Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

teh sariwangi
Secangkir Teh Sariwangi / Tokopedia


JAKARTA, Mediasaham.com – Raksasa consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), secara mengejutkan mengumumkan pelepasan salah satu aset ikoniknya. UNVR resmi menjual seluruh bisnis teh dengan merek legendaris "Sariwangi" kepada PT Savoria Kreasi Rasa.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Januari 2026, nilai transaksi pengalihan bisnis ini disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000 (Rp1,5 Triliun) di luar pajak yang berlaku.


Detail Transaksi Material UNVR

Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) telah dilakukan pada 6 Januari 2026. Pembeli bisnis ini, PT Savoria Kreasi Rasa, dinyatakan sebagai pihak yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan.

Meskipun nilai transaksi mencapai 45% dari ekuitas Perseroan (per 30 September 2025), manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan regulasi POJK 17/2020, namun tetap dikategorikan sebagai transaksi material.

Hasil Penilaian Independen

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penilaian independen terhadap bisnis Sariwangi. Hasilnya, nilai pasar bisnis tersebut berada di angka Rp1,48 triliun, sedikit di bawah harga kesepakatan jual sebesar Rp1,5 triliun.


Dampak Terhadap Kinerja Keuangan

Manajemen UNVR memberikan rincian kontribusi bisnis Sariwangi terhadap total kinerja perusahaan sebelum dilepaskan:

  • Total Aset: 2,5% dari total aset UNVR.
  • Laba Bersih: 3,1% dari total laba bersih UNVR.
  • Pendapatan Usaha: 2,7% dari total pendapatan usaha UNVR.

Mengapa UNVR menjual Sariwangi?
Sekretaris Perusahaan UNVR, Padwestiana Kristanti, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk merealisasikan nilai investasi dan mengembalikannya kepada pemegang saham dalam jangka pendek. Ke depan, UNVR akan lebih fokus pada bisnis inti yang tersisa guna meningkatkan nilai pemegang saham jangka panjang.


Baca:


Jadwal Penyelesaian Transaksi

Para investor perlu mencatat tanggal-tanggal penting terkait aksi korporasi ini:

Agenda Tanggal
Penandatanganan BTA 6 Januari 2026
Laporan Informasi Material ke OJK 7 Januari 2026
Target Penyelesaian Transaksi (Closing) 2 Maret 2026


Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko. Data dalam artikel ini bersifat informatif. Keputusan beli atau jual sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor. Mediasaham.com menyarankan pembaca untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum bertransaksi.

0 Comments

Posting Komentar

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham