Laporan Keuangan Prima Multi Usaha Indonesia (PMUI) Q3 2025: Laba Bersih Naik 26%

kinerja keuangan

Jakarta, Mediasaham.com — PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (IDX: PMUI) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Meskipun penjualan turun, laba bersih perseroan justru meningkat signifikan didukung efisiensi beban dan tambahan modal hasil initial public offering (IPO) pada pertengahan tahun.

Penjualan dan Laba Kotor

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/11), PMUI mencatatkan penjualan sebesar Rp2,82 triliun hingga 30 September 2025, turun 5,69% dibandingkan Rp2,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan turunnya penjualan, beban pokok penjualan juga menurun 5,71% menjadi Rp2,64 triliun dari Rp2,80 triliun di 9M24. Dengan demikian, laba bruto perseroan relatif stabil di Rp184,47 miliar, hanya turun 0,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba Usaha dan Laba Bersih

Kinerja operasional PMUI menunjukkan peningkatan. Laba usaha tercatat Rp51,79 miliar pada sembilan bulan pertama 2025, naik 16,83% dibandingkan Rp44,31 miliar pada 9M24. Laba sebelum pajak penghasilan juga meningkat 22,59% secara tahunan, didorong efisiensi beban penjualan, umum, dan administrasi.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan bersih sebesar Rp9,94 miliar, laba periode berjalan mencapai Rp35,92 miliar atau naik 22,97% dibandingkan Rp29,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp33,73 miliar, meningkat 26% dibandingkan Rp26,77 miliar pada 9M24.

Neraca Keuangan dan Dampak IPO

Per 30 September 2025, total ekuitas PMUI tercatat Rp451,18 miliar, melonjak 113,47% dari Rp211,35 miliar pada akhir Desember 2024. Lonjakan tersebut dipicu tambahan modal dari aksi IPO senilai Rp208,8 miliar yang dilaksanakan pada 10 Juli 2025.

Total liabilitas berhasil ditekan signifikan hingga 67,62% menjadi Rp79,78 miliar, dari Rp246,08 miliar di akhir 2024. Kewajiban jangka pendek masih mendominasi struktur utang perseroan dengan nilai Rp77,18 miliar.

Kinerja balance sheet PMUI yang membaik memperlihatkan fundamental keuangan yang semakin kuat pasca-IPO, sekaligus menunjukkan keberhasilan manajemen dalam menjaga efisiensi operasional di tengah penurunan penjualan.

Ringkasan Laporan Keuangan PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI)

(Per 30 September 2025 dibandingkan 30 September 2024)
(Dalam miliar rupiah)

Pos Keuangan 9M25 9M24 Perubahan (%)
Penjualan2.8202.990-5,69%
Beban Pokok Penjualan2.6402.800-5,71%
Laba Bruto184,47185,85-0,74%
Laba Usaha51,7944,31+16,83%




Laba Tahun Berjalan35,9229,23+22,97%
Laba Bersih ke Induk33,7326,77+26,00%
Total Liabilitas79,78246,08*-67,62%
Total Ekuitas451,18211,35*+113,47%
*Data pembanding per 31 Desember 2024

umber: Laporan Keuangan Konsolidasian PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), per 30 September 2025

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) menutup sembilan bulan pertama 2025 dengan kenaikan laba bersih 26% menjadi Rp33,73 miliar meski penjualan turun 5,69%. Peningkatan efisiensi beban dan tambahan modal dari IPO Juli 2025 memperkuat posisi keuangan perusahaan, dengan ekuitas melonjak lebih dari dua kali lipat sementara liabilitas berhasil ditekan drastis.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham