Mediasaham.com, Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (IDX: AADI) melaporkan penurunan kinerja keuangan pada kuartal III-2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun signifikan menjadi US$587,32 juta, atau merosot 45,36% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,07 miliar.
Pendapatan usaha tercatat sebesar US$3,61 miliar, turun 10,9% dari US$4,05 miliar pada periode Januari–September 2024. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya harga batubara global dan berkurangnya volume penjualan di tengah biaya produksi yang tetap tinggi.
Beban pokok pendapatan menurun dari US$2,93 miliar menjadi US$2,67 miliar (turun 9,03%), sehingga laba bruto ikut terkoreksi menjadi US$943,26 juta, lebih rendah 15,8% dari US$1,12 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca juga info mengenai Laporan Keuangan ABM Investama (ABMM) Q3 2025: Laba BersihAnjlok 62,1% Jadi USD 42,4 Juta
Setelah memperhitungkan beban usaha sebesar US$171,81 juta dan pendapatan lain-lain yang juga anjlok drastis dari US$326,26 juta menjadi hanya US$39,11 juta, laba usaha AAI turun tajam menjadi US$810,55 juta, atau turun 34,8% secara tahunan.
Kas dan Setara Kas Turun
Dari sisi neraca, kas dan setara kas per 30 September 2025 tercatat sebesar US$1,42 miliar, menurun 6,7% dibandingkan posisi US$1,52 miliar pada akhir Desember 2024.
Penurunan ini mencerminkan pelemahan arus kas operasi seiring turunnya pendapatan dan pembayaran dividen kepada pemegang saham pada semester I-2025.
Cek Juga info Laporan Keuangan Bukit Asam Tbk (PTBA) Q3 2025: Laba Bersih Longsor 57%
Total aset AAI per kuartal III-2025 mencapai US$6,11 miliar, naik tipis 1,99% dari US$5,99 miliar pada akhir 2024. Di sisi lain, total liabilitas meningkat menjadi US$2,32 miliar, naik 5,6% dari US$2,13 miliar sebelumnya, terutama akibat kenaikan utang usaha kepada pihak berelasi dan liabilitas sewa.
Penurunan Laba Komprehensif
Total penghasilan komprehensif setelah pajak juga mengalami penurunan signifikan menjadi US$521,87 juta, dibanding US$1,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, US$465,73 juta diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan US$56,14 juta kepada kepentingan non-pengendali.
Laba Bersih per Saham
Laba per saham dasar dan dilusian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$0,07542, menurun 50,8% dibandingkan US$0,15335 per saham pada periode 9M-2024.
Ekuitas Naik, Namun Didominasi Laba Ditahan
Meskipun kinerja laba melemah, total ekuitas naik menjadi US$3,79 miliar, tumbuh 12,7% dari US$3,36 miliar di akhir 2024. Kenaikan ini terutama didorong oleh penambahan saldo laba ditahan yang belum dicadangkan, dari US$394,84 juta menjadi US$972,17 juta.
Ringkasan Laporan Keuangan AADI Q3 2025 (US$ ‘000)
| Komponen | 9M-2025 | 9M-2024 | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Usaha | 3.609.128 | 4.049.958 | -10,9% |
| Laba Bruto | 943.261 | 1.119.787 | -15,8% |
| Laba Usaha | 810.553 | 1.243.849 | -34,8% |
| Laba Bersih (Pemilik Induk) | 587.324 | 1.074.705 | -45,4% |
| Laba per Saham (US$ penuh) | 0,07542 | 0,15335 | -50,8% |
| Kas dan Setara Kas | 1.417.030 | 1.518.688 | -6,7% |
| Total Aset | 6.111.924 | 5.992.658 | +1,99% |
| Total Ekuitas | 3.792.722 | 3.363.482 | +12,7% |

0 Comments
Posting Komentar