Indonesia Market Summary (02/12/2025): IHSG Naik 0,80% dan Asing Net Buy Rp453,84 miliar

ihsg
Ilustrasi Market Summary. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Mediasaham.com, Jakarta  – Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Selasa 2 Desember 2025 dengan sentimen positif. IHSG menguat 0,80% ke level 8.617,043, melanjutkan tren kenaikan tahun ini yang kini mencapai +21,71% YTD. Aktivitas perdagangan juga meningkat dengan nilai transaksi yang tinggi serta kontribusi signifikan dari sektor industri, konsumen siklis, dan energi. Berikut ringkasan lengkap berdasarkan data resmi IDX Daily Statistics.

Kinerja IHSG 2 Desember 2025

IHSG bergerak stabil di sepanjang sesi perdagangan, menyentuh level tertinggi di 8.625,636 dan terendah di 8.564,695. Kenaikan 68,255 poin menunjukkan optimisme pasar di awal pekan perdagangan Desember. Kapitalisasi pasar keseluruhan BEI tercatat mencapai Rp15.813 triliun, sementara kapitalisasi IHSG berbasis free float berada di Rp3.697 triliun.

Aktivitas Perdagangan IDX

Nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp21.902 miliar, dengan total volume 42.952 juta saham dan frekuensi perdagangan 2.705 ribu kali. Jika dibandingkan dengan rata-rata YTD, aktivitas hari ini lebih tinggi pada semua kategori, menunjukkan adanya peningkatan partisipasi investor menjelang akhir tahun.

Komposisi transaksi menunjukkan dominasi investor domestik sebesar 70%, sementara investor asing berkontribusi 30% dari total nilai. Meski demikian, asing mencatat net buy Rp453,84 miliar, cukup signifikan untuk mendorong stabilitas indeks.

Top Saham Berdasarkan Volume

Beberapa saham berkapitalisasi besar dan populer mendominasi aktivitas perdagangan:

  • GOTO menduduki peringkat pertama dengan volume 4.473 juta saham (10,41%).

  • BKSL menempati posisi kedua dengan 3.157 juta saham (7,35%).

  • BUMI dan GTSI masing-masing mencatat volume sekitar 1.939 juta – 1.937 juta saham, keduanya berkontribusi 4,51% dari total volume.

  • COAL menyusul dengan 1.884 juta saham (4,39%).

Data ini menunjukkan saham-saham konstruksi, energi, dan teknologi tetap menjadi favorit trader harian.

Top Saham Berdasarkan Nilai Transaksi

Jika dilihat dari nilai transaksi:

  • CDIA memimpin dengan Rp1.186 miliar (5,41%).

  • BBRI berada di posisi kedua dengan nilai Rp1.136 miliar.

  • BBCA, BRMS, dan CBDK juga mencatat nilai besar mulai dari Rp600 miliar hingga Rp869 miliar.

Pergerakan ini menggambarkan aliran dana besar ke saham perbankan dan pertambangan.

Top Saham Berdasarkan Frekuensi

Frekuensi transaksi tertinggi dipegang oleh saham-saham yang ramai diperdagangkan trader:

  • GTSI: 106.634 kali (3,94%)

  • COAL: 88.139 kali

  • CDIA, BKSL, dan DEWA juga mencatat frekuensi sangat tinggi.

Ini menegaskan bahwa saham-saham ini sedang berada dalam radar para spekulan.

Kapitalisasi Pasar Tertinggi

Dari sisi kapitalisasi pasar:

  • BREN masih memimpin dengan kapitalisasi Rp1.291 triliun.

  • Disusul BBCA Rp1.022 triliun dan DSSA Rp890 triliun.

  • Emiten besar seperti TPIA, BYAN, dan DCII juga masuk jajaran top 10.

Konsentrasi kapitalisasi besar ini penting untuk investor jangka panjang dalam memantau stabilitas pasar.

Top Broker Members: XL, YP, dan CC Mendominasi

Pada level broker:

Berdasarkan Volume

  • Stockbit (XL) memimpin dengan 15.114 juta saham (17,59%).

  • Diikuti Mirae (YP) dan Mandiri Sekuritas (CC).

Berdasarkan Nilai

  • XL menempati posisi teratas dengan nilai transaksi Rp4.977 miliar.

  • Mandiri Sekuritas (CC) dan UBS Sekuritas (AK) menyusul di bawahnya.

Berdasarkan Frekuensi

  • XL sangat dominan dengan 1.511 ribu frekuensi transaksi, mencapai 27,94% dari total.

Data ini menunjukkan bahwa investor ritel sangat aktif melalui platform digital seperti Stockbit dan Ajaib.


Saham Top Gainers dan Losers

Top Gainers

Kode Sebelumnya Hari Ini % Perubahan
BOAT 139 187 34,53%
BBRM 87 117 34,48%
SULI 125 168 34,40%
FPNI 1.005 1.255 24,88%
ASPI 765 955 24,84%
SSTM 1.335 1.665 24,72%
ROCK 850 1.060 24,71%
IMJS 260 324 24,62%
YPAS 474 590 24,47%
APIC 1.310 1.595 21,76%

Top Losers

Kode Sebelumnya Hari Ini % Perubahan
OPMS 160 136 -15,00%
ESTI 161 137 -14,91%
SMIL 498 424 -14,86%
BEEF 610 520 -14,75%
ESIP 97 83 -14,43%
CTBN 8.600 7.850 -8,72%
RONY 4.360 4.010 -8,03%
NASI 120 111 -7,50%
PURI 362 336 -7,18%
BUKK 1.865 1.735 -6,97%

Analisis Pergerakan Indeks Sektor IHSG

Pergerakan indeks sektoral IHSG pada tanggal 2 Desember 2025 menunjukkan rotasi yang cukup menarik. Beberapa sektor mengalami penguatan signifikan, sementara beberapa lainnya mulai melemah setelah reli panjang. Berikut analisis lengkap per sektor.

1. Energi – Stabil Menguat (+0,56%)

Sektor energi masih mencatat kenaikan seiring menguatnya harga komoditas global, terutama batu bara dan minyak. Kenaikan ini membuat YTD sektor energi sudah naik +55,89%, menunjukkan minat investor masih cukup kuat pada saham-saham berbasis komoditas.

Baca Juga91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI


2. Bahan Dasar – Tetap Kuat (+1,05%)

Sektor bahan dasar menguat didorong optimisme pasar terhadap sektor metal dan kimia. Dengan YTD +59,86%, sektor ini berada di jalur bullish, terutama karena meningkatnya permintaan global untuk nikel, timah, dan material industri lainnya.


3. Industri – Pemimpin Kenaikan (+2,75%)

Sektor industri menjadi top performer, melonjak +2,75%. Sentimen positif berasal dari:

  • Akselerasi produksi manufaktur

  • Optimisme pemulihan PMI

  • Kenaikan saham otomotif, komponen, serta mesin industri

Dengan YTD +81,75%, sektor industri termasuk salah satu favorit asing sepanjang tahun.


4. Konsumen Non-Siklis – Menguat Tipis (+0,25%)

Penguatan ringan pada sektor ini menunjukkan investor masih melihat stabilitas dari perusahaan kebutuhan pokok. Namun performa YTD masih moderat +10%, menandakan sektor defensif ini berjalan lebih lambat dibanding sektor siklis.


5. Konsumen Siklis – Solid Rally (+2,42%)

Sektor siklis melanjutkan momentum kenaikan dengan penguatan signifikan. Faktor pendorong:

  • Membaiknya daya beli masyarakat

  • Penjualan retail akhir tahun

  • Penguatan pada saham ritel dan lifestyle

YTD sektor ini sudah naik +31%.


6. Kesehatan – Tekanan Koreksi (-0,77%)

Sektor kesehatan terkoreksi setelah reli panjang. Meskipun turun hari ini, YTD sektor ini tetap impresif di +33,41%. Koreksi wajar ini biasanya dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi investor jangka panjang.


7. Keuangan – Menguat Stabil (+1,11%)

Sektor keuangan turut menopang IHSG. Penguatan di bank besar serta multifinance membuat sektor ini bergerak positif. Namun performa YTD +9,77% menandakan investor lebih memilih sektor komoditas dan teknologi tahun ini.

 Baca Juga: 105 Daftar Saham Sektor Keuangan di BEI: Cek Papan Pencatatan, Jumlah Saham dan Tanggal IPO


8. Properti & Real Estat – Konsisten Naik (+0,88%)

Properti masih menguat seiring isu penurunan suku bunga dan penjualan rumah tapak yang meningkat. Dengan YTD +60,05%, sektor ini menjadi salah satu sektor terbaik tahun ini.


9. Teknologi – Sedikit Melemah (-0,36%)

Sektor teknologi mengalami profit-taking. Namun, secara YTD, sektor ini tetap menjadi jawara IHSG dengan kenaikan luar biasa +155,09%. Koreksi wajar setelah penguatan kuat dalam beberapa bulan terakhir.


10. Infrastruktur – Naik Signifikan (+1,83%)

Penguatan terjadi pada saham telekomunikasi dan utilitas. Kepercayaan terhadap percepatan pembangunan jaringan digital terus menjadi sentimen positif. YTD sektor ini sudah naik +60,19%.


11. Transportasi & Logistik – Menguat (+1,16%)

Sektor ini kembali bergerak naik didorong rebound pada saham pelayaran dan logistik. Permintaan distribusi dan mobilitas yang meningkat mendongkrak performa hingga YTD +45,19%.

 Baca Juga: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Oktober 2025)

Kesimpulan

Perdagangan IHSG pada 2 Desember 2025 mencerminkan sentimen positif dari sektor industri, konsumen siklis, dan energi. Walaupun sektor teknologi melemah, minat investor terhadap saham-saham sektor riil meningkat. Dengan net buy asing sebesar Rp453,84 miliar, pasar Indonesia memasuki periode Desember dengan peluang penguatan lanjutan, terutama jika didukung data ekonomi global yang stabil.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham