Pengertian Bursa Efek Indonesia, Fungsi, Cara Kerja dan dan Instrumen yang Diperdagangkan

Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indoensia. Adit Saputra / Mediasaham.com


Buat kamu yang baru mulai belajar investasi, istilah Bursa Efek Indonesia (BEI) pasti sering muncul. Tapi sebenarnya, apa sih Bursa Efek Indonesia itu? Kenapa tempat ini begitu penting dalam dunia saham?

Yuk, kita bahas dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami.

Pengertian Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah tempat resmi untuk memperdagangkan berbagai surat berharga di Indonesia, mulai dari saham, obligasi, reksa dana ETF, hingga derivatif.
Sederhananya, BEI itu seperti pasar besar yang mempertemukan perusahaan yang butuh modal dengan investor yang ingin menanamkan modal.

BEI dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia, lembaga yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengapa Disebut “Bursa Efek”?

Karena yang diperdagangkan adalah efek—istilah hukum yang mencakup saham, obligasi, surat utang, dan instrumen investasi lainnya.
Jadi, Bursa Efek = pasar tempat jual-beli efek.

Fungsi Bursa Efek Indonesia

Bursa bukan sekadar tempat jual-beli saham. Fungsinya jauh lebih luas, di antaranya:

1. Menjadi Wadah Transaksi Saham

BEI menyediakan sistem perdagangan yang aman, teratur, dan efisien agar investor bisa jual-beli saham kapan saja selama jam bursa.

2. Membantu Perusahaan Mendapatkan Modal

Perusahaan bisa go public dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat untuk mendapatkan dana ekspansi bisnis.

3. Menyediakan Informasi Pasar

BEI menyediakan data harga saham, laporan keuangan, pengumuman aksi korporasi, hingga indeks saham seperti IHSG.

4. Menjaga Kepercayaan Investor

Dengan regulasi yang ketat dan pengawasan OJK, bursa membantu menciptakan pasar yang transparan dan terpercaya.

Cara Kerja Bursa Efek Indonesia

Prosesnya cukup sederhana:

  1. Investor membuka akun di perusahaan sekuritas.

  2. Selama jam perdagangan, investor bisa membeli atau menjual saham perusahaan yang terdaftar.

  3. Semua transaksi diproses melalui sistem perdagangan BEI, seperti JATS (Jakarta Automated Trading System).

  4. Harga saham bergerak berdasarkan permintaan dan penawaran.

  5. Setelah transaksi terjadi, proses penyelesaian dilakukan oleh KPEI dan KSEI.

Instrumen yang Diperdagangkan di BEI

Tidak hanya saham, BEI juga memperdagangkan berbagai instrumen lain seperti:

Peran BEI dalam Perekonomian

BEI punya pengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia. Kenapa?

  • Menjadi sumber pendanaan perusahaan nasional.

  • Menggerakkan sektor keuangan.

  • Menciptakan lapangan kerja dari berbagai industri pasar modal.

  • Menjadi indikator kesehatan ekonomi lewat IHSG.

Semakin aktif transaksi di BEI, semakin dinamis pula pergerakan ekonomi.

Siapa Saja yang Bisa Berinvestasi di BEI?

Semua orang bisa! Mulai dari pelajar, karyawan, UMKM, sampai investor asing.
Cukup buka akun di sekuritas yang terdaftar di BEI, setor dana, dan kamu sudah bisa mulai beli saham.

Blue Chip
Ilustrasi. Seorang investor sedang melihat daftar saham blue chip. Adit Saputra / Mediasaham.com


Jenis-Jenis Sektor Saham di Bursa Efek Indonesia

Dalam dunia investasi, memahami klasifikasi sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat penting. Pembagian sektor ini membantu investor menganalisis kinerja suatu perusahaan berdasarkan industri tempat mereka beroperasi.

BEI membagi seluruh saham yang terdaftar ke dalam beberapa sektor utama, yang masing-masing memiliki karakteristik dan pola pergerakan unik.

Berikut penjelasan lengkap setiap sektor saham di BEI: 

1. Sektor Energi

Sektor energi mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa terkait energi tidak terbarukan (fossil fuel) maupun energi alternatif. Kinerja sektor ini sangat dipengaruhi harga komoditas global. Contoh komoditas utama yang memengaruhi sektor energi meliputi:

2. Sektor Bahan Baku (Basic Materials)

Sektor bahan baku berisi perusahaan yang menyediakan produk dan jasa yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri lain. Produk di sektor ini menjadi dasar pembuatan barang jadi. Contohnya:

  • Material konstruksi

  • Pertambangan mineral non-energi dan logam

  • Wadah dan kemasan

  • Produk kayu dan kertas

3. Sektor Perindustrian (Industrials)

Sektor ini mencakup perusahaan yang menghasilkan produk dan jasa yang digunakan oleh industri lain sebagai barang final. Biasanya tidak perlu diproses lagi sebelum digunakan. Contohnya:

  • Produk bangunan

  • Produk kelistrikan

  • Mesin

  • Pemasok barang dan jasa industri

4. Sektor Konsumsi Primer (Consumer Non-Cyclicals)

Sektor konsumsi primer mencakup perusahaan yang menjual barang kebutuhan pokok yang tetap dibutuhkan masyarakat setiap hari, terlepas dari kondisi ekonomi. Contohnya:

  • Ritel kebutuhan pokok (toko makanan, supermarket)

  • Produsen makanan dan minuman kemasan

  • Produk pertanian

  • Produsen kebutuhan rumah tangga

5. Sektor Konsumsi Non-Primer (Consumer Cyclicals)

Sektor konsumsi non-primer berisi perusahaan yang memproduksi barang sekunder atau barang yang sifatnya siklis—umumnya dibeli ketika daya beli masyarakat membaik. Contoh kategori dalam sektor ini:

  • Barang hobi

  • Mobil penumpang

  • Barang rumah tangga tahan lama

  • Barang tekstil

6. Sektor Kesehatan (Healthcare)

Sektor kesehatan mencakup perusahaan yang menyediakan produk dan layanan kesehatan. Contohnya:

7. Sektor Keuangan (Financials)

Sektor ini mencakup perusahaan penyedia layanan keuangan, termasuk:

8. Sektor Properti dan Real Estate

Sektor properti dan real estate berisi perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan layanan pendukung properti. Contohnya:

  • Pengembang properti dan real estate

  • Penyedia jasa penunjang properti dan real estate

9. Sektor Teknologi (Technology)

Sektor teknologi berisi perusahaan yang menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi. Contohnya:

  • Penyedia jasa dan konsultan TI

  • Produsen perangkat jaringan

  • Produsen semikonduktor

10. Sektor Infrastruktur (Infrastructures)

Sektor ini mencakup perusahaan yang berperan dalam pembangunan, layanan, dan pengelolaan infrastruktur. Contohnya:

  • Operator infrastruktur transportasi

  • Perusahaan utilitas

  • Perusahaan konstruksi bangunan sipil

11. Sektor Transportasi dan Logistik

Sektor transportasi berisi perusahaan yang bergerak dalam aktivitas pengangkutan, distribusi, dan perpindahan barang maupun penumpang. Contohnya:

  • Penyedia jasa pengantaran

  • Transportasi darat, laut, udara

  • Perusahaan logistik


Kesimpulan

Bursa Efek Indonesia adalah pusat perdagangan saham dan efek lainnya di Indonesia. Keberadaannya sangat penting untuk menyediakan akses modal bagi perusahaan sekaligus menjadi tempat masyarakat berinvestasi saham.

Dengan memahami pengertian dan cara kerja BEI, serta jenis-jenis sektor saham yang diperdagangkan di BEI. Kamu bisa lebih siap melangkah ke dunia investasi saham yang sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham