![]() |
| Cek Fakta Kebenaran / Pixabay |
Mediasaham.com, Jakarta 12 November 2025 — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) akhirnya buka suara menanggapi berbagai rumor yang beredar luas mengenai dugaan rencana merger dengan Grab. Dalam keterbukaan informasi resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nomor 104/GOTO/CS/JKT/XI/2025, manajemen GoTo menegaskan bahwa pemberitaan sejumlah media besar berisi informasi yang tidak benar dan menyesatkan.
Klarifikasi Resmi GoTo
Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh R.A. Koesoemohadiani, Direktur dan Sekretaris Perusahaan GoTo, perusahaan menyatakan bahwa spekulasi mengenai merger dengan Grab dan pergantian CEO hanyalah rumor yang tidak memiliki dasar fakta.
Baca: Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan
Manajemen menyebutkan beberapa media nasional dan internasional yang ikut mempublikasikan isu tersebut, antara lain Kontan, Bisnis.com, Kompas.id, Katadata, dan Investor.id.
“Informasi yang beredar di media, termasuk yang menyebut adanya ‘escrow fund’ sebesar USD 300 juta di Singapura dan rencana buyout saham Telkomsel, adalah tidak benar dan menyesatkan,” tegas manajemen GoTo dalam surat keterbukaan informasi.
RUPSLB Bukan untuk Merger
GoTo juga menegaskan bahwa rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 25 November 2025 tidak berkaitan dengan tindakan korporasi apapun, termasuk merger atau akuisisi.
“Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran,” jelas pihak manajemen.
Fokus pada Strategi Jangka Panjang
Perusahaan menyatakan bahwa saat ini fokus utama GoTo adalah mengeksekusi strategi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh ekosistem GoTo, bukan pada isu merger.
Baca: Cara Memilih Broker Saham Terbaik di Indonesia dan Aman untuk Pemula
GoTo juga mengingatkan publik untuk tidak mudah percaya pada spekulasi media dan hanya mengandalkan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal perusahaan dan Bursa Efek Indonesia.
“Sebagai perusahaan publik, GoTo selalu berkomitmen menyampaikan informasi yang transparan, akurat, dan tepat waktu sesuai peraturan pasar modal,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi.
Komitmen terhadap Regulasi dan Pemerintah
Sebagai perusahaan teknologi yang lahir di Indonesia, GoTo juga menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional.
Baca: Risiko Bermain Saham Online yang Wajib Diketahui Pemula
Manajemen menegaskan setiap langkah yang diambil akan selalu patuh terhadap hukum yang berlaku, serta mengutamakan kepentingan mitra pengemudi, UMKM, pelanggan, dan pemegang saham.
Kesimpulan:
Rumor merger antara GoTo dan Grab yang sempat ramai diberitakan ternyata tidak benar. Manajemen GoTo dengan tegas menyebut bahwa pemberitaan oleh beberapa media besar tersebut bersifat menyesatkan, dan meminta publik hanya mempercayai sumber resmi dari perusahaan.

0 Comments
Posting Komentar