Laporan Keuangan Arwana Citramulia (ARNA) Kuartal III 2025: Laba Bersih Turun di Tengah Kenaikan Penjualan

Keramik arwana

Jakarta, Mediasaham.com — PT Arwana Citramulia Tbk (IDX: ARNA), produsen keramik terkemuka di Indonesia, mencatatkan penurunan laba bersih tipis pada sembilan bulan pertama 2025 meskipun penjualan bersih meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Pendapatan Naik, Namun Margin Tertekan

Hingga 30 September 2025, ARNA membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,17 triliun, naik 13,2 persen dibandingkan Rp1,92 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan di segmen retail dan proyek, serta permintaan yang stabil dari pasar domestik.

Namun, beban pokok penjualan juga naik signifikan menjadi Rp1,51 triliun dari Rp1,26 triliun tahun sebelumnya. Hal ini menekan laba kotor yang turun menjadi Rp659,66 miliar dibandingkan Rp660,38 miliar pada 2024. Meskipun secara nominal relatif stabil, margin laba kotor mengalami sedikit penyusutan akibat kenaikan biaya bahan baku dan energi.

Laba Usaha dan Laba Bersih

Setelah memperhitungkan beban operasional, laba usaha ARNA tercatat Rp393,27 miliar, menurun dari Rp408,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum pajak tercatat Rp393 miliar, lebih rendah dibanding Rp408 miliar pada 2024.

Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Astra Otoparts (AUTO) Kuartal III 2025: Laba Bersih Naik Tipis 2%, Arus Kas Operasi Tetap Solid

Beban pajak penghasilan bersih mencapai Rp11,94 miliar, sehingga laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp302,11 miliar. Angka tersebut menurun sekitar 4,4 persen dari Rp315,83 miliar pada periode Januari–September 2024.

Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Wilmar Cahaya Indonesia (CEKA) Kuartal III 2025: Laba Bersih Turun 26%

Earnings per share (EPS) turun menjadi Rp42,87 per saham dari Rp44,38 per saham setahun sebelumnya.

Arus Kas dan Posisi Keuangan

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih sebesar Rp448 miliar, meningkat dibanding Rp332,33 miliar pada tahun sebelumnya.  Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan.

Baca juga informasi mengenai Laporan Keuangan Unilever Q3 2025 yang membahas tentang kenaikan laba bersih, apakah pertumbuhannya nyata atau tidak.

Per akhir September 2025, kas dan setara kas ARNA tercatat sebesar Rp236,30 miliar, menurun dari Rp267,97 miliar pada akhir Desember 2024.

Struktur Aset dan Ekuitas

Total aset perusahaan mencapai Rp2,63 triliun, turun sedikit dari Rp2,66 triliun pada akhir 2024. Dari sisi pendanaan, total liabilitas turun sedikit menjadi Rp774,62 miliar dari Rp783,82 miliar pada Desember 2024. Sementara itu, total ekuitas tercatat Rp1,85 triliun, sedikit turun dari Rp1,88 triliun akibat distribusi dividen dan pembelian saham treasuri.

Pembagian Dividen dan Kebijakan Saham Treasuri

Sepanjang periode berjalan, ARNA membagikan dividen tunai sebesar Rp303,82 miliar dan melakukan pembelian saham treasuri senilai Rp28,40 miliar. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga nilai bagi pemegang saham di tengah fluktuasi permintaan pasar bahan bangunan.

Prospek

Manajemen Arwana Citramulia optimistis terhadap prospek industri keramik nasional pada paruh akhir 2025. Permintaan domestik di segmen perumahan dan renovasi masih menunjukkan tren positif, sementara perusahaan terus mengupayakan efisiensi biaya dan optimalisasi kapasitas produksi di seluruh pabriknya.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham