13,02 per saham, turun 4,1% dibandingkan Rp13,58 per saham pada tahun sebelumnya.
Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
Total aset Garudafood per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp8,58 triliun, naik 1,7% dari Rp8,43 triliun pada akhir Desember 2024. Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan kas dan setara kas yang mencapai Rp1,06 triliun dari Rp921,54 miliar pada akhir tahun lalu.
Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Unilever Q3 2025 yang membahas tentang kenaikan laba bersih, apakah pertumbuhannya nyata atau tidak.
Total liabilitas perusahaan relatif stabil di level Rp4,43 triliun, naik tipis 0,2% dibandingkan Rp4,43 triliun pada Desember 2024. Sementara itu, total ekuitas meningkat 3,5% menjadi Rp4,14 triliun dari Rp4,01 triliun pada akhir tahun sebelumnya.
Arus Kas
Dari sisi arus kas, Garudafood mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp924,66 miliar, turun 9,9% dibandingkan Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp374,89 miliar, lebih rendah 52,3% dibandingkan Rp785,29 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat arus keluar Rp408,27 miliar, meningkat 48,3% dibandingkan Rp275,32 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kas dan setara kas pada akhir periode tercatat sebesar Rp1,06 triliun, naik 4,7% dibandingkan Rp1,02 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Ringkasan Laporan Keuangan Garudafood Kuartal III 2025
(Periode 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam jutaan Rupiah)
| Pos Keuangan | Q3 2025 | Q3 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Penjualan Bersih | 9.441.315 | 8.905.402 | +6,0% |
| Beban Pokok Penjualan | 6.823.398 | 6.350.167 | +7,4% |
| Laba Bruto | 2.617.916 | 2.555.235 | +2,5% |
| Laba Sebelum Pajak | 675.168 | 634.392 | +6,4% |
| Laba Tahun Berjalan | 534.832 | 511.584 | +4,6% |
| Laba ke Induk | 480.132 | 500.841 | -4,1% |
| Earnings per Share (EPS) | 13,02 | 13,58 | -4,1% |
| Total Aset | 8.579.007 | 8.431.727 | +1,7% |
| Total Liabilitas | 4.434.534 | 4.425.890 | +0,2% |
| Total Ekuitas | 4.144.474 | 4.005.837 | +3,5% |
| Arus Kas Operasi | 924.656 | 1.026.696 | -9,9% |
| Arus Kas Investasi | -374.891 | -785.287 | -52,3% |
| Arus Kas Pendanaan | -408.274 | -275.322 | +48,3% |
| Kas Akhir Periode | 1.063.028 | 1.082.658 | -1,8% |
Laporan keuangan Garudafood menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif pada sembilan bulan pertama 2025. Kinerja solid ini didukung oleh efisiensi biaya dan peningkatan volume penjualan di segmen utama produk makanan ringan dan minuman siap saji.

0 Comments
Posting Komentar