Apa itu Day Trading? Arti, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangan

Arti Day Trading
Seorang trader saham sedang menganalisa grafik. Adit Saputra / Mediasaham.com

Kalau kamu suka tantangan dan ingin cari cuan harian dari pasar saham, day trading bisa jadi pilihan yang menarik. Tapi sebelum terjun, kamu harus tahu dulu cara kerja, strategi, kelebihan, dan kekurangan day trading. Artikel ini akan bahas semuanya dengan bahasa ringan supaya kamu bisa paham tanpa pusing.

Apa Itu Day Trading?

Day trading adalah aktivitas jual beli saham dalam satu hari. Trader membeli saham saat pagi, lalu menjualnya lagi di hari yang sama sebelum pasar tutup. Tujuannya? Tentu saja untuk ambil keuntungan dari perubahan harga jangka pendek.

Day trader nggak suka nunggu lama. Mereka fokus cari peluang cepat dan memanfaatkan momen harga yang naik-turun sepanjang hari.

1. Bedanya Day Trading dan Investasi Saham

Aspek Day Trading Investasi Saham
Durasi Hitungan jam atau menit Bulanan bahkan tahunan
Tujuan Profit cepat Pertumbuhan jangka panjang
Analisa Teknikal Fundamental
Risiko Lebih tinggi Cenderung stabil

Day trader itu seperti lari 100 meter, sementara investor seperti pelari maraton.

2. Tujuan Utama dari Day Trading

Tujuan utama day trading adalah memanfaatkan naik turunnya harga saham untuk cuan cepat. Jadi, fokusnya bukan pada nilai perusahaan, tapi pergerakan harga. Kalau kamu suka analisa grafik dan ambil keputusan cepat, ini bisa cocok banget.

Cara Kerja Day Trading

1. Beli Pagi, Jual Siang dan Sore: Prinsip Dasar Day Trading

Prinsip utama day trading sederhana — beli di harga rendah, jual di harga tinggi, semua dalam satu hari.
Misalnya, kamu beli saham XYZ di harga Rp400 per lembar, lalu sore harinya naik ke Rp404. Kamu jual, dan dapat untung Rp4 per lembar.

2. Contoh Sederhana Transaksi Day Trading

  1. Pagi hari, kamu analisa saham dengan volume tinggi.

  2. Lihat harga mulai naik tajam.

  3. Kamu beli 10.000 lembar di harga Rp400.

  4. Dua jam kemudian harga naik ke Rp404, kamu jual.

  5. Selamat, kamu cuan Rp40.000 dalam sehari.

Tapi ingat, bisa juga sebaliknya kalau analisa salah.

3. Waktu Terbaik untuk Day Trading

Biasanya, waktu terbaik untuk day trading adalah pagi hari saat pasar baru buka. Di jam ini, volatilitas tinggi dan peluang profit lebih besar.

Tapi, kalau kamu baru mulai, hindari trading di saat pasar terlalu liar. Fokus belajar dulu membaca pola harga dengan tenang.

Alat dan Persiapan Sebelum Memulai Day Trading

1. Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia

Gunakan aplikasi saham terbaik dan terpercaya. Aplikasi saham wajib terdaftar di BEI dan diawasi OJK. Jangan asal pilih aplikasi, hal ini bisa buat uang kamu hilang karena asal pilih.

Aplikasi adalah jalan satu-satunya agar kita bisa mulai day trading. Jadi pastikan untuk memilih yang terbaik dari yang baik. Kamu bisa cek di sini daftar aplikasi saham terbaik dan sudah resmi di OJK.

2. Modal Awal dan Manajemen Keuangan

Kamu bisa mulai day trading dengan modal kecil, sekitar Rp500.000 sampai Rp1.000.000. Tapi yang penting bukan besar kecilnya modal, melainkan bagaimana kamu mengelolanya. Cek di sini cara trading saham online modal kecil hanya Rp 50 ribu.

Gunakan hanya uang dingin — bukan dana untuk kebutuhan sehari-hari.

3. Perlengkapan Dasar yang Wajib Dimiliki Trader

  • Laptop atau ponsel dengan koneksi stabil

  • Aplikasi trading

  • Software charting (untuk analisa teknikal)

  • Catatan transaksi pribadi

day trading
Ilustrasi. Mediasaham.com

Cara Melakukan Day Trading dengan Efektif

Langkah 1: Analisa Saham Harian

Mulailah dengan melihat saham yang aktif dan punya volume besar. Perhatikan tren harga dan pergerakan candlestick.
Gunakan indikator seperti Moving Average (MA), RSI, atau MACD.

Langkah 2: Tentukan Target dan Batas Rugi

Sebelum beli, tentukan target profit — misalnya 2% per hari.
Pasang juga stop loss, misalnya 1-2% di bawah harga beli. Dengan begitu, kamu tahu kapan harus keluar tanpa panik.

Langkah 3: Eksekusi Cepat dan Disiplin

Pasar saham bergerak cepat. Jangan ragu-ragu saat peluang muncul.
Namun, jangan juga asal klik beli-jual tanpa analisa. Disiplin pada rencana lebih penting dari sekadar cepat.

Strategi Populer dalam Day Trading

1. Strategi Breakout

Trader mencari saham yang menembus level harga tertentu (resistance). Begitu harga menembus batas atas, mereka langsung beli.

2. Strategi Scalping

Ambil profit kecil tapi sering. Trader buka posisi banyak dalam sehari dan tutup cepat. Butuh fokus tinggi dan koneksi cepat.

3. Strategi Momentum

Trader melihat saham yang sedang naik karena berita atau sentimen positif, ikut arus, lalu keluar sebelum harga berbalik.

pola harga saham
Grafik harga saham / Mediasaham.com

Analisa yang Dipakai dalam Day Trading

1. Analisa Teknikal: Fokus pada Grafik dan Pola Harga

Dalam day trading, analisa teknikal jadi senjata utama. Kamu nggak perlu terlalu pusing soal laporan keuangan perusahaan. Fokus aja ke grafik harga (chart).
Gunakan pola seperti candlestick, support-resistance, atau trendline buat tahu kapan saat terbaik masuk dan keluar pasar.

Indikator yang sering dipakai day trader:

  • Moving Average (MA) → melihat tren jangka pendek.

  • RSI (Relative Strength Index) → tahu kapan saham sudah overbought atau oversold.

  • Volume → melihat kekuatan pergerakan harga. Cek di sini mengenai volume trading

2. Analisa Fundamental Jangka Pendek

Walau day trading lebih ke teknikal, tetap ada peran analisa fundamental.
Misalnya, berita ekonomi, laporan pendapatan, atau kebijakan suku bunga bisa bikin harga saham bergerak cepat.

3. Kombinasi Analisa untuk Keputusan Cepat

Trader berpengalaman biasanya pakai gabungan analisa teknikal dan berita terbaru.
Mereka tahu kalau grafik kuat, tapi berita negatif keluar, harga bisa berbalik arah.

Tips Day Trading agar Tidak Rugi.

1. Gunakan Strategi dan Rencana yang Jelas

Sebelum mulai day trading, buat dulu rencana harian. Tentukan target profit dan batas rugi. Jangan asal beli karena “feeling bagus.” Strategi seperti breakout, pullback, atau momentum trading bisa kamu pelajari dan uji satu per satu.

2. Kendalikan Emosi Saat Trading

Jujur aja, emosi adalah musuh utama trader. Kadang saat rugi, kamu tergoda untuk balas dengan beli lebih banyak. Padahal, itu jebakan.

Kendalikan diri dan ikuti rencana awal. Ingat, yang penting bukan menang besar, tapi konsisten.

3. Mulai dari Modal Kecil dan Belajar dari Pengalaman

Banyak pemula berpikir makin besar modal, makin cepat kaya. Salah besar.
Mulai kecil dulu sambil belajar memahami ritme pasar. Catat setiap transaksi kamu, analisa hasilnya, dan terus perbaiki strategi.


Risiko dalam Day Trading yang Perlu Diketahui

  • Risiko Finansial – Harga berubah cepat, keputusan salah bisa bikin rugi besar.

  • Risiko Psikologis – Trading intens bisa bikin stres kalau nggak terbiasa.

  • Risiko Overtrading – Terlalu sering transaksi tanpa alasan kuat malah memperbesar peluang rugi.

Day Trading Cocok untuk Siapa?

Ciri-Ciri yang Cocok Jadi Day Trader

Day trading cocok buat kamu yang:

  • Suka ambil keputusan cepat

  • Disiplin dengan aturan sendiri

  • Tahan stres dan fokus tinggi

  • Punya waktu buat pantau pasar tiap hari

Kalau kamu tipe yang detail dan cepat tanggap, gaya ini bisa pas banget.

Siapa yang Sebaiknya Tidak Coba Day Trading

Kalau kamu mudah panik, nggak punya waktu luang, atau nggak suka memantau grafik berjam-jam, lebih baik pilih investasi jangka panjang.

Kelebihan dan Kekurangan Day Trading

Kelebihan

  1. Profit cepat – Kamu bisa dapat cuan dalam satu hari.

  2. Fleksibilitas tinggi – Bisa dilakukan dari mana saja.

  3. Tidak terpengaruh berita jangka panjang.

  4. Banyak peluang setiap hari.

Kekurangan

  1. Risiko tinggi – Harga bisa berubah cepat.

  2. Butuh waktu penuh.

  3. Tekanan psikologis besar.

  4. Tidak cocok untuk semua orang.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Day Trading

1. Apakah Day Trading Aman untuk Pemula?

Aman kalau kamu paham risikonya. Mulailah dengan akun demo atau modal kecil.

2. Berapa Modal Minimal untuk Day Trading?

Mulai dari Rp100.000–Rp1.000.000 tergantung platform.

3. Bisakah Hidup dari Day Trading?

Bisa, tapi butuh waktu, pengalaman, dan strategi matang. Nggak bisa instan.

4. Day trading pakai time frame berapa?

Time frame yang ideal untuk day trading adalah kombinasi 5 menit hingga 1 jam (M5-H1), dengan kombinasi seperti M5 dan M15 cocok untuk trader agresif dan mencari banyak peluang dalam waktu singkat. .

Kesimpulan: Day Trading Bisa Seru, Tapi Butuh Disiplin dan Strategi

Day trading itu seperti olahraga ekstrem di dunia saham — seru dan menegangkan, tapi butuh keterampilan dan kontrol diri.

Baca: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan

Mulailah perlahan dengan nominal kecil, catat hasilnya, dan terus belajar. Kalau dilakukan dengan benar, day trading bisa jadi cara menarik buat cari cuan harian tanpa harus kerja kantoran.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham