Jakarta, Mediasaham.com — PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (IDX: CEKA), emiten produsen minyak nabati dan lemak khusus di bawah grup Wilmar, mencatatkan penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun 2025 meskipun pendapatan perusahaan tumbuh signifikan.
Pertumbuhan Pendapatan Ditopang Volume Penjualan
Hingga 30 September 2025, CEKA membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp7,00 triliun, meningkat 25,8 persen dibandingkan Rp5,57 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan produk minyak sawit olahan untuk segmen industri makanan dan ekspor.
Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Astra Otoparts (AUTO) Kuartal III 2025: Laba Bersih Naik Tipis 2%, Arus Kas Operasi Tetap Solid
Namun, beban pokok penjualan juga naik lebih tinggi menjadi Rp6,67 triliun dari Rp5,20 triliun, seiring kenaikan harga bahan baku CPO dan biaya produksi. Akibatnya, laba bruto turun menjadi Rp337,33 miliar dari Rp371,92 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba Usaha Tertekan Kenaikan Biaya Operasional
Beban penjualan tercatat meningkat menjadi Rp90,99 miliar dari Rp70,75 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi relatif stabil di Rp41,04 miliar. Dengan demikian, laba usaha CEKA turun menjadi Rp211,16 miliar dari Rp260,35 miliar atau melemah 18,9 persen secara tahunan (year-on-year).
Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Saham PGEO (Pertamina Geothermal Energy) Kuartal III 2025: Laba Bersih Turun 22,2%, Ini Penyebabnya!
Pendapatan bunga bersih tercatat Rp13,87 miliar, menurun dibanding Rp16,72 miliar tahun lalu. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp64,97 miliar, laba periode berjalan mencapai Rp160,05 miliar, turun 26,6 persen dibanding Rp218,06 miliar pada sembilan bulan pertama 2024.
Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Unilever Q3 2025 yang membahas tentang kenaikan laba bersih, apakah pertumbuhannya nyata atau tidak.
Earnings per share (EPS) juga menurun menjadi Rp269 per saham, dari sebelumnya Rp366 per saham.
Arus Kas dan Posisi Keuangan
Dari sisi arus kas, aktivitas operasi mencatat arus keluar bersih Rp76,78 miliar, berbalik dari arus masuk Rp82,45 miliar pada tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan peningkatan pembayaran kepada pemasok dan kewajiban pajak.
Arus kas dari aktivitas investasi justru positif Rp39,84 miliar, ditopang oleh pencairan deposito berjangka Rp55,04 miliar, sementara arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat pengeluaran Rp89,12 miliar, terutama untuk pembayaran dividen.
Dengan demikian, kas dan setara kas turun menjadi Rp309,80 miliar pada akhir September 2025, dari Rp435,86 miliar di akhir Desember 2024.
Struktur Aset dan Ekuitas
Total aset perusahaan per 30 September 2025 mencapai Rp2,52 triliun, naik 5,8 persen dibanding Rp2,39 triliun pada akhir 2024. Aset lancar naik menjadi Rp2,23 triliun dari Rp2,08 triliun, didorong peningkatan piutang dan persediaan.
Dari sisi pendanaan, total liabilitas meningkat menjadi Rp543,59 miliar dari Rp476,49 miliar. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp1,98 triliun dari Rp1,91 triliun pada akhir tahun lalu.
Kebijakan Dividen dan Cadangan
Selama periode sembilan bulan, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp89,25 miliar. CEKA juga menambah cadangan umum sebesar Rp500 juta, menjadikan total cadangan umum mencapai Rp11,92 miliar hingga akhir September 2025.
Ringkasan Laporan Keuangan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) per 30 September 2025
| Uraian (dalam Rp juta) | 30 Sept 2025 | 30 Sept 2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Bersih | 7.003.973 | 5.568.022 | +25,8% |
| Laba Bruto | 337.329 | 371.920 | -9,3% |
| Laba Usaha | 211.158 | 260.346 | -18,9% |
| Laba Sebelum Pajak | 225.027 | 277.065 | -18,8% |
| Laba Bersih | 160.054 | 218.063 | -26,6% |
| Total Aset | 2.523.182 | 2.385.282 | +5,8% |
| Total Liabilitas | 543.588 | 476.491 | +14,1% |
| Total Ekuitas | 1.979.595 | 1.908.791 | +3,7% |
| Kas dan Setara Kas | 309.795 | 596.150 | -48,0% |
| Arus Kas dari Aktivitas Operasi | (76.779) | 82.451 | -193,1% |
| Arus Kas dari Aktivitas Investasi | 39.837 | (17.704) | +325,1% |
| Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan | (89.124) | (59.416) | -50,0% |
| *Earnings per Share* (Rupiah penuh) | 269 | 366 | -26,5% |
Prospek
Manajemen Wilmar Cahaya Indonesia menyampaikan bahwa permintaan minyak nabati dan produk lemak spesial masih berpotensi tumbuh stabil hingga akhir tahun 2025. Namun, volatilitas harga bahan baku dan ketidakpastian global tetap menjadi faktor yang diperhatikan perusahaan dalam menjaga profitabilitas.

0 Comments
Posting Komentar