Jakarta, Mediasaham.com — PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (IDX: SRTG) mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Emiten investasi milik pengusaha Edwin Soeryadjaya ini berbalik merugi, setelah pada tahun sebelumnya masih membukukan laba signifikan.
Rugi Bersih dan Pendapatan
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/11), SRTG membukukan rugi bersih sebesar Rp2,43 triliun hingga 30 September 2025. Angka ini berbalik arah dari laba bersih Rp5,22 triliun yang diraih pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga informasi Laporan Keuangan Adaro Andalan (AADI) Q3 2025: Laba Bersih Anjlok 45%
Kerugian tersebut terutama disebabkan oleh rugi investasi saham dan efek lainnya yang mencapai Rp4,31 triliun pada 9M25, padahal di periode yang sama tahun lalu perseroan masih membukukan keuntungan Rp5,02 triliun.
Pendapatan dividen dan bunga juga menurun 15,66% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,4 triliun, dibandingkan Rp1,66 triliun pada sembilan bulan pertama 2024. Di sisi lain, beban bunga meningkat 24,17% menjadi Rp132,91 miliar dari Rp107,02 miliar.
Laba Sebelum Pajak dan Manfaat Pajak
Akibat kombinasi penurunan pendapatan dan kerugian investasi, SRTG mencatat rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp3,21 triliun, berbanding terbalik dengan laba sebelum pajak Rp6,37 triliun pada 9M24. Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan bersih sebesar Rp778,73 miliar, rugi periode berjalan SRTG tercatat Rp2,43 triliun.
Neraca Keuangan
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan per 30 September 2025 tercatat Rp52,84 triliun, turun 8,64% dibandingkan posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp57,83 triliun.
Total liabilitas berkurang signifikan 39,37% menjadi Rp3,68 triliun dari Rp6,07 triliun, yang sebagian besar berasal dari penurunan liabilitas pajak tangguhan bersih menjadi Rp2,02 triliun dan pinjaman yang mencapai Rp1,4 triliun.
Ekuitas SRTG tercatat Rp49,16 triliun atau menurun 5,04% dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp51,75 triliun. Saldo laba juga ikut tergerus 5,71% menjadi Rp43,45 triliun dari Rp46,08 triliun.
Jumlah kas dan setara kas per 30 September 2025 tercatat Rp904,79 miliar, anjlok 41% dibandingkan posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp1,53 triliun.
Ringkasan Laporan Keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
(Per 30 September 2025 vs 30 September 2024 dalam satuan miliar)
| Pos Keuangan | 9M25 | 9M24 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Dividen & Bunga | 1.400 | 1.660 | -15,66% |
| Beban Bunga | 132,91 | 107,02 | +24,17% |
| Laba (Rugi) Investasi Saham & Efek | -4.310 | 5.020 | n.a. |
| Laba (Rugi) Sebelum Pajak | -3.210 | 6.370 | n.a. |
| Laba (Rugi) Bersih | -2.430 | 5.220 | n.a. |
| Total Aset | 52.840 | 57.830* | -8,64% |
| Total Liabilitas | 3.680 | 6.070* | -39,37% |
| Total Ekuitas | 49.160 | 51.750* | -5,04% |
| Kas dan Setara Kas | 904,79 | 1.530* | -41,00% |
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), per 30 September 2025
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan rugi bersih Rp2,43 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2025, berbalik dari laba Rp5,22 triliun pada tahun sebelumnya. Tekanan utama berasal dari kerugian investasi saham sebesar Rp4,31 triliun dan turunnya pendapatan dividen. Meski liabilitas berkurang signifikan, ekuitas dan kas perusahaan ikut melemah hingga akhir September 2025.

0 Comments
Posting Komentar