Mediasaham.com, Jakarta — PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp90,33 triliun hingga 30 September 2026, turun 10,08% dibandingkan Rp100,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut diikuti penyusutan laba periode berjalan sebesar 64,09% menjadi Rp4,22 triliun dari Rp11,75 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
![]() |
| Parts Distribution Center (PDC) Jakarta. Dok. UNTR |
Ringkasan Kinerja Keuangan UNTR per September 2026
Laporan keuangan konsolidasian interim UNTR menunjukkan tekanan pada kinerja laba selama sembilan bulan pertama 2026. Selain pendapatan yang lebih rendah, perseroan mencatat kerugian penurunan nilai investasi pada ventura bersama dan piutang non-usaha sebesar Rp2,75 triliun. Pos tersebut tidak tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berikut sejumlah indikator utama kinerja keuangan UNTR untuk periode yang berakhir 30 September 2026 dibandingkan 30 September 2025.
| Indikator | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan bersih | Rp90,33 triliun | Rp100,47 triliun | -Rp10,13 triliun | -10,08% |
| Laba bruto | Rp17,89 triliun | Rp22,04 triliun | -Rp4,15 triliun | -18,81% |
| Laba sebelum pajak | Rp6,81 triliun | Rp15,49 triliun | -Rp8,68 triliun | -56,03% |
| Laba periode berjalan | Rp4,22 triliun | Rp11,75 triliun | -Rp7,53 triliun | -64,09% |
| Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | Rp4,47 triliun | Rp11,48 triliun | -Rp7,01 triliun | -60,96% |
| Laba per saham dasar dan dilusian | Rp1.273 | Rp3.160 | -Rp1.887 | -59,72% |
Pendapatan dan Laba UNTR Mengalami Tekanan
Pendapatan bersih UNTR turun Rp10,13 triliun menjadi Rp90,33 triliun. Beban pokok pendapatan juga menurun, dari Rp78,43 triliun menjadi Rp72,44 triliun. Namun, penurunan beban pokok tersebut belum cukup untuk menahan penurunan laba bruto yang mencapai 18,81%.
Laba bruto tercatat Rp17,89 triliun, dibandingkan Rp22,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, margin laba bruto turun dari sekitar 21,94% menjadi 19,81%.
Di tingkat operasional, beban penjualan meningkat menjadi Rp1,59 triliun dari Rp828,02 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp5,75 triliun dari Rp4,30 triliun.
Salah satu pos yang menonjol adalah kerugian penurunan nilai investasi pada ventura bersama dan piutang non-usaha sebesar Rp2,75 triliun. Pada sembilan bulan pertama 2025, pos tersebut tercatat nihil.
Perseroan juga membukukan bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp200,23 miliar, berbalik dari kerugian Rp636,82 miliar pada periode pembanding. Meski demikian, perbaikan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari sejumlah pos lainnya.
Rincian Laporan Laba Rugi UNTR
Berikut perbandingan laporan laba rugi konsolidasian interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 dan 2025. Angka disajikan dalam triliun rupiah, kecuali dinyatakan lain.
| Pos Laporan Laba Rugi | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan bersih | 90,33 | 100,47 | -10,13 | -10,08% |
| Beban pokok pendapatan | (72,44) | (78,43) | 6,00 | -7,63%* |
| Laba bruto | 17,89 | 22,04 | -4,15 | -18,81% |
| Beban penjualan | (1,59) | (0,83) | -0,76 | +91,91%* |
| Beban umum dan administrasi | (5,75) | (4,30) | -1,45 | +33,76%* |
| Kerugian penurunan nilai investasi dan piutang | (2,75) | — | -2,75 | — |
| Biaya keuangan | (1,91) | (2,00) | 0,10 | -4,82%* |
| Penghasilan keuangan | 0,73 | 0,92 | -0,20 | -21,49% |
| Laba/(rugi) lain-lain, bersih | (0,01) | 0,29 | -0,30 | — |
| Bagian laba/(rugi) entitas asosiasi dan ventura bersama | 0,20 | (0,64) | 0,84 | — |
| Laba sebelum pajak | 6,81 | 15,49 | -8,68 | -56,03% |
| Beban pajak penghasilan | (2,59) | (3,74) | 1,15 | -30,75%* |
| Laba periode berjalan | 4,22 | 11,75 | -7,53 | -64,09% |
*Untuk pos beban, persentase menunjukkan perubahan nilai bebannya; angka negatif pada perubahan nominal berarti beban meningkat, sedangkan angka positif berarti beban menurun. Perhitungan persentase pada pos beban menggunakan nilai absolut.
Laba Bersih yang Diatribusikan kepada Pemilik Induk Turun 60,96%
Dari laba periode berjalan sebesar Rp4,22 triliun, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp4,47 triliun. Sementara itu, kepentingan nonpengendali mencatat rugi sebesar Rp246,17 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, laba pemilik entitas induk mencapai Rp11,48 triliun dan laba kepentingan nonpengendali sebesar Rp273,11 miliar.
Dengan demikian, laba bersih yang menjadi hak pemilik entitas induk turun sekitar 60,96% secara tahunan. Angka ini berbeda dari penurunan 64,09% pada laba konsolidasian karena terdapat kontribusi rugi dari kepentingan nonpengendali pada 2026.
Laba per saham dasar dan dilusian tercatat Rp1.273, turun dari Rp3.160 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Analisa Penyebab Turunnya Laba Bersih yang Diatribusikan kepada Induk
Secara keseluruhan,
penurunan signifikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk UNTR per 30 September 2026—yakni anjlok sebesar ~61,08% (YoY) dari
Rp11,48 triliun menjadi Rp4,47 triliun—disebabkan oleh dua faktor utama:
- Tekanan Operasional Bisnis Utama (Core
Business)
- Koreksi Pendapatan: Pendapatan bersih konsolidasian
terkoreksi 10,08% (YoY) menjadi Rp90,33 triliun akibat penurunan
kinerja di lini bisnis utama (alat berat, kontraktor penambangan, dan
pertambangan).
- Pembengkakan Beban Operasional: Di tengah penurunan pendapatan, terjadi
peningkatan signifikan pada Beban Penjualan (+91,9%) serta Beban Umum
& Administrasi (+33,8%), yang secara langsung menekan marjin
operasional perseroan.
- Beban Penurunan Nilai Aset Non-Kas (Non-Cash
Impairment Loss)
- Perseroan mencatatkan pos kerugian
penurunan nilai investasi pada ventura bersama dan piutang non-usaha
sebesar Rp2,75 triliun (periode sebelumnya Rp0).
- Faktor dominan berasal dari penyesuaian
nilai buku (write-down) atas investasi di PT Supreme Energy
Rantau Dedap (SERD) sebesar Rp1,48 triliun akibat kendala
operasional proyek.
- Catatan Penting: Kerugian impairment ini bukan merupakan pengeluaran uang kas secara langsung (non-cash item), melainkan bentuk penyesuaian akuntansi berbasis kehati-hatian (prudence) yang berdampak langsung pada pengurangan laba bersih di laporan laba rugi.
Baca Laporan Keuangan Emiten:
- Laporan Keuangan Indosat Q3 2026: Laba Bersih Melonjak +37,19% Jadi Rp4,92 triliun, Cek Analisis Keuangan ISAT
- Laporan Keuangan CFIN per September 2026 Laba Bersih Naik 13% Jadi Rp153,65 miliar
- Laba Bersih UVCR Meroket 395% per September 2026
- Bank Mandiri Cetak Laba Rp47,11 Triliun hingga September 2026, Naik 13,9%
- Bukalapak Minus Rp881 Miliar hingga September 2026, Pendapatan Naik 19%
- Laba BLES Melonjak 484% Jadi Rp284 Miliar hingga Kuartal III-2026
- Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026
- Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 juta hingga September 2026
- Kedaung Indah Can (KICI) Pangkas Rugi 67,74% Jadi Rp2,19 Miliar hingga September 2026
- Laporan Keuangan Mayora Q3 2026: Laba Naik +31,08% Jadi Rp2,47 Triliun, Cek Rasio Keuangan Saham MYOR
Posisi Keuangan: Aset Naik, Liabilitas Juga Bertambah
Per 30 September 2026, total aset UNTR mencapai Rp182,81 triliun, meningkat 2,91% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp177,64 triliun.
Aset lancar tercatat Rp67,35 triliun, turun dari Rp72,14 triliun. Penurunan terutama terlihat pada kas dan setara kas yang berkurang menjadi Rp23,03 triliun dari Rp26,57 triliun. Persediaan juga turun menjadi Rp15,45 triliun dari Rp16,73 triliun.
Sebaliknya, aset tidak lancar naik menjadi Rp115,46 triliun dari Rp105,50 triliun. Salah satu perubahan terbesar terlihat pada beban eksplorasi dan pengembangan tangguhan yang meningkat menjadi Rp10,70 triliun dari Rp2,77 triliun.
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp17,29 triliun, sementara aset tetap sebesar Rp44,54 triliun.
Ringkasan Posisi Keuangan UNTR
Angka dalam triliun rupiah.
| Posisi Keuangan | 30 Sep 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Aset lancar | 67,35 | 72,14 | -4,79 | -6,64% |
| Aset tidak lancar | 115,46 | 105,50 | 9,96 | 9,44% |
| Total aset | 182,81 | 177,64 | 5,17 | 2,91% |
| Liabilitas jangka pendek | 55,60 | 53,21 | 2,39 | 4,49% |
| Liabilitas jangka panjang | 23,38 | 21,29 | 2,09 | 9,84% |
| Total liabilitas | 78,99 | 74,50 | 4,48 | 6,02% |
| Total ekuitas | 103,82 | 103,14 | 0,69 | 0,67% |
Liabilitas dan Ekuitas
Total liabilitas UNTR meningkat menjadi Rp78,99 triliun dari Rp74,50 triliun pada akhir 2025. Kenaikan terjadi pada liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang.
Liabilitas jangka pendek naik menjadi Rp55,60 triliun. Utang usaha pihak ketiga masih menjadi salah satu komponen terbesar, meskipun turun menjadi Rp23,10 triliun dari Rp29,10 triliun. Di sisi lain, akrual meningkat menjadi Rp7,73 triliun dari Rp6,69 triliun.
Liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp23,38 triliun. Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka pendek tercatat Rp7,35 triliun, dibandingkan Rp6,05 triliun pada akhir 2025.
Total ekuitas mencapai Rp103,82 triliun, naik tipis dari Rp103,14 triliun. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp98,68 triliun, sedangkan kepentingan nonpengendali sebesar Rp5,14 triliun.
Arus Kas Operasi Turun 47,25%
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp9,68 triliun. Nilai tersebut turun 47,25% dibandingkan Rp18,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kas yang dihasilkan dari operasi sebelum pembayaran biaya keuangan, penerimaan bunga, dan pajak tercatat Rp13,85 triliun, turun dari Rp23,47 triliun. Penerimaan dari pelanggan juga berkurang menjadi Rp87,57 triliun dari Rp93,42 triliun.
Pada aktivitas investasi, UNTR mencatat arus kas keluar bersih Rp12,78 triliun, lebih besar dibandingkan Rp7,88 triliun pada periode pembanding. Salah satu pengeluaran terbesar berasal dari akuisisi entitas anak sebesar Rp8,76 triliun. Perolehan aset tetap mencapai Rp4,27 triliun.
Aktivitas pendanaan mencatat arus kas keluar bersih Rp684,21 miliar, lebih kecil dibandingkan arus kas keluar Rp7,44 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Perseroan menerima pinjaman bank jangka panjang Rp13,60 triliun dan membayar pinjaman jangka panjang Rp6,79 triliun. Selain itu, terdapat pembayaran dividen kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,86 triliun dan pembelian saham tresuri sebesar Rp3,64 triliun.
Secara keseluruhan, kas dan setara kas turun Rp3,79 triliun selama periode berjalan. Setelah memperhitungkan dampak perubahan kurs sebesar Rp249,06 miliar, saldo kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat Rp23,03 triliun.
Ringkasan Arus Kas
Angka dalam triliun rupiah.
| Arus Kas | 9M 2026 | 9M 2025 | Perubahan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|---|
| Kas bersih dari aktivitas operasi | 9,68 | 18,35 | -8,67 | -47,25% |
| Kas bersih untuk aktivitas investasi | (12,78) | (7,88) | -4,91 | 62,32% lebih besar arus keluar |
| Kas bersih untuk aktivitas pendanaan | (0,68) | (7,44) | 6,76 | Arus keluar menyusut 90,80% |
| Penurunan/kenaikan bersih kas sebelum dampak kurs | (3,79) | 3,04 | -6,82 | Berbalik arah |
| Kas dan setara kas akhir periode | 23,03 | 28,32 | -5,29 | -18,67% |
Rasio Keuangan UNTR
Berdasarkan angka dalam laporan keuangan, sejumlah rasio berikut dapat digunakan untuk melihat perubahan posisi keuangan dan profitabilitas perseroan.
| Rasio | 30 Sep 2026 / 9M 2026 | 31 Des 2025 / 9M 2025 | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Current ratio | 1,21 kali | 1,36 kali | Aset lancar dibandingkan liabilitas jangka pendek |
| Liabilitas terhadap aset | 43,20% | 41,94% | Porsi aset yang dibiayai liabilitas |
| Liabilitas terhadap ekuitas | 0,76 kali | 0,72 kali | Perbandingan total liabilitas dan total ekuitas |
| Margin laba bruto | 19,81% | 21,94% | Laba bruto terhadap pendapatan |
| Margin laba bersih konsolidasian | 4,67% | 11,69% | Laba periode berjalan terhadap pendapatan |
Current ratio UNTR masih berada di atas 1 kali, tetapi turun dibandingkan posisi akhir 2025. Sementara itu, rasio liabilitas terhadap aset dan liabilitas terhadap ekuitas meningkat. Dari sisi profitabilitas, margin laba bruto dan margin laba bersih sama-sama mengalami penurunan.
Kesimpulan Kinerja UNTR hingga September 2026
Kinerja keuangan United Tractors hingga September 2026 menunjukkan tekanan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan turun 10,08%, sedangkan laba periode berjalan menyusut 64,09%. Penurunan laba juga tercermin pada laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang turun 60,96%.
Kerugian penurunan nilai investasi pada ventura bersama dan piutang non-usaha sebesar Rp2,75 triliun menjadi salah satu pos penting dalam laporan laba rugi periode ini. Pada saat yang sama, beban penjualan dan administrasi meningkat, sementara margin laba bruto menyempit.
Dari sisi neraca, total aset dan ekuitas masih meningkat dibandingkan akhir 2025, tetapi liabilitas juga bertambah. Arus kas operasi turun cukup tajam dan kas akhir periode lebih rendah dibandingkan akhir 2025 maupun September 2025.
FAQ Seputar Kinerja Keuangan UNTR September 2026
1. Berapa pendapatan United Tractors hingga September 2026?
UNTR membukukan pendapatan bersih sebesar Rp90,33 triliun, turun 10,08% dibandingkan Rp100,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
2. Berapa laba bersih UNTR pada sembilan bulan pertama 2026?
Laba periode berjalan konsolidasian mencapai Rp4,22 triliun, turun 64,09% dari Rp11,75 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
3. Berapa laba UNTR yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk?
Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,47 triliun, turun dari Rp11,48 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
4. Berapa total aset United Tractors per September 2026?
Total aset UNTR tercatat Rp182,81 triliun per 30 September 2026, meningkat dari Rp177,64 triliun pada 31 Desember 2025.
5. Bagaimana arus kas operasi UNTR?
Kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp9,68 triliun, turun 47,25% dibandingkan Rp18,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
6. Berapa laba per saham UNTR pada September 2026?
Laba per saham dasar dan dilusian tercatat sebesar Rp1.273, turun dari Rp3.160 pada sembilan bulan pertama 2025.
Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
.webp)
0 Comments
Posting Komentar